Rio adalah siswa berbakat yang belajar di Akademi Guardian yang bertujuan melawan serangan Alien. Semenjak kotanya dihancurkan ia berusaha merebutnya kembali, bersama rekan-rekannya mereka menemukan fakta tersembunyi yang tidak banyak diketahui orang lain. Soal seseorang dari luar angkasa termasuk planet yang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25 : Hari Libur
Keesokan paginya aku disibukkan dengan layar komputerku, sementara itu Bu Liliana sedang berada di dapur membuat sesuatu, aku tidak tahu apa yang dia buat akan tetapi aromanya sangat harum.
Dia keluar dari dapur selagi mengenakan celemek.
"Berhentilah menonton video dewasa, kemarilah dan makan masakanku."
"Siapa yang menonton hal seperti itu, aku harus merancang Guardian yang tempo hari digunakan bertarung, lagipula kenapa kau masih di sini?"
"Tidak sopan memanggil gurumu dengan sebutan 'kau'" sekarang hari libur aku ingin menghabiskan waktu lebih lama di sini."
"Pulang sana."
Padahal dialah yang tidak sopan telah masuk ke rumah orang lain tanpa izin, aku memutuskan menyerah lalu mengikuti apa yang Bu Liliana mau, aku duduk di meja yang sepenuhnya telah dihidangkan berbagai masakan enak.
Sejujurnya akademi telah menyediakan makanan untukku tapi dia malah repot-repot membuatkan hal seperti ini, menolaknya juga terasa tidak sopan jadi aku memakannya sekali suapan, kebanyakan yang dihidangkan makanan laut.
Bu Liliana duduk selagi bersandar ke tangannya sendiri.
"Bagaimana?"
"Enak."
"Syukurlah."
"Kenapa kau melakukan hal seperti ini pada muridmu sendiri?"
"Kenapa? Sudah jelas karena aku mencintaimu."
Air menyembur dari mulutku.
"Aku cuma bercanda."
"Jangan mengatakan hal yang membuat siswamu serangan jantung."
"Kenapa rasanya kau seperti menolakku?"
Aku memilih untuk tetap diam sampai Bu Liliana melanjutkan.
"Sejujurnya kau mirip dengan adikku... dulu waktu kecil kami telah kehilangan orang tua kami dan harus bertahan hidup berdua saja di dalam kota yang sedang berperang, aku sempat berpikir apapun yang terjadi setidaknya aku bisa hidup bersama adikku namun takdir berkata lain.. adikku terbunuh karena sebuah ledakan, sementara aku malah dibawa oleh para pemberontak untuk dilatih sebagai tentara bayaran, entah apa yang terjadi aku berhasil lolos dan terdampar di negara ini.. aku sempat di beri berbagai pertanyaan dan akhirnya aku dipekerjakan di negara ini," perkataannya diliputi kesedihan walaupun dia berusaha keras untuk menutupinya.
"Bu Liliana memiliki kehidupan yang sulit," kataku lembut.
"Masa lalu hanya menjadi masa lalu, aku tidak terlalu memikirkannya... jika kau peduli bagaimana jika mulai sekarang kau menjadi adikku."
"Di tolak."
"Pacar?"
"Ditolak."
"Suami?"
"Ogah."
Bu Liliana hanya tersenyum pahit.
"Biasanya pria akan memanfaatkan situasi seperti ini, tapi kau tidak berniat sedikitpun melakukan itu... aku terkesan."
Dia mengatakan hal sama yang dikatakan Isabel, rasanya seperti De Javu.
Selesai makan aku kembali ke layar komputer untuk mengerjakan tugasku, aku ingin menerapkan beberapa hal baru untuk unit Guardianku.
Sementara untuk Bu Liliana dia hanya duduk di layar televisi selagi memainkan video game yang sebelumnya dibawa Isabel kemari.
"Hey Rio, cepatlah ke sini bantu aku mengalahkan bosnya."
Dia sedang memainkan game RPG yang cukup terkenal beberapa bulan terakhir ini, aku dan Isabel telah memainkannya hingga kami bergadang hanya untuk menyelesaikannya.
Sungguh mengerikan dimana seorang gadis memaksamu untuk memainkan sepanjang malam.
"Tidak, aku sudah menyelesaikannya."
"Heh, bagaimana bisa? Tolong ajari aku."
"Pulang sana," teriakku namun Bu Liliana hanya mengabaikanku begitu saja sampai sebuah ketukan terdengar dari pintu.
"Biar aku yang buka."
Jika aku tidak salah yang masuk itu pasti masalah.
"Apa-apaan ini Rio? Kenapa kau bersama Bu Liliana, apa kau membiarkan perempuan masuk ke kamarmu begitu saja?"
Itu juga termasuk dirinya, yang datang tentu saja Isabel.
"Sejujurnya aku tinggal di sini," balas Bu Liliana.
"Jangan seenaknya," potongku.
Setelah mereka berdua ribut dengan sesuatu yang tidak penting pada akhirnya keduanya malah bermain game bersama, yang lainnya pun malah muncul dan menjadikan kamarku sebagai markas mereka.
Aku hanya mendesah pelan lalu kembali pada layar komputerku.
like diri sendiri ✔️
😂😂
cepet banget perasaan baru baca sejam
catet²