Kehidupan Alex anak seorang pengusaha ternama dan tekemuka yang hidup bebas dan tidak terarah.
Kehidupan Filece, yang merubah nama nya sendiri menjadi Zahra setelah menghadapi gelombang hidup di tengah keluarganya.
akan kah Alex dan Zahra bisa hidup bersama dengan bahagia atau malah sebaliknya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ima alyanadira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab-25
Sementara Baskara berkunjung ke perusahaan yang kini berada di bawah kepemimpinan Alex.
Ia keluar dari mobilnya, dan melangkah masuk menuju pintu namun ia tidak mendapati adanya penjagaan.
"Kemana scurity nya" gumam Baskara berlalu menuju ruangan Alex, namun di sana ia tidak mendapati Alex.
Lalu Baskara mencari keberadaan Feliysa namun ia juga tidak menemukannya.
Baskara berhenti pada jejeran meja karyawan.
"Apa kalian tau di mana Alex?"
"Tidak pak, kami tidak tau"
Baskara beranjak dari sana tapi kemudian mengurungkan niatnya, ia berputar ke arah karyawan tempatnya bertanya tadi.
"Kemana scurity? Apa tidak ada yang berjaga di depan?"
"Scurity kantor pergi ke RS mengantar yang katanya istri bapak Alex, seperti nya dia mau melahirkan"
Seketika Baskara terkejut dan syok mendengar itu.
"Ke RS mana?"
"Tidak tau pak, katanya sih ke RS terdekat"
Baskara langsung menghambur masuk kedalam mobilnya.
"Jalan pak" perintahnya kepada sang supir pribadinya
"Apa kita pulang pak"
"Tidak, tolong cari RS terdekat daerah ini!"
"Baik pak" sang supir pribadi pun melajukan mobilnya.
Tak butuh waktu lama Baskara menemukan rumah sakit tempat Zahra bersalin.
Karena hanya RS ini satu-satunya RS terdekat dari kantor Alex.
"Maaf, adakah pasien bernama Zahra disini?" Tanya Baskara kepada resepsionis RS.
"Tunggu sebentar ya pak"
"Oh iya silahkan"
"Maaf pak tidak ada pasien yang bernama Zahra"
"Coba cek sekali lagi, pasien yang baru saja melahirkan"
"Kalau untuk pasien yang baru melahirkan hanya ada satu, itupun atas nama Ny:Felice"
"Ada di kamar no berapa"
"Di kamar kelas 111D"
Mendengar itu seketika hati Baskara terenyuh, bagaimana bisa cucu pertamanya lahir dengan fasilitas yang sangat tidak memadai.
Sementara secara ekonomi ia adalah seorang pengusaha sukses dan ternama.
Baskara melangkah menuju ruangan yang dimaksud.
Perlahan ia membuka pintu dan di sana terdapat dengan empat orang pasien dengan penuh hiruk pikuk dari keluarga pasien pula.
Di paling ujung Baskara menemukan sosok menantu di temani oleh seorang scurity.
Bakara mengayunkan langkah kakinya
"Kamu boleh pulang sekarang" ucap Baskara kepada Aryo saat sudah berada disisi brankar Zahra.
Tak lama Harini tiba disana karena di tengah perjalanan Baskara menyempatkan diri untuk memberi tahu kan istrinya.
"Ya ampun pa, cucu kita pa" Harini terisak pada pelukan suaminya
"Semua ini ulah dari anak kesayangan mu itu ma" kesal Baskara
Tak lama dua orang perawat tiba guna memindahkan Zahra ke ruangan VIV.
Baskara dan Harini mengiringinya.
Setibanya di ruangan VIV.
"Zahra ayo di makan buburnya" Harini menyuapkan Zahra semangkuk bubur.
"Sabar ya sayang" Ucap Harini ketika melihat tetes air mata Zahra.
_________
Alex melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya namun ketika kamar terbuka ia tidak menemukan Zahra.
Alex langsung mandi, lalu ia menuju dapur ia juga tidak mendapati Zahra.
Lalu Alex menuangkan air kedalam gelas lalu meminumnya.
"Bi, bibi" panggil Alex kepada asisten rumah tangga mereka.
"Ya tuan "
"Dimana Zahra"
"Saya tidak tau tuan"
"Mama juga tidak kelihatan, apa mama keluar bersama Zahra"
"Kalau nyonya setengah jam yang lalu kerumah sakit tuan"
"Siapa yang sakit?"
"Bibi ga tau tuan"
"Oh ya sudah pergilah" Alex meraih ponsel yang ada di dalam saku celananya.
"Hallo ma" sapa Alex ketika sang ibu menjawab panggilannya, namun sang ibu langsung menyemprotnya secara tiba-tiba.
"Keterlaluan kamu Alex, kamu memang suami yang sangat luar bisa" isak Harini dari seberang sana.
Alex yang heran pun bertanya"apa yang mama maksud apa Zahra sedang bersama mama"
"Jam segini kamu baru ingat dengan istrimu, kemana aja kamu seharian hah" ucap Harini
"Ma, tolong beritahu aku, jangan buat aku bingung begini"
"Keterlaluan kamu Alex, kalau bukan scurity membawa Zahra ke RS terdekat, mungkin kau akan melupakan akan menjadi seorang ayah." Isak Harini lagi terdengar suara Baskara di pendengaran Alex"sudahlah ma, matikan saja telponnya, tidak berguna berbicara dengan anak itu.