" Kisah seorang gadis cantik yang hidup sebatang kara yang penuh suka dan duka dalam meraih cita-citanya, hingga pertemuannya dengan seorang Dokter tampan merubah jalan hidupnya"
" Cintaku mungkin tidak akan sama seperti cinta wanita yang telah lama mengisi hatimu , tapi aku yakin dengan kekuatan cintaku akan mampu membuatmu bahagia di sisiku sampai kau akan lupa bagaimana rasanya sakit karna cinta itu sendiri"
Elina Nadhira
" apa kau yakin? bisa membuatku lupa akan luka dan sakit yang selama ini menyiksaku bahkan siang dan malam aku tersiksa dan menderita,lakukan jika kau bisa maka aku akan bertekuk lutut dikakimu "
Dr.Davin Elazar
" mampukah Elina meluluhkan hati Dr Davin yang terkenal dengan pribadi dinginnya dan menyembuhkan luka hati karna masa lalunya "
yuk kepoin 😅 maaf ya kalau kebanyakan typo di novel- novel sebelumnya 🙏🙏 minta dukungan dan votenya ya 😁😇😊☺
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DewyLee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malu tapi mau
Cahaya matahari memasuki kamar apartemen milik Davin dimana Elina tertidur dengan lelapnya gadis itu menggeliat dan membuka mata secara perlahan mulai beradaptasi dengan cahaya yang menyilaukan ia menatap sekeliling ruangan kamar itu
''shittt, ini kan kamar Davin bagaimana aku bisa tidur di sini ?''
gumamnya
Elina berusaha memikirkan kejadian semalam di saat ia mabuk bayangan bagaimana ia merayu dan merajuk pada Davin juga ia yang mencumbu Davin terlintas jelas di ingatannya
''oh... Tuhan , apa yang kulakukan ? aku malu sekali entah apa yang aku minum gara-gara wanita genit aku sembarangan minum haahhh aku malu sekali.... aaaaa''
Elina mengacak-ngacak rambutnya dan ia baru menyadari ia telah berganti pakaian dengan kemeja Davin
''ahhh... apa ini lagi jangan-jangan semalam kami aaahh.... tidak aku bodoh sekali hisshhh... kepalaku sakit lagi apa yang harus ku lakukan?''
Elina beranjak dari tempat tidur ia memeriksa tubuhnya sendiri juga tempat tidur dengan menyingkap selimutnya memeriksa sesuatu
''tidak ada noda darah, apa aku sudah tidak perawan lagi?''
noda darah tidak menjamin seseorang perawan atau tidak kan aduuhhh aku pusing''
''kau sudah bangun sayang?''
Davin memasuki kamarnya Elina tersentak saat Davin datang dengan cepat ia naik ke tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut karna malu hal itu membuat Davin terkejut dan terkekeh
''El, kau kenapa ?
Davin mendekati Elina dan menggoyang tubuh Elina yang membelakanginya
''a-aku tidak apa-apa ''
''lalu kenapa kau bersembunyi dariku?''
''aku... aku malu''
Davin tertawa dengan ucapan Elina ia menarik selimut Elina yang di pegang erat Elina , Davin masuk kedalam selimut dan memeluk tubuh Elina dari belakang membuat Elina semakin gugup dan malu
''katakan apa yang membuatmu malu seperti ini? apa karna kejadian semalam?''
wajah Elina memerah karna malu Davin meletakan wajahnya di ceruk Elina dan mengecup pipi gadis itu dengan mesra
''kau tak usah malu padaku, kau milikku El, dan sebaliknya aku milikmu jadi jangan malu lagi padaku katakan apa yang membuatmu seperti ini sayang?''
tutur Davin lembut ia memeluk dan membelai wajah Elina gadis itu pun berbalik dan menatap Davin menyingkap selimutnya Davin tersenyum manis
''apa semalam kau yang mengganti pakaianku? dan ... dan kita tidak melakukannya kan ?a-aku masih perawan kan?''
Elina dengan terbata
Davin tertawa dengan apa yang di katakan Elina yang nampak cemas namun terlihat menggemaskan baginya
''kau ingin aku berkata apa ? setelah semalam kau terus menggodaku ?''
Elina membulatkan matanya dengan ucapan Davin jadi benar ia sudah tidak perawan lagi pikirnya Davin malah tersenyum senang
''Dav, kumohon jangan bercanda aku serius bertanya padamu ''
Davin menangkup wajah Elina yang berubah murung
''semalam tidak terjadi apa-apa sayang, kau tertidur dengan pulas , aku mengganti pakaianmu hanya itu ''
Elina menatap Davin dengan mata mulai mengenang
''aku bukan laki-laki brengsek yang memanfaatkan keadaan sayang, aku ingin kita melakukannya secara sadar dan kita sudah terikat pernikahan aku tak ingin berbuat dosa''
Elina tersenyum ia memeluk Davin dengan erat dan senang Davin memang laki-laki baik tak mungkin ia melakukannya
''terima kasih ''
lirih Elina , Davin mengangguk pelan dan balas memeluk Elina dengan sama eratnya juga menciumi kepala gadis itu
''hemm... walaupun aku tersiksa sepanjang malam karna ulahmu aku harus menahan sesuatu di bawah sana rasanya membuat kepalaku sakit ''
gumam Davin
Elina melihat arah pandang Davin wajahnya pun berubah memerah ia mendongakkan kepalanya membelai wajah Davin
''maafkan aku , apa saat ini kau masih merasa sakit ?''
tanya Elina
''sedikit''
ucap Davin
Elina merasa bersalah karna telah membuat Davin tersiksa sepanjang malam
''kali ini aku akan membantumu menghilangkan rasa sakitnya ''
bisik Elina ia bangkit dari pelukan Davin dengan tangannya Elina menyusuri wajah Davin dan mendaratkan ciumannya di bibir Davin dengan penuh perasaan
''El... ''
''diam dan nikmati saja''
Davin mengangguk Elina mencumbu Davin mulai mengecup kening , mata dan bibir Davin turun ke leher Davin menyesapnya di sana seperti yang Davin lakukan
Davin memeluk tubuh Elina dengan eratnya menikmati sentuhan yang Elina berikan Elina membuka kancing kemeja Davin satu per satu menampilkan otot- otot perut Davin yang keras idaman semua wanita dengan tangannya Elina menyusuri perut Davin
Davin semakin dibuai dengan semua sentuhan Elina ditubuhnya Elina membuka pengait celana Davin membelai dan menyentuhnya dengan lembut dan menggoda
''El , jangan lakukan ''
Davin berusaha mencegah Elina , namun Elina menaruh telunjuknya di bibir untuk Davin diam Davin pun pasrah membiarkan Elina bermain dibawahnya
Elina membelai dan menikmati permainannya entah ia belajar dari mana namun naluri menuntunnya untuk melakukannya seperti lolipop Elina menikmati apa yang ia lakukan dengan penuh *****
Davin di buat kalang kabut namun tak bisa di pungkiri ia menikmati permainan Elina di bawah sana setelah semalaman ia tersiksa menahan hasratnya
''El... ahhkk.... ''
Davin beranjak dari tempat tidur dan berdiri dihapan Elina
''teruskan sayang, bantu aku mengeluarkan pelepasanku ''
Elina mengangguk dengan cepat ia meraih tubuh Davin dengan berlutut di bawah kaki Davin , Elina meneruskan permainannya semakin intens dan cepat dengan mulutnya ia membuat Davin mengerang dan meracau
''yess... baby faster.... faster... aahhhkk''
Davin memegangi rambut Elina dengan kuat dan mengerang panjang setelah lama ia tak mendapatkan pelepasannya ia merasa lega dan nikmat yang tiada terkira membuatnya merasa terbang ke langit ke tujuh
''terima kasih sayang''
tukas Davin , sembari mengancingkan celananya kembali Elina beranjak dan mengambil beberapa tisu di meja untuk membersihkan mulut dan tangannya
''hemm...
Davin memeluk Elina dengan erat dan mencium bibirnya
''secepatnya aku akan menikahimu El, aku sudah tidak bisa bersabar lagi ''
''baiklah , aku ikut saja apa katamu pasti yang terbaik untuk kita ''
tukas Elina
''I love you Elina Nadhira''
''I love you too, sayang''
Davin dan Elina kini bahagia dan mulai mengerti keinginan masing-masing saling melengkapi dan menerima sikap pasangan adalah kunci dari sebuah hubungan
please😚😚😚
ih itu mah saiko😏😏🙏