NovelToon NovelToon
Baret Biru

Baret Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:179.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jia.P

Kirana hanyalah sebatas gadis muda yang baru mengenal mimpi dan cinta. Dia sedang bahagia merangkai satu demi satu kuncup cintanya bersama seorang pemuda bernama Keenan.

Namun, bunga yang baru akan mekar itu segera layu karena satu kejadian naas yang merenggut hampir seluruh akal sehatnya hingga keluarganya menerima lamaran Raihan begitu saja. Lalu, bagaimana kisah cinta Kirana dan Keenan? Haruskah dia merelakan egonya dan menatap masa depannya dengan laki-laki lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jia.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Bukan Ini Yang Kumau

Raihan gagal mengajak Kirana bulan madu dengan menggunakan mobil pribadi. Sebenarnya untuk dikatakan bulan madu pun tidak begitu tepat karena Raihan dan Kirana hanya akan liburan keliling Puncak. Papa dan Mama mengantar Raihan dan Kirana ke bandara namun setelah itu langsung kembali pulang karena Papa harus masuk setengah hari. Kirana dan Raihan duduk menunggu waktu check in di salah satu kursi yang banyak terdapat di bandara.

Beberapa saat duduk, Raihan beranjak dan berjalan menuju ke minimarket yang letaknya tidak jauh dari tempat mereka duduk. Dia membeli sebotol air mineral kemudian memberikannya lebih dulu pada Kirana. Baru Raihan akan duduk dan minum setelah Kirana selesai, Raihan melihat seseorang yang gerak-geriknya mencurigakan tidak jauh dari tempat mereka.

“Dek…,” panggil Raihan.

“Iya Bang?”

“Nih Abang titip tas, sekalian tasmu juga kamu peluk erat ya,” kata Raihan.

“Kenapa sih Bang?”

“Nggak tau. Insting polisi Abang mode on nih,” bisik Raihan yang langsung diangguki oleh Kirana.

Benar saja tidak lama setelah itu, Raihan melihat sendiri pemuda yang dicurigainya menjambret tas milik seorang ibu-ibu. Raihan langsung berlari untuk menangkapnya bersama dengan seorang satpam yang kebetulan tidak jauh dari sana. Setelah mengejarnya sampai ke tempat parkir, pencuri itu dapat dibekuk oleh seorang pemuda yang langsung mengunci tubuh si pencuri dan menindihnya dengan kaki. Satpam yang bertugas langsung menangkap pencuri itu sedangkan Raihan menjelaskan siapa dirinya agar pak satpam tidak salah paham.

“Lho maaf, anda polisi juga?” tanya pemuda tadi.

“Iya. Apa anda juga salah satu anggota?”

“Kenalkan, saya Galih dari brimob,” katanya mengulurkan tangan tanda mengajak berkenalan.

“Oh senang bertemu dengan anda. Saya Raihan dari polresta,” kata Raihan.

“Eh itu tas saya. Anak-anak muda terima kasih ya sudah membantu saya,” kata ibu-ibu yang tadi kecopetan.

“Iya Bu, sama-sama. Sudah jadi tugas kami untuk membantu warga sipil,” kata Raihan.

“Kami polisi Bu, jadi Ibu tidak perlu khawatir. Kami bukan orang jahat,” kata Galih yang melihat gelagat keheranan dari ibu-ibu itu.

“Oh iya, sekali lagi terima kasih. Maaf saya harus segera kembali, permisi,” pamit ibu itu sembari menerima tasnya dari tangan Raihan.

“Kalau begitu saya juga pamit Bang. Permisi,” kali ini Galih yang pamit.

Raihan segera kembali ke tempat dia semula duduk. Dia khawatir meninggalkan Kirana sendirian, dia takut Kirana ketakutan jadi dia segera kembali secepat yang dia bisa. Tidak disangka-sangka, Kirana baik-baik saja duduk tenang menunggu sambil memeluk tasnya persis seperti perintah Raihan tadi. Raihan tersenyum kemudian dia mengusap rambut Kirana sebagai tanda apresiasinya pada keberanian gadis itu untuk melawan ketakutannya.

“Tadi ada apa Bang?” tanya Kirana.

“Oh, hanya kasus pencurian biasa. Sudah makanan sehari-hari itu mah Dek, bukan perkara sulit untuk Abang,” kata Raihan membanggakan diri.

“Iya deh yang 3 tahun menjabat sebagai tim pemburu,” kata Kirana.

“Tapi sekarang Abang sudah ganti jobdesk,” kata Raihan.

“Berarti Abang sudah nggak patroli-patroli lagi dong?”

“Masih tetap patroli sih Dek sesekali. Sekarang Abang ada di unit pengendalian massa. Kerjaannya ya 11 12 sama Abangmu di brimob. Abang bertanggung jawab untuk pengendalian huru-hara,” jelas Raihan dengan volume suara yang kecil agar hanya Kirana yang bisa mendengarnya.

“Berarti kalau kondisi Jogja aman damai terkendali Abang makan gaji buta dong,” goda Kirana.

“Nggak begitu konsepnya sayang. Abang dan kesatuan Abang pasti akan selalu mengupayakan segala sesuatunya demi bisa memberikan pengamanan dan pelayanan yang optimal kepada seluruh lapisan masyarakat. Kami akan selalu mengusahakan agar kondisi tetap aman, damai, dan tentram. Lagi pula Abang ini polisi tapi Abang benci ada keributan. Abang tidak suka ada yang berseteru apalagi sampai mengerahkan banyak orang,” kata Raihan.

“Sama dong. Kirana juga nggak suka ada yang ribut,” kata Kirana.

“Ah masa? Tapi kamu ribut terus sama Adnan,” kata Raihan.

“Ih itu mah Bang Adnan-nya aja yang nyebelin. Kalau Bang Adnan nggak suka cari gara-gara ya Kirana diem kok,” kata Kirana.

“Suka-suka kamu lah. Toh dari kamu dan Adnan Abang belajar satu hal yang baru,” kata Raihan.

“Belajar apa Bang?”

“Belajar indahnya persaudaraan. Abang kan anak tunggal karena setelah Abang lahir Mama tidak bisa hamil lagi. Sebesar apapun keinginan Abang untuk punya adik tidak akan pernah terwujud. Makanya dengan melihat interaksimu dan Adnan, keinginan Abang itu terpenuhi,” kata Raihan.

“Jadi Bang Raihan mau punya anak paling tidak dua Bang?” tanya Kirana dengan sedikit ragu.

Raihan menggeleng, “Itu urusan gampang. Kita sembuhkan dulu trauma mu, baru kita bicarakan masalah ini nanti,” kata Raihan.

“Abang maaf ya, karena Kirana keinginan Abang terpaksa harus ditunda,” kata Kirana.

“Jangan minta maaf, sayang. Kan bukan kamu yang salah. Mulai sekarang kamu Abang larang minta maaf ke Abang,” kata Raihan pada istrinya.

“Kok gitu sih?”

“Habisnya kamu salah sedikit minta maafnya sudah seperti orang habis melakukan kejahatan besar. Kalau cuma soal kamu bangun kesiangan, lupa masak, lupa bikinin kopi, atau hal sepele lainnya itu manusiawi. Semua orang juga pernah melakukan hal yang serupa jadi kamu nggak perlu minta maaf. Lebih baik waktumu dipakai untuk memperbaiki diri dibanding sibuk meminta maaf,” kata Raihan.

Kirana tersenyum, dia memberanikan diri untuk duduk mendekat pada suaminya dan menyandarkan kepalanya pada bahu Raihan. Walaupun dia harus setengah mati menahan gemetar di tangannya, tapi Kirana juga ingin berusaha. Yang barusan dikatakan oleh suaminya memang benar. Untuk apa dia sibuk meminta maaf, kalau dia bisa memakai waktunya untuk berusaha memperbaiki diri. Toh Kirana memang lebih suka bukti nyata dibanding hanya kata-kata.

...***...

Setelah beberapa jam perjalanan, Raihan dan Kirana sampai di hotel. Raihan dengan senang hati membawakan koper Kirana dan meminta istrinya itu untuk berjalan lebih dulu. Dia juga meminta Kirana yang membuka kamar yang sudah dia pesan dan memberikan kesempatan kepadanya untuk menjadi yang pertama melihat apa yang ada di kamarnya.

“Uwaaa~~” kata Kirana yang begitu girang karena melihat satu sisi kamar mereka full kaca dengan pemandangan langsung ke arah lembah yang hijau dan menyejukkan. Kirana langsung membuka pintunya dan berjalan menuju ke balkon. Dia cukup lama berdiam diri di sana dan menghirup sebanyak mungkin udara segar yang bisa dia dapatkan.

“Dek, Abang sengaja memesan kamar hanya satu karena Abang nggak mau meninggalkan kamu sendirian. Jadi nanti malam kamu tidur di tempat tidur sedang Abang akan tidur di sofa,” kata Raihan.

“Sampai kapan Bang?” tanya Kirana membuat Raihan bingung dengan maksud pertanyaan istrinya.

“Sampai kapan Abang akan tidur di sofa?”

“Abang nggak masalah. Kan Abang sudah bilang, Abang tidak akan memaksa kamu,” kata Raihan.

“Tapi Kirana nggak akan membaik kalau Abang nggak memaksa,” kata Kirana.

Raihan menghela nafasnya kasar. Dia berjalan mendekati Kirana dan langsung memeluknya begitu saja. Seketika Raihan merasakan badan Kirana menegang dan tangannya bergetar karena ketakutan. Dengan segera dia melepaskan pelukannya dan sedikit menjauh dari Kirana yang masih terdiam di tempatnya berdiri seakan dia sedang dihukum karena melakukan kesalahan.

“Lihat? Kamu Abang peluk saja masih bergetar, apa kabar kalau Abang tidur di sebelahmu? Abang tidak akan tega memaksamu. Nanti Kirana, kalau kamu sudah lebih terbiasa dengan kehadiran Abang di sekitarmu baru Abang akan usahakan untuk membantumu sedikit demi sedikit. Tapi untuk sekarang ini Abang tidak mau,” kata Raihan.

“Apa hanya karena itu atau karena Abang tahu Kirana sudah tidak perawan lagi?”

“Dek…,”

“Jujur saja Bang. Kirana tidak papa kok. Lagi pula faktanya memang begitu. Kirana tidak akan mencoba menipu Abang. Kirana dengar Abang adalah yang pertama kali menemukan Kirana saat kejadian, artinya Abang tahu bagaimana menyedihkannya kondisi Kirana ketika itu,” kata Kirana.

“Berhenti Kirana, Abang jauh-jauh membawamu kemari bukan untuk ini,” kata Raihan mencoba membuat Kirana berhenti menangis.

“Abang berani sumpah Abang menerima kondisimu apa adanya. Bagi Abang hal yang kau takutkan itu bukan hal yang penting. Justru karena Abang yang menemukanmu pertama kali ketika itu membuat Abang percaya jika kamu itu adalah gadis yang suci. Hilangnya hal itu dari dirimu bukan karena kesalahanmu. Jadi Abang tidak punya alasan untuk protes.”

“Di dalam kamar mandi ada bathtub. Kamu boleh memakainya agar pikiranmu sedikit lebih tenang, kamu suka mandi kan? Abang akan pergi keluar sebentar. Kamu jangan kemana-mana, setelah Abang pergi kunci saja pintunya. Abang akan mengetuk sebelum masuk nanti,” kata Raihan karena Kirana tidak kunjung memberikan respon. Raihan meraih handphone dan dompetnya kemudian melangkah keluar entah kemana meninggalkan Kirana seorang diri di dalam kamarnya.

1
Berbieliza
semngat thor udah mmpir, klau berkenan mmpir
Jia.P: Pasti aku akan meluangkan waktu untuk mampir kak, makasih ya atas apresiasinya
total 1 replies
lutfia
😭😭 nangis kejer aku, ga sanggup aku, 😭😭
Anita Qarry
masih gak pham,kno Keenan melepas Kirana. ap krn gk virgin, atw ap seh ?? klo mental down tp bisa masuk Akpol...lh kan gak ngerti aq ny
Jia.P: yahh namanya udah nggak jodoh kak 😅
total 2 replies
Elsa Devika
dri awal baca novel ini udh bagus bnget siih, menceritakan tentang seorang gadis tangguh yg penuh perjuangan cinta dan hidup smpe akhir nya happy ending😊
semangat buat karya² baru nya kak💪
jngan marah yaa klo ada saran dan kritik dri readers mu😁
Jia.P: iya kakak terima kasih atas masukannya semangat juga untuk kakak, hehe aku nggak akan marah kok justru aku seneng banget kalau ada yang mau saran dan kritik untuk karyaku karena untuk pengembangan diriku juga
total 1 replies
Elsa Devika
menangis aku baca part ini mlem²😭🤧
Elsa Devika: siaaap😁
total 2 replies
Recm82
yaaach koq END thor padahal bagus loh ceritanya..okay dech ditunggu karya berikutnya
Jia.P: ditunggu karyaku berikutnya ya kakak, as soon as posibble
total 1 replies
Maya Puspita
ditunggu karya berikutnya thor
Jia.P: yupyup doakan lancar kerjaanku biar bisa segera nulis lagi yaa kak
total 1 replies
Suci Fazira
Thor up lagi dong,tunggu ya
Jia.P: siap..., diusahakan segera up kok.
maaf ya lama soalnya author lagi sedikit sibuk berhubung mau 17an juga
total 2 replies
lamps 2
baguss thor❤❤lanjutkan ❤❤
Jia.P: shap ndan 👍😊
total 1 replies
Anonim
Jujur blom samp pada kenyataan klo bukan sama kenan
Jia.P: kqta Kirana rencana Tuhan buat dia jauh lebih baik, nggak papa 😌
total 1 replies
Anonim
Jujur gelo tp mau gimana
Jia.P: yang aabar ya kak 🤭
total 1 replies
Kaisar Tampan
kak aku udah mampir ni.
bantu dukung karyaku juga iya
simpanan brondong tampan
Jia.P: siap nanti kalau ada waktu aku pasti mampir 👍👍👍
total 1 replies
Mika Saja
semoga skripsi lancar,tanpa ada koreksi LG,mendapatkan hasil yg memuaskan dan semoga ilmunya bermanfaat,amin💪
Jia.P: aamiin... 🙏
total 1 replies
Mika Saja
akhirnya up jg,jgn lama2 thour😘😘
Mika Saja: amin..,yra,,tetap semangat👍
total 4 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭 jangan pelit² up ceritanya Thor 😭😭🙏🙏🥺🥺
Jia.P: pasti kakak diusahakan yaa 🙏
semoga kakak nggak bosen sama ceritaku hehehe
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭😭
lebih banyak upnya thor
Jia.P: makasih kakak atas semangatnya hehe semoga kakak nggak bosen ya 🤗
total 3 replies
Windy Miller
Jadi pengen sungkem ke author! *ampun bang jago! ceritanya keren banget!
Jia.P: makasih kakak semoga kakak suka yaa 🤗
dukung juga karyaku yang lain ya kakak, novelku yang di sebelah juga nggak kalah bagusnya lhoo 🤭
total 1 replies
HeavenlyLaura
😭😭😭😭😭
Jia.P: aduh baret biru sudah tamat kakak 😅
sebagai gantinya aku sudah bawa novel baru lho semoga kakak juga suka
total 3 replies
flower bean
Sumpah! Sampai lupa waktu bacanya!
Jia.P: seneng deh kalau kakak bisa enjoy bacanya 🌹
support terus baret biru ya kakak 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!