NovelToon NovelToon
Resep Cinta Om Dokter

Resep Cinta Om Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:47.6k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Bertemu sebagai dokter dan pasien, dengan first impression yang baik dan meninggalkan kesan berbeda. Edward (31), dokter dengan status duda terlibat dengan urusan pribadi pasiennya, Cahaya Sekar Janitra (24).

Entah karena sumpah atau memang takdir Tuhan. Ketertarikan itu berubah menjadi perasaan mendalam saat Edward menolong Cahaya dari jebakan calon suaminya.

====

"Bilang apa kamu? Om? Aku dokter pribadi kamu."

"Dokter dan pasien, berlaku kalau lagi di ruang praktek. Di luar itu, ya bukan dokter aku. Sesuai dengan penampilan, cocok aku panggil Om. Om dokter, gimana om?"

------
Hai, ketemu lagi di karya aku yang kesekian. Baiknya baca dulu Diam-diam Cinta dan Emergency Love

Ikuti sampai tamat ya dan jangan melompat bab. sampai bertemu di setiap babnya 🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

8. Hangat Dan Manis

Bab 8

 

“Si4l, kabur kemana dia.” Adit berkacak pinggang, setelah mencari keberadaan Aya. Parkiran tidak ada, ia kembali ke lobby utama pun tidak melihat gadis itu. Jarwo yang mencari berpencar pun sama, tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Aya.

“Besok saja kita balik,” usul Jarwo.

“Ke rumahnya, pasti dia sudah pulang. Jangan buang waktu, lebih cepat bawa dia pulang itu lebih baik.”

“Jangan gegabah. Lokasi paling mungkin untuk bertemu Cahaya ya di sini. Di rumah, dia bisa menolak kita bisa kena masalah. Dia teriak maling, habis kita dipukuli.”

Adit berdecak, memang benar saran Jarwo. Beresiko kalau mereka kejar sampai ke rumah. Lain kali tidak boleh lepas, apapun caranya.

“Ada cara lain,” seru Jarwo dan Adit hanya menggerakan alisnya, seolah berkata. Cepet ngomong beg0. “Bisa lewat Andin, tapi ini langkah terakhir. Buat mereka terdesak dan Andin mengusir Aya pulang.”

“Urus olehmu,” ujar Adit lalu meninggalkan Jarwo.

“Mau kemana kamu?”

“Banyak rekan dan sahabat aku di kota ini. Dari pada pusing mikirin Cahaya yang gak tahu diri, lebih baik have fun.”

“Ck, hati-hati. Sampai Paman Wira tahu kenakalanmu, dia akan cari calon menantu baru.”

“Tidak akan. Paman Wira tidak mengutus orang mengawasiku, tapi kedua putri g0blok yang milih kabur meninggalkan hidup mewah mereka.” Adit berjalan keluar lobby utama menuju taksi yang baru saja menurunkan penumpang.

Sedangkan di tempat berbeda. Edward memasuki kawasan tempat tinggalnya. Hanya 15 menit dari kompleks Aya tinggal, karena itulah ia hafal daerah itu bukan hanya pernah ke Kampung Sawah tempat Rama tinggal. Menekan klakson, si mamang pun membuka pintu gerbang.

Sudah hampir maghrib, bibi pasti sudah pulang dan si mamang sebentar lagi pun ikut pulang.

“Mang, nanti pintu di selot aja,” ujarnya lalu masuk ke rumah.

Melewati ruang tamu, living room lalu ke lantai dua menuju kamar. Sepi, itu yang Edward rasakan. Kamar dengan cat putih, serta furniture dan ranjang dengan warna cream dan coklat begitu pun dengan sprei. Aroma maskulin menguar saat memasuki kamar itu, aroma parfum penghuni kamar.

Melepas pakaiannya lalu menuju toilet. Ia perlu mendinginkan kepalanya. Sejak tadi pikirannya terlalu berisik, antara khawatir dan penasaran dengan sosok Aya. Hangat, air yang turun membasahi kepala lalu turun ke tengkuk dan punggungnya. Namun, kucuran air itu tidak bisa mencairkan dan mendinginkan isi kepala dan pikirannya.

Menunduk sambil memejamkan mata, wajah Aya muncul begitu saja. Wajah yang terlihat panik saat masuk mobil dan tanpa rasa bersalah menyuruhnya segera jalan.

“Om dokter.” Suara itu seolah terdengar berbisik di telinganya.

“Si4l, bisa-bisa aku gil4,” gumamnya lirih dan samar dengan suara kucuran air.

Setelah beberapa tahun ini, hatinya pun terketuk dan tergerak karena seorang Cahaya. Senyum saat gadis itu berdadah ria pun mampu mendebarkan jantungnya.

Krek.

Edward memutar kran shower, menyisakan uap dan tetesan air dari tubuhnya. Ternyata setelah mandi, pikirannya tidak lebih baik. Bisa jadi malam ini akan menjadi malam yang panjang, akan sulit baginya untuk lelap begitu saja. Sebagai pria dewasa yang pernah menikah dan ia masih normal, memiliki hasr4t pada lawan jenis. Pikiran tentang Cahaya membangkitkan lagi rasa itu.

***

Sebelum bertugas atau di sela waktu tugas, Edward sering mampir ke cafe SM. Pilihannya kopi atau makan di sana. Bukan hanya dia, nakes lain pun sama. Beberapa menu kopinya menjadi favorit para pekerja di rumah sakit itu, menu favorite lain untuk Edward adalah nasi goreng spesial dan juga pasta.

Siang ini ia kembali mampir untuk makan siang sebelum memenuhi tugas piket di IGD setelah visit ke pasien rawat inap. Menuju meja kosong tidak jauh dari meja kasir, pandangannya tertuju pada pesona yang semalam mengganggu kewarasannya.

Gegas menunduk dan berlagak sibuk membuka lembar demi lembar buku menu, padahal ia sudah hafal menu apa saja yang disajikan. Aya menyerahkan pesanan dari meja lain lalu menghampirinya.

“Siang Om, eh, dokter Edward,” sapa Aya.

Edward menatapnya, ternyata Aya tersenyum dan lesung pipi membuatnya terlihat menggemaskan.  “Sshittt,” ump4tnya lirih.

“Mau pesan apa?”

“Nasi goreng spesial jangan pedas, teh hangat dan cappucino.”

Aya mengangguk sambil mencatat pesanan. “Ada lagi?”

“Itu saja. Untuk cappucino aku take away.”

Pandangan Edward pada layar ponsel, tapi fokus dan lirikannya sesekali tertuju pada Aya. Hidangan yang ia pesan terasa semakin nikmat dan di sisa-sisa suapan terakhir ponselnya berdering.

“Iya.”

“Dok, ada pasien. Dokter Anji sedang urus korban kecelakaan.”

“Saya kesana,” ujar Edward. Padahal jam shift di IGD masih setengah jam lagi. Namun sudah menjadi kewajibannya dan staf di sana sudah tahu kalau Edward memang berada di SM.

Menyesap teh hangatnya lalu mengeluarkan dua lembar uang merah dan menunjukan pada petugas. Sudah biasa melakukan hal itu, membayar tidak ke kasir karena terburu-buru. Tidak mendapati Aya saat meninggalkan tempat itu.

Panggilan alam, Aya baru saja dari toilet. Langsung mencuci tangannya di wastafel.

“Cahaya, anterin ini ke Dokter Edward. Sama kembaliannya nih.”

“Dokter Edward bukannya ….” Meja yang tadi ditempati pria itu sudah bersih.

“Ada panggilan darurat. Berarti beliau di IGD. Udah nggak aneh sih, anterin ke sana ya.”

Aya menerima plastik berisi satu cup cappucino,  struk bayar dan uang kembalian. Setelan kerjanya, blouse putih dan bawahan hitam lengkap dengan sneakers. Dilapisi dengan apron dengan logo cafe. Rambutnya dikuncir ekor kuda.

Sempat menatap sekeliling sebelum meninggalkan cafe, jaga-jaga ia bertemu lagi dengan Adit dan Sopo Jarwo. Masuk IGD, pandangannya memindai mencari keberadaan Edward.

“Oke, clear.”

“Yang ini dok.”

“Bed 4, siap otw OK.”

Suara alat medis, rintihan pasien dan aba-aba para nakes menjadi suara yang mungkin sudah akrab di telinga para nakes itu. Roda brankar berputar di atas lantai.

“Cari siapa?”

Aya menoleh, ada perawat melepas sarung tangannya lalu menuju nurse station.

“Dokter Edward di sini?”

“Oh. Ada. Bentar juga beres.”

“Bed 4, panggil keluarganya. Proses rawat inap,” jelas Anji menuju meja di samping nurse station.

“Oke dok.”

Anji melirik Aya lalu ….

“Kamu yang dipeluk si vampir ya?”

“Ya?” tanya Aya.

“Cari siapa?” tanya Anji lagi merubah pertanyaannya.

“Dokter Edward,” sahut Aya mengangkat plastik yang dia bawa.

“Dok, dokter Edward,” teriak Anji sudah bersedekap dan menghampiri Aya. “Pesanan datang nih.”

“Udah aman itu, hubungi keluarganya.” Edward menggeser tirai dari salah satu bed. Melepas sarung tangan dan membuang di tempatnya. Pandangannya tertuju pada Aya dan Anji lalu menghampiri.

“Ini pesanannya dok.” Aya mengulurkan plastik berisi segelas cappucino.

“Oh, thanks ya.”

“Cuma buat Edward, untuk saya nggak ada?” tanya Anji sambil cengengesan.

Aya tersenyum sambil menggeleng lalu merogoh apron, memberikan struk dan kembalian milik Edward.

“Cahaya, nama yang bagus,” ujar Anji membaca name tag Aya. “Bersinar seperti orangnya, iya nggak?” Anji merangkul Edward dan mengerlingkan mata.

Edward berdecak lalu mendorong Anji menjauh.

“Mari dok,” pamit Aya.

Edward berdeham dan Aya meninggalkan tempat itu.

“Layanan pesan antar atau akal-akalan lo supaya dia kemari?”

Edward mengabaikan Anji, membuka tutup cup dan menyesap pelan kopinya sambil menginput tindakan yang diberikan pada pasien ke sistem.  

“Cewek itu yang lo peluk di cafe ‘kan? Udah sejauh mana?” cecar Anji.

Masih diabaikan, tapi Anji tidak menyerah. “Udah lama nggak meluk cewek, gimana rasanya?”

Pandangan Edward tertuju pada layar, tangannya menyodorkan cup gelas  ke bibir. “Hm, hangat dan manis ….”

“Si4lan si Edward,” umpat Anji lirih. 

1
Shee_👚
cie si vampire bisa gombal juga🤣🤣🤣
Shee_👚
bener greget ya nji, hajar aja nunggu Edward mah kelamaan 😂
stnk
🤣🤣🤣🤣...tullll..
Shee_👚
lah terbaik kali, situ yang gak pantes buat aya🤪
Shee_👚
anji bukannya sibuk bantuin ini sibuk mendokumentasikan, tar habis ini di share di group terkutuk🤣🤣🤣
Shee_👚
bawa pak, yang jauh sekalian biar bebas dunia ini dari sampah😂
Shee_👚
pria sejati g mungkin melakukan hal tercela dengan menggunakan trik murahan😤
Shee_👚
hajat🤣🤣🤣🤣
duh dah kaya mau demo aja🤭
Shee_👚
si wiro emang sableng, anak Ko mau di nikahin sama pria baji ngan😤
Shee_👚
bahaya kalau Gita ikutan juga, yang ada itu group berubah namanya jadi istri terkutuk 🤣🤣🤣✌️
gina altira
Ampuunn Anji kompor bangettt
Iccha Risa
dan akhirnya, dok siap doon tuhh pintunya dah terbuka tinggal masuk eh ijab Kabul maksudnya sah dulu yahh
shabiru Al
ads hikmah nya juga ya edward,, langsung dtodong nikah... waaahhh gimana nih duren satu ini kira2 ya.....
Felycia R. Fernandez
siaaaap Anji 🤣🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Si Anji isi pikirannya emang agak lain ya🤣🤣🤣
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣
yang kemaren viral..tidak fantassss
mery harwati
Ward ku kirim kopi online biar kau sah dengan Cahaya di episode selanjutnya ya 💪
mery harwati
Aaannnjjiii 🐶🐶🐶 paling heboh deh, klo ada Rama Purwangga wuuiihh tambah rame tuh 😄💪
mmh nengmuti
gasken ward cepet halal biar tinggal nunggu anji aja🤭
Wien Ibunya Fathur
beneran geng pria terkutuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!