NovelToon NovelToon
SORRY, But I Love You

SORRY, But I Love You

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Nikahkontrak / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Isthiizty

Edelweiss Javanica adalah seorang gadis cantik keturunan Jawa Eropa. El memiliki mata hazel sama seperti ibunya sehingga membuat banyak orang terhipnotis oleh tatapannya.

El juga seorang primadona kampus. Siapapun pasti mengenal si gadis cantik, pintar, kaya, ramah dan baik. Apalagi dia juga mempunyai kekasih yang tampan. Sungguh hidupnya terlihat begitu sempurna hingga banyak gadis yang iri padanya. Bahkan mereka memimpikan hidup seperti dirinya.

Namun ternyata hidupnya tak sesempurna yang terlihat. Kekasih tampannya sering membentak bahkan memukulnya jika ada pria lain yang menatap kagum padanya.

Akankah Edelweiss bertahan dengan kekasih posesif nya? Atau dia akan menemukan tempat bersandar yang baru dan lebih nyaman?

Baca kisah selengkapnya di SORRY, But I Love You.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isthiizty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Kenyataan

Bu Asih langsung mengrutuki kebodohannya. Bagaimana bisa dia keceplosan disaat-saat seperti ini. Bahkan rahasia ini sudah Ia dan suaminya kubur selama belasan tahun.

Bu Asih menatap suaminya yang kini menganggukan kepala sebagai pertanda mungkin ini saatnya El tahu yang sebenarnya. Sebuah fakta yang sudah dia dan suaminya rahasiakan selama ini.

Bu Asih menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan.

Flasback On

Semenjak kematian istrinya Aditya selalu menyibukan diri dengan bekerja. Dia akan pulang larut malam dan berangkat pagi-pagi sekali. Pola makannya pun menjadi tak teratur seperti dulu. Bahkan putrinya Edelweiss bisa dikatakan jarang bertemu dengannya. Gadis cantik itu memang jarang bertemu dengan papanya namun berbanding terbalik dengan Aditya. Karna saat pulang dan sebelum berangkat bekerja Aditya akan selalu menyempatkan diri masuk ke kamar putri semata wayangnya hanya untuk melepas rindu. Tentu saja Edelweiss tidak pernah tau karna dia pasti masih tertidur. Aditya sengaja melakukannya agar putrinya tidak pernah melihat sosok papanya yang begitu lemah saat ini.

Aditya bukan sosok yang kuat lagi seperti dulu. Separuh nyawanya pergi bersama mendiang istrinya. Mungkin jika bukan karna ada El disisinya dia akan pergi menyusul mendiang istrinya. Cintanya yang begitu besar membuat dia kehilangan arah saat istrinya telah pergi untuk selama-lamanya.

Hingga puncaknya setahun setelah kematian istrinya, Aditya tiba-tiba di temukan pingsan di depan kamar tidurnya. El sendiri saat itu sedang pergi berlibur bersama kedua sahabatnya untuk merayakan kelulusan sekolah menengah pertamanya. Dia pergi ke villa Raina yang berada di puncak dengan di dampingi kedua orang tua Raina.

Aditya dilarikan ke rumah sakit hingga di opname bebeapa hari. Terjadi kerusakan pada pembuluh darah utama pada jantung yang disebabkan oleh penumpukan plak. Hal ini menyebabkan arteri koroner menyempit dan membatasi aliran darah ke jantung. Aditya akhirnya di diagnosa mengidap penyakit jantung koroner.

El sama sekali tidak mengetahui jika papanya sakit. Karna Aditya melarang Bu Asih maupun suaminya memberitahu El. Aditya tidak ingin putrinya itu mengkhawatirkan keadaannya, apa lagi mamanya baru setahun meninggalkan mereka. Masih teringat jelas wajah putrinya yang menangis hingga membuat hatinya begitu teriris-iris. Aditya tak bisa membayangkan kesedihan seperti apa lagi yang akan terjadi jika putrinya mengetahui penyakitnya yang mungkin bisa merenggut nyawanya kapan saja.

Bahkan beberapa tahun selanjutnya Aditya mengisi hari-harinya dengan keluar masuk rumah sakit. Bu Asih selalu memberi alasan jika papanya keluar kota atau lembur dan berangkat pagi-pagi sekali.

Hingga sebulan terakhir ini keadaannya sudah cukup membaik, penyakit jantungnya sudah jarang kambuh. Namun entah kenapa tiba-tiba siang ini dia kembali di temukan dalam keadaan pingsan.

Flasback Off

Air mata El jatuh begitu derasnya saat mendengar semua yang diceritakan Bu Asih padanya. Ada begitu besar perasaan bersalah terhadap papanya, karna sebagai putri semata wayang Aditya dia justru sama sekali tidak mengetahui keadaan papanya selama ini.

Dulu pada waktu awal-awal masuk sekolah menengah atas dia sempat membenci papanya yang tidak pernah ada waktu untuknya. Bahkan saat ada pertemuan wali murid Bu Asih yang selalu datang kesekolah.

Hingga saat mulai masuk universitas dia mulai menyadari jika setiap pulang dan sebelum berangkat bekerja Aditya selalu menyempatkan diri datang ke kamarnya.

El pun mulai melupakan kekecewaannya. Apalagi dengan kedewasaannya saat itu dia mulai memaklumi jika Aditya bukan tidak mau selalu ada di sampingnya, papanya hanya terlalu sibuk mencari uang agar masa depannya terjamin.

"Kenapa Bu Asih gak pernah ngasih tau El tentang papa?" tanya El disela-sela tangisannya.

"Maaf non, karna tuan Aditya melarang kami memberi tahu ini kepada nona El. Tuan tidak ingin nona khawatir," ucap Bu Asih.

"Tapi aku putrinya Bu, aku yang seharusnya tau semua yang terjadi dengan papa. Kenapa Bu Asih tega gak ngasih tau El," ucap El lirih.

"Maaf non... maafin Ibu. Sama seperti tuan Aditya, Ibu juga tidak ingin nona El mengkhawatirkan penyakit tuan. Karna nona harus terus fokus belajar untuk menjadi penerus perusahaan tuan Aditya."

El tidak menjawab lagi perkataan Bu Asih. Rasa bersalah menyelimuti dirinya saat ini. Dia yang dulu waktu SMA sibuk membenci papanya yang terlalu sibuk. Bahkan sebagai anak dia tidak tau jika papanya sedang berjuang sendiri melawan penyakitnya. Dia hanya bisa menangis mengingat setiap momen bersama papanya.

Pintu IGD terbuka dan keluar seorang dokter yang menangani Aditya. El yang melihatnya langsung berdiri dan menghampiri dokter tersebut.

"Bagaimana keadaan papa saya dok?" tanya El.

"Pasien sudah melewati masa kritisnya, untung saja beliau tadi langsung di bawa kesini. Karna kalau terlambat lima menit saja nyawanya mungkin tidak bisa tertolong."

"Apa saya bisa melihat papa saya sekarang dok?"

"Pasien sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat. Anda bisa menemui beliau disana, sekarang biarkan pasien istirahat terlebih dahulu," ucap dokter tersebut lalu bergegas meninggalkan mereka.

El baru selesai menyuapi dan memberikan obat pada papanya. "Papa istirahat ya. El akan disini jagain papa."

"El ini sudah sore, dan kamu belum makan siang. Sekarang kamu pergi makan siang dulu ya sayang," ucap Aditya dengan suara lemah.

"El disini aja, nanti biar Bu Asih yang beliin El makanan," ucap El dengan menatap Bu Asih yang berdiri di dekatnya.

"Tidak sayang, karna ada yang mau papa bicarakan dengan Bu Asih."

El menatapa Bu Asih dan Aditya bergantian. Kemudian dia menganggukan kepala. El memakai masker yang di berikan Bu Asih padanya dan bergegas keluar dari ruang rawat inap papanya. Dia memutuskan makan di kantin yang terletak di lantai satu rumah sakit tersebut.

El duduk di salah satu kursi di kantin setelah memesan semangkuk soto daging. Setelah makanan datang El hanya memakan beberapa suap saja. Dia terus mengaduk-aduk makanannya, El benar-benar tidak berselera untuk makan.

Dia ingin menelpon sahabatnya untuk bercerita tapi sayangnya karna terburu-buru ke rumah sakit dia tidak membawa ponselnya. Walaupun sekarang baru diambilkan oleh suami Bu Asih sekalian baju gantinya.

El kembali ke ruang rawat Aditya dengan membawa 2 cup es kopi untuk dirinya dan Bu Asih. Saat masuk papanya sudah terlihat tidur dan Bu Asih sedang berada di kamar mandi.

El mendudukan tubuhnya di kursi yang berada di dekat ranjang pasien. Dia menggenggam tangan papanya yang terlihat pucat. Dan lagi-lagi air mata menetes di pipinya tanpa persetujuan darinya.

"Papa cepet sembuh, cuma papa yang El punya sekarang. El janji akan menuruti semua yang papa mau asalkan papa tetap disisi bersama El."

.

.

.

Reader.. jangan lupa tinggalkan jejaknya. Agar author makin semangat up nya🤭

1
Harita Ajun
Luar biasa
Erlinda
sumpah kok aq ga suka dgn karakter Shasa yg sok baik rela berlutut hanya demi utk membujuk mantan nya yg suka main tangan ..menjijik kan
Erlinda
duuuh jd cewek kok goblok banget mau ditampar berkali kali
Erlinda
wow baru jd pacar aja udah main gampar gimana klo udah jd istri..?..inilah yg aq benci klo tokoh cewek nya bodoh dan bucin akut.rela disakiti demi cinta..hadeeeeh..awal nya aja udah bikin tensian
Rietha Hadziq
luar biasa
Durrotun Nasihah
good
Wirda Wati
thanks thort
Wirda Wati
lanjuut...
gimn Megan thort
Wirda Wati
so sweeet
Wirda Wati
kejutan
Wirda Wati
visualnya thort
Wirda Wati
gimn dg Megan thort
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
ternyata ortu Leo matre
Wirda Wati
akhirnya
Wirda Wati
mantap
Wirda Wati
lanjuut thort
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
semangat leo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!