ANDI ALDA MAROLAH merupakan putri tunggal mantan Anggota DPRD. Ia terlahir dari garis keturunan bangsawan suku bugis. Andi Alda berprofesi sebagai ASN PNS. Guru di salah satu SMA di Kota Makassar.
Suatu hari ia dipertemukan dengan seorang pria yang bernama IBNU RAJAB. Keduanya jatuh cinta. Namun, orang tua Alda tidak merestui. Mereka memilih menjodohkan putrinya dengan ANDI PANGERANG ADAM. Seorang pria berusia 45 tahun dan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata.
Bagaimana akhirnya? Yuk mampir! Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote dan komentar🥰
Salam
AAH❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AAH♥️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERTEMUAN TAK TERDUGA
Suara bel panjang berbunyi pertanda jam pelajaran di sekolah itu telah berakhir. Para siswa pun satu persatu meninggalkan halaman sekolah. Ada yang membawa kendaraan pribadi baik itu motor atau mobil. Ada pula yang menggunakan kendaraan umum, bahkan tak jarang ada yang dijemput atau diantar teman.
Seorang wanita yang berprofesi sebagai pengajar di sekolah tersebut bergegas menuju kendaraan roda duanya. Sesekali sapaan terdengar mengalun di telinganya, namun ia hanya tersenyum simpul tanpa berkata sepatah katapun.
“Alda!” Suara wanita memanggil tak lain adalah sahabatnya. Wanita itu berjalan mendekat.
“Sudah sebulan kamu begini terus. Lambat datang dan cepat pulang. Kamu kenapa, sih, Da? Kamu itu seperti orang asing di sekolah ini.” Nana mengeluarkan unek-unek yang selama ini dipendam.
Semenjak Ibu Hilda dan Ibnu kembali dari kediaman sahabatnya, semua berubah. Tapi yang pasti, mereka ditolak. Sudah ia duga dari awal. Bahkan satu informasi yang membuatnya terkejut adalah Alda sudah dijodohkan.
“Tidak apa-apa, Na. Saya harus segera pulang.”
Hampir sebulan berlalu, semenjak hari penolakan itu, ia sama sekali tak seperti biasa. Bicara seperlunya dan menghindari perdebatan termasuk dengan orang tua. Sekuat apapun ia melawan dan mengungkapkan isi hatinya tak akan didengar. Jadi untuk apa?
Nana hanya menatap punggung ramping itu memasuki mobil tanpa memaksanya untuk berbicara.
“Hurrfft ….”
Lalu bagaimana dengan Ibnu?
Semenjak hari itu, mereka tak pernah berkomunikasi walau hanya saling mengirim pesan. Rasa bersalah selalu menghantui Andi Alda membuatnya enggan bertemu dengan pria itu. Begitupun sebaliknya.
Tapi ternyata, takdir berkata lain. Sebelum pulang, Andi Alda menyambangi supermarket untuk membeli beberapa keperluannya. Ia memarkir mobil namun tiba-tiba ….
Bug!
“Astagfirullah!”
Naas, dia tidak sengaja menyenggol motor Yamaha Jupiter MX hingga membuat kendaraan roda dua tersebut tergeletak. Hal itu memicu reaksi orang-orang di sekitar termasuk pria berbaju putih.
”Wadduh! Itu motor siapa?”
“Itu spionnya pecah.”
Alda bergegas keluar dari mobil dengan sangat panik. Dia mendekati motor itu dan ….
“Biar aku saja,” ucap pria tersebut seraya mendekati Alda dan membangkitkan kendaraan ke posisi semula. Itu miliknya.
Krek! Krek!
Kaca spionnya sebelah kiri pecah tak karuan.
“I-ibnu.” Jantung wanita itu berdegup kencang. Melihat pria tampan yang selama ini memenuhi relung hatinya walau berbalut malu.
“Ma-af.” Matanya berkaca-kaca.
Ibnu memandangi Alda dengan kerinduan. Selama ini ia berusaha mengubur perasaan yang mengikat. Hal itu juga didukung oleh ibunya. Bukan tanpa alasan, dia sama sekali tak diharapkan oleh keluarga Alda. Namun semua buyar karna kemunculan Alda di depan matanya.
Pria itu maju dan berbisik dengan suara parau. “Kenapa kamu membohongiku, Andi Alda ….”
Alda menggigit bibir dalamnya berusaha menahan tangis yang hampir pecah.
Bohong.
Yah, letak kesalahannya, dia memberikan harapan kepada pria itu. Menyembunyikan perjodohan dengan Andi Pangerang Adam. Dia membiarkan Ibnu datang bersama Sang Ibu dan terang-terangan dihina oleh kedua orang tuanya.
“Aku dan ibuku sudah berusaha menembus benteng kokoh di rumah itu. Tapi …,” suara Ibnu tercekat di tenggorokan. Ia tak mampu lagi menjelaskan. Kenapa dirinya begitu lemah dihadapan Alda?
”Ma-afkan aku ….” Hanya kata maaf yang terus meluncur dari bibir Andi Alda Marolah.
“Aku mencintaimu Andi Alda … aku sangat mencintaimu ….” Mata Ibnu terpejam. “Tapi aku miskin. Aku tak punya apa-apa untuk ak-“
“Cukup Ibnu! Cukup Aku mohon ….” Perkataan Ibnu bagai busur panah menancap tepat di dadanya. Alda menjatuhkan wajah di pelukan Ibnu dengan isak yang tak tertahankan.
Ibnu memeluk dengan erat wanita itu seolah enggan melepaskan. Persetan dengan orang-orang yang melihat. Dia sungguh tidak peduli. Dia hanya ingin melampiaskan perasaanya dengan Alda.
“Maafkan aku, Sayang.“ Ibnu pun tak kuasa membendung air matanya.
Sesakit inikah jadi orang miskin? Aku hanya ingin bersama kekasihku, tapi aku tak punya daya. Aku bagai pecundang yang tak bisa berbuat apa-apa.
*****
Di rumah mewah 2 tingkat semua disibukkan dengan penyusunan konsep undangan. Mulai dari Ketua DPRD, angota DPRD, Wali Kota, Gubernur dan Bupati dari berbagai daerah. Semua telah tercatum dalam setiap undangan yang berwarna merah darah itu.
“Pastikan tidak ada yang terlewat satu pun,” titah Andi Shadam.
“Tentu. Ini adalah pernikahan putri kita. Tidak boleh ada yang cacat.”
Keduanya memerhatikan undangan yang telah diselesaikan oleh orang kepercayaan Andi Shadam.
“Sepertinya masih ada yang kurang … oh ya, nama kepala kejaksaan ini belum ada, To.”
“Oh iye sudah ada Puang. Tapi belum ditempel,” jawab pria berbadan tinggi yang kerap disapa Dito.
Andi Shadam mengangguk pelan.
Satu minggu mendekati hari acara, Andi Shadam dan Andi Erna betul-betul mempersiapkan dengan matang. Mulai dari gedung yang diadakan di Upperhils convention hall. Sesuai dengan rencana awal.
Bukan tanpa alasan, letaknya sangat strategis. Hampir berhadapan dengan salah satu hotel ternama yang berada di Kota Makassar ‘Gammara’. Tentu ini akan memudahkan para tamu jika ada yang ingin menginap. Termasuk mempelai dan keluarga.
Pemilihan Wedding Organizer. Andi Shadam memilih yang terbaik di kota itu. Bisa dibilang ini adalah langganan para pejabat ketika mengadakan acara. Mereka ingin konsepnya adat Bugis. Ini tak lepas dari gelar kebangsawannya.
Catering. Andi Erna ingin hidangan pada saat acara bermacam-macam. Mulai dari makanan pokok. Menu yang terhidang ada 3, nasi putih, nasi kuning dan nasi goreng. Tentu masing-masing dengan lauknya. Ia menyiapkan juga beberapa hidangan daging. Ada daging kambing, sapi dan daging ayam yang diolah masing-masing oleh chef-nya.
Dessert beberapa request dari Ibu Alda. Mulai dari kue khas daerahnya seperti pisang ijo, sanggara balanda, benni-benni atau katiri sala (Kue yang terbuat dari ketan hitam dan dilapisi gula merah). Ada barongko, onde-onde, jompo-jompo, doko-doko cangkuneng dan biji nangka. Pun tak lupa berbagai macam puding, waffle, pancake dan tart.
Pengisi acara. Sanggar seni terkenal di Kota Makassar ikut turut hadir memeriahkan acara. Pun tak lupa ia mengundang salah satu artis sebagai bintang tamu.
Perfect bukan?
Ini adalah pernikahan putri tunggal Andi Shadam Marolah dan Andi Erna Idrus. Semua harus berjalan sempurna.
*****
Jam dinding menunjukkan pukul 19.00 WITA. Ditengah kesibukan orang tua Alda, ia baru tersadar jika putrinya belum juga menampakkan batang hidung.
“Kemana, Alda?” Andi Shadam bertanya kepada Sang Istri.
Andi Erna mengambil ponsel yang berada di atas meja ingin menelpon putrinya. Namun bersamaan dengan itu, pesan whatsapp dari Alda juga masuk.
‘Ibu Alda hari ini menginap di rumah Nana. Ada beberapa laporan penting yang harus kuselesaikan sebelum cuti’
Andi Erna membacakan pesan tersebut kepada suaminya. Andi Shadam yang mendengar mengerutkan kening.
“Laporan?”
Andi Erna mengangguk. “Mungkin memang penting. Lagi pula, sebentar lagi anakmu menikah. Dia tidak akan sebebas itu lagi.” Mencoba menenangkan Sang Suami.
Sejujurnya ia juga merasa aneh. Tapi kembali lagi, Alda bukanlah anak kecil yang harus selalu di awasi.
Andi Shadam sejenak terdiam. Yah, tidak biasanya Alda seperti itu. Menyelesaikan apapun yang dikerjakan ia lebih memilih di rumahnya. Namun selang beberapa saat, pria paruh baya itu juga mengiyakan ucapan istrinya.
*****
Sepasang kekasih telah berada di depan gedung.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YAH. Like komen dan share 🥰😘😘
Salam
AAH❤️
smg ibnu jg bisa mncintai nana