NovelToon NovelToon
MY HUSBAND IS HIS UNCLE

MY HUSBAND IS HIS UNCLE

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikahmuda / Romansa Modern
Popularitas:30.8k
Nilai: 5
Nama Author: Resti Fauziah

Satu rumah dengan orang yang paling kita cintai, memang impian semua orang, tapi bagiku itu seperti neraka.

Bagaimana jadinya jika pernikahan yang seharusnya tumbuh karena cinta dan malah terjadi karena ketidaksengajaan.

Dan di satu rumah kan bersama orang yang kita sayangi namun berakhir tragis.

bagaimana kelanjutan kisahnya, jangan lupa untuk menambahkan ke favorit biar dapat informasi updatenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Resti Fauziah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Batal

*Di rumah*

"Kenapa bisa Danial pesen di bu Estri?" tanya ibu heran dengan tingkah calon menantunya.

"Ya gak tau juga" jawabku singkat.

Aku pergi ke kamar karena sudah larut malam juga dan tubuhku juga perlu istirahat walaupun sepanjang hari tidak melakukan apa-apa ( Kelakuan author ini mah).

"Oh ya bu besok Danial mau kesini, besok aja ibu tanya sana dia." Kataku seraya menutup pintu kamar.

Aku mengganti pakaian dan langsung merebahkan diri di kasur, tidak lama mataku mulai memberat dan akhirnya terlelap dalam mimpi.

*

Suara ayam mulai berkokok aku mulai membuka mata dan melirik jam di sampingku memastikan sudah waktunya bangun atau tidak.

"Astaga, baru juga tidur udah bangun aja ini" Gerutuku sambil menguap.

Aku langsung mandi dan berganti pakaian, aku melihat ada beberapa baju pemberian oma yang belum aku pakai.

Aku mencoba atasan yang berwarna pink dipadukan dengan bawahan merah muda membuatku terlihat sedikit lebih elegan karena mungkin pakaian yang oma beli kualitasnya tidak diragukan lagi.

Aku manatap pantulan dicermin mengagumi diri sendiri.

"Astaga, tuhan indah sekali ciptaanmu" Gumamku dalam hati.

"Eh ngapain kamu liatin cermin sampai begitu?" ibu tiba-tiba masuk dan mengomeliku.

"Eh ibu, kalo masuk itu ketuk pintu dulu jangan maen nyelonong aja" kataku dengan sedikit malu.

"Eh itu Danial udah dateng kamu tuh terlalu fokus dandan makanya ada tamu gak kedengeran, dia udah nunggu di depan" kata ibu sambil pergi keluar kamar lagi.

Aku langsung buru-buru merapikan penampilanku dan bergegas keluar menemui Danial.

Diruang tamu mataku melihat sekeliling mencari Danial ternyata dia tidak ada, entah kemana menghilangnya.

"Ibu, kok gak ada? Katanya udah dateng" gerutuku sambil berteriak memanggil ibu yang sedang sibuk didapur.

"Ada apa sih teriak-teriak?" tanya ibu yang baru saja datang menghampiriku.

"Kata ibu Danial udah dateng, mana? Orang gak ada siapa-siapa" aku bicara dengan nada sedikit kesal karena merasa dipermainkan.

"Eh makanya kalo ibu bicara itu dengerin dong, ibu bilang di depan bukan di ruang tamu" sekarang giliran ibu yang marah-marah gak jelas.

"Tadi ibu bilang Danial udah nungguin, tapi mana gak ada?" kataku ngeyel.

"Eh ibu tadi bilang DI DEPAN, bukan DISINI" kata ibu dengan menekankan sedikit kata katanya.

Aku langsung mendekat ke arah kaca dan melihat ke arah luar, ternyata betul Danial sudah menunggu didepan mobilnya.

"Ya udah aku pergi dulu ya bu" Pamit ku sambil membuka pintu dan langsung pergi.

Aku menghampiri Danial yang sudah menunggu dari tadi.

"Maaf lama" Sapaku padanya.

"Iya gak apa-apa" jawabnya sambil berlari kecil membukakan pintu mobil untuku.

"Makasih" Aku langsung masuk dan duduk karena Danial mempersilahkan.

Kami pergi ke sebuah caffe yang lumayan hits, tadinya aku berencana membicarakan lagi pertunangan kami karena aku merasa tidak perlu di lanjutkan lagi banyak hal yang Danial sembunyikan dariku.

Sesampainya di caffe kami memilih menu dan duduk di meja paling ujung karena posisi meja nya memanjang mengikuti lorong.

"Dan, kamu baik-baik aja?" tanyaku saat melihat wajah Danial yang sedikit kusut.

"Lagi banyak pikiran, kerjaan di kantor banyak yang gak bener" jawabnya.

Tidak lama pelayan datang membawa pesanan kami dan meletakannya di meja.

"Silahkan dinikmati" ucap pelayan dengan ramah.

"Terimakasih mbak" ucapku lagi.

Kami menikmati makanan sambil sesekali mengobrol dan becanda.

Hingga akhirnya aku memberanikan diri mengatakan masalah pertunangan kami.

"Dan, gimana udah a..da.. kepu..tusan?" tanyaku sedikit dijeda.

"Keputusan soal apa?" Sepertinya dia lupa dengan semuanya.

"Waktu aku pulang, aku kasih kamu pilihan buat pikirin lagi masalah pertunangan kita, dan menurut aku pribadi sebaiknya pertunangan ini kita batalin aja" ucapku dengan sedikit ragu.

"Maksud kamu apa? Kenapa dibatalin? Tinggal 2 hari lagi loh" tanyanya dengan sedikit emosi bahkan orang sekitar kami menoleh karena kata-kata Danial yang sedikit di tekankan.

"Dan tenang dong jangan pake emosi" aku berusaha menenangkannya.

"Jadi mau kamu apa?" tanya dia sambil meraih gelasnya.

"Aku mau pertunangan kita dibatalin, karena aku rasa kita gak bisa bersatu mengingat hubungan kamu dengan Zahra yang membuatku sedikit ilfeel dan jujur aku juga sakit hati saat melihat kedekatan kamu dengannya" ucapku dengan mata berkaca-kaca.

"Zi, zahra hanya temen aku gak lebih" ucapnya mempertegas.

"Ya pokoknya aku gak mau lanjutin, terserah kamu mau gimana juga. Pulang dari sini aku akan ketemu sama oma dan jelasin semuanya" ucapku dengan sedikit terisak.

"Zi, kita dateng kesini buat seneng-seneng, bukan buat masalah kayak gini" Ucapnya bingung.

Aku tidak memedulikan kata-katanya dan segera pergi kearah parkiran, untungnya makanansudah dibayar diawal jadi gak perlu balik lagi.

Ternyata Danial mengikutiku dari belakang dan sekarang dia membukakan pintu mobilnya.

"Zi, masuk dulu gak enak kita berantem di tempat umum" katanya dengan lembut, aku sempat tertegun melihat sikapnya yang selalu sabar menghadapi sikapku.

Wanita mana yang tidak akan meleleh saat sedang marah tapi malah dibaikin pengertian lagi, idaman banget pokoknya.

Aku masuk di kursi depan dan mencari tisu didepan mobilnya karena jujur aku gak enak jika harus nangis begini apalagi sekarang aku pakai make up yang tidak tahan air ya pastinya mukaku agak belepotan.

"Kamu ngapain?" tanya Danial yang baru masuk.

"Enggak" ucapku berusaha menjaga image.

Dia tidak berkata apa-apa dan hanya tertawa kecil.

"Kenapa ketawa?" tanyaku dengan nada sedikit sinis.

"Makanya kalo mau nangis itu mikir dulu kalo pake make up terus nangis ya hasilnya gitu" ucapnya dengan terus tertawa.

"Dari rumah aku gak niat nangis makanya pake make up yang gak tahan air, kalo tau begini ya mending gak usah pake make up" kataku sedikit malu.

"Zia-zia, makanya jangan marah-marah kerjaannya" Kata Danial sambil menyodorkan masker.

"Buat apa?" Tanyaku heran.

"Buat nutupin wajah kamu yang kotor" Katanya .

Saat aku akan mengambilnya tiba-tiba dia mencium kening ku.

"Maaf aku belum bisa jadi pria yang baik buat kamu, aku janji akan bahagiain kamu sebisa aku" ucap Danial lembut sambil memeluku erat.

Rasanya damai sekali berada dipelukannya, dan membuatku sedikit lebih tenang.

"Makasih" Ucapku lirih di telinganya.

"Iya" Jawab Danial sambil melepas pelukannya.

Danial melajukan mobilnya kearah rumah dia dan aku sedikit gugup memikirkan keputusanku sudah benar atau salah.

"Mikirin apa?" Tanyanya sambil menatapku.

"Enggak" Jawabku singkat.

Setelah itu tidak ada lagi percakapan antara kami, dan kami hanya fokus menatap jalan kedepan.

Sesampainya di rumah adijaya aku sempat tidak mau turun dari mobil karena memikirkan apa yang akan aku katakan pada oma.

"Kenapa malah diem sih" kata Danial sambil membuka sabuk pengamannya.

"Gak enak masa aku dateng-dateng dalam keadaan kayak gini" ucapku sambil menunjuk wajahku yang sedikit belepotan dengan make up.

"Kamu itu udah cantik jadi gak perlu pake dandan segala" ucapnya sambil mengusap wajahku dengan tisu.

"Sekarang wajah kamu udah bersih, udah cantik. Aku lebih suka liat kamu kayak gini gak usah dipoles apa-apa lagi" kata Danial dengan lembut lalu menurunkan sun visor didepanku.

Aku menatap cermin yang ada di sun visor itu dan benar sekarang wajahku sudah bersih tanpa makeup.

"Makasih" ucapku lalu turun mendahului Danial.

Kami bergegas masuk ke dalam rumah dan berniat menemui oma.

"Bi oma dimana?" tanya Danial pada bi Ina yang sedang bersih-bersih.

"Di taman belakang den" jawabnya sambil menunjuk ke arah belakang.

Kami langsung berjalan kearah taman belakang, dan ternyata oma sedang duduk di kursi goyang yang ada di belakang.

"Permisi oma, maaf ganggu kita mau bicarain hal penting" ucap Danial membangunkan oma yang sedang bersantai.

"Astaga! Ngagetin aja sih kamu tuh" Kata oma kaget.

"Ada apa?" tanya oma seraya bangun dari tidur santainya.

"Ini kita mau bicarain masalah lamaran" kataku dengan ragu.

"Ada apa emangnya? Seserahan nya kurang ya?" tanya oma.

"Bukan gitu oma, gimana ya bicaranya..." ucapku bingung.

"Bicara yang jelas zi biar oma bisa ngerti" kata oma yang mulai bingung.

"Jadi gini, kita berencana mengundurkan acara lamaran kita karena beberapa hal yang tidak memungkinkan" kataku dengan menunduk karena takut oma marah.

"Betul Danial?" tanya oma menatap Danial tajam.

"Iya oma" jawabnya.

"Emang ada apa sebetulnya?" tanya oma menanyakan alasan kami ingin mengundurkan acara itu.

"Ini masalah antara aku dan Danial gak baik juga melibatkan orang banyak, tapi kita baik-baik aja kok gak berantem, buktinya ini akur" kataku dengan serius dan oma malah menertawakan ucapanku.

"Zia..zia" Ucap oma sambil terus tertawa.

"Ada apa? Kok oma malah ketawa?" tanyaku heran.

"Oma heran aja sama kalian, kalo kalian akur dan gak berantem terus kenapa harus menunda pertunangannya" kata oma yang tidak percaya dengan keputusanku.

"Tapi kami memang betul akan menundanya" Kata Danial meyakinkan.

"Ya udah terserah kalian aja, oma ngikut aja" kata oma.

"Jadi kalian mau gimana?" tanya oma sambil menatap kami bergantian.

"Gak tau" jawab Danial dengan sedikit kesal.

"Ya udah oma tinggal dulu ah, bingung juga oma liat kalian" kata oma sambil beranjak pergi meninggalkan kami.

"Dan, gimana dong?" tanyaku pada Danial.

"Gimana apanya?" tanyanya balik.

"Ya gimana pertunangannya?" tanyaku meyakinkan.

"Kan udah ditunda, tadi kan kamu sendiri yang bilang sama oma katanya di tunda, kenapa masih tanya lagi sih?" kata Danial dengan sedikit kesal.

"Ya biasa dong, kenapa kamu jadi kesal gitu?" tanyaku.

"Ya gak apa-apa" katanya.

"Kita keluar yuk, aku anterin kamu pulang" Ajaknya.

"Mentang-mentang dibatalin aku jadi gak boleh lama disini" Gerutuku dengan pelan takut Danial dengar.

Aku mengikuti perkataannya dan pulang kerumah diantar dia.

1
Zia
bagus
Rika Maksum
lanjut lg thor,bikin penasaran
Zia: iya kak di tunggu 😁
total 1 replies
Zahra Amalia
mampir lagi kak, salam dari pernikahan yang terpaksa
Jejak SND
mampir lagi kak salam dari Jodoh Cinta Pertama
Zia: iyak kak pastinya
total 1 replies
Alitha Fransisca
Lanjut Resti Semangat !!!
Alitha Fransisca
Semangat Resti 🥰
Sedang Bersemedi
jadi ngiler, untung udah nggak lagi ngidam
Sedang Bersemedi: liat nasi dan lauknya. sungguh menggoda😍
total 2 replies
Kentut Galau
lanjut KK JD penasaran nih
Zia: iya kak mohon di tunggu ya 🤗
total 1 replies
Zahra Amalia
aku mampir bawa boomlike kak,,mampir juga yuk di ceritaku " pernikahan yang terpaksa"

semangat terus up nya,, ceritanya bagus 😍💪
Zia: otw kak 🥰
total 1 replies
Jejak SND
lanjut kak, salam dari Jodoh Cinta Pertama jangan lupa mampir
Zia: iya kak mohon di tunggu ya 🤗
total 1 replies
Cerita Ode
Mantab. Lanjut terus 👌
Jejak SND
bom like dari Aisyah dan juga Alvin 😊😊
Zia: terimakasih kak 😍
total 1 replies
Jejak SND
hai kak, aku mampir nih salam dari Jodoh Cinta Pertama. terima kasih sudah mampir
Zia: iya kak sama-sama 😇
total 1 replies
Cerita Ode
Semangat, terus up. Mampir jg di tulisanku 👌
Zia: iya kak pastinya, 🤗
total 1 replies
Cerita Aveeii
lanjutt thor salam dari :

-cinta jangan datang terlambat
-ternyata itu cinta
Pirnap
mantep ♥️
Zia: makasih 😍 jangan lupa tambah ke favorit biar dapat notifikasi update nya
total 1 replies
Permata Bulan
next thor👍
zahra
hai kak. mampir nih aku. mohon dukungannya juga kak
Seryu Nagami
keren mba... lanjutkan... dan sama2 berkunjung ya ke buku aq "Aku Bukan Diriku
Senjaaa___
ak ngerti koq...klau sulit trima masa lalu buruk orang trkasih.appa lg masa lalu it masih brkeeliaran.moga danial bisa teggas.dn dia ditipu doang
Zia: iya the real pengalaman pribadi author ini 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!