NovelToon NovelToon
Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Ayah Tiriku, Sugar Daddy-ku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Cinta Terlarang
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wandhansari

Veliora tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah ibunya menikah dengan pria paling berbahaya di dunia elite Jakarta.
Kaelric Vorn.
Pria dingin yang dikenal sebagai penguasa bisnis internasional itu memiliki segalanya, kekuasaan, uang, dan dunia gelap yang tidak tersentuh orang biasa.
Namun di balik mansion mewah, tatapan tajam, dan nama besarnya…
Kaelric menyimpan sesuatu yang jauh lebih menakutkan.
Seekor black panther betina bernama Nyx.
Dan anehnya, binatang liar itu memilih Veliora.
Awalnya Veliora hanya ingin bertahan hidup di dunia baru yang terasa asing baginya.
Namun semakin lama dia berada di sisi Kaelric…
semakin dia menyadari bahwa pria itu bukan sekadar ayah tirinya.
Kaelric terlalu protektif.
Terlalu dominan.
Dan perlahan mulai memperlakukannya seperti sesuatu yang tidak ingin dia lepaskan.
Di tengah dunia elite penuh rahasia, pengkhianatan, dan kekuasaan…
Veliora terjebak di antara rasa cinta terhadap Ayah Tirinya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wandhansari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 : Veliora Menjadi Asisten Pribadi Kaelric Vorn

Mobil Rolls-Royce Phantom warna hitam membelah jalanan di ibukota Jakarta. Di dalamnya dua sejoli sedang bercanda ria. Ayah dan anak tiri.

Semakin lama, rasa sayang Kaelric pada Veliora begitu besar. Bahkan lebih dari itu. Veliora pun nampaknya tak beda jauh dengan ayah tirinya itu.

"Duduk yang manis, Vel. Aku nyetir sendiri, nih!"

"It's okay, Dad! . I'm here next to Daddy. Don't worry, Dad!"

"Kamu siap jadi asisten saya?"

"Bisa gak ya, Dad?. Soalnya, aku belum pernah bekerja."

"Jadi, mana tahu urusan pekerjaan. Papi gak pernah melibatkan aku di  perusahaan. Aku tahunya, uang dikasih. Tiap minta, Papi selalu kasih."

Kaelric melihat ke depan. Jalanan padat sekali siang itu. Kalau tidak karena urusan Adiwinata, dia enggan keluar dari Mansionnya siang itu.

Sekaligus, dia ingin Veliora menggantikan Ravian sebagai asisten pribadinya.

Kaelric ingin Veliora belajar darinya sebelum duduk di kursi CEO milik Papinya yang kini kosong.

Seharusnya, Kaeden dulu mengajari Veliora sejak dini. Jadi, Veliora sekarang tahu soal perusahaan sepeninggal dirinya.

Kaelric menggenggam tangan Veliora sambil menyetir.

Entah, apa yang ada di benak pria itu. Mengapa dia bisa jatuh cinta pada Veliora, yang secara gadis itu adalah anak dari sahabatnya.

Mana usia mereka beda jauh lagi!.

Diciumnya tangan Veliora lalu diletakkan di pahanya. Sesekali matanya menatap tajam ke depan.

Sesampai di depan gedung Aegis Tower, mereka berdua keluar dari mobil. Mobil diambil alih oleh seorang valet yang bertugas disitu.

Semua orang menatap pasangan yang baru datang tersebut. Terutama, seorang wanita yang bernama Katarina. Dia melongo. Apalagi mendapati gadis manis, masih muda lagi usianya. Berjalan di samping Bosnya yang tampan. Hehehe...

Secara Katarina begitu tergila-gila dengan Bosnya itu. Dia punya obsesi besar pada Kaelric. Ingin mendapatkan pria itu dengan berbagai macam cara.

Tatapan Katarina berhenti pada sosok Veliora yang berjalan di sisi Kaelric Vorn.

Tangannya perlahan mengepal.

Tatapannya berubah dingin.

Nada penuh kebencian terlihat jelas diwajahnya.

"Siapa gadis itu?. Berani sekali dia mendekati si Bos?. Uuh, sebel. Mana ngelendot mulu sama si Bos."

"Awas lu ya?. Kalau tidak secepatnya menjauhi si Bos. Akan tahu akibatnya."

Gumam Katarina dari jauh. Dia bersembunyi di balik dinding lobby. Lalu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang.

Kaelric berjalan menuju lift khusus ke lantai ruangannya. Masuk ke dalam lift dia menggandeng tangan Veliora.

Gadis itu membalas dengan melingkarkan lengan ke pinggang Kaelric. Karena perjalanan lift masih panjang, gerah juga Kaelric di dalam lift. Apalagi ada Veliora didekatnya.

"Vel... "

"Ya Dad!?"

"Mmm.. Kamu ... Mmm..... "

Kaelric merapatkan tubuhnya pada Veliora. Nafas mereka bertemu. Bibir mereka berdua saling beradu. Saling bertukar saliva.

Kaelric membuka kancing blouse Veliora. Hingga menyembul keluar dua bongkahan bulat  nan ranum dari balik blouse satin yang dikenakan Veliora.

Tangan pria itu tak tahan lagi segera memainkan boba kembar milik Veliora.

"Kamu setiap hari selalu membuat aku jadi pusing, Vel."

"Emang Daddy nggak gitu?"

"Hmm.. Apa maksud kamu?"

"Daddy yang duluan.. Mmm... Mmm... Gitu.. Ah ya gitu deh!"

Kaelric tertawa mendengar ucapan Veliora.

"Kamu anak manja yang lucu. Aku suka sekali sama kamu."

"Dad....... "

Veliora menatap wajah Kaelric. Jari telunjuknya menyapu dada Kaelric dari atas ke bawah. Dada berbulu milik Kaelric yang membuat Veliora semakin candu.

Sepertinya gayung telah bersambut di antara mereka. Veliora, perlahan mulai menyukai Daddynya itu. Meski seusia almarhum Papinya, tapi masih terlihat muda. Dan tentu saja, seksooyyy... Hehehe....

Pintu lift terbuka. Lift itu langsung menuju ruang kerja Kaelric.

Dengan pakaian yang masih acak-acakan, mereka melanjutkan adegan panas di sofa.

"Dad.. Ntar kalau ada yang masuk kesini gimana?"

"Ssstt.. Gak bakalan, Veliora. Mereka gak berani masuk ruanganku sesuka hati mereka."

"Tapi, Dad....!"

Jari telunjuk Kaelric sudah terlanjur menempel di bibir Veliora yang merah ranum. Gadis itu terbungkam seribu bahasa. Di bawah kungkungan Kaelric yang liar.

Akhirnya, mereka berdua terkulai lemas tak berdaya.

Selepas itu, baru mereka membersihkan diri. Dan fokus melanjutkan aktivitas pada pekerjaan di kantor. Kaelric membawa Veliora ke pekerjaan serius kini.

"Oke, sekarang. Kita mulai serius, Vel. Kamu harus terbiasa dengan semua ini."

"Baik, Dad. Aku ikut saja, apa yang harus aku lakukan."

Kaelric menganggukkan kepalanya perlahan. Lalu disambarnya tablet. Kaelric memberikan pelajaran pertama.

Hari itu Kaelric memberi pelajaran berharga buat Veliora. Yaitu tentang pola pikir manusia. Mengapa Kaelric mengajarkan hal itu pada Veliora?. Dan bukannya langsung ke pekerjaan. Karena, Kaelric tahu, skill bisa dipelajari. Tapi cara membaca manusia, itu yang menentukan hidup atau hancurnya setiap usaha.

"Jadi, hal terpenting untuk menjadi seorang pemimpin adalah pola pikir, Veliora. Kamu harus paham itu. Bukan semua yang ada di Aegis adalah orang yang benar-benar bersih, pasti di antara mereka ada yang ingin berbuat curang. Bahkan, mungkin bisa bekerjasama dengan orang lain untuk menjatuhkan Aegis. Dan, sebagai pemimpin. Kau harus siap menghadapi semua itu, Veliora."

Veliora memperhatikan dengan baik ulasan yang diberikan Kaelric. Hari pertama di Aegis, Veliora nampak gugup. Ia melihat semua orang hormat pada Kaelric.

Belum berselang lama, pintu diketuk seseorang. Setelah orang tersebut masuk, orang tersebut tersenyum ramah bahkan terlihat membantu Kaelric.

Setelah meketakkan berkas di atas meja. Orang itu minta diri keluar dengan sikap yang sopan.

Setelah orang tersebut keluar ruangan, Kaelric berkata dengan tenang.....

“Orang paling berbahaya di ruangan ini…”

“...biasanya bukan yang paling keras.”

"Jadi.. Kita harus pandai membaca pikiran setiap orang di sini. Kamu paham kan?"

"Ya, Dad. Aku paham. Ternyata susah juga ya memegang sebuah perusahaan?"

"Aku tidak tahu, Papi juga pasti begitu. Benar bukan, Dad?"

"Tentu, seorang Kaeden adalah seorang figur pemimpin yang disegani."

Beberapa menit mereka saling berdiam diri. Kaelric masih menatap tablet di depannya. Kemudian dia bicara pada Veliora.

“Kamu merasa takut?”

Kaelric Vorn bertanya tanpa menoleh. Veliora hanya diam beberapa detik.

“Sedikit.”

Kaelric menutup tablet di depannya.

“Bagus.”

Veliora mengernyit.

“Orang yang tidak takut…”

tatapannya terangkat pelan,

“...biasanya mati lebih cepat di dunia ini.”

Kaelric lalu mendekati kursi, tempat dimana Veliora duduk. Pria itu berdiri di depan meja kerjanya. Di hadapan Veliora.

Veliora mendongakkan kepala ke arah Kaelric.

"Dad, jangan berdiri di situ ah!."

Kaelric tak menggubris ucapan Veliora. Melepaskan kacamata, lalu kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celana.

"Kenapa?. Gak boleh?"

Veliora diam saja tak menyahuti Kaelric. Dia memainkan handphone di tangannya. Untuk memecah suasana.

Suara handphone berdering...

"Ya, ada apa Markus?"

"Bos, saya akan mengirimkan video. Ada sesuatu yang mencurigakan, Bos. Tadi pihak security memeriksa CCTV."

"Ya. Segera kirim ke e-mail milikku."

"Baik Bos."

Kaelric kembali duduk di kursi. Lalu membuka kembali tablet yang telah ditutupnya. Kaelric menatap tajam layar monitor.

Tatapan Kaelric Vorn tidak lepas dari layar tablet di tangannya. Rekaman salinan CCTV itu terus berjalan perlahan.

Satu detail kecil disertai satu gerakan singkat.

Namun cukup untuk membuat sudut bibirnya terangkat tipis.

“Hmmm…”

Ia menyandarkan tubuhnya perlahan. Tatapannya berubah lebih tajam.

“Rupanya…”

gumamnya rendah,

“…ada yang ingin bermain denganku.”

Dan entah kenapa kalimat itu terdengar lebih berbahaya daripada kemarahan.

1
rasdi fajar
baik
rasdi fajar
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!