Kinanti Larasati, gadis cantik berusia 23 tahun, harus menjadi ibu muda diusianya yang masih 20 tahun karena kesalahan yang dia lakukan dengan kekasihnya. Laki-laki yang menghamilinya tidak bertanggung jawab, dan Kinanti sendiri terbuang dari keluarganya.
Arga Dirgantara , seorang laki-laki tampan, berusia 28 tahun, pengusaha muda yang sukses, dan dia adalah ayah biologis dari anak Kinanti.
Bagaimanakah perjuangan Kinanti dalam membesarkan anaknya tanpa seorang pendamping disisinya, Akankah dia akan bersama dengan Arga lagi, atau mungkin menemukan cinta yang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ju juariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Ivan melajukan mobilnya ke arah jalan raya dengan kecepatan sedang, Kheysa dan Daffa duduk dibelakang, mereka sedang asik bercanda dan beenyanyi-nyanyi.
Arga yang sedari tadi didalam mobil menyaksikan kedekatan Kheysa dan Tika berkomentar.
"kayaknya cewe tadi cocok dech jadi mamanya kheysa Van".
"Tika maksud Lo, ah mana mau dia sama duda kayak gue", kata Arga.
"Jangan gitu bro, Lo kan belum coba, gue lihat Tika tulus sama kheysa.
"Tika mahh memang baik, sama Daffa yang bukan anaknya juga dia baik Ga", kata Ivan.
"bagus dong, ya udah lo coba deh deketin Tika, ngga ada salahnya kan mencoba", kata Arga dan Ivan hanya tersenyum.
"Kheysa...Daffa... kalian mau bermain menaiki wahana permainan atau berenang", tanya Ivan.
"Mau semuanya pa", kata Kheysa
"Aku juga cama om mau cemuanya, mau belenang juga naik mainan," kata Daffa dengan mimik lucu. Akhirnya mereka masuk ke tempat pariwisata yang lengkap ada wahana bermain dan berenang.
"kita berenang dulu ya, baru nanti naik mainan", kata Ivan.
"oke om"
"oke pa"
"Daffa kamu sama om ya, biar Kheysa dengan papanya", kata Arga kepada Daffa, lalu Arga mengganti baju Daffa dengan celana renang dan mereka berempat langsung ke kolam anak-anak.
"Om...aku pengen loh ke kolam itu", kata Daffa sambil menunjuk kolam arus.
"siapa takut, yuuk kita sewa ban tuk kamu", kata Arga sambil menggendong Daffa diatas pundaknya menuju tempat penyewaan ban. Setelah itu mereka langsung ke kolam arus dengan Daffa di atas ban dan Arga mendorongnya, melihat itu Kheysa pun merengek minta seperti Daffa akhirnya Ivan juga menyewa ban tuk Kheysa.
"Sekarang kamu mau kemana lagi sayang", tanya Arga.
"aku ingin naik itu om", kata Daffa sambil menunjuk kolam perosotan.
"Bukannya om ngga mau tapi Daffa masih terlalu kecil tuk naik itu sayang, nanti kalau Daffa sudah lebih besar lagi kita naik itu ya", jelas Arga, dan Daffa pun mengangguk.
"Gimana kalau kita ke kolam ombak aja, kamu mau", tanya Arga.
"mau om", jawab Daffa.
Setelah puas berenang akhirnya Ivan menyuruh mereka berhenti karena sudah cukup lama mereka bermain air. Arga memandikan Daffa sedang Ivan memandikan Kheysa. Setelah itu mereka makan siang.
"Sini Daffa kamu Deket om, kamu mau makan apa", tanya Arga.
"Aku mau makan Coto ayam aja om", jawab daffa.
"kalau Kheysa mau apa", tanya Ivan.
"aku sama mau sepelti Daffa", jawab Kheysa.
Setelah makanan datang Arga menyuapi Daffa, sedangkan Ivan menyuapi Kheysa.
"Kheysa...kamu mau ngga punya mama seperti Tante Tika", tanya Arga.
"Tante Tika....",kata Kheysa sambil membulatkan matanya.
"Eca mau om.... Tante Tika itu baik, cantik, aku sayang sama Tante Tika", kata Kheysa.
"tuh Van denger ya apa yang Kheysa omong barusan kalau dia mau Tika jadi mamanya".
"Ngaco Lo ga perasaan jawaban Kheysa ngga seperti itu", protes Ivan dan Arga pun tertawa.
"kalau Daffa gimana", tanya Arga.
"Kan aku udah punya bunda om... tapi aku cayang kok cama Tante Tika cama sepelti ke bunda", jawab Daffa pintar.
"pintar kamu sayang", kata Arga sambil mengacak-acak rambut Daffa.
"duhh om ganteng kenapa lambut aku diacak-acak, aku ngga cuka tau", kata Daffa sambil cemberut.
"iya maafin om ya, tapi kenapa Daffa manggil om dengan sebutan om ganteng", tanya Arga.
"Aku kan ngga tau nama om, jadi aku panggil aja om ganteng, cama cepelti aku ganteng", kata Daffa sambil menaik turunkan alisnya.
"Tapi beneran loh ga Lo dan Daffa tuh wajahnya mirip, cocok kalau jadi bapak dan anak", kata Ivan sambil sesekali memandang Arga dan Daffa bergantian.
"masa si Van, Daffa mau jadi anak om nak", tanya Arga.
"mau", jawab Daffa.
"nanti ayah Daffa marah ngga kalau Daffa jadi anak om"
"ngga om, kata bunda ayah udah di culga", jawab Daffa sambil telunjuk tangannya menunjuk ke langit.
Arga memandang ke arah Ivan meminta penjelasan dan Ivan paham .
"Sumpah gue ngga tau tentang hal itu sebab gue sendiri belum lama kenal ana Bundanya daffa.
"Kalau begitu jendes dong, nahh Lo Van tinggal pilih deh mana yang cocok jadi mamanya kheysa", kata Arga asal.
"Loh gimana si Ga ngga jelas gitu deh jadi orang, Ngasi saran baru juga beberapa jam udah berubah lagi", kata Ivan sewot.
"hahah ..jadi Lo udah cocok dengan pilihan pertama ya" tanya Arga.
"Apa bundanya Daffa kalah cantik sama Tika", tanya Arga.
"Bunda aku cantik om, kalau om ganteng lihat pati cuka cama bunda aku", kata Daffa menjelaskan.
"Iya bundanya Daffa cantik", kata ivan kepada Daffa.
"Malah sekarang gue kagum ga setelah tau ternyata dia single parent, dia masih muda, cantik, jauh-jauh kerja ke SS tuk nafkahin anaknya", terang Ivan.
"Gue jadi penasaran Van", kata Arga.
"yaa next time lah ntar gue kenalin, dia tuh seminggu sekali pulang ke sini", jelas Arga.
++++++++++++++++++++++++++++++++++
hai twman-teman makasi ya yang sudah mampir dimarih, jangan lupa tuk kasih like, vote dan juga saran pwrepusode biar author makin semangat.
Oh iya jangan lupa juga tuk mampir ke cerita saya yang berjudul Seputih cinta Karina.
Thanks readers, love u
apa thor sehat-sehat kah
semangat thor...💪💪