Menikah karena kemauan sendiri dan dengan pilihan sendiri tidak selamanya berbuah kebahagiaan.
Benazir adalah buktinya.
Menikah selama beberapa tahun dengan pria yang berusaha diperjuangkannya, malah menimbulkan luka dan kecewa berkepanjangan. Suaminya bahkan menganggapnya istri yang memalukan dan tak pantas dihargai.
Haruskah Benazir bertahan atau pergi.
Kisah ini akan sedikit menguras air mata.
Berminat ?
ikuti kisahnya yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummiqu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24 ( Pernikahan Darma )
Kayla dan Darma masih saling menatap. Mulut Kayla ternganga mendengar pertanyaan Darma dan itu membuat Darma tertawa kecil.
Menyadari Darma tengah menertawainya, Kayla pun merapatkan mulutnya sambil tersipu malu.
" Jangan kaya gitu Mas. Bikin Saya geer aja...," kata Kayla sambil berusaha menarik tangannya dari genggaman Darma.
" Aku serius Kayla. Mau ga Kamu jadi Istriku dan Ibu dari Anak-anakku...?" tanya Darma lagi.
" Tapi Kita ga pernah dekat sampe Kamu bisa melamar Saya kaya gini Mas...," kata Kayla ragu.
" Aku tau. Tapi Aku yakin ingin Kamu jadi Istriku...," kata Darma sambil menatap lekat kearah Kayla.
Kayla balik menatap Darma dan melihat kesungguhan di matanya. Apalagi Kayla juga mendengar sebutan Saya yang biasa diucapkan Darma pun telah berubah menjadi Aku. Dan itu artinya Darma memang ingin lebih dekat dengannya dan serius dengan ucapannya.
" Kayla...," panggil Darma dengan lembut untuk menyadarkan Kayla.
" Mmm, itu. I, iya. Saya eh Aku, Aku mau jadi Istri Kamu...," sahut Kayla gugup.
" Alhamdulillah...," kata Darma sambil tersenyum.
Lalu Darma berdiri dan menghampiri Kayla yang duduk di hadapannya. Darma menarik Kayla ke dalam pelukannya dengan lembut dan membuat Kayla terkejut. Tapi tak lama kemudian Kayla membalas pelukan Darma dengan senyum bahagia di wajahnya.
" Makasih ya Sayang...," bisik Darma sambil menciumi kepala Kayla berkali-kali.
" Iya Mas, sama-sama...," sahut Kayla sambil menitikkan air mata haru.
Sejak saat itu Kayla dan Darma mulai menyiapkan pernikahan mereka. Suci, Awan, Gama dan Benazir pun mendukung keputusan Darma untuk menikahi Kayla. Kayla adalah orang yang menyenangkan dan mudah bergaul hingga dengan mudah diterima di keluarga besar Suci.
\=\=\=\=\=
Resepsi pernikahan Darma dan Kayla pun digelar dengan mewah. Hal itu menyesuaikan dengan pekerjaan Darma dan Kayla. Sebagai seorang pengusaha, Darma memiliki rekan bisnis yang tak mungkin diabaikan begitu saja. Sedangkan Kayla adalah anak perempuan satu-satunya dalam keluarga dan membuatnya menjadi tumpuan kesayangan keluarganya. Profesi Kayla juga menuntutnya untuk mengundang teman-teman seprofesinya hadir dalam resepsi pernikahannya itu.
Di acara resepsi itu Darma dan Kayla tidak mengenakan acara adat. Suasana pesta kebun yang dipilih oleh Kayla memungkinkan ia dan Darma berkeliling menyapa para tamu.
Kayla mengenakan gaun putih panjang yang menjuntai di lantai. Wajah cantik dan postur tubuhnya yang ideal membuatnya seperti manekin hidup yang tengah memperagakan baju pengantin. Darma yang berdiri di sampingnya nampak tersenyum bangga memperkenalkan istrinya itu pada kolega bisnisnya yang turut hadir hari itu.
Benazir menatap Darma dan Kayla dengan tatapan iri. Dulu saat ia menikah, ia memilih pesta sederhana saja karena tak ingin menjadi bahan gunjingan orang lain. Apalagi saat itu Darma dan Gama tak menyetujui pernikahannya dengan Arjuna. Melihat sang adik yang tak berkedip menatap sepasang pengantin di depannya, Gama pun menyapanya. Gama menyodorkan gelas berisi soft drink kearah Benazir.
" Jangan melamun Ben. Pesta segini besar malah bengong aja...," gurau Gama.
" Apaan sih Kak. Aku ga bengong kok...," sanggah Benazir lalu meneguk soft drink dengan cepat dan membuat Gama tersenyum.
Lalu mereka berdua menatap kearah Darma dan Kayla yang sedang berfoto bersama dengan teman-teman mereka.
" Mereka keliatan bahagia banget ya Ben...," kata Gama.
" Iya. Eh, ngomong-ngomong Kakak kapan nyusul. Kan Kak Darma udah nikah, tinggal Kak Gama lho yang belum...," kata Benazir usil.
" Insya Allah secepatnya Ben...," sahut Gama santai.
" Emangnya Kakak udah punya calon...?" tanya Benazir sambil menoleh kearah Gama.
" Udah...," sahut Gama santai.
" What, yang bener Kak. Kok Kita ga pernah dikenalin sama calonnya Kak Gama...?!" kata Benazir gusar.
" Bukan ga mau ngenalin. Aku nunggu Kak Darma married dulu baru Aku bawa dia ke rumah buat dikenalin sama keluarga Kita...," sahut Gama.
" Oh, jadi sebenarnya Kak Gama udah lama berhubungan sama dia. Tapi karena ga enak sama Kak Darma, jadi baru mau ngenalin setelah Kak Darma married, gitu...?" tanya Benazir memastikan.
" Yah gitulah kira-kira...," sahut Gama sambil nyengir kuda.
" Wah salut banget Aku sama calon Kakak iparku ini. Bisa sabar walau harus nunggu lama tanpa kepastian...," kata Benazir sambil menggelengkan kepalanya.
" Ck. Bukan ga ada kepastian Benben. Aku juga punya planing, kalo sampe akhir tahun ini Kak Darma ga married juga, terpaksa Aku ngelangkahin dia...," kata Gama gemas sambil menjitak kepala Benazir.
" Ups, sorry. Kan Aku ga tau. Terus kenapa ga diajak sekarang aja sekalian kenalan...?" tanya Benazir.
" Ga usah. Ntar aja lah gampang. Kita semua lagi fokus sama Kak Darma dan Istrinya. Jangan sampe pengantinnya malah kalah pamor sama Aku dan calonku nanti...," kata Gama sombong.
" Cih, mana ada begitu...!" sahut Benazir sewot hingga membuat Gama tertawa geli.
Dari kejauhan Suci nampak menatap Benazir sambil tersenyum. Kecemasannya hilang saat melihat wajah Benazir yang tengah tertawa bahagia bersama Gama. Semula Suci merasa tak enak hati saat Darma dan Kayla bermaksud menggelar resepsi pernikahan mewah. Suci tak ingin melukai perasaan Benazir. Ia khawatir Benazir kecewa dan menganggapnya pilih kasih. Karena saat menikah dulu, Benazir lebih memilih resepsi sederhana saja. Tapi melihat sikap santai Benazir, membuat Suci bisa bernafas lega.
" Ibu kenapa, kalo capek duduk aja Bu. Ga usah ngikutin pengantinnya ntar kecapean lho...," tegur Yanti sambil menggendong Aqila.
" Gapapa Nak. Ibu kuat kok. Udah lama kan Ibu pake kursi roda, Ibu juga mau sekalian latihan berdiri. Siapa tau nanti Ibu bisa lari lagi sambil ngejar Cucu...," sahut Suci sambil tersenyum.
" Aamiin. Iya Bu, Yanti seneng dengernya. Tapi janji jangan kecapean ya Bu...," pesan Yanti.
" Ok...," sahut Suci sambil menepuk pipi Yanti dengan gemas dan membuat Yanti tertawa.
Pesta pun berjalan lancar hingga akhir acara. Setelah selesai, semua kembali menuju ke rumah masing-masing. Sedangkan Darma dan Kayla memilih langsung pergi ke bandara setelah berganti pakaian.
" Aku sama Kayla langsung pergi ya Bu...," pamit Darma.
" Kemana...?" tanya Suci.
" Masa Ibu lupa. Kak Darma dan Kak Kayla mau honey moon Bu...," kata Benazir mengingatkan Suci.
" Ya Allah, Ibu lupa. Maaf ya Nak, maklum Ibu udah tua...," kata Suci sambil tertawa.
" Gapapa Bu. Kami maklum kok...," sahut Kayla sambil tersenyum.
" Jangan lupa bawa kabar baik setelah pulang honey moon ya Nak. Iya kan Bu...," kata Habibah mama Kayla sambil melirik kearah Suci.
" Iya Bu. Kita senang banget kalo langsung nambah Cucu...," sahut Suci sambil tersenyum.
Wajah Kayla nampak merona mendengar ucapan mama dan mertuanya itu. Sedangkan Darma nampak tersenyum santai di samping Kayla.
Lagi-lagi pemandangan ini mengingatkan Benazir pada saat pernikahannya dulu. Benazir bahkan tak memiliki kesempatan honey moon karena harus mengikuti permintaan Arjuna pindah ke rumahnya di hari ke dua pernikahan mereka. Benazir menyimpan kecewanya dalam diam. Ia sadar, jika keputusannya menikah dengan Arjuna dulu adalah sebuah kesalahan.
" Sejak awal pernikahanku dulu adalah sebuah kesalahan. Selain tak pernah mendapat restu, pria yang Kupilih juga hanya bisa memberi aib...," batin Benazir kesal.
Benazir menatap kepergian Darma dan Kayla dengan senyum di bibirnya.
bersambung