Gael adalah seorang kurir Burix logistic yang mencintai wanita cantik bernama Nilam. Gael sangat hebat dalam melawan para penjahat yang mengganggunya, bahkan dia berusaha membuat para penjahat itu kembali ke jalan yang benar.
Perjalanannya sebagai kurir penuh dengan pengalaman dan teman baru. Gael yang berharap ingin membahagiakan orang tuanya terus mencari cara agar orang tuanya bahagia.
Sampai suatu hari orang tuanya mendesak Gael untuk segera menikahi Nilam . Padahal Gael masih membutuhkan sedikit waktu lagi untuk mewujudkan harapannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shaffi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenangan si Tiger
Malam pun tiba, Gael sibuk meng-upload vidio ke chanelnya. Dia di temani Abian beserta kekasihnya. Abian sangat di mabuk cinta dan sangat pandai merayu.
"Gael cepet tidur udah malem, kamu tuh masih kecil," celoteh Abian di depan Diraya , kekasihnya yang juga seorang agen online shop. Hanya saja dia punya banyak reseller di luar sana.
"Enak aja bilang anak kecil, kamu tuh yang anak kecil. Masuk kerja jam satu siang, berangkat jam dua. Kebalik, " rungut Gael yang masih fokus pada androidnya.
"Beneran Bi,? Emang gak di marahin,?" tanya Diraya.
"Benar Ra, dia jagonya kesiangan. Enggak di marahin sih, kan alesannya macet,!" kata Gael.Sementara Abian hanya tersenyum malu.
Gael senang karna kedatangan tamu, meski dia menyebalkan karna sengaja bermesraan di depan Gael. Selama ini Gael hanya sendiri di kontrakannya. Kadang Abian menginap atau hanya sekedar main membawa kekasihnya.
****
Di tempat lain Nilam masih setia dengan laptopnya. Vada ada di sana untuk memeriksa keadaan Nilam. Dia khawatir Nilam sakit karna terlalu bekerja keras.
Vada melihat notifikasi pesan di ponsel Nilam. Dia melihatnya namun tak di sangka Vada malah melihat walpaper foto Nilam dengan kucing hutan milik Gael. Nilam memanfaatkan kesempatan saat kucing itu tenang dan berselfie dengannya.
"Sayang ini kucingnya mirip si Tiger punya mama dulu, mama jadi kangen," kenang Vada.
"Iya ma, itu kucing hutan tapi ma,!" beritahu Nilam.
"Oh ya,? Galak dong,!"
"Masih proses penjinakan ma , susah banget . Jari ku sampe sobek di gigit kucing hutan . Nih , bekas lukanya masih ada," kata Nilam sambil menunjukan bekas luka robekan di jarinya.
"Hati-hati dong sayang,"
"Iya, mama udah minum obat,?" tanya Nilam.
"Obat apa,? Mama gak sakit,"
"Ini sudah tanggal tujuh ma, mama datang bulan setiap tanggal 10 kan. Minum dulu obatnya biar nanti gak sakit pas si M datang," pujuk Nilam.
"Hhmmm.. Iya nanti mama minum,"
Vada bahagia mendapatkan perhatian dari putri tercintanya. Meskipun sedang sibuk , Nilam tak pernah lupa untuk memperhatikan kesehatan ibunya.
Tapi Vada sangat sedih karna harus jauh -jauh dari kucing karna kebiasaan bersin-bersinnya. Di tambah lagi keadaannya yang selalu merasa kesakitan tiap kali datang bulan karna ada kista di rahimnya.
Dokter menyatakan bahwa si Tiger lah penyebab keadaan Vada sekarang. Tapi Vada tak bergeming. Dia tetap merawat Si Tiger sampai kucing itu mati meski ART yang mengurusnya. Vada sangat jarang mendekati kucing sejak kelahiran Nilam sampai sekarang.
Vada sangat merindukan kucingnya begitu melihat foto kucing hutan milik Gael.
Dulu saat masih belajar menjahit Vada sering membuatkan baju yang indah untuk kucingnya itu. Bahkan dengan kain yang sama dengan bajunya dan Arka.
Lalu mereka berfoto dan mencetak fotonya. Terlihat seperti keluarga bahagia. Foto ini selalu terpajang di kamar Vada dan menjadi satu-satunya kenangan bersema si Tiger.
Vada mengatakan ingin melihat kucing itu secara langsung jika ada waktu senggang. Meski dia harus menjaga jarak dengan kucing itu.
Nilam sangat senang karna dia akan membawa ibunya itu ke rumah orang tua Gael .
*****
Di tempat pemancingan Aciel masih setia menunggu ikan -ikan memakan umpannya. Dia begitu bersemangat karna ingin balas dendamnya cepat tercapai.
Semalaman Aciel tidak tidur karna menunggu, dan akhirnya penantiannya tidak sia-sia karna kali ini dia mendapatkan ikan sebesar piring yang biasa dia gunakan untuk makan.
Tak lupa Aciel meminta tolong pemancing lain merekam vidionya. Tarikan ikan itu sangat sulit untuk di lupakan.
Setelah ini Aciel berencana ingin menghasut Gael agar mau ikut memancing bersamanya. Aciel yakin Gael akan sangat suka bertemu dengan orang-orang baru dan harapannya Gael mampu membereskan masalah rekan memancingnya yang sering kena omel istri mereka.
.
.
.
.
*** Terima kasih sudah mampir di karyaku ya Authorr...
Tunggu kelanjutannya...*****