NovelToon NovelToon
GAIRAH ISTRI SIMPANAN

GAIRAH ISTRI SIMPANAN

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Harem / Pelakor / Tamat
Popularitas:471.9k
Nilai: 4.5
Nama Author: Neng Syantik

Menjadi orang ketiga di dalam rumah tangga orang lain. Tentu bukanlah hal yang di inginkan oleh wanita baik-baik, bukan?

Tapi bagaimana? Jika semua itu sudah bagian dari takdir seseorang? Seperti takdir dari gadis cantik yang bernama Farida Pasha (23 tahun) pelayan di salah satu hotel bintang lima di kota besar itu.

Karena tragedi satu malam yang merenggut kehormatan nya, membuat ia terpaksa menikah dengan Aditia Putra Aditama (32 tahun) pria yang sudah memiliki istri.

Akankah Farida bahagia menjadi istri simpanan? Atau ia akan berakhir menyedihkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PAPA MENYESAL MEMILIKI PUTRI SEPERTI KAMU!

"Apa maksud kamu Aditia?" tanya Papa Yan dengan heran. "Karina?" Papa Yan melirik putrinya yang sedari tadi hanya diam.

"Karina?" tegur Papa nya itu.

"Arin gak tau apa-apa, pa. Tiba-tiba aja Mas Adi bawa perempuan itu ke rumah!" tunjuk Karina pada Farida yang duduk di hadapannya dan tepat di samping Aditia.

Farida yang di tunjuk Karina langsung menangis. "Ida gak pernah mau rebut suami orang, mbak. Tapi mungkin ini adalah takdir Tuhan, ini teguran untuk Mbak yang selalu berbohong dan menyakiti Mas Adi selama kalian menikah," kata Farida.

Papa Yan semakin dibuat tidak mengerti, pria separuh baya itu terlihat mimijat pelipisnya. Kepalanya terasa begitu berdenyut.

"Tutup mulut kamu! Aku gak pernah nyakitin Mas Adi!" pekik Karina sembari bangkit dari duduknya, wanita itu takut papa nya akan tahu kelakuannya dan malah memarahinya.

"Jangan pernah sentuh istriku!" tunjuk Aditia. pria itu ikut bangkit dari duduknya dan menahan tubuh istrinya, ia begitu takut kalau-kalau Karina yang gila menyerang Farida.

Papa Yan begitu terkejut melihat wajah Aditia, pasalnya Papa Yan mengenal Aditia sedari pria itu masih remaja bahkan hingga menjadi menantunya. Tapi, baru kali ini Papa Yan melihat Aditia emosi seperti itu.

"Mas, dia itu pelakor!" tunjuk Karina pada Farida. Sedangkan yang di tunjuk pura-pura menangis di dalam dekapan suaminya.

"Mas, Ida takut," lirih Farida.

"Tenang sayang, gak akan apa-apa. Mas gak akan biarin dia sentuh kamu sedikitpun," kata Aditia.

"Aku bunuh kamu!" Karina mendekat dan ingin menyerang Farida yang berada di dalam dekapan Aditia.

"Karina, hentikan! Papa tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini!" bentak Papa Yan. "Kita bisa bicarakan semua ini baik-baik." tambah pria separuh baya itu.

"Perempuan itu udah rebut Mas Adi dari Arin, pa. Dia udah rebut kebahagian Arin," ucap Karina, airmata wanita ja lang itu sudah membasahi pipinya. Ia mencoba mengambil simpati papa nya dan juga Aditia.

"Harusnya kamu sadar diri Karina, siapa yang menyakiti siapa disini!" cetus Aditia. "Maaf kalau Adi lancang, pa. Tapi selama ini, Adi tidak pernah menyakiti Karina ataupun berselingkuh. Karina lah yang selama ini sudah bermain serong dengan Bara, teman Adi sendiri. Bahkan Karina melakukan hal kotor itu di dalam rumah ini!" tegas Aditia.

Perkataan Aditia sukses membuat Papa Yan terkesiap, beruntungnya pria separuh baya itu tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Jika memiliki riwayat penyakit jantung, sudah bisa di pastikan ia akan mengalami serangan jantung bahkan meninggal di rumah itu.

"Apa maksud kamu, Aditia?" Papa Yan menatap tajam Aditia dan Karina secara bergantian. "Karina, katakan pada papa yang sebenarnya! Apa benar yang dikatakan Adi?"

"Bohong, pa. Mas Adi bohong, Arin gak pernah berselingkuh apa lagi sama Mas Bara," Karina mencoba melakukan pembelaan dengan menyusun kebohongan dan memutar balikan fakta yang sebenarnya.

"Kamu pintar sekali berbohong, Karina!" Aditia menjadi begitu geram pada Karina. "Selama ini mataku benar-benar buta dan telingaku benar-benar tuli. Aku menyesal karena sudah pernah menikahi wanita ular seperti kamu!" Aditia tidak lagi memikirkan perasaan mantan papa mertuanya yang ada di hadapannya itu.

"Katakan yang sebenarnya Karina!" lagi, Papa Yan mendesak putrinya. "Apa benar selama ini kamu berselingkuh dengan Bara?"

"Enggak, pa. Papa harus percaya sama Arin," ucap Karina dengan lirih. Wanita itu memelas pada papa nya. "Mas Adi lah yang udah selingkuh sama perempuan itu!" tunjuk Karina pada Farida yang terus mendekap tubuh Aditia.

"Mas, Ida pengen balik ke panti aja," kata Farida seperti wanita yang benar-benar tertekan dan ketakutan.

"Kamu keterlaluan Karina! Kamu udah bikin istriku ketakutan," geram Aditia. "Adam!" panggil Aditia pada Adam yang sedari tadi hanya diam dan mengamati.

"Ya Tuan!" sahut Adam dengan laptop yang sudah ada di tangannya.

Pria itu menyalakan laptop dan memutar salah satu video yang ada di dalam laptop itu.

Mata Papa Yan membulat penuh saat melihat video putrinya yang sedang bermesraan bersama Bara di sebuah hotel bintang lima yang ada di kawasan kota itu.

"Karina, apa maksud semua ini?"

"Pa, ini rekayasa, pa. Arin gak pernah selingkuh," kata Karina dengan gugup, wanita itu masih saja mencoba untuk berkelit.

"Rekayasa apa, Nona Karina? Di vedio itu tertera tanggal dan tahunnya, bahkan masih banyak video lain yang saya miliki. Jika Nona ingin menyaksikan video streaming Nona di rumah ini, saya juga memilikinya," kata Adam dengan santai.

Bukan hanya Karina yang mendelik kaget, tapi juga Aditia dan Farida. Dari mana Adam mendapatkan video-video itu kalau bukan sengaja mengintai Karina.

"Papa gak menyangka sama kamu, kamu sudah melempar kotoran ke muka papa," kata Papa Yan dengan wajah memerah menahan emosi. "Papa begitu menyesal memiliki putri seperti kamu!"

"Semua ini bohong, pa. Mereka bohong dan sekongkol untuk menjebak Arin," kata Karina sembari bersimpuh dan memeluk kaki papa nya.

"Apa perlu saya memanggil Tuan Bara kemari dan mengakui semuanya?" ancam Adam.

"Kalian semua jahat!" pekik Karina.

"Lepaskan kaki papa! Papa benar-benar kecewa sama kamu," kata Papa Yan sembari menarik kakinya yang di peluk oleh Karina.

"Jangan nangis lagi, semuanya udah jelas. Papa adalah orang yang baik dan bijak, jadi papa gak akan salahkan kamu," ucap Aditia pada Farida yang terus saja menangis.

"Aditia, papa benar-benar minta maaf atas semua kesalahan yang sudah di lakukan Karina selama ini," kata Papa Yan. "Papa benar tidak menyangka sama dia."

"Gak apa, pa. Semoga Karina bisa berubah menjadi yang lebih baik lagi dan menyadari kesalahannya."

1
Ani Aqsa
sy suka visual Aditiya
Nurlaila Hasan
Luar biasa
Ita rahmawati
bagus ceritanya dn suka bgt 🤗
Ita rahmawati
tragisnya nasib bara 🥺🥺
Ita rahmawati
iyalah kn byk duit pasti bisa bebas,,tinggal gmna nih nasib bara
Ita rahmawati
hadeuh dam² knp harus sampe bgtu 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
knp si adam terkesan lebay gitu sih perhatiannya ke farida,,ngelebihin suaminya 😏😏
Ita rahmawati
gpp ini mah tulus kok di sygnya mereka
Ita rahmawati
apem udah nasih masih ada yg mau makan bahkan dg tulus tp bkn nya tobat dn bersyukur malah ngelunjak 😏😏🙄🙄
Ita rahmawati
jgn² adtia mendadak melipir krn pengen kencing 🤣
Ita rahmawati
yah namanya geh orang stres dibilangin bukannya sadar malah gk karu²an 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
pake ngadu,,justru itu semua akan jd bomerang buatmu karina karina 😏
Ita rahmawati
kyknya si sya itu adalah farida deh
Ita rahmawati
jgn² farida adeknya bara 🤔
Ita rahmawati
waduh mirip siapa nih maksud bara
Ita rahmawati
bner² pelakor nih si farida 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
farida 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
hamil nih pasti
Ita rahmawati
dendam bgt si farida sm katina 🤭
Ita rahmawati
bener si karina bikin mdlu para wanita sm kelakuannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!