NovelToon NovelToon
Salah Kamar

Salah Kamar

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Nikahkontrak / Cintamanis
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Salwaa RJ

'Salah kamar bukan salah jodoh'

Kisah 2 insan yang memiliki kisah tersendiri. Di mana Kinan yang sangat menjunjung tinggi kriteria untuk pasangannya dan Bram yang bergelut dengan lukanya di masa lalu. Siapa sangka? Keduanya dipertemukan dalam keadaan tak terduga yang justru membuat mereka harus terpaksa menikah.

Up : Jum'at & Minggu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salwaa RJ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#24 I Love You

"Masih bete?"

Kinan berdecih. Yang dilakukannya sejak tadi hanya mengaduk makanan. Ia sudah kesal sejak awal dan Bram yang dingin membuatnya lebih kesal lagi. Bukankah wajar jika ia merasa takut semuanya tak sesuai yang diharapkan? Apalagi, pernikahan mereka hanya di atas kertas. Percuma saja jika ia jatuh cinta 'kan?

"Kenapa?"

"Gak kenapa-kenapa tuh," jawab Kinan. Ia kemudian memilih untuk menyantap makanan yang ada di hadapannya. Setidaknya, ia harus makan meski tak ada kepastian soal hubungannya dengan Bram.

Kinan mengerutkan dahi saat Bram tiba-tiba merogoh saku dan meletakkan 2 lembar tiket di atas meja.

"Kalo gak mau yaudah, saya bisa pergi sendiri."

Kinan berdecak kemudian meraih tiket itu. Matanya membulat saat mendapati tiket tersebut adalah tiket pesawat menuju negara impiannya. Memang Kinan sudah punya banyak uang. Namun, ia tak punya waktu untuk sekadar memanjakan dirinya.

"Nenek yang ngasih. Disuruh bulan madu."

Kinan kembali meletakkan tiket itu. "Kita cuma kontrak 'kan? Ini gak perlu."

"Seenggaknya bikin Nenek seneng. Di sana kita bisa gak ngapa-ngapain."

Mas, andai kamu tau, aku mulai takut kamu pergi, batin Kinan. Ia tak bisa membohongi dirinya lagi. Ia memang mulai jatuh pada pesona pria itu. Meski ia tahu, Bram belum sepenuhnya melupakan soal Rena.

...***...

Kota Paris. Siapa yang tak mau datang ke kota ini? Kinan sangat menyukainya karena memang Perancis merupakan negara yang romantis. Ia juga selalu berharap bisa berbulan madu di sana. Namun, kedatangannya kali ini tak menunjukkan bahwa ia sepenuhnya bahagia. Fakta bahwa pernikahannya hanya untuk menyelamatkannya, membuat Kinan merasa sia-sia datang ke sana.

"Gak bakal istirahat?" tanya Bram yang disambut gelengan dari Kinan. Ia sudah jauh-jauh ke sana. Mana mungkin ia langsung tidur saat tiba.

"Kalo mau jalan-jalan, sama Raka aja. Saya ngantuk."

Kinan berdecih meski tetap, ia setuju dengan saran itu. Toh, tujuannya ke sana ingin berlibur. Setidaknya untuk sementara ia bisa melupakan soal kontrak pernikahannya. Memang baru berjalan sekitar 3 bulan. Namun, ia sudah sangat takut kehilangan lelaki itu. Padahal, Bram lebih sering berkutat dengan tugas-tugasnya sebagai pemilik perusahaan.

"Puas-puasin jalan-jalannya. Jangan bikin uang Nenek kebuang gitu aja." Bram merogoh saku kemudian memberikan sebuah kartu pada Kinan. "Kamu bisa beli apa pun yang kamu mau. Tapi inget! Jangan diabisin."

"Iya ... Iya." Kinan melangkah keluar diikuti oleh Raka. Sudah banyak sekali bayangan barang apa yang akan ia beli. Ia akan benar-benar memanfaatkan liburannya di sana.

Sementara, Bram masih duduk di tepi ranjang. Ia meraih ponsel kemudian mengirimkan pesan singkat pada Raka agar sang asisten bisa mengulur waktu. Senyumnya mulai terlukis, membayangkan bagaimana reaksi Kinan soal kejutannya. Tak mudah bagi Bram untuk membuka hati kembali. Apalagi setelah ia benar-benar ditinggalkan sebelum hari pernikahan.

Sebenarnya, Bram sudah tahu soal keresahan Kinan. Sikap wanita itu tiba-tiba berubah drastis seakan ingin menghindar darinya. Padahal, sudah jelas di kontrak tertulis bahwa tidak masalah jika salah satu pihak jatuh cinta.

......***......

Kinan benar-benar menikmati waktunya. Meski lembayung senja sudah terlihat, ia tetap betah berada di kawasan menara Eiffel ditemani beberapa tas berisi belanjanya.

"Kamu kenal Rena gak? Dia gimana?" tanya Kinan secara acak. Ia hanya penasaran bagaimana gadis itu bisa meninggalkan kesan yang mendalam untuk Bram.

"Dia dulu sering ke kantor. Dia yang selalu ada buat pak Bram. Tapi gak tau kenapa dia tiba-tiba gak dateng di hari pernikahan. Pak Bram sempet trauma sama pernikahan. Apalagi waktu sama Lia juga tiba-tiba Lia hamil anaknya kakak tiri pak Bram. Tapi ibu yang bikin pak Bram mau nikah."

"Itu pun terpaksa."

Raka tersenyum. Entah mengapa ia tak merasa jika pernikahan itu dilakukan secara terpaksa. Bram selalu mengedepankan Kinan dalam segala hal. Bahkan, Bram membeli perusahaan Kinan agar wanita itu tidak perlu bekerja dan hanya duduk di rumah. Namun, bagi wanita karier seperti Kinan, berhenti bekerja hanya akan membuat dirinya stres.

"Gak perlu cerita lagi. Saya cemburu nanti." Kinan beranjak, membuat Raka segera membantu dengan membawakan tas-tas belanja itu.

"Menurut kamu, ada kemungkinan Bram lupain masa lalunya?"

"Pasti ada. pak Bram mungkin lagi berusaha." Raka membukakan pintu mobil untuk Kinan kemudian meletakkan tas-tas belanja itu di bagasi. Selanjutnya, ia mengirimkan pesan pada Bram jika mereka akan pulang.

Sementara, Kinan mulai larut dalam lamunannya. Ia membayangkan hal-hal yang belum terjadi. Termasuk bagaimana jika masa lalu Bram kembali. Ia mungkin akan mundur secara perlahan atau tetap berjuang demi haknya. Sayang sekali jika ia mundur begitu saja. Apalagi, wanita itu jelas-jelas meninggalkan Bram.

"Bu?"

Sentuhan di bahu membuat Kinan kembali sadar. Ia mengedarkan pandangan kemudian terkekeh.

"Ya ampun, maaf. Saya agak ngelamun tadi." Kinan turun dari mobil tersebut. Melangkah masuk ke hotel tempatnya menginap.

Apa gue harus ngomong ya? Tapi gengsi ah, batin Kinan sembari menekan tombol pada lift.

"Ah ya, biar saya yang bawa. Yang ini untuk kamu." Kinan mengambil alih tas belanja itu, menyisakan 2 tas belanja di tangan Raka.

"Tapi ...."

"Gapapa. Makasih udah nemenin saya jalan-jalan hari ini. Saya duluan ya." Kinan melangkah menuju kamar setelah lift itu terbuka. Ia sudah lelah dan matanya terasa sudah berat.

"Mas?" Kinan heran saat kamarnya justru gelap. Ia kemudian meletakkan tas belanja itu lalu menyalakan lampu. Dahinya segera mengerut saat mendapati lilin di beberapa sudut kamarnya, membuat hidungnya kini mulai menghirup aroma menenangkan yang diciptakan lilin-lilin itu.

Kinan terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang. "Kenapa?"

"I love you." Bisikan itu cukup membuat tubuh Kinan merinding. Jantungnya mulai berdegup kencang hingga dadanya terasa memanas. Namun, ia tak membiarkan momen manis itu menguasai dirinya. Ia tetap ingat jika hubungannya dengan Bram hanya sebatas kontrak.

"Apaan sih?" Kinan melepas pelukan itu kemudian berbalik. Matanya seakan enggan berpaling dari wajah lelaki yang kini berdiri di hadapannya. Bagaimana tidak? Tak ada lagi tatapan dingin. Hanya ada kehangatan yang kini terpancar dari lelaki itu.

"Kinan, kamu gak percaya?"

"Mas, stop."

Bram tersenyum kemudian meraih beberapa lembar kertas yang ia simpan di atas meja. "Karena ini 'kan?" Lelaki itu segera merobeknya hingga membuat Kinan membulatkan mata.

"Apa yang kamu lakuin?"

"Saya udah gak butuh itu lagi. Saya gak bakal cari orang lain lagi." Bram menarik Kinan dalam pelukannya. "Kamu tau? Otak saya gak pernah mau berhenti mikirin kamu."

"Mas ...."

"Kinan, saya bener-bener sayang sama kamu. Mau kamu senyebelin apa pun. Mau kamu sejail apa pun, gapapa." Bram menangkup pipi Kinan dan tersenyum. "Boleh 'kan? Saya milikin kamu seutuhnya?"

"Ada jaminan Mas gak akan pergi 'kan?"

Bram tersenyum kemudian mendaratkan sebuah ciuman di dahi Kinan. Terus turun hingga berakhir pada bibir gadis itu. Ia merasa mulai candu dengan rasa manis yang mungkin berasa dari lipstik milik Kinan. Ia kemudian melepas ciuman itu dan kembali tersenyum.

"Tujuan kita ke sini untuk bulan madu 'kan? Kita gak boleh sia-siain tiket gratisnya." Bram menggendong Kinan kemudian membaringkannya dengan lembut di atas ranjang. Malam itu, benar-benar akan jadi malam yang indah untuk keduanya. Malam di mana rasa ragu Kinan juga terobati dengan sebuah kepastian dari Bram.

......******......

...Adegan berikutnya disensor wkwk...

...7 Mei 2022...

1
Yus Warkop
up nya sedikit padahal lama up nya 🙏🙏lanjut thor
Yus Warkop
semoga bayinya selamat
Yus Warkop
yg nabrak siapa yah
Yuli Alfian
up nya masih lama kak
Yus Warkop
nyesek banget nih hatiku
Yuli Alfian
kok udah g pernah update ya. .
Yuli Alfian: ok kak di tunggu update annya. .
tp masih di lanjut kan kak kapan2
total 2 replies
Yus Warkop
harusnya bram terus terang aja jujur . itu akan lebih menyakitkan kinan
Yus Warkop
baiknya bram terus terang aj biar jujur deh
Yus Warkop
makin sensitif aja kinan nih
Salwaa Roudlootul: iyaaa nih🤣
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Semangat kak, btw mampir di Master Dunia Game ya, jangan lupa tinggalkan jejak♡⁠(⁠Ӧ⁠v⁠Ӧ⁠。⁠)
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
𝐘𝔲𝚒k̷α Z̷𝐮𝚔oཽ
Akhirnya sampai sini
Yus Warkop
makasih thor semoga bram cepet bisa menemukan orang yg dicurigai
Salwaa Roudlootul: mksih juga udah dukung karya inii✨
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Yus Warkop
kinan ngidam kayanya yah thor
Salwaa Roudlootul: wah spertinya iya😶
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut thor
Salwaa Roudlootul: siap laksanakan
total 1 replies
Abid Aqila
semangat thor
Salwaa Roudlootul: siap 86!👌
total 1 replies
Yus Warkop
lanjut
Salwaa Roudlootul: siap!!!
total 1 replies
Yus Warkop
asiiik nih kan walinya udah ketemu sama bram
Salwaa Roudlootul: 😂😂 awal kisahnya bnr2 dimulai
total 1 replies
Yus Warkop
ok
Ratih Shakiya
kurang greget ah😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!