NovelToon NovelToon
Anisa Sang Pendosa

Anisa Sang Pendosa

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Spiritual / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mel Rezki

Apa yang menyebabkan mereka melakukan perbuatan laknat itu? Hingga Anisa hamil di luar nikah, padahal mereka dikenal pribadi yang soleh dan solekha.

Naas menimpa Faisal Mubarak tunangan sekaligus lelaki yang telah menghamilinya meninggal dunia karena tersengat listrik. Hingga kondisi yang begitu mendesak bunda Rosmawati ibu dari Faisal memutuskan untuk menikahkan Panji Alam Darmawan dengan Anisa.

Sebagai bentuk bakti kepada ibunda, Panji menerima keputusan ibunda untuk menikah dengan calon adik iparnya. Walaupun dengan berat hati dan terpaksa pernikahan itu berlangsung.

Akankah ada benih cinta di antara mereka? Karena Panji juga memiliki kekasih hati yang juga luar biasa baiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mel Rezki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Kalau begitu kabulkan satu permintaan Bapak. Segeralah nikah dengan Nak Panji."

Tiwi hanya tersenyum kecil dan mengangguk pelan. "Aku harus berangkat Pak, nanti terlambat," ucap Tiwi tubuhnya bangkit dari duduk.

"Kenapa tidak dihabiskan makanannya?"

"Sudah kenyang Pak," jawab Tiwi dengan melangkah ke wastafel menaruh piring bekas pakainya dan punya bapak. Setalah mencuci piring itu Tiwi berpamitan pada bapaknya.

Mobil yang Tiwi kendarai kini melaju membelah jalanan kota yang biasa akan ramai karena saling bergegas menuju tempat kerja masing-masing.

Tiwi memarkirkan mobilnya kemudian turun dari mobil setelah menempuh waktu 40 menit.

Ada sambutan hangat ketika Tiwi masuk ke ruang kerjanya. Senyum dari lelaki yang dalam minggu ini menjadi dilema dalam hidupnya membuat hati Tiwi bergetar.

"Pagi Wi," sapa Panji masih dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

"Pagi," jawab Tiwi gugup lalu mendudukkan pantatnya di kursi.

"Aku ada jadwal chek ke SPBU cabang, apa kamu mau menemaniku?" tawar Panji.

Tiwi sekilas menatap lelaki yang duduk di depan meja kerjanya. Dia ragu untuk menjawab tawaran Panji. Setiap bulan pasti dia menemani Panji untuk chek SPBU cabang, entah satu atau dua kali dia lakukan. Namun kali ini, dia sudah bukan siapa-siapa walaupun Panji masih sikekeh untuk tidak menerima keputusan Tiwi untuk berpisah.

"Maaf, aku... banyak kerjaan," jawab Tiwi.

"Kalau begitu selesaikanlah hari ini, baru besok kita pergi," titah Panji tanpa mendengar jawaban Tiwi dia langsung melangkah ke ruang kerja.

Sementara, Anisa masih duduk di ruang tamu menunggu mobil pesananya.

Tadi pagi ketika sarapan, Anisa sudah pamit ke Panji untuk bertemu dengan temannya, Tika. Panji sempat ragu untuk memberikan izin karena takut terjadi sesuatu menimpa Anisa. Namun, Anisa meyakinkan Panji agar mengizinkannya. Panji pun mengalah.

"Hebat, kamu benar-benar gadis yang hebat! Sudah morotin duitnya cucu ku, sekarang tinggal menghambur-hamburkan," sindir oma Sartika.

Anisa menoleh ke arah sumber suara kemudian lanjut memandang layar ponselnya tanpa menghiraukan ucapan oma Sartika.

"Aku kira kamu hanya gadis ingusan tapi...ternyata kamu tidak kalah liciknya dengan wanita miskin itu!" ejek oma Sartika. Namun, lagi-lagi Anisa tidak menyahuti ucapan nenek lampir di depannya. Anisa fokus saja menatap layar ponselku by.

"Mobilnya sudah di depan, aku pergi dulu Oma. Assalamualaikum," pamit Anisa meraih tangan Oma dan mencium punggung tangan itu lalu langsung melangkah pergi. Anisa tidak menghiraukan kalau nenek lampir yang ditinggalkannya begitu geram dengan sikap Anisa yang pura-pura tidak mendengarkan ucapan si nenek lam p*r.

Anisa terkekeh ketika mobil yang dia naiki sudah jalan. Dia merasa menang bisa membalas keangkuhan sang oma hanya dengan sikap diamnya.

Huftt

Napas panjang Anisa hempaskan perlahan. Mobil kemudian berhenti di sebuah kosan yang dimaksud Anisa.

Di depan kosan sudah berdiri gadis berjilbab seumuran Anisa yang terlihat cantik, modis, dan tersenyum mengarah ke mobil yang berhenti di depannya.

"Assalamualaikum cantik," sapa Anisa.

"Waalaikum salam cantik," jawab Tika dengan membenarkan posisi duduknya.

Lima belas menit mereka tempuh dan sampailah di kampus yang menjadikan kebanggaan bagi mahasiswa yang bisa masuk ke universitas tersebut.

Anisa menatap takjub ketika menurunkan kakinya di universitas tersebut. Matanya memutar memandang universitas yang sebenarnya menjadi cita-cita nya untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Namun, angan itu harus dia pupus karena biaya.

Ada getaran di hatinya dan rasa terharu walaupun hanya menapaki kakinya di universitas tersebut.

"Aku merinding Tik," ucap Anisa dengan bergetar.

Tika tersenyum. "Bilang sama suamimu yang kaya itu, setelah melahirkan kamu minta kuliah di sini." Saran Tika karena dia tahu, universitas ini adalah universitas yang dicita-citakan Anisa.

Lagi Anisa tersenyum.

"Yuk, ah masuk," ajak Tiwi.

Anisa mengangguk dan melangkah di samping Tika.

"Kamu nunggu di kantin atau mau nunggu dimana?"

"Aku tunggu di perpustakaan boleh?"

"Boleh, kalau begitu kita ke gedung sebelah."

"Yuk," semangat Anisa.

"Kamu pakai kartu perpustakaan ku kalau mau pinjam buku," ujar Tika sambil menyodorkan kartu tersebut.

"Thanks Tik," jawab Anisa.

"Aku masuk kelas dan kamu jangan kemana-mana sebelum aku ke sini."

"Ok!"

"Lagian aku tahu, kamu kalau sudah berhadapan dengan buku mau satu hari pun tidak akan bergeming dengan hal lain," ledek Tika.

"Sudah sana pergi." Dorong Anisa dengan melemparkan senyum.

Anisa masuk ke ruang perpustakaan itu. Lagi-lagi mata Anisa takjub menatap fasilitas yang ada di universitas tersebut.

"Masya Allah...bukunya banyak sekali, tempatnya bersih dan tertata rapi," batin Anisa dan kini kakinya sudah melangkah di barisan rak-rak buku. Tangannya meraba satu persatu buku itu memilih buku yang menarik menurutnya.

Tangan itu berhenti manakala ada tangan lain memegang buku yang sama dengannya. Hingga dua mata bersitatap karena merasa lebih dahulu memegang buku itu. Namun, bukan marah melainkan Anisa dan orang itu saling tunjuk dan menampakkan senyum bahagia bertemu secara tidak sengaja dengan sahabat masa SMA.

"Bisa kebetulan seperti ini," ucap Anisa.

Lelaki itu tersenyum menanggapi ucapan Anisa.

"Bagaimana kabar kamu?"

"Seperti yang kamu lihat, aku sehat wal afiat," jawab Anisa.

"Kamu juga sepertinya sama,"

Lagi, lelaki itu tersenyum.

"Kamu...?"

"Aku cuma ikut Tika ke kampusnya bukan kuliah di sini." ucap Anisa mengurai rasa penasaran lelaki di depannya.

Hussttt

Salah satu pengunjung memperingati Anisa dan lelaki tersebut agar diam karena mereka berada di ruang perpustakaan.

"Kita ke kantin saja," ajak lelaki itu.

"E... maaf, aku sudah janji pada Tika untuk menunggu di sini," jawab Anisa gugup.

"Kamu kan bisa kirim pesan ke dia untuk menemui kamu di kantin," ucap lelaki itu berharap bisa mengobrol lebih banyak dengan Anisa.

"Maaf, aku...tetap di sini." Kekeh Anisa selain sudah janji dengan Tika untuk tetap menunggu di perpustakaan dia juga ingat dengan statusnya yang sekarang sudah bersuami walaupun hanya status tanpa berperan sebagaimana mestinya.

Anisa melangkah ke meja baca sambil membawa buku. Lelaki itu mengekor dan ikut duduk di depan Anisa.

Mata lelaki itu sesekali menatap Anisa yang tengah fokus membaca buku. Senyum mengembang dari wajah lelaki tampan dan mendekati sempurna ketampanannya itu. Lelaki yang menjadi idola sepanjang dia menjadi siswa di SMA X.

Bagaimana tidak diidolakan, selain wajahnya yang nyaris sempurna, dia juga cerdas selalu mendapat peringkat 1 paralel. Menjabat sebagai ketua OSIS menambah nilai kepopularitasannya. Belum lagi orang tuanya yang tajir melintir menjadikannya lelaki idola yang tiada tanding. Baik adik tingkat, kakak tingkat, maupun siswa satu tingkatannya siapa yang tidak mengenalnya, bahkan ingin memilikinya. Namun sayang lelaki tampan yang nyaris sempurna ini telah menambatkan hatinya pada gadis yang tidak pernah membalas cintanya. Gadis yang menolaknya dan lebih memilih untuk menikah setelah lulus dari SMA.

malam menyapa🤗, like, komen, komen, komen loh...vote hadiah juga mau😍😘🥰

terima kasih untuk kalian yang sudah mendukung karya ku tanpa kalian apalah arti karya ini.pokokna lope lope deh buat kalian❤️❤️❤️❤️❤️

1
Nhimasera Sera Sera
Luar biasa
Mel Rezki: terima kasih Kak 🙏
lanjut novel Kak Mel lainnya 😍😘
total 1 replies
arzetti azra
Kecewa
arzetti azra
Buruk
Marhainun Tanjung
bagus banget cerita nya.
Mel Rezki: terima kasih Kak, lanjut novel lainnya kak Mel , karena ustadz aku cacat
total 1 replies
Lismawati Salam
Luar biasa
nesya
knp Nisa hrs ninggalin anak nya sih. hrs nya kan dia tetap bersama anak nya, berjuang demi anak nya, Krn itu adalah harta yg paling berharga yg di tinggalkan oleh Faisal sbg tanda cinta mrk, meskipun kehadirannya mgkin akibat dr ketidak sengajaan.
nesya
akhirnya kebaikan, ketulusan dan keceriaan Nisa mampu merobohkan dinding keegoisan nenek panji.
nesya
di hati panji itu sdh tumbuh benih-benih cinta utk Nisa, tp dia masih blm menyadari itu, makanya dia sll berusaha menyangkal kl perasaan gelisah di hatinya itu cm di karenakan rasa kepedulian aja.
nesya
sdh mulai tumbuh benih-benih kebucinan dlm hati panji buat Anisa. sm spt kata pepatah Jawa, witing tresno jalaran soko kulino, cinta itu bs tumbuh lantaran terbiasa bersama.
nesya
jd serba salah buat panji. tp Panji bnr" laki-laki yg baik dan tulus, meskipun dia nikah terpaksa, tetap sj sikapnya terhadap Anisa sgt bertanggung jawab sbg seorang suami. dia begitu perhatian dan melindungi Anisa. mgkin kesalahan panji dlm hal ini cm satu, wkt dia sampai di rmh nya, knp dia tdk langsung menemui Tiwi utk menjelaskan masalah yg sebenarnya, hingga tak sampai timbul kesalah fahaman diantara mereka berdua. tp siapa yg tahu dgn rencana author, mgkin sj pd akhirnya panji mmg lah jodoh anisa., dan bkn Tiwi.
Medy Jmb
Mau nikahin Tiwi yg penyakitan, nyerein Nisa? cuma di dunia novel
Medy Jmb
menghempaskan Thor bukan mengempaskan
yoona
udah jadian aja bah/Facepalm/
Sumi Ati
masih menyimak.
Elvira Juned
Gk adil bagi Panji menikah dgn Anisa utk menutup aib sama aja mereka sekeluarga menipu semua org, dan memakaikan BIN atau BINTI utk anaknya Faisal dan Anisa kelak
Mmh Astri
👍👍👍👍👍👍👍👍🥰🥰🙏
Mel Rezki: lanjut baca novel kak Mel yang lainnya 🙏
total 1 replies
Mmh Astri
👍💪
Mmh Astri
💪💪💪💪👍🙏🥰
Indah Safitri
Luar biasa
MIZI ZESHIKUMEZI
owo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!