"Mas akan menikahi Dinda,tapi Mas tidak bisa mencintai nya,mas mohon jangan meminta sesuatu yang tidak bisa mas lakukan..!" Ucap seorang lelaki yang memegang tangan isteri nya yang sudah dinyatakan meninggal oleh dokter.
"aku akan berusaha menjadi isteri yang baik untuk nya,meski dia tidak mencintai ku.." janji seorang wanita dari balik pintu kamar pasien.
Kisah tentang seorang isteri yang sangat menyayangi suami nya,karena suatu penyakit dia tidak bisa lagi mendampingi sang suami ,hingga di akhir hayat nya dia meminta suami nya menikah lagi dengan wanita yang di pilihkan nya.
Mungkin kah permintaan terakhir sang isteri dapat di penuhi oleh suami nya..???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yNr79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta mengejutkan
"Apa dia mengadu pada mu..?" Yanti angkat bicara tentang obrolan yang mulai memancing emosi itu.
Arjuna tersenyum mendengar pertanyaan ibu nya,dia tak berniat menjawab pertanyaan ibu nya,dia hanya ingin tau apa yang di katakan ke dua orang tua nya itu hingga membuat Dinda histeris seperti tadi siang.
"aku bisa menebak,jika dia berlebihan menceritakan sesuatu yang tak benar..!" sambung sang adik di seberang nya.
Prraangg..Arjuna memukul meja di depan nya hingga membuat meja itu pecah.
"apa yang kau lakukan..kau sudah gila..!" ucap Albert yang terkejut dengan sikap Arjuna.
"aku hanya ingin tau apa yang kalian lakukan pada Dinda tadi siang,bukan untuk mendengar kalian menjelekkan nya..!" ucap Arjuna yang emosi.
"dia bukan wanita yang baik,,.!" kata Albert menatap Arjuna.
"atas dasar apa papah mengatakan semua itu..?" tanya Arjuna yang terkejut mendengar penuturan sang ayah.
"aku menyelidiki semua tentang Dinda sebelum dia bertemu Cantika,dia wanita yang menjijikan,apa kau tau kenapa dia di usir dari rumahnya sendiri,dia menggoda kakak ipar nya sendiri dan tertangkap basah tidur bersama..!" jelas Albert
Arjuna yang mendengar sangat terkejut tentang penjelasan sang ayah,namun dia berusaha mengendalikan emosi nya.
"ini tentang hidup ku,aku tak ingin kalian ikut campur,cukup sekali ini saja,tak kan ada lain kali,dia istri ku..dan ini masalah ku sendiri,aku harap kalian paham..permisi ..!" Arjuna beranjak dari duduk nya dan berjalan keluar.
Dia memasuki mobil nya dengan gemuruh dada menahan emosi,dia tak mungkin marah pada ke dua orang tua nya,hingga dia memutuskan untuk pergi dari mansion sang ayah.
"apa sebenarnya yang terjadi pada Dinda,tak sedikit pun aku tau tentang semua itu,dan Cantika pun tak pernah memberi tau sesuatu tentang masa lalu Dinda,tapi aku yakin Cantika bukan orang bodoh yang dengan sengaja menyuruh ku untuk menikah dengan wanita seperti yang di katakan oleh papah..!" gumam Arjuna seorang diri di dalam mobil.
sebelum ke rumah sakit,Arjuna memutuskan untuk pulang sebentar ke mansion nya sendiri untuk mandi dan berganti pakaian.
Setelah selesai mandi,dia kembali menuju rumah sakit untuk menemani Dinda. saat sudah sampai,terlihat Dinda sudah tertidur, sedangkan dokter Kelvin berbaring di sofa ruangan itu.
"Bro,kenapa tangan mu..?" tanya dokter Kelvin yang terkejut melihat luka di tangan Arjuna yang masih sedikit mengeluarkan darah.
"aku tidak apa-apa, bagaimana dengan Dinda..?" sahut Arjuna yang melepas jaket nya dan duduk di samping dokter Kelvin.
"dia baik-baik saja..kau harus lebih perhatian pada nya,kau juga harus sering-sering mengajak nya berkomunikasi lebih dekat..!" saran dokter Kelvin.
Arjuna hanya mengangguk paham,dokter Kelvin pamit pada Arjuna untuk pulang sebentar karena cukup lelah seharian berada di rumah sakit.
Setelah kepergian dokter Kelvin,Arjuna mendekat ke arah Dinda,mengusap kepala Dinda dengan lembut dan membenarkan selimut Dinda.
"rahasia apa yang kau pendam sendiri,hingga membuat mu trauma..!" gumam Arjuna dengan pelan.
Arjuna kembali berdiri menjauh dari Dinda untuk menelpon Baim.
"selidiki tentang kehidupan Dinda,cari informasi tentang keluarga nya dulu,sekecil apa pun informasi nya, beritahu aku secepatnya..!" ucap Arjuna yang di iya kan oleh Baim di balik telepon.
Setelah telepon terputus,Arjuna memutuskan untuk menghampiri Dinda kembali dan berbaring di samping Dinda untuk istirahat karena terlalu lelah akibat kejadian siang itu.