hey iblis tampan jadilah kekasih ku, maka akan aku jaga kau di dunia ini.
Aku mencintaimu tanpa syarat, walaupun kau seorang iblis itu tidak mengubah apapun. cinta ku tulus.
"dia gadis yang aneh bersama dengannya sebentar mungkin tidak apa-apa
ini adalah kisah seorang gadis yang memungut iblis dan jatuh cinta pada iblis itu, namun apakah kisah mereka akan berakhir bahagia dengan perbedaan ras dan alam yang membentang di antara mereka?
*ini hanya cerita fiksi jadi tolong jangan dihubungkan dengan dunia nyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alula. zhr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tanpa kau sadari Aku selalu bersamamu
Siang itu terasa begitu lama, mentari seakan tidak ingin bergerak dari posisinya. Awan berarak menciptakan bayangan, terbawa angin terkadang dia menghalangi sinar mentari untuk menyentuh bumi.
Ditengah kebingungan Alma memikirkan cara untuk keluar dari kerumunan yang terus berusaha mendapatkan jawaban dari kejadian yang dialaminya tadi, Hana datang bak seorang pahlawan merengkuh Alma dalam dekapannya, tidak lupa dia juga menatap tajam pada setiap pasang mata yang terlihat penuh rasa ingin tahu, tapi ironis didalam diri mereka tidak memiliki niatan sedikitpun untuk menolong, Hana bergerak menerobos mereka, dengan mulut yang terus memaki dan tatapan seorang predator Dia berhasil membawa Alma pergi.
Setelah Alma menyakinkan bahwa Dia baik-baik saja, akhirnya dengan berat hati Hana pun pergi, tapi dengan syarat Alma harus segera mengubungi dia jika kembali terjadi sesuatu, tanpa terkecuali. Bukan tanpa alasan Hana pergi, karena dia masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, Dia juga masih harus meminta izin untuk Alma.
Setelah kejadian yang hampir merenggut kehidupannya, kini Alma terlihat diam mematung, duduk sendiri di bangku taman yang terletak di trotoar, dengan dilindungi oleh pohon kecil yang cukup rindang, dia memandang kosong kearah jalan yang mulai sepi dari penggunanya.
Kejadian tadi masih terbayang jelas diingatannya, ketika sebuah mobil tepat menghantam tubuhnya, dia terlempar dan saat itu juga dia berpikir dia sudah kehilangan nyawanya, nyatanya tidak dia masih hidup tanpa sedikitpun rasa sakit.
Terlonjak dengan wajah yang kembali menampilkan kehidupan, sepertinya dia mengingat sesuatu " Itu memang terasa samar, tapi aku yakin saat mobil itu menyentuh tubuhku, ada sesuatu yang melindungi diriku. sesuatu yang lembut dan juga hangat seakan membungkus tubuhku.
Diam dia kembali berpikir, namun sedetik kemudian dia malah berteriak " Lucifer!!"
"Apa?" Dengan tenang Lucifer berdiri dibelakang Alma, entah sejak kapan dia sudah ada disana.
Alma yang tidak menyadari kehadirannya kembali terlonjak kaget.
"Lucifer A-" Belum selesai Alma berbicara, Lucifer sudah memotong ucapannya dengan memasukkan satu sendok icecream kedalam mulut Alma.
Merasa tidak siap Alma hampir tersedak, Lucifer bergerak duduk di samping Alma, tangannya terulur memberikan satu kotak icecream rasa strawberry kepada gadis disampingnya.
Alma menerimanya menampilkan wajah cemberut, terlihat sedikit kesal mungkin karena perkataannya dipotong.
"Dengar! kali ini jangan memotongnya" Masih dengan wajah yang ditekuk, Alma melotot ke arah Lucifer, yang tentu saja ditanggapi dengan sikap acuh oleh Lucifer
"Lucifer tadi aku, ah tidak" Karena terburu-buru Dia mencoba menyusun kembali perkataannya
"Tadi sebuah mobil menabrak ku, tapi tidak terjadi apapun dengan ku? Aku tidak mengerti! Sebenarnya apa yang terjadi? Kau tahu sesuatu?" Alma memandang Lucifer seakan meminta jawaban dari sosok didepannya
"Jika kau tidak terluka, maka tidak ada yang perlu dipermasalahkan" Lucifer menenggak kopi kalengan miliknya, matanya memandang lurus ke jalan, mengabaikan tatapan mata yang Alma berikan.
Menanggapi respon yang Lucifer berikan, Alma tertawa mengejek "Hahaha"
"Ya tentu saja kau tidak mungkin perduli padaku, karena bagimu aku hanyalah debu halus yang akan mudah hilang bahkan hanya dengan hembusan nafas" Alma melengos, suaranya penuh dengan cibiran. Hatinya sakit dia kecewa, bahkan kejadian tadi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan ini.
Puk!
Lucifer menepuk puncak kepala Alma dengan lembut " Hem" Lucifer tersenyum "Kau memang mudah sekali merajuk, kau manusia yang jalan pikirannya tidak pernah bisa Aku mengerti, manusia aneh dengan segala tingkah lakunya. Seperti yang kau katakan Aku adalah milik mu, walaupun wujud ku tidak ada aku selalu berada di sisimu untuk melindungi mu" Suaranya begitu lembut terasa menyejukkan dengan nada yang tenang seperti air yang mengalir.
Dalam sekejap Alma meluluh bahkan dia sempat speechless, merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Masih belum mencerna sepenuhnya tentang apa yang terjadi, Alma kembali dikejutkan dengan perlakuan Lucifer selanjutnya.
Lucifer kembali bergerak menarik tubuh rapuh disampingnya, untuk bersandar pada dada bidang miliknya. Setelah itu mereka diam, hanyut kedalam pikiran masing-masing, saling meresapi dan menikmati kehangatan tubuh yang terasa dari gesekan kulit yang menempel.
Hembusan angin menjadi saksi bisu untuk kejadian langka pada hari ini.
Menemukan kembali dirinya Alma bergerak, dia mendongak menatap dalam pada iris ruby didepannya, mulutnya terbuka mengatakan sesuatu yang gila " Lucifer bawa Aku terbang ke atas jam big ben, aku ingin melihat Inggris" perkataannya penuh dengan semangat ditambah sorot mata yang berbinar.
"Hah?" Lagi dan lagi Lucifer harus dibuat pusing dengan keanehan manusia yang satu ini
#PenaAutoon
bagiku ini rasanya nyesek🤧🤧
baru nyadar ya...
tapi itu juga hanya kemungkinan 😅