NovelToon NovelToon
Omku Suamiku , 3

Omku Suamiku , 3

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Anak Kembar / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: riena

Musim ke tiga sequel dari
Omku Suamiku season 1 dan 2

Disarankan membaca
Omku Suamiku season 1 revisi
Omku Suamiku season 2

Julie, terjebak dalam perjanjian dengan tiga orang pemuda Bara, Neo dan Alan karena iklan tipu tipu.

Jadi pembatu ketiganya karena kontrak yang sudah terlanjur disetujui tanpa melihat isi kontrak kerja yang sudah ditandatangani.

Bagaimana Julie menjalani hari hari menghadapi Bara yang dingin dan jutek, Neo yang gak jelas kadang baik kadang lebih jutek dari kembarannya dan Alan yang hobi ngegombal.
Khas playboy cap badak bercula ?

Dan Alana, adik perempuan Alan yang baru berusia enam belas tahun, akan menikahi gurunya sendiri karena rasa dan permintaan sang Opa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Cinta tidak untuk diterjemahkan

Gadis itu menatap Reino dari ujung kepala sampai ujung kaki sembari menyerahkan kamera yang Reino sodorkan tadi, setelah melihat hasil dari foto candid yang diambil Reino tempo hari.

" Saya bukan model dan sama sekali tidak berniat untuk jadi model "

" Sebahagian justru menjadi model karena ketidak sengaja'an, seperti kamu "

" Tapi...."

" Aku janji tidak akan mengekspose bagian bagian tubuh kamu yang tidak kamu setujui "

Gadis di depannya terlihat ragu ragu.

" Hasilnya lumayan, please ! Atau aku akan meminta izin kepada kedua orang tuamu, mereka bisa kok mengikuti jalannya proses pemotretan "

Gadis itu kembali menatap wajah Reino.

" Baiklah, anda bisa datang kerumah dan bicarakan pada kedua orang tua saya, kalau mereka mengizinkan, saya akan menerima tawaran anda "

" Oke, berikan alamat rumahmu dan nomor ponselmu ! Nanti malam aku akan datang kerumah-mu "

Reino menyodorkan ponselnya pada gadis itu, setelahnya gadis itu buru buru berlari ke kelasnya.

Ckk, seperti mau ngapel saja janjian datang ke rumah.

Reino tertawa kecil sembari kembali melangkahkan kakinya menuju tempat parkir mobilnya yang diletakkan di pinggir jalan.

...*****...

Fatimah menunggu di depan meja sekretaris yang ada di luar dengan gelisah, sudah hampir satu jam keduanya berbicara di dalam tetapi belum ada tanda-tanda jika Bara akan keluar.

" Dek, kamu tumben kesini, mau ketemu Papamu ? "

Sapa Malika yang kelihatan baru datang.

Fatimah hanya mengangguk.

" Kenapa tadi gak bilang ? Kan bisa barengan ? "

" Bukan, tadi itu ..."

Muncul Bara dan Om Sam secara bersamaan dari ruangan kantor Om Sam.

Malika dan Fatimah sama sama mengalikan tatapan ke arah Om Sam dan Bara secara bergantian.

" Aku akan mengantarkan kamu pulang atau...."

" Pulang "

Potong Fatimah cepat, dia sangat ingin tahu, apa yang dibicarakan oleh Papa dan Bara selama satu jam di dalam ruangan tadi.

" Dia siapa Fa ? "

Teguran Malika membuat Fatimah tersadar jika dia lupa memperkenalkan Bara pada Malika.

" Calon suami Fatimah, dan ini kakak sepupu Fatimah, Malika namanya "

Om Sam yang menjawab sembari mengedipkan sebelah matanya pada Fatimah.

Bara tersenyum kecil, wajah Fatimah merona malu.

" C-calon suami ? "

Malika bertanya tidak percaya, dan dia sendiri tidak tahu pertanyaan itu di tujukan untuk siapa.

" Ntar malam ceritanya, aku pulang dulu kak "

Fatimah segera berjalan mendahului keluar, Bara mengikuti langkah kakinya dari belakang.

" Om "

Malika menunjuk Bara dengan telunjuknya.

" Iya, seperti yang Om bilang tadi, dia calon suami Fatimah "

" Tapi Fatimah baru semester satu Om, bagaimana bisa ? "

" Pria itu meminta restu akan melamar Fatimah setelah dia wisuda, masalah dia akan menikah muda, bagi Om tidak masalah jika Fatimah juga mau "

" Dia masih belum selesai dan dia anak siapa ? Bagaimana Om..."

" Lika, jika pria itu berani meminta Fatimah pada Om, berarti dia sudah siap bahwa tanggung jawab kelanjutan pendidikan Fatimah ada padanya, Om juga seorang pria, jadi Om tidak perlu bertanya siapa latar belakang keluarganya, melihat keberanian yang dia punya, Om yakin jika orang tuanya pasti pria yang hebat "

Malika tidak lagi banyak bertanya, dia melangkah menuju ke ruangannya sembari berpikir tentang Reino.

Fatimah, gadis yang belum genap berusia delapan belas tahun itu saja sudah berani membawa pria yang disukainya kepada Om Sam, sementara dia.

" Bang Rei sudah datang ? "

Tanyanya pada salah satu karyawan.

" Kaya'nya enggak datang mbak, kan seperti pesan mbak Lika kemarin, bang Rei mencari gadis yang akan manjadi model iklan yang akan kita garap "

Malika mendesah kecewa.

Untuk apa aku datang ke kantor, jika tidak bisa bertemu dengan bang Rei.

Malika kembali melangkahkan kakinya menuju ke luar.

...*****...

" Bang, Papa bicara apa ? "

Bara hanya tersenyum tipis.

" Papa tidak menyetujui niat Abang ya ? "

" Aku akan mengantarkan kamu kemana ? Rumah Om mu atau... "

Fatimah sedikit manyun.

" Papa cerita ya kenapa aku ngambek ? "

" Fa, ada hal hal yang terkadang sulit bagi kita untuk mengerti bagaimana perasaan yang dirasakan oleh orang tua, ketika mereka memutuskan sesuatu waktu itu, dan ada juga hal hal yang mereka enggan membaginya kepada anak mereka sendiri, orang tuamu pasti sangat sulit mengambil keputusan untuk berpisah ketika kamu baru dilahirkan.

Dan ketika kemarin mereka sepakat untuk rujuk semua demi kamu dan kebahagiaan mereka juga, cinta tidak untuk diterjemahkan agar orang lain mengerti, tetapi untuk dirasakan oleh mereka sendiri "

" Papa yang menyuruh Abang untuk membujuk aku agar aku mau pulang ? Aku kan sudah bilang, aku akan pulang jika aku sudah siap "

" Enggak, kami berbicara masalah laki laki, sekarang naiklah ! Kita pulang "

...*****...

Alika menatap wajah Gio yang terlihat kecewa.

" Lalu untuk apa masa dua tahun yang telah kita lalui jika dari awal kamu sudah tahu jika kalian akan dijodohkan, alasan klise "

" Enggak seperti itu bang, Papa hanya melarang aku berpacaran, tapi tidak tahu jika Papa akan memperkenalkan aku dengan anak temannya "

" Sama saja, harusnya kamu berpikir, ada apa dibalik larangannya bukan berpacaran secara sembunyi sembunyi, itu namanya mempermainkan perasaan orang lain "

Gio terlihat jengkel.

" Maaf bang ! "

Alika menundukkan kepalanya.

Tidak mengatakan apa-apa lagi, Gio meninggalkan Alika begitu saja di koridor kelasnya.

Gio terus melangkah menuju ke parkiran, ekor matanya melihat adik yuniornya yang juga tengah melangkah sendirian ke tempat yang sama.

" Lau, mau pulang ? "

" Eh, enggak kak, mau keluar sebentar, ada yang dicari baru pulang, kakak sendiri ? "

Gio mengangkat kedua bahunya.

" Kakak boleh ikut kamu gak ? Kemana saja, tapi kalau tidak keberatan, atau mau temani kakak ke tempat nenek ? Nenek punya toko kue, kamu suka yang manis manis kan ? Yuk, Berikan kunci mobilmu "

Gio menyambar kunci kontak yang ada di dalam genggaman Laura.

" Tapi mobil kakak ? "

" Nanti kakak ambil kemari atau kita balik ke sini, antar kakak, oke ! "

Bagaimana bisa Laura menolak, hanya berbicara dengan Gio saja hati Laura sudah sangat senang, apalagi sekarang ? Berada dalam mobil yang sama, berbagi udara yang sama, lalu, akan di bawa ke toko kue milik neneknya.

Mimpi apa aku tadi malam ? Jangankan di bawa ke toko kue milik neneknya, dibawa ke kantor KUA saja, aku bersedia, eh.

Laura senyum senyum di dalam hati.

" Dari mana kakak tahu aku suka yang manis manis ? "

Laura melirik sekilas ke arah Gio yang sedang menyetir.

" Apa kamu lupa jika beberapa kali kakak memergoki kamu makan cake atau puding di dalam mobil diparkiran ? "

" Oh, iya ya, itu karena tanteku hobi dan memiliki konter cake and dissert, kak, makanya aku jadi suka makan apa saja yang dibuatnya "

" Benarkah ? Kapan kapan ajak kakak berkenalan dengan tante-mu atau bawa ke konter cake miliknya ya ! "

" Beres ! "

Tanpa Gio dan Laura sadari, Alika menatap kepergian keduanya di mobil yang sama dengan sudut mata yang basah.

Secepat itu kamu berpaling bang.

...******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Av-Av
Klau di Noveltoon bisa langsung lihat visualnya yaaaa..
Av-Av
seru.......
Magda Nuraini Nursyirwan
cie cie Bara,gak bisa omong lagi,disebelah bapak mertua,Fatimeh senyum2 😎🥰
Magda Nuraini Nursyirwan
inget opa Tyo,sedih banget
Magda Nuraini Nursyirwan
gak di buat2 sesuai nalar dan logic,mengesankan critanya,ceritanya bagus,per bab perbab bikin nagih pengen tau banget,lika liku nenek kamek saudara anak dan keturunannya,akrab,dengan guyonan konyol sampai menahan rindu,penasaran dan jangan sampai ketinggalan membaca cerita indah ini,ber sambung2 garis keturunannya 💖💖💖💖💖💖💖
Magda Nuraini Nursyirwan
suka banget ceritanya Riena 👌🌺😍🥰
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
the best pokonya, baca di ulang ulang nga pernah bosan💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
❤💛💜🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💜💛❤
Rabiatul Wulan
lagi kangen 🤗sama semua tulisanmu thor😁jdi rencananya mau baca ulang satu-satu 🤭😍😍
Rafli Satria
Luar biasa
Safitri Agus
udah tamat aja, rasanya ga bosan baca berulang kali OKSK,, terlalu berkesan dihati,🥰🥰🥰💞💞💞
Safitri Agus
😍😍😍
Safitri Agus
hamil berjamaah, keluarga mereka ini ada momen apa saja maunya selalu bareng ngikutin pendahulunya😂😂😂
Safitri Agus
kenny mupeng 😁,lucu sayang disini cuma figuran ga tahu jodohnya siapa 🤭
Safitri Agus
ga ada drama nangisnya,Alana benar² sudah siap,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!