Kehancuran bagi seorang perempuan yang selalu menjaga kesuciannya, apabila mereka dinodai oleh seorang laki laki secara paksa.
Seorang gadis yang hidup sebatang kara adalah gadis malang yang berusaha untuk hidup hanya demi membuktikan kepada almarhum kedua orangtuanya jika dia bisa sukses.
Tapi suatu ketika, saat dia pergi untuk melamar pekerjaan tapi sayang sekali, hanya karyawan OB yang masih kurang dan Gadis tersebutpun tidak menolaknya.
Soreh hari dimana karyawan sudah pulang, Gadis tersebut masih setia disana, membersihkan satu per satu ruangan, tapi dia memasuki ruangan yang tidak ia ketahui bahwa itu adalah kamar CIO.
Gadis malang tersebut membaringkan badannya di kasur empuk tersebut hingga dia tak sengaja tertidur.
Seseorang masuk dengan keadaan mabuk berat, dia dengan nafsunya melihat wanita yang sedang tidur di tempat tidurnya, dengan mata yang sudah dipenuhi nafsu dan amarah dia memperkosa gadis tersebut dalam keadaan tidak stabil.
"Dasar pria brengsek,!" teriak gadis malang tersebut.
"Aku minta maaf, aku sungguh tidak sengaja," jawab laki-laki tersebut.
"Aku dalam keadaan mabuk berat tadi malam," lanjut pria tersebut.
apakah kisah mereka seperti apa, jika anda penasaran langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ancaman pembawa berkah
Aila mulai membuka matanya dan melihat orang yang menciumnya membuat nya dengan segera berteriak dan meninju kepada Ayyan.
“Ahhggg...! Teriak Aila dan
Bukk
Ayyan seketika langsung menjauhkan dirinya dari Aila seraya memegang kepalanya yang ditonjok oleh Aila.
“Apa yang ingin kamu lakukan brengsek,?” ucap Aila dengan suara sangat emosi.
“Aku hanya memberikanmu nafas buatan,” ucap Ayyan.
Aila terdiam dan tersadar dengan pakainya dengan cepat dia menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Kamu sedang melihat apa! cepat lihat ke belakang, jangan melihatku dengan mata kurang ajar mu itu!" ucap Aila.
"masih sama yang dulu ya,?" ucap Ayyan membuat Aila menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Apa kamu ingat hah? tapi kenapa kamu selalu mengatakan jika kamu tidak sadar, apa itu hanya alasan bodoh saja,?" tanya Aila dengan suara agak tinggi membuat Ayyan seketika langsung menoleh ke arah lain untuk menghindari Aila.
Ayyan berdiri dan mengambil baju serta jasnya, dia langsung melangkah ke arah Aila yang terus menyilangkan kedua tangannya di dadanya.
"Kamu mau apa,?" tanya Aila dengan suara yang sudah takut, takut akan Kesalahan yang dulu kembali dilakukan oleh ayyan, tapi semuanya hanya pikiran kotor Aila saja, Ayyan memberikannya baju dan jasnya.
"Pakailah itu," ucap Ayyan membuat Aila hanya diam tidak menyentuhnya sama sekali.
"Ambil atau aku akan meninggalkanmu disini dalam keadaan seperti ini, dan pasti kamu tidak akan berani naik kendaraan apapun jika bajumu basah seperti itu," ucap Ayyan membuat Aila dengan segera mengambilnya dan memakainya.
Ayyan hanya tersenyum kecil melihat kelakuan perempuan tersebut, dia entah mengapa sangat senang mengerjai Aila dan entah mengapa juga dia hanya bisa ditaklukkan oleh wanita seperti Aila.
"Aku mau pulang," ucap Aila tanpa menoleh ke arah Ayyan.
"Apa sopan berbicara dengan seseorang tanpa melihat wajahnya,?" tanya Ayyan membuat Aila dengan segera menatapnya dengan tajam.
"Semua ini gara-gara kamu, aku tidak mungkin seperti ini jika kamu tidak melakukan hal bodoh," ucap Aila tegas.
"Apa aku ada bilang kepadamu, kalau aku minta pertolongan, tidak kan,?" tanya Ayyan.
"Apa kamu mau mati bodoh,?" tanya Aila.
"Apa kamu mengkhawatirkan ku,?" tanya Ayyan.
"Tidak," jawab Aila cepat dan menoleh ke sembarang arah.
"Jika tidak kenapa kamu mau menyelamatkan ku, bahkan kamu saja tidak becus berenang," ucap Ayyan membuat Aila sangat kesal.
"Aku hanya tidak mau jika aku dituduh mendorongmu ke danau dan akan dipenjara," ucap Aila.
"Terus, jika aku juga tidak bisa berenang, apa kamu mau mati bersamaku, itu artinya kita hidup dan semati loh," ucap Ayyan yang semakin membuat Aila tidak tau ingin berbicara bagaimana.
"Aku tidak sudi, bahkan menyentuhmu saja membuatku ingin muntah," ucap Aila.
"Lihatlah aku, atau bajuku akan aku ambil," ucap Ayyan.
"Tidak," jawab Aila singkat tidak menatapnya sedikit pun.
"Lihat aku, atau baju itu aku ambil lagi, kamu pilih yang mana,?" tanya Ayyan.
"Kamu tidak gunakan baju, dan apa itu yang hampir meledak di bawah," ucap Aila membuat Ayyan dengan segera langsung menutupinya dengan kedua telapak tangannya.
"Ini hanya karena dingin, tidak ada hubungannya denganmu sama sekali," ucap Ayyan.
"Terserah, intinya aku mau pulang," ucap Aila tegas.
"Baiklah, tapi kamu jawab dulu, Apa aku mempunyai kesempatan sekali lagi,?" tanya Ayyan.
"TIDAK SAMA SEKALI, AKU TIDAK RELA SAMA SEKALI, CAMKAN ITU.!" ucap Aila dengan suara ditekan.
"Apa kamu melawanku, dan apa kamu tidak menyadari posisi sekarang siapa yang unggul,?" tanya Ayyan.
"Apa kamu hanya bisa mengancam,?" tanya Aila.
"Karena itu jalan satu-satunya untuk diriku," ucap Ayyan.
"Tidak, aku bilang tidak ya tidak, aku hanya mau pulang," ucap Aila.
"Pulanglah sendiri, dan berikan aku bajuku, kamu bahkan sudah meminjam bajuku tapi tidak mau menyetujui permintaan sederhana ku," ucap Ayyan.
"Apa kamu sadar? aku basa karena kamu, dan yang membawaku kesini, kamu? jadi apa kamu tau jika kamu meminjam sesuatu harus bertanggung jawab untuk mengembalikannya lagi,?" tanya Aila.
"Hahaha benar sekali, aku sangat menyetujuinya, jadi aku akan bertanggung jawab karena sudah membuatmu mengandung dan melahirkan, aku akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan sepenuh jiwa dan ragaku, bagaimana, bukan kah begitu yang kamu maksud,?" tanya Ayyan.
Aila tidak bisa lagi berkata apa-apa sekarang, diapun tidak mau menatap Ayyan Karena hanya menggunakan celana.
"Aku mau pulang," ucap Aila lagi.
"Aku mau bertanggung jawab," saut Ayyan.
"AKU MAU PULANG," saut lagi Aila dengan suara ditekan.
"AKU MAU TANGGUNG JAWAB," saut balik Ayyan mengikuti Aila.
"Aku benar-benar akan gila jika terlalu lama denganmu," ucap Aila sangat membanting Ayyan disana tapi dia tau diri jika dirinyalah yang akan dibanting karena perbedaan kekuatan mereka sangat jauh.
"Apa kamu sudah benar benar tergila-gila denganku? aku sangat tidak menyangka, kamu ternyata hanya malu malu kucing," ucap Ayyan membuat Aila langsung menatapnya dengan sangat kesal.
"Apa,?" tanya Ayyan.
"Berikan bajuku, aku ingin pulang, kecuali jika kamu memberiku kesempatan dan berjanji tidak akan mendekati laki-laki lain aku akan memberikanmu baju dan jas ku itu, dan akupun akan mengantarmu pulang sampai tujuan dengan selamat," ucap Ayyan.
"Tid.....," ucapan Aila terpotong oleh Ayyan.
"Berikan bajuku," ucap Ayyan ingin menarik bajunya tapi Aila menahannya dengan sekuat tenaga.
"Lepaskan, aku mau pulang," ucap Ayyan.
"Tidak," jawab Aila tegas.
"Kamu siapa, kita bahkan tidak ada hubungan apa-apa, kenapa kamu tidak ingin mengembalikan bajuku dan jasku," ucap Ayyan.
"BAIKLAH..! KAMU PUAS..?" ucap Aila dengan tegas tidak ada pilihan apa-apa lagi.
"hahaha kamu memang pintar, kamu tidak salah memilihku," ucap Ayyan membuat Aila membulatkan matanya.
"Siapa sebenarnya yang...." ucapan Aila kembali terpotong.
"Tidak perlu malu, aku sangat mengerti, aku tau kamu sebenarnya sangat senang hari ini, kamu yang sudah kutolong dan mengangkatmu tanpa memakai baju, aku memberikanmu nafas buatan dan pastinya bibir kita menempel satu sama lain, dan yang kamu pakai itu adalah baju kesayanganku yang sangat mahal, hanya kamu wanita yang beruntung bisa mendapatkannya," ucap Ayyan membuat Aila hanya bisa terdiam tidak tau harus berkata apa-apa lagi sekarang, lidahnya seakan tidak bisa bergerak mendengar semua omong kosong Ayyan, pantas putranya sering omong kosong ternyata asalnya dari dia.
"Kenapa wajahmu merona malu, jangan malu, ayo kita pulang, anggap saja hari ini kamu sangat beruntung bisa memberikanku kesempatan," ucap Ayyan yang melihat wajah Aila merah tapi bukan karena malu tapi marah dan kesal tapi di tahannya agar dia bisa sampai ke rumah dengan selamat.
cerita Aina - Ayyan sudah d ujung bahagia.
kukirim vote nya kak bt menemani karya mu.
sehat² selalu.
jangan kecapean ,biar mudah dlm menghasilkan karya
trus buat tulisan beasiswa kyk gini k
bukan biaya siswa