ini novel ketiga ku..
novel ini lebih menguras emosi, berisi tentang perjodohan dan berakhir dengan perselingkuhan..
merasa sama-sama nyaman dan saling membutuhkan sehingga menimbulkan keterikatan..
Nayla yang terus disiksa fisik maupun batin oleh suaminya akhirnya menemukan tambatan hati, hanya saja lelaki tersebut telah memiliki istri..
sedangkan Edward yang merasakan kehampaan rumah tangganya serta perselingkuhan istri nya berkelana mencari cinta sejati, tetapi terhalang restu orang tua??
bagaimana kisah cinta mereka...
baca terus novel-novelku yang lain, tolong like dan vote terus ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bersama Nayla
sesampainya diapartement Edward segera masuk untuk menemui Nayla
" Nay...." pekik Edward
Nayla keluar dari kamar dengan menggunakan kaos hitam lalu menghampiri Edward
" kenapa mesti berteriak Ed?"
" aku tak melihat mu, aku kira kau pergi" ucap Edward
" aku dikamar baru selesai mandi dan berdandan" jelas Nayla
" kenapa mesti berdandan Nay, kan kamu hanya dirumah saja"
" biar pun hanya dirumah aku harus rapi Ed,karna aku tidak tau siapa saja tamu yang akan datang, tidak mungkin aku berpenampilan kusam"
" memang nya kamu mengharapkan siapa yang datang" tanya Edward menyelidiki
Nayla mendudukkan bokong nya di meja makan sambil memegang jari nya terlihat salah tingkah
" aku..tida-k menunggu siapa pun, hanya ingin terlihat rapi saja" Elak Nayla
jantung Nayla berdegub kencang mendapat tatapan dari Edward
" kenapa jantung ini berdetak dengan cepat" batin Nayla
" kamu ingin makan Ed?" tawar Nayla menghilangkan kecanggungan nya
" iya...aku merindukan masakan mu, beberapa hari ini aku tidak makan dengan benar karna semua masakan yang aku makan terasa hambar"
" jangan bercanda, aku bukan koki yang hebat"
" kau memang bukan koki yang hebat tapi kau mampu membuat nafsu makan ku bertambah Nay"
" masakan ku biasa saja Ed, pasti kau sering menemukan makanan seperti ini di rumah" ujar Nayla sambil menyiapkan makanan Edward
" aku hanya menemukannya bila kerumah ibu ku, masakan nya hampir sama dengan mu,bila kalian bertemu pasti akan cocok dalam hal memasak" ucap Edward tersenyum membayangkan bila ibunya bisa memasak bersama Nayla
" jangan terlalu memujiku,ayo cepat makan" ujar Nayla
Setelah menghabiskan makanan nya Edward dan Nayla menghabiskan waktu bermain bersama Kayla di balkon kamar...
" Ed,,mulai besok aku akan bekerja kembali" ucap Nayla tiba-tiba
Edward yang sedang menyusun boneka bersama Kayla menghentikan sejenak permainan mereka dan menduduki Kayla di sisi pahanya
" Apa kamu sudah yakin untuk bekerja, pasti Dhika akan menemui mu"
" kerja atau tidak nya aku pasti aku akan bertemu dengan Dhika, aku sudah memasuk kan gugatan perceraian,minggu ini sidang pertama kami akan digelar,pasti Dhika akan datang, aku juga akan menjelaskan semua nya pada Dhika kalau aku memang tak kan sanggup lagi untuk bersamanya"
" bagaimana kalau dia memohon memintamu kembali"
" hati ku sudah tak bisa lagi bersamanya Ed, aku sudah merasa nyaman dengan seseorang"
" hmm.....apa itu aku" tanya Edward
" bisa dibilang begitu" ucap Nayla
"terimakasih Nay" Edward membuka lebar kedua tangannya memeluk erat Nayla dan mencium pucuk kepala Nayla
" apa boleh mulai besok aku bekerja?" tanya Nayla lagi
" iya...tapi aku yang akan menjemputmu"
" jangan....aku tak ingin orang kantor tau, apalagi sekretaris seksi mu" ucap Nayla cemberut
" kenapa?"
" aku belum siap jadi bahan omongan mereka, biarkan saja aku pergi dengan menggunakan taksi, tunggu sampai kita sama-sama resmi bercerai baru kita bisa berangkat bersama," ujar Nayla
" baik lah,,, terserah padamu, selagi aku tidak bersama mu,jaga diri baik-baik, aku akan bilang pada Alan agar tak memberi mu pekerjaan berat"
" jangan begitu, nanti teman ruangan ku curiga,biarkan aku mengerjakan pekerjaan seperti biasanya"
" iya...iya....kamu boleh bekerja dengan satu syarat"
" apa?" tanya Nayla
" setiap jam makan siang, harus keruangan ku, sebelum kekantor masakan bekal sarapan untuk ku,aku hanya ingin makan masakan mu" ucap Edward sambil memegang tangan Nayla
"baiklah tuan aku menyetujui syarat mu" jawab Nayla sambil tersenyum
Hari ini Edward benar-benar menghabiskan harinya bersama Nayla dan Kayla,waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam tapi Edward belum juga beranjak untuk pulang, Kayla sudah tertidur di pangkuan nya
" Ed...apa kamu tidak pulang?" tanya Nayla
" aku ingin terus disini Nay"
" tidak baik Ed,aku belum resmi bercerai" Nayla mengingatkan
" jadi,jika kamu resmi bercerai apa aku boleh menginap disini" tanya Edward
" no...no....selesaikan dulu urusanmu" ucap Nayla tegas
" Nay....tolong lah jangan persulit hubungan kita,aku mencintaimu" ucap Edward memohon
" sekarang kamu pulang dulu,besok kita bertemu dikantor"
" baiklah...jangan lupa bawakan aku bekal besok, aku pulang dulu" ucap Edward
" iya...kamu mau dibawakan apa?"
" terserah padamu,semua masakan yang kamu masak akan aku makan, aku pulang dulu" ucap Edward mengecup kening Nayla
" hati-hati" ujar Nayla
Edward mengangguk dan pergi meninggalkan Apartemen tersebut.