NovelToon NovelToon
Anak Genius CEO Tampan

Anak Genius CEO Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Anak Genius / Romantis / Fantasi / Nikahkontrak
Popularitas:621.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dwi Laksana

Berkorban untuk kehidupan sang Ayah, bahkan rela menerima perjanjian hamil dengan seorang CEO muda yang kaya raya, namun nyatanya...saat dia di nyatakan positif hamil, Tuhan memiliki rencana yang lain, sang Ayah pergi ke surga dan dia harus mengalami kecelakaan hingga hilang ingatan dan membesarkan anak nya sendiri di sebuah desa dengan seorang pria dan wanita itu baya yang menolong, bahkan memberi nya kehidupan baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Laksana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Felix dan Nicholas masih membicarakan masalah yang mereka rencanakan, karena Felix benar-benar belajar dari nol, dia tidak pernah belajar masalah bisnis, apalagi urusan masalah saham, tapi Felix sudah bertekad untuk membantu Aurora.

"Felix...kalau masih ada yang belum kamu mengerti... kamu bisa bertanya pada sekertaris ku...Daniel..." ujar Nicholas memperkenalkan seorang namja yang baru saja dia panggil, Felix mengangguk mengerti.

"Halo tuan Felix, nama saya Choi Daniel..." ujarnya memperkenalkan diri.

"oh iya...saya Felix Yang...mohon bantuannya..." jawab nya tak kalah sopan. Daniel hanya mengangguk dan tersenyum.

"Daniel... hubungi butik...dan pesankan beberapa setelan Jas...ukurannya...lebih kecil dari ku..." perintah Nicholas.

"Baik tuan...kalau warnanya bagaimana..." tanya Daniel sopan.

"warna gelap saja...dan sekalian sepatunya..." jawabnya. "Felix...berapa ukuran sepatu mu..." tanyanya pada Felix, membuat pria yang lebih muda itu terkejut dan refleks menatap Nicholas.

"ukuran sepatu ku" tanya Felix kebingungan.

'iya..."

"40" jawab Felix singkat dengan kebingungan, namun tetap menjawab.

"Baiklah...kalau begitu-

Braakk

ucapan Nicholas terhenti saat seseorang membuka pintu ruangannya dengan keras, membuat ketiga orang yang berada di ruangan itu terkejut dan refleks menatap sang pelaku.

"kebiasaan...apa kau tidak bisa ketuk pintu dulu..." omel Nicholas kesal, yang ternyata pelaku yang membuka pintu itu adalah Aprilio.

"ck...maaf...urgent" jawabnya santai membuat Nicholas berdecak kesal, kemudian saling menatap dengan Felix sejenak.

"kalau begitu...Daniel...kau bisa kembali melanjutkan pekerjaan mu..." perintah Nicholas, setelah mengangguk mengerti, sekertaris Nicholas itu membungkuk permisi.

"ada apa...apa ada masalah..." tanya Nicholas santai, namun Aprilio mengernyit heran karena masih ada orang lain, sedangkan Felix melanjutkan kembali melihat dokumen-dokumen yang harus dia pelajari.

"apa kau sibuk sekali...ada hal penting yang ingin aku katakan padamu..." tanya Aprilio tidak nyaman dengan adanya orang lain yang dia tidak kenal.

"sedikit...tapi tidak apa-apa... katakan saja..." jawaban Nicholas, membuat wajah Aprilio berubah datar, dan menatapnya tidak suka, tentu saja itu membuat Nicholas gelagapan.

"oh iya... kenalkan...ini orang yang akan membantu kita mengurus soal Travel Moon..." ujarnya mengalihkan pembicaraan, membuat Aprilio semakin menatapnya tajam, sedangkan Felix mengangkat kepalanya untuk menatap Aprilio.

"eoh kau..." ucapnya terkejut melihat Felix. "kenapa kau ada disini... bagaimana bisa kalian saling mengenal..." tanyanya beruntun.

"halo tuan Aprilio...saya Felix Yang..." ujarnya berdiri lalu membungkuk memberi hormat sebentar pada Aprilio.

"kenapa...apa kau mengenal Felix" tanya Nicholas pada Aprilio.

"iya...dia suaminya Aurora..." jawab Aprilio cepat, namun tidak membuat Nicholas terkejut, tentu saja itu membuat Aprilio mengernyit heran dengan respon yang di berikan Nicholas. "kenapa kau tidak terkejut...apa kau sudah tau masalah ini..." lanjutnya marah

"tunggu...sabar dulu...duduk dan ceritakan apa yang terjadi...nanti aku akan ceritakan semuanya pada mu..." ujar Nicholas mencoba meredam amarah Aprilio.

Skip

"Sebenarnya Aurora hilang ingatan..." ujar Nicholas saat Aprilio sudah selesai menceritakan pertemuannya dengan Antonio dan Felix beberapa hari yang lalu dan Aurora tadi.

"Apa...bagaimana bisa...memangnya apa yang terjadi... jangan bilang kalau ada orang yang ingin mencelakai nya..." tanyanya beruntun marah.

"Aku tidak tahu masalah itu...tapi 6tahun lalu...aku menemukan Aurora tergeletak di pinggir jalan...dengan luka di kepalanya..." jawab Felix menyahuti.

"Benar dugaan ku... Aurora tidak mungkin kabur...pasti ada sesuatu yang terjadi... sehingga dia meninggalkan Apartemen hari itu..." ujarnya berdiri dari duduknya karena marah. "Kurang Ajar...siapapun yang melakukan nya...aku mencari nya sampai ketemu..." lanjutnya marah setelah memukul dinding sebagai pelampiasan amarah nya.

"Tenang lah...apa kau tidak ingin mendengarkan cerita dari ku ataupun Felix..." mendengar ucapan Nicholas, Aprilio mengatur nafas untuk meredakan emosinya, dan kembali duduk di tempat nya semula.

Disisi lain

Aurora merasa seperti masih di awang-awang setelah bertemu dengan Aprilio, sejak melahirkan Antonio, Aurora memutuskan untuk menyimpan foto Aprilio, dan mengubur dalam-dalam harapan untuk bertemu ataupun mengetahui masa lalunya, karena Aurora pikir, mungkin dia memang sengaja di buang karena pria itu tidak menginginkan bayi yang di kandung Aurora, jadi untuk apa menyimpan ataupun mengingat wajah pria di foto itu, Aurora juga tidak ingin putranya bertemu dengan orang yang tidak mengharapkan nya lahir.

"Ma...Apa Mama tidak apa-apa..." pertanyaan Antonio membuat Aurora tersadar dari lamunannya, sejak tadi bahkan Aurora sedikit tidak fokus dengan apa yang dia lakukan, sekarang malah menatap makanan di meja yang sudah dia masak.

"ah...Mama tidak apa-apa sayang...apa Nio butuh sesuatu..." tanya Aurora lembut, Antonio menggelengkan kepalanya.

"apa Mama tidak makan..." tanya sendu

"oh iya...ayo kamu makan yang banyak...Mama juga akan makan..." jawabnya cepat mengambil piring dan langsung mengisinya dengan nasi dan lauk, sedangkan Antonio sudah pandai mengambil makanan sendiri.

(apa yang Mama pikirkan...apa Mama ketakutan bertemu dengan pria itu...Apa Mama mengingat sesuatu)

Bersambung

Anak Genius CEO Tampan

written by Blue Dolphin

1
Sagittarius
semuanya bagus
Irma Khabibi
semakin kesini semakin seru 🙏😍
Irma Khabibi
bagus sekali adek pintar ❤️❤️❤️❤️
your boss
titip sendal dulu, kalo ada waktu nanti baca lagi
Ayu Septiani
deeh licik dan jahatnya ibu sambung Aprillio
Ayu Septiani
paman aurora mulai ketakutan tuh
Ayu Septiani
akhirnya Aurora tau kebenarannya
Ayu Septiani
benar suster Delina, aurora seperti takut dengan masa lalunya
Ayu Septiani
Sabar Aprillio .... kamu harus mulai mengingatkan masalalu Aurora secara pelan pelan
Ayu Septiani
apa Aprillio belum tau kalau Aurora mengalami hilang ingatan?
Ayu Septiani
cukup rumit kehidupan Aprillio
Ayu Septiani
Aprillio.... kamu dikerjain anakmu 😄😄😄😊😊
Riduan Situmorang
Luar biasa
Atma Inatun Nikhma
Lumayan
Dewi Nurlela
semoga Felix berjodoh sama melinda
Zahra Sanjaya
San Felix aja
Indri Ani40
ahhhh kecewa adegan +21 nya kepotong terus 😣😠😠
Dede Ok
bgus
Dede Ok
suka crita antonio pintar lucu gmesin jg
asa
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!