NovelToon NovelToon
Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Penyesalan Suami : Pernikahan Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Virzha

Stella Medison seorang putri angkat dari keluarga konglomerat. Dimalam pernikahan kakaknya, Stella dijebak hingga tidur bersama Xander Oliver, calon suami kakak angkatnya sendiri.

Stella dibuang keluarganya dan dipaksa menikah dengan Xander untuk balas dendam.

"Bencilah aku sekuat dan sepuas yang kamu mau, aku akan menerima setiap luka yang kau berikan" ~ Stella Medison.

"Aku tidak akan berhenti membencimu sebelum air matamu habis" ~ Xander Oliver.

Akahkah Stella kuat menghadapai segala siksaan batin dam fisik dalam rumah tangganya? Sedangkan dia juga mempunyai penyakit yang mematikan?

Simak ceritanya hanya di novel ini ya...

JANGAN LUPA TEKAN TOMBOL LIKE, KOMEN, FAV DAN VOTENYA KARENA ITU SANGAT BERHARGA BAGI AUTHOR.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sikap Aneh Xander.

"Kamu yakin udah nggak apa-apa? Kita ke Dokter dulu ya?"

Sejak meninggalkan restoran dari kota Bogor ke Jakarta, hal itu yang ditanyakan oleh Daniel berulang kali. Ia sangat khawatir karena Stella menolak terus, ia takut akan infeksi atau bagaimana jika tidak segera diobati.

"Enggak usah Kak, aku beneran nggak apa-apa, langsung antar pulang aja," ucap Stella benar-benar hanya ingin pulang dan tidur itu saja, masalah perutnya yang masih perih, ia akan mengobatinya sendiri nanti.

Daniel mengangguk, tak bisa lagi memaksa Stella karena wanita itu sudah dengan tegas mengatakan kalau tidak mau. Ia segera membawa mobilnya ke alamat yang Stella sebutkan.

"Kamu tinggal disini?" Tanya Daniel sedikit terkejut melihat bangunan Apartemen yang dimaksud Stella.

"Iya, aku langsung turun ya Kak. Makasih udah di anterin pulang," ucap Stella sedikit mengulas senyum tipisnya.

"Aku yang harus berterima kasih karena kamu udah mau nemenin aku. Mana kamu sampai luka kayak gini lagi," kata Daniel malah tak enak hati.

"Astaga Kak, aku beneran nggak apa-apa kok. Nggak perlu terlalu khawatir, Kak" ucap Stella meyakinkan kalau dirinya baik-baik saja.

"Ya, kalau ada apa-apa hubungi aku aja, nggak usah sungkan" ucap Daniel lagi.

"Siap, aku turun dulu ya kak, see you …" ucap Stella mengambil tasnya lalu turun dari mobil Daniel.

Daniel masih diam disana memastikan kalau Stella benar-benar sudah selamat masuk ke dalam Apartemennya. Namun saat ia akan memutar mobilnya, ia teringat akan sesuatu.

"Astaga! Bunga untuk Stella, bagaimana aku bisa melupakannya," Daniel menepuk dahinya, karena terlalu khawatir pada Stella ia sampai melupakan bunganya.

Daniel turun dari mobilnya, ia mengambil bunga juliet rose yang sudah disimpannya di jok belakang, lalu ia membawa bunga itu masuk ke dalam Apartemen. Daniel sedikit berdecak, lagi-lagi penyakit lupanya kambuh, ia tak tahu dimana unit Apartemen Stella.

"Selamat siang Tuan, apa ada yang bisa kami bantu?" sapa Resepsionis saat Daniel mendatanginya.

"Begini, saya ingin mengantarkan bunga ini kepada teman saya, tadi dia lupa membawanya saat kita keluar," ucap Daniel menunjukkan bunga yang dipegangnya.

"Baik, apa Anda sudah menghubungi teman Anda?" tanya Resepsionis tak bisa sembarangan memberikan informasi unit Apartemen ke sembarang orang.

"Sudah tapi dia tidak mengangkat, aku akan mengantarkannya saja," kata Daniel terpaksa sedikit berbohong karena ia ingin mengantarkan sendiri bunga ini untuk Stella.

"Mohon maaf Tuan, permintaan Anda sepertinya tidak bisa kami penuhi. Jika memang berkenan, Anda bisa menitipkan bunga itu disini, nanti kami yang akan memberikannya kepada beliau. Siapa nama teman Tuan? Kami akan menghubunginya nanti," ucap Resepsionis itu lagi, memang sudah menjadi peraturan di Apartemen itu untuk tidak sembarangan menerima tamu demi kenyamanan penghuni Apartemen.

Daniel terdiam sebentar. "Stella, nama teman saya Stella Medison," kata Daniel terpaksa menyetujui peraturan yang ada.

"Baik, untuk Nona Stella ya? Tapi …" Resepsionis menghentikan ucapannya membuat Daniel menekuk dahinya.

"Kenapa?" tanya Daniel.

"Mohon maaf Tuan, tapi penghuni disini tidak ada yang bernama Stella," ucap Resepsionis setelah membaca semua nama penghuni Apartemen itu.

"Nggak ada? Coba cek lagi," kata Daniel terkejut dan juga bingung tentunya.

"Sudah Tuan, memang tidak ada penghuni yang bernama Stella di Apartemen ini. Apa mungkin menggunakan nama lain?" ucap Resepsionis yakin, semua data yang tertulis disana sangat akurat dan pastinya terpercaya.

Daniel menggelengkan kepalanya pelan, apakah Stella berbohong padanya? Tapi dia melihat sendiri kalau wanita itu masuk kesini. Jika Stella tidak tinggal disini, lalu Stella tinggal bersama siapa?

Daniel terus memikirkan hal yang menurutnya sangat janggal itu, ia sampai tidak sadar menabrak sosok orang lain yang ada didepannya.

"Sorry, sorry saya nggak sengaja," ucap Daniel mengamankan kedua bunga yang di pegangnya agar tidak terjatuh.

"Apa kau tidak punya mata! Berjalanlah dengan benar!" bentak Xander sangat emosi karena bajunya jadi kotor akibat tabrakan itu, tanah dari bunga itu tak sengaja mengenai bajunya.

"Tuan Xander?" Daniel sedikit kaget saat melihat orang yang ditabraknya adalah Xander.

"Ternyata kau! Pantaslah begitu ceroboh, lain kali kalau jalan gunakan matamu!" sergah Xander semakin emosi melihat Daniel. Tanpa berkata apapun lagi, Xander segera pergi dari sana seraya mulut tak henti menggerutu. 

Daniel mengerutkan dahinya, benar-benar heran dengan Xander. Pria itu sepertinya memiliki tempramen yang buruk sekali. Daniel heran kenapa Xander terlihat sangat tak menyukainya, seingatnya ia tak pernah punya masalah dengan pria itu.

*****

Xander masuk ke dalam Apartemen dan membanting pintu dengan keras. Seharian ini ia dalam mood yang buruk, kepalanya pusing dan perutnya mual entah karena apa, ia paling tidak bisa mencium bau yang cukup menyengat. Padahal biasanya ia tak seperti ini, sungguh aneh sekali rasanya.

"Apa kau tidak bisa menutup pintu lebih pelan?" tukas Stella terlihat kesal karena terkejut mendengar suara pintu yang tertutup dengan sangat keras.

"Bukan urusanmu!" sahut Xander sedikit ketus, namun tidak dengan hatinya yang merasa senang saat bisa melihat wajah Stella. 

"Ck, setidaknya sayangilah barang-barang mu, jika rusak nanti kau juga repot," kata Stella tak kalah ketusnya, ia langsung beranjak pergi daripada berdebat dengan Xander.

"Mau kemana kau?" sentak Xander menyusul Stella dengan cepat, ia masih belum puas melihat wanita itu kenapa malah pergi.

"Aku capek, ingin istirahat." Kata Stella singkat padat dan jelas, ia sudah makan dan minum obatnya, sekarang waktunya dia tidur.

"Siapa yang menyuruhmu istirahat? Urusan kita belum selesai" kata Xander menarik tangan Stella dengan keras hingga wanita itu membentur dada bidangnya.

"Apa yang kau lakukan?" pekik Stella terkejut.

Xander menatap Stella tajam, ia mengamati setiap sudut wajah cantik didepannya. Dengan bola mata bulat dan bulu mata lentik, pipinya yang memerah menggemaskan, terakhir bibir tipis merah jambu yang sudah lama sekali tak ia rasakan.

"Xander! Lepaskan aku!" sentak Stella berontak dari pelukan Xander.

Xander bergeming, ia terus menerus menatap Stella dengan sorot mata mendamba, ini benar-benar aneh. Semua rasa pusing, mual dalam dirinya seolah langsung lenyap begitu saja saat berdekatan dengan Stella.

Kali ini Xander lebih mengikuti hatinya, ia tanpa pikir panjang langsung memeluk Stella erat, mencium harum tubuh khas Stella yang menenangkan.

"Xander kau …" Stella membeku, ia bingung kenapa Xander tiba-tiba memeluknya. Tapi Stella ingat kalau ia sudah berjanji untuk tidak lagi peduli dengan Xander, jadi hal ini tidak bisa dibiarkan.

"Xander lepas! Apa yang kau lakukan!" Stella mendorong Xander dengan kuat hingga pelukan mereka terlepas.

Xander terkejut, ia menatap Stella tajam, namun wanita itu juga menatap Xander tak kalah tajamnya. Xander lalu mengusap wajahnya dengan kasar, mengutuk perbuatan impulsif nya yang sangat memalukan.

"Jangan berpikir macam-macam, aku hanya tidak sengaja memelukmu. Bersiaplah, kita akan langsung ke rumah Mama, aku tidak suka orang yang terlambat"

Xander langsung saja pergi setelah mengatakan hal itu. Sepertinya otaknya sudah tidak beres. Ia tak boleh membiarkan hal ini terus terjadi, tidak mungkin kan kalau dia …

Happy Reading.

Tbc.

1
Nelpika Ajja
si bulol malah nyalahin Joana doang ,itu suami Lo kalau ngak ngeladenin si Joana juga ngak bakalan ada drama perpelakoran iniii🤣🤣
Nelpika Ajja
pantekkk👍
Nelpika Ajja
ini yang namanya bulol (bucin tolol),udah disakitin berkali kali tapi tetap masih cinta..
Febrianti Febri
iya kesel sama steela ga suka karakter kaya gitu sok kuat mati aja sekalian stella
𝓹𝓮𝓷𝓪𝓹𝓲𝓪𝓷𝓸𝓱: halo kak baca juga d novel ku 𝘼𝙙𝙯𝙖𝙙𝙞𝙣𝙖 𝙞𝙨𝙩𝙧𝙞 𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙂𝙪𝙨 𝙧𝙖𝙝𝙖𝙨𝙞𝙖 atau klik akun profil ku ya😌
total 1 replies
Febrianti Febri
cinta loh itu buta stella udh di sakitin masih aja cinta goblok itu nama nya kaya ga ada pria lain aja
Febrianti Febri
biar si xander jadi gila aja di tinggal stella
Febrianti Febri
setelah ko bodoh banget anak yg loh lahirin siapa yg urus kalo loh mati ga mikir apa suami loh aja ogah punya anak dari loh ,,yg ada anak loh sengsara kalo loh mati
OnyaF
Penulisnya adalah contoh orang yg mau diinjak2 harga dirinya. Ga bisa membuat karakter yg disukai oleh orang dewasa.
OnyaF: Ya fakta sih, Tulisan hasil imajinasi. Dan imijinasi mu tentang karakter utama wanita menunjukan kualitas dirimu sebagai wanita. Kembali ke komen pertamaku hehehe😍👍
total 2 replies
Ra~~~~~
gila ya Stella anak nya udah 4 aja nih
Ra~~~~~
balas dendam kek buat istri kau bodoh kali pun
Ra~~~~~
sumpah pengen ku gampar mukanya iya😠😠😠😠
Ra~~~~~
jahat sekali kau xander, penyesalan akan menantimu
Erus Miati
makin seru ceritany
Asiani
Luar biasa
watashi tantides
Nahkan tripple nyesel deh Xander, malangnya Stella🥺
watashi tantides
Nyesel kan lo dasar suami kejam!
watashi tantides
Sakit banget jadi Stella😭💔
guntur 1609
biadab kau xander
guntur 1609
sdh mulai bucin kau kan tanpa kau sdari
꧁☯𝒞𝒾𝓃𝒹𝓎☯꧂
kok gak ada ya kak di "F"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!