NovelToon NovelToon
Higanbana

Higanbana

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Contest / Pembunuhan / Tamat
Popularitas:160.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Pipit Otosaka

SEASON 6!

*Diwajibkan melihat seluruh deskrip, sebelum baca, ehe ^^

SINOPSIS:
Dennis dan teman-temannya pergi mengunjungi kampung halaman Mizuki sekaligus ingin berlibur di sana. Tak jauh dari rumah Mizuki, mereka menemukan rumah kecil di dalam hutan yang sudah tidak ditempati dan terdapat banyak bunga Lycoris Radiata, atau yang sering disebut oleh orang Jepang sebagai bunga Higanbana.

Bunga itu terlihat indah. Tapi yang membuat heran adalah kenapa bunga itu bisa mekar sebelum waktunya?

Tak hanya itu, salah satu dari mereka tiba-tiba jatuh sakit dan mulai saat itu, kematian aneh yang diakibatkan oleh bunga tersebut kembali bermunculan dan meneror satu desa. Bunga tersebut memang memiliki makna kematian, tapi tidak sebenarnya bisa menyebabkan kematian ketika menyentuhnya. Sebenarnya apa yang terjadi pada bunga tersebut?
=============================

GENRE LENGKAP: Horor, misteri, supranatural, teen, romance, gore, action

COVER: ORIGINAL BUATAN AUTHOR!

JADWAL UPDATE: SETIAP HARI!! (Kalau up-nya bolong", positif thinking aja authornya sibuk ya :v)

[ PERINGATAN! Novel ini mengandung unsur kekerasan, pertumpahan darah, pembunuhan yang berlebih (gore). Yang tidak nyaman dengan hal itu, disarankan untuk membaca novel lain. ]

IG: @pipit_otosaka8

Terima kasih telah mampir ^^

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pipit Otosaka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 24– Anak Lelaki Misterius

Ethan mematikan teleponnya karena ia harus kembali bekerja dan ia juga menitip salam untuk Zainal dan semuanya. Semoga mereka baik-baik saja di Jepang.

Setelah selesai dengan Ethan, si kembar dan Dennis merasa lega karena Ethan tidak tahu mengenai keadaan Zainal yang sebenarnya. Tapi saat mereka bertiga kembali ingin masuk ke dalam rumah itu, tiba-tiba muncul Rei lewat pintu depan.

"Eh, Dennis sudah menemukan mereka? Kalian berdua habis dari mana?" tanya Rei setelah matanya melirik ke si kembar yang ada di belakang Rei. "Ini di tengah hutan. Kalau kalian tersesat kan bisa bahaya."

Mereka berdua tidak punya alasan lain untuk berbohong. Jadi terpaksa harus menjawabnya jujur, tapi dengan berbisik agar Zainal tidak mendengarnya. Setelah Rei tau yang sebenarnya, ia pun mengerti. Jadi biarkan saja.

"Kak Rei kenapa keluar?" tanya Dennis yang masih berdiri di depan pintu.

"Oh, kita mau kembali ke rumahnya Mizuki." Rei sedikit menyingkir dari pintu untuk memberikan Dennis ruang agar ia bisa masuk. Mata Rei kembali menatap Zainal yang sedang duduk di pinggir tempat tidur sambil menundukkan kepala. "Saat sadar, ia hanya minta air, lalu diam saja seperti itu. Aku takut dia sedang tidak enak badan saat ini. Makanya ayo kita pulang dan memberinya tempat yang enak untuk istirahat."

"Ah, oke kak Rei!" Dennis mengangguk. Lalu ia pergi menghampiri Zainal dan teman-temannya yang lain. Ternyata Zainal terus diam saja. Ia diajak untuk pergi dari tempat itu malah tetap diam, dibujuk dengan hal lain pun tetap terdiam.

Selama teman-temannya sedang mengajak Zainal untuk pergi, Rei mendadak merasakan sesuatu yang baru saja lewat di hadapannya. Sesuatu itu bergerak ke samping kiri dan langsung saja Rei menoleh ke arah tersebut. Tepat setelah ia menoleh, matanya menangkap sesuatu. Yaitu sebuah ekor kucing dari balik pagar.

Rei menuruni tangga, lalu mengecek ke sana untuk memeriksa kucing tersebut. Tapi saat dilihat, tidak ada makhluk hidup di sana selain bunga-bunga merah yang bernama Higanbana.

Rei yakin matanya tidak salah lihat. Tapi untuk kali ini, ia menganggap kalau kucing itu sudah kabur memasuki semak belakang rumah. Tapi tak lama, Rei kembali merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.

Langsung saja Rei mengambil sebuah batu di bawah kakinya, lalu melempar batu tersebut ke arah pohon yang terletak di tengah halaman rumah. Batu itu mengenai pohonnya dan seketika terdengar suara, "Aw!" dari sana.

"Keluar kau!" tegas Rei terhadap pohon tersebut. Tidak, lebih tepatnya terhadap seseorang yang bersembunyi dibalik pohon itu.

"O–o–oke! Oke! aku keluar. Jangan lempar batu lagi. Bikin aku kaget aja."

"Eh, anak SMA?" Rei terkejut melihat seorang anak laki-laki yang berjalan pelan menghampirinya. Penampilannya seperti anak sekolahan biasa di Jepang. Ia membawa tas yang sepertinya penuh dengan barang karena tasnya terlihat besar. Lalu yang lebih mengejutkan, baru saja dia berbahasa Indonesia?

"Ehehehe ... cara melemparmu itu keren banget, kakak!" Anak itu mengacungkan kedua jempolnya. Lalu setelah ia dekat dengan Rei, tangannya berusaha meraih atas kepala Rei karena ingin membandingkan panjang tubuhnya dengan Rei.

Merasa tidak nyaman, Rei pun menjauh dari anak itu dengan mundur dua langkah ke belakang. Tapi anak itu terus mendekati Rei dan tertarik dengan penampilannya.

Rei berdecih, lalu dengan sengaja mendorong anak itu agar sedikit menjauh darinya. "Tu–tunggu. Tolong jangan dekat-dekat! Kamu ini siapa dan kenapa bisa ada di tengah hutan ini? Sendirian pula!" omel Rei padanya.

Awalnya, anak itu hanya memandang Rei dengan wajah polosnya sambil memainkan bibirnya dengan telunjuk. Tak lama, ia tersenyum manis menatap Rei dan menjawab, "Aku lagi main, eh malah tersesat di hutan, ehehe ...."

Tak lupa setelah tertawa, malah menggaruk-garuk kepalanya dan bersikap seperti anak kecil. Rei menduga dia anak SMA karena tinggi badannya yang mendukung. Tapi ternyata, anak lelaki itu memberitahu kalau dirinya masih SMP kelas 3.

"Bentar lagi aku masuk SMA loh! Doain, ya kakak!" Anak lelaki itu kembali tersenyum. Lalu dia berputar balik dan memilih arah jalan yang akan ditujunya sekarang. Tapi sebelum ia kembali berjalan mencari jalan keluar dari hutan itu, Rei sempat menghentikan langkahnya.

"Akan bahaya jika kau sendirian di hutan ini." Ujar Rei dengan tatapan serius ke anak itu. Lagi-lagi anak tersebut hanya tersenyum senang dan dengan girangnya dia melompat-lompat karena mendapatkan teman baru.

"Yeay, aku diantar pulang~ ♪ Dihantar pulang~♪" Anak itu terlihat senang sampai nada bicaranya dibuat irama.

Rei meminta anak itu untuk diam sebentar saja karena suaranya membuat kepalanya pusing. Tak lama setelah itu, teman-temannya yang lain pun akhirnya keluar dari dalam rumah tua itu dan mereka semua terkejut melihat anak baru yang ada di dekat Rei.

"Oy, Rei. Kau habis mulung anak dari mana, nih?" tanya Akihiro setelah ia berdiri di samping Rei.

"Sembarangan aja kalau ngomong." Rei bergumam, lalu menjelaskan pada semuanya kalau anak lelaki itu mendadak muncul menghampirinya. Alasannya berada di hutan karena mencari bolanya yang hilang dan akhirnya malah tersesat.

Semuanya mengangguk paham dan mereka akan membawa anak itu kembali ke rumahnya sekalian mereka semua juga ingin kembali ke desa.

Natsuki yang baru selesai menutup pintu rumah itu kembali, ia tersentak saat melihat anak lelaki yang ditemukan Rei. Tak lama, ia menuruni tangga lalu berlari kecil menghampirinya. "Xio, kok kamu ada di sini?"

"Kakak Natsuki! Kyaaa!" Anak yang dipanggil dengan nama Xio itu pun berlari kegirangan menghampiri Natsuki, lalu memeluknya. Semua orang terheran karena mereka terlihat akrab. Bahkan Mizuki sendiri tidak tahu kalau kakaknya berteman dengan anak kecil.

"Kalian sudah saling kenal?" tanya Mizuki pada kakaknya.

"Ya ... ini Xio. Dia cuma temen biasa yang suka ngajak main aku kalau tiap siang di hari Minggu." Jawab Natsuki yang masih mengelus kepala anak lelaki tersebut. Lalu ia menggandeng anak itu dan mengajak semuanya untuk segera pergi dari tempat tersebut.

Semuanya mengikuti Natsuki dan Xio dari belakang. Tapi saat ingin memasuki jalan sepetak, Natsuki meminta semuanya untuk duluan karena ia ingin memastikan semua orang tidak ada yang tertinggal.

Semuanya menurut saja dan yang jalan di depan adalah Rei yang sedang menggendong Zainal di belakangnya. Bersama dengan Brian juga yang selalu menceritakan keluhan liburan hari ini pada Rei.

Di belakang, Dennis dan Cahya sedang berbincang untuk membuat permainan yang menyenangkan selain mengobrol saat di rumah Mizuki. Dennis ingin agar Brian juga ikut senang dengan liburan ini.

Di belakangnya ada si kembar yang selalu sibuk dengan ponsel mereka. Adel dan Sachiko yang selalu bercanda dan sesekali memetik bunga untuk dicabuti mahkotanya dan membuat ramalan.

Namun di barisan yang paling belakang, yaitu Yuni, ia berhenti sejenak, lalu menoleh ke belakang. Natsuki tidak mengikuti rombongannya dari belakang. Walau agak jauh dan samar-samar karena tertutup semak, Yuni masih bisa melihat Natsuki dan Xio sedang membicarakan sesuatu dan ia juga melihat mereka berdua menutupi jalan itu dengan ranting dan batang pohon yang sebelumnya menutupi jalan tersebut sebelum Yuni menemukan rumah tua di dalamnya.

Yuni merasa aneh dengan kedua orang itu. Ia diam, tapi selalu memerhatikan gerak gerik keduanya dan mulai menganggap kalau ada hubungan penting diantara Natsuki dan Xio. Tapi entah apa itu, Yuni ingin memerhatikan mereka lagi di lain waktu dan mencaritahu kebenarannya. Takutnya ada yang aneh-aneh dan untuk jaga-jaga, ia akan membicarakannya pada Rei nanti.

...****************...

Saat sampai di rumah Mizuki, Zainal yang masih merasa tubuhnya lemas dan tidak berenergi memutuskan untuk berehat di atas en-gawa saja sekalian menikmati angin alam. Walau agak panas di depan sana, tapi ia merasa nyaman.

Semuanya juga duduk di belakang halaman rumah Mizuki dan beristirahat di sana karena habis jalan jauh dan kaki mereka terasa berat. Apalagi dengan Akihiro yang entah kapan setelah ia merebahkan tubuhnya di atas En-gawa, ia langsung tertidur.

"Hah ... maaf telah merepotkan kalian semua dan menggagalkan perjalanan kita karena diriku." Ucap Zainal. Setelah itu ia bangun terduduk dan menatap semua teman-temannya.

"Ah, tidak apa-apa, Zain." Dennis menggeleng pelan sambil mengibaskan kedua tangannya. Lalu ia ikut duduk di samping Zainal dan meletakan punggung tangannya di dahi Zain. "Tubuhmu tidak panas dan kau tidak demam. Tapi kenapa wajahmu pucat? Apa masih merasa pusing?"

Zainal menggeleng pelan, lalu meraih tasnya dan mengambil sesuatu. "Hanya sedikit. Sepertinya anemiaku kambuh. Aku belum minum obat tadi karena air yang kubawa telah habis, hehe ...."

"Oh, lebih baik kau minum obatnya sekarang. Sebentar! Aku akan mengambilkan minumnya." Mizuki langsung beranjak dari tempatnya. Ia masuk ke dalam rumah untuk mengambilkan Zainal segelas air.

Selagi menunggu Mizuki, Rei akan memulai pertanyaannya pada Zainal sekarang. Karena saat di rumah tua tadi, ia tidak tega bertanya karena keadaan Zainal yang baru sadar. Tapi sekarang sepertinya adalah waktu yang tepat.

"Zain, apa kau bisa menjawab pertanyaanku sekarang?"

"Ya, apa?" Zainal langsung menyahut.

"Apa kalau anemiamu kambuh dan telat minum obat, apa kau selalu merasa lemas dan tiba-tiba sering pingsan?" tanya Rei.

Zainal menggeleng pelan. Lalu dengan wajah polos biasanya, ia menjawab, "Anemiaku memang membuat tubuhku melemah. Tapi biasanya tidak sampai pingsan. Cuma ya ... hari ini karena aku terus berjalan dan terlalu kelelahan, makanya tubuhku langsung drop seperti tadi."

"Hmm ... apa kau melakukan sesuatu sebelum mendadak jatuh pingsan?" tanya Rei sekali lagi. Kali ini adalah pertanyaan yang penting untuknya.

Sekali lagi Zainal menggeleng dan menjawab dengan singkat. "Aku tidak ingat apapun."

Xio melompat kegirangan lagi saat ia menang dalam permainan gundu dengan Adel dan Sachiko di halaman Mizuki. Tapi setelah mendengar jawaban terakhir dari Zainal itu, ekspresinya langsung berubah dan ia menatap serius pada Zainal.

*

*

*

To be continued–

1
Apriyan_Claymore280401
Cahya sama natsuki malah sibuk sendiri, padahal keadaan nya sedang tegang malah adu bacot🤣🤣🤣
Apriyan_Claymore280401
Dian masih sempet sempetnya melawak,sok buat rencana tau nya peta yang di bawanya aja salah.bikin ngakak🤣🤣🤣
dunia cerita
yaampun Dennis anak mu itu ingin ku bejek bejek rasanya
Mpit
Luar biasa
Karci Deka
ya bagus
Anak Emak
udah update nih
Dark Black
novel baru bulan januari tanggal berapa thor?
Mpit: 15 Januari
total 1 replies
Rosi
novel nya ada di apk apa kak author, penasaran mo baca yang collab antara Dennis dan Derrel soalnya karakter favorku
Mpit: tetep di sini,, ga pindah ke mana",, cuma nanti January mulai liris
total 1 replies
Rita Rahimah Bintang
novel si anonim ap judul ny. biar baca
Mpit: cek aja ke profilnya yang [ Anonim ]
total 1 replies
Aulia Lia
novel baru yeey(≡^∇^≡)
Alinnn
cakep cakep banget yak😌
Hyuka
terus chara berambut putih siapa? rada lupa
Mpit: ooh Alex itu,, ga masuk dia :v
total 3 replies
Hyuka
Dennisnya kagak reinkarnasi
Hyuka: :| Si Alam
total 2 replies
.SAID.
End juga akhirnya, gak yangka kak dennis bakalan pergi 😭😭😭.

di tunggu novel selanjutnya nya kak pipit, tetap semangat 💪💪💪
bian: Tetap mengharapkan denis ber rengkarnasi dari awal😭😭
total 2 replies
nata
Uda end?
Mpit: iya...
total 1 replies
♛ɢɪɴᴢᴢ☠♛
anak kls 5 SD pacaran 🤦🏻‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣
♛ɢɪɴᴢᴢ☠♛: dasar bocil 😭🤣
total 2 replies
Mr.XXX
Update lagi thor penaran selanjutnya.Tetap semagat ya bikin karya karyanya!
Mr.XXX: iya sama sama thor
total 2 replies
Lely
wah like pertama ternyata😁
Mpit: nice ~
total 1 replies
.SAID.
Bawang bertaburan, auah 😭😭😭. akhirnya tamat juga novel, saya harap cerita selanjutnya Brian jadi tokoh utamanya .


Kak Dennis kau ialah pelawan yang sebenarnya. kau bisa menyimpan rasa sakit di relung hatimu, kau kuat untuk menerima takdir. kau ialah pahlawan sebenarnya 😭😭😭😭


Hiks... hiks... hiks... 😭😭😭😭


biasa akhir cerita menyenangkan, kali ini berbeda 😭😭😭
Angel Poerba
sedih😭😭😭Dennis udh pergi untuk selamanya
Angel Poerba: masih lanjut kk ?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!