NovelToon NovelToon
Bidadari Untuk Daddy

Bidadari Untuk Daddy

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Ibu Pengganti / Cerai / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:137.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Pernikahan bagi seorang Karlyn adalah ikatan yang begitu sakral dan suci. Pernikahan yang ia idamkan sejak duduk di bangku SMP adalah pernikahan bak di negeri dongeng. Gaun indah serta delman yang menggiringnya.

Siapa sangka akibat ayah tirinya, ia harus merelakan semua mimpi indahnya untuk menikahi seorang pria yang sama sekali jauh dari kriteria impiannya.

Pernikahan yang penuh derita terus mengusik tidur malam hingga memilih nekat keluar dari zona menakutkan itu.

Berharap akan dapat ketenangan. Justru dirinya di hadapkan dengan nasib yang jauh lebih menakutkan.

Menikah terpaksa dengan seorang duda beranak satu membuat air mata seorang Karlyn tak hentinya mengalir.

Pernikahan yang di dasarkan dengan paksaan dari bocah kecil yang tengah berjuang melawan sakitnya.

Akankah pernikahan kedua Karlyn akan berbeda nasibnya dengan pernikahan kedua? Akankah Karlyn wanita yang tepat menggantikan sang mommy untuk Jesslyn!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa Beruntung

Sejak dokter mengatakan usia Jesslyn yang tidak lama lagi, sejak saat itulah Gavin menyerahkan semua perusahaan pada orang kepercayaannya. Bekerja hanya dari rumah kembali ia kerjakan meski Karlyn sudah ada di sisi sang anak. Namun, bagi Gavin kekayaan dan semua yang ia miliki tak lagi berarti di bandingkan dengan sang anak yang entah kapan pun bisa pergi meninggalkannya.

Sejak seminggu berlalu keluar dari rumah sakit, Jesslyn begitu ceria meski wajahnya semakin pucat bahkan kini rambutnya sudah tak ada lagi yang tersisa.

"Dad, Jess ingin pulang saja. Jesslyn bosan di rumah sakit terus." Itulah kata yang membuat Gavin terpaksa harus membawa sang anak keluar dari rumah sakit. Bahkan dokter pun mengatakan tak akan ada hal yang mampu membuat mereka berpikir positif untuk Jesslyn selain keajaiban dari sang kuasa.

Hingga Gavin dan Karlyn perlahan tanpa sadar mulai menikmati peran mereka sebagai orangtua yang benar-benar bahagia di depan Jesslyn.

"Aaaaaa." ucapnya menyodorkan makanan ke mulut sang anak sementara Karlyn tampak mewarnai yang tidak bisa Jesslyn ratakan. Tangan bocah itu seakan sulit untuk di fungsikan seperti biasanya.

Senyuman di wajah Karlyn berusaha ia pertahankan meski ada air mata yang sesekali jatuh ke bajunya. Wanita itu terus menunduk menutupi wajah sedihnya kala melihat hasil gambaran Jesslyn yang mulai tidak karuan.

"Dad, Jess bosan sekali di rumah. Daddy dan Mommy baru saja menikah, kita pergi berlibur rasanya sangat menyenangkan." tutur bocah itu tanpa mengerti jika pengantin baru sangatlah butuh waktu berdua. Baginya pergi bersama adalah hal yang paling bahagia. Yah, tentu saja. Sebab tanpa adanya Jesslyn, Karlyn dan Gavin tentu tidak akan bisa menikmati liburan mereka.

"Kemana sayang? Jesslyn ingin pergi kemana? Daddy akan penuhi semuanya." ujar Gavin yang berlutut di kursi roda sang anak.

Belum sempat Jesslyn berucap, ia kembali menggerakkan hidungnya. "Dad, sepertinya darahnya mau keluar lagi. Baunya Jess cium sangat jelas." di detik berikutnya Gavin pun melihat darah segar menetes di hidung sang anak. Matanyanya berkaca-kaca melihat pemandangan di depannya yang sangat menyedihkan.

Jesslyn adalah anak kecil yang sama pada anak-anak lainnya. Masih polos dan tidak bisa menutupi apa pun yang terjadi padanya.

Senyum di wajah mungilnya mengembang lebar. "Daddy bilang Jess berarti akan sembuh dong? Darah keluar artinya virus di tubuh Jess juga akan keluar dan segera sembuh." ia berteriak girang sementara Gavin hanya bisa tersenyum getir.

Tak ingin sang anak ketakutan, maka dari itu ia memilih berbohong pada sang anak. Sudah cukup sakit yang menyiksa hari-hari Jesslyn, jangan lagi ketakutan akan kematian yang membayangi pikiran gadis mungilnya kini.

"Karlyn, tolong tisu." ujar Gavin dan Karlyn segera mengambilnya. Membersihkan darah di hidung Jesslyn lalu ia memeluk Jesslyn menyalurkan kasih sayangnya.

Tak berhenti sampai di situ, Gavin pun turut ikut memeluk dua wanita di depannya.

"Jess ingin liburan kemana memangnya?" tanya Karlyn.

"Em ingin pergi ke Swiss, mommy. Di sana Jess melihat banyak tempat  yang indah. Kita bisa bermain bersama dan melukis di sana." tuturnya kala mengingat suasana yang sering kali ia lihat di sosial media. Danau yang indah serta halaman sekitar yang tampak asri.

"Baiklah, Daddy akan  segera mengurus keberangkatan kita secepatnya yah? Sekarang kita masuk ke rumah saja." tutur pria beranak satu itu.

Semua tentu menurut dengan apa yang Gavin katakan barusan. Karlyn mengemasi perlengakapan menggambar Jesslyn sedangkan Gavin mendorong kursi roda sang anak.

Saat mentari semakin tinggi, dimana waktu makan siang baru saja usai. Akhirnya Karlyn membawa Jesslyn untuk beristirahat di kamar. Satu jam berlalu, ia pun keluar dengan membawa gelas kosong dari kamar Jesslyn. Di tatapnya pria yang masih setia duduk di depan televisi itu sembari memijat pelipisnya.

Kini Karlyn memahami beban seberat apa yang Gavin tanggung saat ini. Kehadiran seorang anak tentu saja sangat berarti bagi setiap orangtua. Meski ia belum pernah merasakan menjadi orangtua, namun menyayangi Jesslyn sudah cukup membuatnya takut kehilangan sosok yang sangat ceria itu.

"Tuan..." panggilnya pelan dan duduk di sebelah Gavin.

Gavin tak menoleh saat namanya di panggil. "Aku akan melakukan apa pun untuk memenuhi keinginannya, Kar. Jesslyn begitu sangat berarti untukku." tuturnya lirih menahan sakit di dadanya. Jika saja bisa pecah, mungkin kepalanya pecah berhambur saat ini memikirkan sang anak tanpa henti. Bahkan dalam mimpi malam pun Gavin sering kali melihat sang anak yang akan pergi. Ketakutan luar biasa terus menguasai dirinya.

Karlyn pun menghela napasnya kasar. "Jesslyn anak yang baik. Semoga Tuhan memberikan keajaiban di akhir semua perjuangannya, Tuan. Kita hanya bisa berdoa saat ini. Saya yakin, keajaiban Tuhan tidak akan salah jatuh pada hambanya." Barulah setelah itu Gavin menatap ke samping di mana Karlyn duduk.

Merasa beruntung menikahi wanita di depannya kini. Selain untuk Jesslyn, Gavin pun turut merasakan bagaimana dampaknya kehadiran Karlyn pada dirinya dan lingkungannya.

1
MommaBear
Luar biasa
Wiek Soen
si Elis cerdas juga
Wiek Soen
Elis pembantu setia betul
Wiek Soen
Elis mantap
Wiek Soen
Erik itu manusia kah iblis
Wiek Soen
astagfirullah
Iges Satria
👍👍
Queen Tdewa
kasian ... ku tak sanggup membayangkan sakit ny jess
Queen Tdewa
Elis bener2 setia pda sang nyonya
Queen Tdewa
wah Elis hebat
nisa
msih kk ok critanya...
Sulfia Nuriawati
bkn manusia tp binatang berwujud manusis
Nur Awiyah Suriadi
mantafffff gavin, ihhh si Mantan asli tidak tau diri
Nur Awiyah Suriadi
kasian ma jess
Kanza Teodora
panas dong hati rachel
Kanza Teodora
happily ever after to karlyn and gavin
Anonim
semoga bahagia terus karlin dan gavin
Anonim
gitu dong Gavin jngn sedih terus, semangat menjalani hidup...semangat thor..next
meng
Next semangat Thor ❤️❤️
Kanza Teodora
seneng kalo toloh utamanya udah bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!