Ayuti Aleyda Ravindra , gadis muda korban buli sepanjang sekolah. Tidak cantik maupun pintar. Semuanya dibawah rata-rata , ia hanya memiliki senyum yang manis. Itupun kata orang karena menurutnya ia sangat jelek. Ayuti gadis baik hati dan penyayang. Tapi yang lebih parah dari Ayuti adalah ia sangat suka halu dan selalu menghayal sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi padanya.
Berbeda dengan Yuda Kusuma Carson yang memiliki ketampanan yang di atas rata-rata. Di balik wajah tampannya , Yuda memiliki sifat keras kepala , egois , kasar dan tidak sopan. Bahkan orang tuanya saja tidak bisa mengatur putra semata wayang mereka mereka.
Bagaimana jika mereka bertemu?
Di sebuah taman kota.
''Uuuuu........Sakit sekali.'' Bagiamana tidak sakit , Keleng yang tadi itu juga sudah rusak hingga pasti sangat melukai Ayuti. Yuda sudah berfikir kalau yang kena itu adalah mata Ayuti.
''Mana yang sakit? Coba singkirkan tanganmu dulu!'' Bentak Yuda yang juga khawatir.
Penasaran dengan cerita mereka? Ayo baca terus kisahnya😊
IG; dewayutirtawardani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tr_w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab kedua puluh lima
Setelah bersantai sebentar , semuanya kembali membantu mengecat ruangan. Semuanya bersenang-senang , sambil bercanda dan tertawa bersama. Ayuti di dapur sendirian , ia melarang Renata membantunya dengan alasan kalau dirinya ingin masak seperti yang ibunya ajarkan.
Renata diluar bersama dengan Fabian , mereka juga berbicara tentang apapun. Ayuti sibuk sendiri di dapur , dirinya sibuk menggoreng dan mengulek bumbu. Tanpa dia sadari , Yuda masuk kedalam dapur dan memeluknya dari belakang.
''Bee......Lepas ih , aku mau masak.'' Yuda seakan tuli dan malah mengeratkan pelukannya.
''Mau aku bantu gak bee?'' Tawar Yuda , Ayuti menggeleng.
''Kamu di luar aja , temenin mereka. Aku bisa sendiri kok.'' Tolak Ayuti , Yuda masih nyaman dengan posisinya. Ayuti sudah lelah jika harus meminta pada Yuda untuk melepaskannya. Ia membiarkan posisi Yuda seperti itu. Bahkan Yuda mengikuti kemana arah langkah kaki Ayuti melangkah.
Mungkin karena pekerjaan itu di lakukan banyak orang jadi cepat selesai , Edwin hendak menengok Ayuti dan bertanya apakah makanan sudah siap atau belum. Edwin malah di kejutkan dengan Yuda yang memeluk Ayuti dari belakang.
''Yuda , Yuda , bisa gak sehari aja gak ngerecokin Ayuti. Dia lagi masak dan Lo nyaman dengan posisi itu?'' Ujar Edwin heran.
''Kenapa emang , masalah buat Lo?'' Tanya Yuda , Ayuti diam dan fokus pada masakannya.
''Mata gue nih yang punya masalah , Lo tau gue dan yang lain itu jomblo jadi , toleransi dikit lah.'' Yuda menggeleng.
''Gue gak perduli ,'' Ayuti yang kesal karna tidak bisa bergerak dengan keras memukul tangan Yuda.
''Lepas gak!? Panas loh bee .......'' Ujar Ayuti galak , Yuda melepas pelukannya karena tangannya sakit di pukul oleh Ayuti.
''Rasain Lo Yud hahaha.......Ayuti , kalau makanannya udah jadi beritahu aku ya , nanti aku bantu buat bawa keluar.'' Ayuti mengangguk , Edwin masih menyisakan tawanya kala wajah Yuda yang bete akibat di pukul Ayuti.
Setelah beberapa menit , masakan sudah terhidang di tengah-tengah antara mereka semuanya. Jumlah semua orang ada 11 orang , Ayuti sudah menyiapkan makanan yang banyak.
Disana sudah terhidang sayur , tempe , sambal , dan daging ayam yang sudah di berikan tepung.
''Maaf ya , cuma ini yang bisa aku masak. Aku gak tau rasanya gimana , yang pasti gak sampai keracunan kok.'' Ujar enteng Ayuti , semuanya menatap Ayuti dengan tatapan yang tak bisa di ungkapkan.
''Biar aku coba dulu , '' Renata mengambil inisiatif duluan. Ia tau Ayuti sudah bekerja keras membuat makanan ini , ia pasti sedih jika tidak ada yang mencicipinya. Meski di rumah dirinya tidak pernah masak , tapi Ayuti termasuk gadis yang sudah mengamati masakan ibunya.
Renata mengambil sendok lalu menyendok sayuran terlebih dahulu.
''Gimana?'' Semuanya menatap Renata , bahkan Renata sampai tersedak karna gugup.
''Enak ,'' Ucapnya lalu ia mengambil tempe dan mencolek sambal yang Ayuti buat. Renata langsung melotot.
''Kenapa?'' Tanya Ayuti yang panik.
''Ini sambel kayak buat ibu ya? Wahhh kau berhasil bereksperimen Ayuti , kau memang hebat.'' Kedua gadis itu tersenyum senang.
''Aku mencontek semua masakan ibu , hehehehe....... Makanlah , kata Renata enak.'' Karena melihat Renata yang serius jadi semuanya mulai mengambil nasi dan lauk pauk.
Mereka menikmati makanan Ayuti , bahkan sampai ada yang nambah walaupun kepedesan. Ayuti juga ikut makan bersama mereka. Dan ia sangat senang ternyata , makanannya disukai semuanya.
Kini semuanya sudah selesai makan , tersisa beberapa lauk dan nasi. Karna Ayuti sudah berkerja keras di dapur , kini Edwin dan Nyzan lah yang mencuci piring lalu menata kembali makanan di dapur dan di tutupi agar tidak terkena debu.
Kini semuanya sedang bersantai , jam menunjukan pukul 2 siang. Setelah makan , mereka mengantuk. Ada yang tidur di kamar Edwin dan Nyzan dan sebagian berada di kamar Yuda. Ayuti dan Renata masuk ke kamar Yuda , mereka melihat Fabian , Edwin dan Nyzan sudah tepar. Di kamar sebelah teman-teman dari Yuda.
Yuda diam dengan memainkan ponselnya , Ayuti duduk di sebelah Yuda lalu bersandar di lengan Yuda. Renata diam di pojokan dan bermain game di ponselnya. Yuda meletakan ponselnya dan merangkul Ayuti.
''Kenapa? Lelah ya?'' Ujar Yuda , Ayuti mengangguk. Kelopak matanya seakan berat untuk terbuka lalu dirinya tertidur. Tidak mendengar jawaban , Yuda sudah tau kalau Ayuti sudah tertidur. Dirinya ikut tertidur dengan menyandarkan kepalanya di kepala Ayuti.
Pintu kamar sama sekali tidak tertutup , begitu juga pintu depan karena tidak ingin ada yang mengira mereka macam-macam di dalam sana. Renata dengan usilnya memotret beberapa foto Ayuti yang sedang bersama Yuda.
Untuk pertama kalinya , Ayuti bisa sebahagia ini. Renata hanya berharap semoga , Ayuti tetap bahagia seperti ini. Renata yang juga lelah ikut tertidur dengan menyandar pada tembok.
Satu jam kemudian , Ayuti terbangun. Ia menatap sekitar dan merasakan kepalanya yang berat. Saat melirik kesamping Ayuti melihat Yuda yang tertidur.
Pelan-pelan Ayuti mendorong Yuda agar tidur di lantai. Ayuti tertegun kala melihat wajah Yuda yang seperti bayi kala tidur. Imut sekali menurutnya.
Satu kecupan mendarat di kening Yuda dari Ayuti. Ia tidak ingin membangunkan yang lain lalu dirinya keluar untuk mencari udara segar , Renata yang juga terbangun ikut menyusul Ayuti.
Di luar rumah , semilir angin membelai pelan tubuh kedua gadis itu. Kedua gadis itu menikmatinya dengan memejamkan mata. Tak banyak orang yang ngekos disana suka bersosialisasi atau bahkan menyapa , semuanya cuek bebek dan melakukan aktifitas masing-masing.
Ayuti dan Renata duduk di lantai dengan selonjoran. Mereka sama-sama diam , tidak ada pembicaraan dan hanya keheningan yang tersisa. Sekitar beberapa menit , suara panggilan seseorang membuat mereka terkejut.
''Bee!!! Bee......!! Bee.........!!'' Panggil Yuda dari dalam kamar , dirinya seperti akan menangis. Ayuti langsung bangun dari duduknya dan berlari ke arah suara.
''Bee.......!!'' Panggil Yuda kembali , dirinya panik tidak menemukan Ayuti. Fabian , Edwin dan Nyzan bahkan sampai terbangun karna suara Yuda.
''Bee......!!'' Ujar Yuda yang sudah seperti akan menangis.
''Iya bee......Kenapa? Kenapa bee......?''Ayuti masuk kedalam dengan ikut panik.
''Bee......Kami dari mana? Kenapa gak ada waktu aku buka mata , aku kira kamu pulang bee.......hiks.....'' Yuda memeluk Ayuti , Ayuti mendekap Yuda di dadanya.
''Tadi kamu dimana?'' Tanya Yuda kembali , yang lain yang sudah panik dibuatnya kini tertawa meledek. Yuda menangis karna tidak bisa menemukan Ayuti saat ia bangun tadi.
''Aku tadi di luar bee......Kamu kenapa nangis?'' Ayuti mengusap pelan rambut Yuda dan masih mendekapnya.
''Ya ampun deh Yuda , Yuda , gue kira mau runtuh di rumah eh ternyata karna gak bisa nemuin Ayuti dan Lo nangis. Bucin banget sih!'' Kesal Nyzan karna tidurnya terganggu.
Yuda tidak memperdulikan Nyzan dan masih nyaman memeluk Ayuti. Renata dan Fabian hanya menggeleng kepala , mereka sudah menyerah melihat mereka berdua yang terlalu bucin itu.
Sorenya Ayuti pulang meski Yuda sangat berat melepaskan dirinya. Semua temannya menikmati momen langka itu , yang dimana Yuda yang sangat cuek dan tidak perduli pada orang lain kini sangat menempel pada gadis yang bernama Ayuti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hay........Guys apa kabar , terima kasih sudah membaca novel author jangan lupa :
Like 👍
komen✍️
vote💌
jadikan favorit kalian💕
Beri juga bintangnya ya🌟
Padahal dia juga capek kerja, kasian.
Well Yuda, sabar itu emang ngga berbatas. Kamu hebat.
Halo author hemm ceritanya bagus dan aq suka, maaf juga baru mampir sekarang tapi gapapa semuanya aq suka hehehe