Time Travel? Ke tubuh putri sampah? Lalu diknianati oleh keluarganya hingga meninggal? Yang benar saja!
Karena sekarang Xia Yu, seorang mafia wanita dari zaman modern yang mengisi tubuh ini maka jangan harap mereka yang mengkhianati dan memperlakukan pemilik tubuh ini dengan buruk akan selamat dari pembalasannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nani O Miteiru?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Toko Kelontong Serba Ada Tapi Sepi Pembeli
Pagi hari berikutnya, Xia Yu memilih keluar dari kantong doraemon miliknya bersama Akira. Mereka telah selesai memberi pengobatan pada setiap Demi-Human, baik itu mengenai luka bekas perbudakan sebelumnya atau luka akibat ledakan kemarin. Untung saja mereka tidak mempertanyakan lagi mengenai ledakan tiba-tiba tersebut setelah diberi penjelasan oleh Xiao Yu bahwa ledakan itu terjadi karena kelalaian mereka dalam mengurus kantong doraemon ini sehingga air terjun bisa meledak. Untuk ke depannya baik Xiao Yu dan Xiao San akan memastikan hal-hal kesalahan teknis seperti ini tak akan terjadi lagi. Maka dari itu mereka (para Demi-Human itu) bisa tenang dan menerima penjelasannya. Untung saja mereka bukan tipe yang akan mempertanyakan secara detail jadi tak perlu usaha untuk menyembunyikan kebenaran tentang Pedang Murasaki ini.
Mari kembali ke sisi Xia Yu dan Akira saat ini, mereka telah berada kembali di kamar yang memang secara resmi telah menjadi milik Akira setelah dia memutuskan untuk bergabung semalam. Mereka kemudian merapikan rumah yang akan ditempati itu sebelum ia pergi menyambangi para anak-anak jalanan itu untuk membawa mereka ke rumah ini, sekaligus menanyakan perkembangan latihan mereka. Memang mungkin jatuhnya lebih cepat beberapa hari dari waktu yang ia janjikan kepada mereka. Namun bukankah lebih cepat itu lebih baik?
Xia Yu juga ingin membicarakan dan membagi-bagi setiap anggota yang telah dapatkan untuk membangun organisasi dan juga bisnisnya secara legal nanti. Lebih tepatnya ia yang akan secara langsung membagi-bagi mereka ke dalam beberapa kelompok. Kelompok tersebut terdiri dari siapa yang akan berada di dalam kantong doraemon terlebih dahulu untuk berlatih dan mempersiapkan diri untuk membangun organisasi miliknya itu, juga ada yang akan tetap tinggal di rumah yang telah dibeli Xia Yu untuk mengurus bisnis legalnya di sana. Ah satu lagi, alasan dia memanggil anak-anak itu kemari terkait dengan pembangunan ulang rumah yang akan ditempati sekaligus latihan fisik bagi mereka.
Mengingat-ngingat apalagi yang sepertinya luput dari ingatannya, Xia Yu menyadari bahwa dia belum sempat melihat-lihat dan membeli toko yang sudah bangkrut untuk dijadikan modal awal bisnisnya. Makanya sebelum benar-benar keluar dari kamar milik Akira, Xia Yu mengubah tujuannya dari yang tadinya ingin melewati jalan pintas dari dekat rumah ke tempat anak-anak itu berada menjadi jalan memutar memilih melewati pasar kemudian baru ke arah bank sekalian untuk melihat-lihat berbagai toko apa saja yang ada di sini dan apa yang bisa dijadikan peluang untuk bisnis.
Akhirnya Xia Yu menarik tangan Akira pergi meninggalkan tempat mereka berada saat ini menuju pasar. Keadaan pasar sendiri masih sama seperti kemarin sangat ramai dan dipenuhi oleh berbagai macam masyarakat kalangan menengah ke bawah. Ada yang berjualan bahan mentah makanan seperti sayuran dan daging segar juga ada ikan segar. Meski ikan itu juga sepertinya didapatkan dari sungai karena seperti ikan air tawar.
Hingga ke toko yang siap menjual makanan jadi seperti penjual tanghulu, tahu busuk dan makanan lainnya yang ramai pembelinya. Karena ini memang makanan murah rata-rata mereka yang membeli memakai pakaian rakyat biasa dan ada juga beberapa anak kecil yang dibawa oleh ibunya ke pasar ini. Mereka sedang memilih makanan yang disukai anak-anak. Ah sepertinya Xia Yu terpikirkan untuk memulai dari bisnis makanan saja dulu yang merupakan kebutuhan tetap setiap orang. Apalagi setelah melihat pasar seperti ini.
Saat sedang asyik-asyiknya ia melihat sekeliling pasar, ia merasakan Akira yang sejak masuk pasar tadi telah melepaskan tangannya itu menepuk bahu Xia Yu. "Xia Yu, lihatlah. Ternyata disini juga ada toko kelontong yang menyediakan berbagai macam benda seperti itu. Tapi kenapa terlihat kumuh sekali dan sepi pengunjung ya?" Ucap Akira setelah menunjukkan pada Xia Yu toko yang dia maksud yang berada di sudut jalan.
"Apa karena letaknya kurang strategis ya?" Sambungnya lagi.
Sementara Xia Yu yang melihat itu, langsung berbinar-binar matanya. Tanpa menjawab Akira, ia malah langsung menyeret kembali lengan pemuda itu menuju toko kelontong yang dimaksud. Seluruh protesan Akira pada dirinya karena telah menariknya kembali, ia diamkan saja dan malah mempererat tarikan tangannya pada Akira. Akira hanya bisa pasrah dan kembali memikirkan nasibnya yang meski seorang lelaki tapi bisa diseret-seret seperti ini oleh seorang wanita. Ia menyalahkan dirinya sendiri yang lebih tertarik pada penelitian tentang virus dibanding mempelajari bela diri. Dan hasilnya lihatlah, apalagi ketika menemukan seorang teman wanita seperti Xia Yu, dia akan lebih terlihat menyedihkan mengingat kekuatan milik Xia Yu saat ini, apalagi ia seorang mafia wanita dulunya tentu menarik lelaki seperti ini bukan masalah besar baginya. Ah betapa tidak beruntungnya dirinya kalau mengenai kekuatan begini.
KRINGG
Terdengar suara bel yang berbunyi saat mereka membuka pintu toko setelah langsung mendatangi toko itu. Meski luarnya terlihat tak begitu terurus dan tak ramai pengunjung seperti toko lainnya, tetapi bagian dalam toko ini sangatlah bersih, rapi dan nyaman.
"Selamat datang, tuan dan nona. Adakah yang bisa saya bantu?" Sesosok lelaki tua dari balik meja kasir menyapa Xia Yu dan Akira dengan senyuman lembut di wajahnya. Ekspresinya juga terlihat senang, 'mungkinkah ini pertama kalinya ia mendapatkan pelanggan lagi?' pikir Xia Yu.
Sementara itu, Akira sudah membalas senyumnya dan menjawab dengan ramah mewakili Xia Yu, "Kami ingin melihat-lihat di toko ini, Kek."
"Wah saya senang sekali, akhirnya setelah sekian lama ada yang sudi untuk melihat-lihat tokoku ini." Binar bahagia di matanya tak bisa diabaikan, bahkan sekilas terlihat wajah sendunya juga seakan mengingat sesuatu di masa lalunya.
"Memangnya kenapa toko ini begitu sepi tak ada yang berkunjung ke sini?" Tanya Akira tak paham. Sementara Xia Yu hanya terdiam dan mengamati saja, selain kaki dan tangannya tergerak untuk melihat-lihat apa saja yang ada di sana.
Ia masih mendengarkan percakapan keduanya, antara Akira dan kakek penjaga toko kelontong ah sepertinya salah, lebih tepatnya mungkin pemilik toko kelontong yang sepi ini. Di tangannya ada sendok nasi dari kayu, juga beberapa perabotan rumah tangga lainnya dijajarkan agar bisa memilih dengan leluasa dan dapat terawasi juga oleh si kakek jika ada yang berniat untuk mencuri.
Menurut Xia Yu ini mirip seperti toserba di kehidupan sebelumnya. Toko serba ada, meliputi peralatan rumah tangga dan yang lainnya juga. Bagian yang didatangi olehnya saat ini memang kebetulan bagian peralatan rumah tangga. Sangat disayangkan sepi pembeli padahal barangnya memiliki kualitas bagus menurut Xia Yu. Memang penduduk di sini sangat tidak mengerti apa yang disebut pantas dan tidak. Ia terus melihat-lihat berbagai macam barang yang ada di sana dan mendengarkan pembicaraan Akira dan si kakek penjaga toko.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tbc~~~