ini lanjutan cerita dari novel sebelumnya Tentara Penakluk Hati..
disini diceritakan kisah tentang Mega Lestari dan Joni Andrean setelah menikah...mari kita ikuti manis.asam.asin nya bahtera rumah tangga seorang Mega Lestari menjadi pendamping seorang TNI AD Letnan Satu Joni Andrean.
akan kah Mega dipertemukan kembali dengan Doni?akankah Joni tetap setia mencintai Mega?
ayo kita baca kelanjutannya kisah cinta Mega Lestari.Joni Andrean.Doni Maulana dan Elsa Juwita
cekidooottttt...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TPH 25
satu persatu jenazah dimasukàn kedalam mobil ambulance, begitupun jenazah Om Imron sudah dimasukan kedalam mobil jenazah.
para anggota TNI POLRI yang ada di Bandara dan tidak ikut kedalam rombongan memberikan hormat kepada para pahlawan yang telah gugur.
Mega ikut dengan rombongan pengantar jenazah dengan mobil yang disediakan batalyon bersama ibu Danyon dan Ibu Wadan.
sedangkan Bu Imron ikut kedalam mobil Jenazah ditemani orang tua dan sanak saudaranya.
sedangkan Bang Jon bersama anggota yang ditunjuk untuk melaksanakan prosesi pemakaman militer.
rombongan ambulance pengantar jenazah keluar meninggalkan Bandara dengan bunyi suara sirine yang memekakan telinga.
-------
Lokasi pemakaman
"Yayah ana unda?"
Bu Imron tidak menjawab pertanyaan anaknya hanya mengecup puncak kepala anak tersebut.
pemakaman tersebut pemakaman militer kedua yang Mega saksikan.
"Ya-yah bobo unda??"
Bu Imron hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"bukan bobo sayang, ayah mu meninggal dan takan kembali" gumam Mega.
anak tersebut masih berceloteh saat pemakaman berlangsung hingga kuburan telah tertutup dan terhampar bunga diatas gundukan tersebut, tanda pemakaman telah selesai.
Bu Imron duduk disamping kuburan bersama Anaknya.
Bu Imron memegang batu nisan suaminya dan memeluk foto suaminya.
Anaknya hanya memperhatikan bundanya.
"Unda angis??" celoteh anak tersebut mengusap air mata ibu nya.
"Ya Tuhan ini menyakitkan" gumam Mega tak kuasa menahan air mata melihat Bu Imron yang hamil besar bersama anak nya yang masih kecil.
"ya- yah " ucap anak tersebut mencium foto ayahnya yang dipeluk bundanya.
"aaah aku tidak tahan, ingin segera pulang" gumam Mega.
prosesi pemakaman secara militer sertu Imron telah selesai, Mega sudah kembali menuju batalyon bersama rombongan ibu persit yang lain, Bang Jon dan Mega berada di mobil yang berbeda.
tidak ada kata yang keluar dari seluruh ibu persit yang ikut mendampingi bu Imron mengantarkan jenazah suaminya peristirahatan terakhir.
sampai akhirnya mobil telah sampai ke Batalyon dan kami saling pamit seperlunya.
Mega melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah dinas, Bang Jon belum kembali ke rumah dinas.Mega memilih membersihkan badan dan berselimut di tempat tidur.
hari ini hari yang melelahkan untuk Mega, jam menunjukan pukul 15.00 Mega terlelap karena mungkin kelelahan.
terbayang kembali saat-saat pemakaman Om Imron, Mega memejamkan matanya sebentar dan terlintas saat pemakaman Bang Eki dimana dia meraung menangis, sedangkan Bu Imron terlihat sangat tegar.
Mega mencoba membuka matanya kembali, membayangkan masalalu nya bersama Bang Eki. dan rasa kantuk mendera kedua matanya.
sebelum tidur Mega tidak sedikitpun membayangkan Bang Doni, tapi kenapa Bang Doni hadir dalam mimpinya.
Mega merasa dia berada di sebuah hutan belantara sendirian, dia merasa saat itu sore hari dan mendung juga berkabut.
Mega merasa itu bukan mimpi tapi sebuah kenyataan.
Bang Jon, panggil Mega dalam mimpi.mencoba memanggil suaminya.
dia melihat sekelebat tubuh yang berdiri berjarak dengan dirinya.
"Bang Eki" gumam hati Mega...bukannya Bang Eki sudah meninggal. "Apa ini mimpi?? gumam Mega kembali.
Mega melihat sosok Bang Eki tersenyum dan berbalik meninggalkannya.
Mega tidak bergeming dari tempat dia berdiri, Mega mengedarkan pandangan berusaha mengenali tempat dimana sekarang dia berada.
"ini dimana??" tanya Mega saat sosok yang dikira Bang Eki hilang dari pandangannya.
"Bang Jooon!!!" Mega mencoba berusaha berteriak tapi sangat susah sekali untuk dia berteriak, hingga sebuah tangan merangkup semua jemari tangannya. Iya sebuah tangan yang sama pada mimpi saat Bang Eki meninggal.
Mega berusaha mencoba melihat wajah itu, wajah yang tidak pernah dia lihat saat mimpi dia dahulu.
Mega melihat sosok Bang Doni berdiri disampingnya sambil memegang erat telapak tangannya dan tersenyum.
dengan segera Mega mencoba melepaskan genggaman tangan Bang Doni, tapi genggaman itu semakit erat...saat berusaha melepaskan genggaman tangan itu Mega langsung terbangun dari tidurnya.
"Bang Joooon!!!!" teriak Mega saat bangun dengan keringat sudah bercucuran.
"apa??!!!"
Mega melirik ke arah suara ternyata Bang Jon sudah berdiri disamping ranjangnya bertelanjang dada habis mandi.
"Bang, Mega mimpi"
Joni hanya tersenyum mendengar ucapan Mega,
"Mimpi Abang ya??" Joni terkekeh karena saat bangun Mega berteriak memanggil namanya.
"Mimpinya ga lucu, kenapa Abang tertawa??"
mimpi hanya bunga tidur, tidak perlu dipikirkan" jawab Joni santai.
"Mega lapar Bang" Mega bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan Joni di kamar.
Mega melihat jam sudah menunjukan pukul 17.00, berarti dia tidur cukup lama. Mega tidak habis pikir kenapa bisa memimpikan dua sosok laki-laki yang pernah hinggap di masalalu nya.
"masak apa??" tanya Joni sudah melingkarkan tangan diperut Mega yang sedang bergelung dengan wajan dan spatula nya.
"nasi goreng, Abang mau??"
"boleh" jawab Joni sambil menyimpan dagunya di bahu Mega.
Mega membiarkan Joni memeluknya sampai dia berhasil membuat nasi goreng. Mega juga menepis mimpinya barusan.
Mega dan Joni makan bersama, Mega berusaha melupakan kejadian yang menimpa Bu Imron.
"Bang, nanti antar ke jasa pengiriman ya"
"mau kirim paket kesiapa??"
"Ih...masa sudah lupa, kirim persyaratan ke pihak perumahan yang kita ambil di Bandung"
"oh iya Abang lupa"
"malam ini Abang ada kegiatan??"
"biasa ke Kompi, beres apel malam Abang pulang"
beberapa saat mereka telah menyelesaikan makan mereka dan Mega bersiap ke tempat jasa pengiriman paket bersama Bang Jon.
mereka berjalan kaki ke tempat jasa pengiriman paket tersebut karena memang tempatnya berada di sebrang batalyon.
selama berjalan kaki menuju tempat tersebut Bang Jon meggenggam jemari tangan Mega, Mega mengingat kembali genggaman tangan Bang Doni walau itu hanya di mimpi.
"astagfirullohalazdim ya Alloh" gumam Mega sambil mengeratkan genggaman tangannya ditangan Bang Jon.
Joni melirik ke arah Mega saat merasa genggaman Mega semakin erat.
Joni dan Mega tersenyum saat mereka beradu pandang.
"Mega sayang sama Abang"
"Abang lebih sayang sama Kamu" balas Joni sambil mencium punggung tangan Mega yang semenjak tadi digenggamnya.
-------
Mega sudah berada di rumah dinasnya, saat itu waktu menunjukan pukul 19.00, Bang Jon pun sudah berangkat ke Kompi.
Mega kemudian berbaring ditempat tidur dan membuka ponsel nya.
Mega membuka chat grup rempong karena terdapat banyak pesan yang dia lewatkan.
#chat grup rempong
Handa : guys🥺
Ismi : whats wrong??
Rani : ketularan si Mega kalau ngechat separo separo😑
Handa : ada kabar buruk tentang Bang Edward
Lala : kabar buruk untuk Mega dong🤭
Ria : Bang Edward menikah ya???🤸♀️🤸♀️🤸♀️ syukurlah🤭
Handa : bukan....Bang Edward kecelakaan kemarin di tol cipularang, kata Mas Bram setelah kembali dari Serang mengantarkan tunangannya.
Ismi : innalilahi, bagaimana keadaannya??
Handa : Mas Bram tadi katanya sudah jenguk ke rumah sakit, tapi Bang Edward belum sadarkan diri"
Rani : ya Alloh kasian😭
Lala : 😭😭😭
Ria : 🥺🥺🥺😭😭😭😭🙏🙏🙏🙏
Handa : Mega mana??
Ismi : mungkin dia sibuk.
mega sedang mengetik......
Mega : 😭😭😭😭😭😭
Handa : belum sadarkan diri Meg, masih di ruang ICU
Mega : 😭😭😭😭😭
Ismi : tengok Meg, siapa tahu langsung sadar
Mega : ga bisa🥺
Handa : kamu baik-baik disana???
Mega : disini juga sedang berduka, salah satu anggota Bang Jon yang satgas Papua meninggal😭. dia meninggalkan anak berusia 2 tahun dan anak yang masih berada dikandungan.
Ismi : 😭no comment
Rani : 😭
Lala : so sad🥺
Ria :😭😭😭😭😭
Mega : Bang Doni dan Bang Ali juga terkena malaria di tempat Satgas.
Ismi : doa tulus untuk mereka, semoga mereka baik-baik saja🤲🤲🤲
Rani : aaamiin.
Lala : aaamiiin
# chat Ismi
Ismi : Bang Ali baik-baik sajakah??
Mega tersenyum saat Ismi mengirim pesan Japri
Mega : baik, dia dirawat di rumah sakit bareng Bang Doni.
Ismi : semoga sehat kembali😭
Mega : 😐 kenapa??
Ismi : kalau bertemu Bang Ali bilang aku sudah memaafkannya😥
Mega : iya 9 bulan lagi kalau dia balik dari Papua😐
Ismi : 😭aku pernah mimpiin Bang Ali
Mega : mimpi apa??? aku juga🥺🥺mimpi Bang Doni.
Ismi : aku mimpi bertemu Bang Ali pakai baju putih😭😭😭😭😭😭😭😭
Mega : kata Bang Jon mimpi hanya bunga tidur Is...jangan terlalu dipikirkan.
(membesarkan hati orang lain mah gampang, membesarkan hati sendiri berasa mau pingsan) gumam Mega setelah membalas pesan Ismi.
Mega mendengar pintu rumah dinas nya terbuka,
Mega : Is udah dulu ya Bang Jon datang.
Mega menghapus pesan Ismi dan menyimpan ponselnya.
"belum tidur yank?" Joni memeluk dan mencium Mega yang menyambutnya diambang pintu kamar mereka.
"nunggu Abang"
Joni tersenyum saat mendengar ucapan Mega, "Abang ganti baju dulu ya"
Mega menunggu Joni mengganti bajunya, Mereka telah berbaring bersama ditempat tidur.
Mega memeluk Bang Jon seolah dia takut kehilangan suaminya.
Joni tersenyum saat Mega memeluknya sangat erat.
Mega menenggelamkan kepalanya di dada Joni, dan sedikit memberi kecupan di dada Joni.
"kenapa?"
"kangen"
"mau??"
Mega menengadahkan kepalanya melihat wajah suaminya.
"emang Abang mau??"
Bang Jon tidak menjawab pertanyaan Mega karena itu tidak membutuhkan jawaban.
mereka langsung menyatukan tubuh mereka, dan berharap semoga hadir buah cinta mereka.
.
.
.
.
like
vote
dan komentar...
episode ini jangan ada air mata lagi😁😁😁
tanggung jawab lu thor
😍😍💪