NovelToon NovelToon
CIUMAN TERAKHIR

CIUMAN TERAKHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cintapertama / Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:358.7k
Nilai: 5
Nama Author: Suesant SW

Ketika cinta hadir pada dua hati yang berbeda keyakinan, mereka terpasung oleh kata Amin yang sama namun dalam tujuan iman yang berbeda.

Seperti apa lika-likunya? novel ini sarat dg pesan moral dan cerita manis anak SMA antara Aluna dan Rae🙏



(Disarankan mampir ke novel sebelumnya, Menikahi Tunangan Adikku, untuk lebih mengenal tokoh-tokoh di dalam novel ini)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suesant SW, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25. Bukan Baby Undur-Undur Lagi

"Rae, kamu sudah pulang?" Raka yang sedang duduk di teras samping rumah, sambil mengalihkan perhatian dari ponsel yang ada di tangannya, menatap pada rae yang baru saja tiba terkejut melihat daddynya itu.

Rae sudah mengendap-ngendap supaya tidak bertemu dengan mommy atau adik-adiknya jika lewat pintu depan, tapi tak menyangka jika ada ayahnya di teras samping, tampaknya daddynya itu tidak kembali ke kantor setelah datang ke sekolahnya tadi

Raka sendiri Sedang duduk santai bermain ponsel sambil minum teh dan kudapan sore, semacam kue khas Belanda, Janhagel koekjes atau nougat. Kue kering dengan taburan kacang almond yang di iris tipis itu adalah favorit daddynya dari sekian banyak kue khas eropa yang biasa di buat oleh Mommynya itu.

Kadang Rae bingung sendiri dengan selera daddynya itu, kue-kue kebarat-baratan itu tidak terlalu cocok di lidahnya. Rae lebih cuka martabak telur, onde-onde, cilok atau kue semprong. Dari kecil temannya Arka sering membawakan kue-kue semacam itu, yang di buat oleh ibu Arka untuk bahan jualannya di komplek rumah mereka. Dan tentu saja Rae akan dapat gratis di bawakan oleh Arka.

"Eh, daddy sudah pulang juga?" Rae nyengir sendiri sambil menyeringai lalu menyalami sang daddy, menyembunyikan keterkejutannya.

"Kamu dari rumah sakit, kan?" Tanya Raka kemudian, alisnya bertaut dengan curiga kalau-kalau Rae tidak memenuhi janjinya untuk mendatangi anak perempuan yang jadi korban bogen nyasar efek perkelahian anaknya itu di dalam kelas tadi pagi.

"Rae barusan dari sana." Jawab Rae sambil masih berdiri di depan daddynya itu.

"Oh, ya?"

Raka mengernyit dahinya sambil memberi kode Rae duduk di kursi sebelahnya. Dengan sikap enggan Rae beringsut duduk di sebelah daddynya itu, sebenarnya dia berharap langsung masuk ke dalam kamarnya dan tidak bertemu siapapun hari ini, terlebih sang daddy yang telah menceramahinya sepanjang siang tadi dari sekolah.

Dia merasa sudah cukup mendengar segala nasehat, pidato dan segala macam ceramah sang daddy karena kelakuannya hari ini.Dia tidak berharap di tambahi lagi. Bukan karena dia tidak mau mendengarkan laki-laki yang sangat di kaguminya itu tetapi lebih kepada rasa malu dan penyesalannya telah mengecewakan daddynya itu.

Sebagai orangtua tentunya tak ada yang ingin anaknya selalu membuat masalah, apalagi jika itu ternyata berpotensi mempermalukan orangtuanya.

"Kamu sudah bertemu keluarganya?" Tanya Raka, di sambut anggukan kepala Rae.

"Kamu sudah minta maaf?"

"Sudah."

"Mereka marah padamu?"

Rae menggeleng dengan yakin saat Raka bertanya dengan mimik seperti seorang penyelidik yang sedang bertanya.

"Kamu tidak berusaha bersikap seolah kamu yang paling benar di depan orang-orang, kan?"

Rae tidak menjawab, sekelebat ingatannya pada pembicaraannya dengan Aluna membuat wajahnya memerah lagi. Dia merasa malu sendiri.

"Daddy kan sudah bilang, apapun yang terjadi posisikan dirimu seolah jika hal seperti ini terjadi pada keluargamu, pada adikmu misalnya? Jadi, kalaupun ada reaksi yang di luar harapanmu, itu wajar, kamu tidak harus memebela diri berlebihan. Cukup minta maaf dan jelaskan seperlunya."

"Rae sudah melakukannya, Dad." Jawab Rae kemudian, dia hanya berusaha menghentikan ceramah yang sama, yang akan di ulang oleh daddynya itu.

"Rae, bukankah kamu sudah berjanji pada Daddy, akan mengontrol emosimu dan bersikap lebih tenang?" Raka menghela nafasnya sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.

Rae menundukkan kepalanya, dia tak ingin menyela sang daddy, dia sangat tahu dia bersalah dalam hal ini.

"Dulu, saat kamu kecil, Rae adalah putra kecil daddy yang lucu dan paling daddy sayangi di antara beberapa orang di dunia ini. Sekarang, kamu tumbuh dewasa dengan cepat, sampai-sampai daddy merasa tak sadar, dalam beberapa tahun terakhir bahkan kamu ternyata adalah remaja bukan bayi undur-undur daddy lagi."

Rae mengangkat wajahnya sedikit, dia mendengarkan kata undur-undur, panggilan kesayangan sang daddy dengan pias meringis, panggilan itu sampai sekarangpun kadang masih di sematkan oleh sang daddy jika mereka sedang berbicara. Rae agak risih mendengarnya, tetapi daddynyaitu entah mengapa sangat menyukai panggilan itu padanya.

"Jangan jadikan daddy merasa bersalah karena menganggap daddy terlalu berlebihan dalam memanjakanmu, keras kepala wajar bagi anak muda terlebih bagi seorang pria, tetapi mendengarkan orang lain juga adalah hal yang penting. Orang yang keras kepala, terkadang disebut juga dengan sebutan kepala batu. kamu tahu kenapa? karena orang seperti itu tidak dapat menerima masukan dari yang lain. Daddy harap kamu bukan dari golongan yang itu." Raka menatap tajam pada Rae.

"Ingat satu hal, yang paling sulit dalam kehidupan ini bukan untuk melampaui orang lain, tapi melampaui ego dan diri sendiri." Raka menepuk bahu anaknya itu.

"Daddy harap kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama, karena hanya orang yang tak berakal yang suka menjerumuskan dirinya sendiri, melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang."

Rae diam  dan mendengarkan, Raka meskipun lunak tetapi sangat tidak suka jika dia sedang berbicara dan lawannya menyela, apalagi jika itu adalah anaknya.

"By the way, mommymu bilang, anak gadis yang jadi korban salah sasaran kalian itu, dia mengenalnya. Itu keponakan dari tIbu Melisa, rekan mommymu. Benarkah?" Tanya Raka kemudian sekan sedang mengalihkan topik mereka berdua supaya lebih santai. Tidak ada gunanya memarahi anak berulang-ulang, itu tak akan masuk di kepalanya. Menurut Raka yang benar adalah menegurnya meskipun sedikit keras, kemudian menasehatinya serta mengajaknya berbicara dari hati ke hati. Segala hal biasanya ada alasannya jika terjadi dan tidak selamanya itu salah jika di lihat dari sudut pandang yang berbeda.

"Iya, mommy juga telah bertemu dengannya beberapa hari yang lalu." Raka mengangguk-anggukan kepalanya mendengar jawaban Rae.

"Apakah itu gadis yang sama yang bermasalah denganmu belakangan ini?"

"Maksud daddy?" Rae mengangkat wajahnya dengan berani sekarang, melihat ke arah daddynya itu.

 "Dia yang melaporkanmu ke kepala sekolah itu? soal kacamata temanmu yang  tersenggol olehmu?"

Rae menganggukkan kepalanya dengan sikap bingung, tak mengerti arah pembicaraan daddynya itu.

"Apakah dia gadis yang membuat wajah anak daddy ini sedikit aneh berapa hari belakangan ini, kadang uring-uringan, kadang kesal tak jelas."

Rae melotot menatap sang daddy dengan sikap salah tingkah, dia tak percaya daddynya itu diam-diam memperhatikan dirinya,

"Sayang, kemarilah...dengarkan daddy" Raka menggerakkan jarinya memberi isyarat pada anaknya itu mendekatkan wajahnya.

Terimakasih sudah membaca novel ini dan selalu setia, kalian adalah

kesayangan othor🤗 i love you full....

Jangan Lupa VOTEnya yah untuk mendukung novel ini, biar othor tetap

semangat menulis😂🙏🙏🙏

...VOTE, LIKE dan KOMEN kalian selalu author nantikan, ya...

1
Ida Sriwidodo
Apapun ceritanya.. klo keyakinan dah beda wis ngga ada ujungnya
Ibarat sebuah kapal di dalamnya ada 2 nakhoda.. kemana kapal akan dibawa berlayar?
Dan yang paling kasian adalah penumpangnya.. bingung.. dengan arah tujuan.. 😭😭🤔🤔
Fera Susanti
Luna jgn lemah ya..Krn perbedaan keyakinan menurut aku dalam satu pernikahan itu sangat mustahil,.apalagi klo wanita nya muslim,.kita jg kan harus menurut ada suami sedangkan suami kita nya itu berbeda dalam hal keyakinan...aah pkknya jgn dech..kamu pasti dapat jodoh yg lebih lagi dari rae..
jgn cengeng Luna..
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑
Sepertinya sudah mendekati ujung cerita ini novel 🤔
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑: Tema apapun yg pastinya karya author akan selalu dinantikan 🤗
total 2 replies
Fera Susanti
up lagi thor
LANY SUSANA
semoga ya kl berjodoh pasti ada jln, dgn hub mereka
𝚁𝚒𝚍𝚘 𝙷𝚎𝚛𝚖𝚊𝚗𝚜𝚢𝚊𝚑
Maraton bacanya thor , dan install lg apk Mangatoon nya😅
Suesant SW: 😄😄😄 reader kesayangan ini...nanti setelah tamat semua bulan dpn ada novel baru
total 1 replies
Fera Susanti
padahal Luna juga ga perlu nunggu keputusan dr rae menurut aku..coba aja telaah hati nya..
LANY SUSANA
lanjut... ga sabar dgn pilihan yg akan di ambil Rhea
kl dia keluarga sama2 kuat dgn keyakinan masing2, pasti jln unt bersama ga akan mudah salah satu hrs pindah keyakinan siap kah km. Rea Luna???
ke dlm dunia nyata temenku ada yg gini, setlh pindah keyakinan ada penyesalan yg paling dlm.....
LANY SUSANA
terserah author mau di bawa ke mana ni hub Rae Alluma, dua nya baik tp terhalang keyakinan yg mereka anut
kl salah satu mengalah apakah ortu merestui?
Fera Susanti
aaaah bingung nya??..
alluna baik
rae baik
keyakinan nya yg berbeda...bingung PKK nya
Fera Susanti
iya sech rae..tp menurut aku beda keyakinan untuk d persatukan itu susah..aaaah jgn lah mengorbankan keyakinan Kita..
alluna juga jgn pindah keyakinan yaaaa
🌼EmeLBy🌼
ommo ommo ommo🤭
🌼EmeLBy🌼
aku suka dengan busana Anin kesayanganku ini.
Makasih Thor
Suesant SW: 🤭🤭🤭🤭🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Fera Susanti
binguuuung...
Fera Susanti
aku pun KLO jd Sarah bakalan sama..aku g mau anak ku msuk keyakinan pasangan nya..dr kecil udah aku didik mengaji, solat, lalu tiba2 datang seseorg atas nama cinta sehingga dia berubah haluan..aku sech ga mau..
makanya dr awal klo ada yg Deket sama dia trs beda keyakinan, mending d larang aja takutnya main2 akhirnya jd beneran...
maaf ya Thor..
LANY SUSANA: betul. aku juga sama
rasanya😭😭 kita yg udah didik dan besarin dari kecil kita yg bimbing lalu tiba 2 berubah keyakinan 😭😭😭
total 1 replies
Eka Burjo
nah nah rae gimana tuh
Eka Burjo
ya, dan suatu saat nanti dokter Aluna akan berjodoh dengan Dirut rumah sakit yg nyamar jadi OB 🤭, jadi ga sabar, dan apa kabar Mak othor EmelBy dah lama juga ga update , semoga beliau sehat selalu
Eka Burjo: eh ko OB sih, cleaning service maksudnya, ya Allah tolong sampe lupaaa saking lamanya 😁
🏃🏃🏃🏃🏃
total 4 replies
Jeniemi
💪💪💪💪
Suesant SW: 🥰🥰🥰🥰😅😅😅😅
total 1 replies
Fera Susanti
woow..up lagi
Suesant SW: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
Whatea Sala
Tega sekali dirimu thor...hari gini baru nongol😩😩
Suesant SW: akan lanjut mulai besok ya, dan menuntaskan semua novel yg lain. author back☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!