NovelToon NovelToon
Gabby, My Fierce Girl

Gabby, My Fierce Girl

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Patahhati / Cintapertama / CEO / Hamil di luar nikah / Romansa / Tamat
Popularitas:21.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: NuKha

[Area termehek-mehek, siapkan tisu untuk menyeka air mata]

George selalu memperlakukan Gabby dengan kasar, dingin, dan mereka berdua selalu berseteru. Hingga membuat Gabby sangat membenci George.

Suatu ketika, Geroge mengetahui siapa Gabby sesungguhnya. Orang yang ia cari selama ini. Ia hendak menepati janjinya untuk menikah dengan Gabby setelah mengetahui identitas wanita itu. Namun sayang, hati Gabby sudah terlanjur beku. Ia sudah membenci George.

Disaat George sedang mencoba mendekati Gabby, seorang pria bernama Marvel hadir dengan membawa pembuktian cinta untuk Gabby.

Hingga suatu hari, George dan Gabby terjebak dalam satu ruangan dan terjadilah malam yang membuat Gabby kehilangan kehormatannya.

“Aku akan bertanggung jawab dengan perbuatanku, aku akan menikahimu.” George.

“Jika kau ingin menikah denganku hanya karena ingin bertanggung jawab atas kejadian ini atau ingin memenuhi janjimu dulu. Maka lupakan, aku tak membutuhkannya.” Gabby.

“Aku tetap mencintaimu, walaupun bedebah itu sudah mengambil sesuatu yang berharga darimu.” Marvel.

Siapakah yang akan dipilih oleh Gabby? George yang sudah merenggut kehormatannya atau Marvel yang menunjukkan betapa besar cintanya pada Gabby?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 24

“Ini, tuan.” Resepsionis mengembalikan blackcard dan dokumen sebagai penjamin kepada George.

George langsung mengambilnya tanpa mengucap terima kasih. “Nih!” Ia memberikan paspor dan kartu identitas milik Gabby kepada pemiliknya.

Gabby menerimanya dengan kasar. “Kamar baruku?” Ia meminta kunci.

George langsung membuka ponselnya menunjukkan bukti transaksi pemesanannya kepada resepsionis.

“Nih! Satu milikmu, satu milik Sophie.” George menyodorkan dua kunci kartu. “Selesai, kan?” Ia langsung berlalu pergi meninggalkan Gabby.

“Cih! Sombong sekali dia,” cibir Gabby. Ia pun ikut melenggang menuju kamar barunya.

“Sophie,” sapa Gabby ketika ia melihat psikiater itu baru saja memasuki lobby.

Sophie memberhentikan langkah kakinya. “Ya? Ada apa?”

“Ini.” Gabby memberikan kartu tadi. “Itu kamar barumu, kau langsung kembalikan kunci kamar sebelumnya ke resepsionis.”

“Baik, terima kasih. Kau sungguh baik sekali repot-repot mengurus keperluan kamarku, padahal bukan kau yang memintaku datang kesini.” Sophie menerima kuncinya.

Gabby hanya menanggapi dengan anggukan kepala saja. Apa? Baik? Bercanda! Kebanyakan orang mengatainya arogan, kasar, dan tak memiliki hati.

“Aku pergi dulu,” pamit Gabby. Melenggangkan kakinya menuju kamar baru.

Gabby segera membersihkan dirinya yang sudah lengket. Berganti pakaian dengan style yang tak pernah berubah.

Suara pintu diketuk terdengar ketika Gabby hendak berbaring. “Mengganggu saja!” decaknya.

Namun ia tetap membukakan pintu. “Ada apa lagi?” ketusnya ketika melihat George ada di hadapannya.

“Kami mau pergi jalan-jalan, kau mau ikut atau tinggal disini?” tanya George begitu dingin terdengar seperti ucapan basa basi.

“Ikutlah, yakali udah jauh-jauh ke Bali cuma di kamar terus!” sembur Gabby.

“Bersiap sekarang juga, Davis dan Diora sudah menunggu.”

“Hm.” Gabby masuk kembali mengambil tasnya tanpa merubah pakaiannya.

Pintu kembali ditutup setelah wanita itu keluar. “Ayo.”

George mengamati dari atas hingga bawah. “Kau ingin jalan-jalan menggunakan pakaianmu itu?”

“Ya! Memangnya kenapa? Ada masalah?”

George tersenyum meremehkan. “Tak modis sekali.”

“Untuk apa berdandan modis? Aku bukan model.” Gabby memilih berlalu mendahului George sebelum mendapatkan penghinaan yang lebih parah lagi.

Gabby berlari ketika melihat dari kejauhan sahabatnya sudah siap untuk pergi.

“Tunggu ... kalian mau meninggalkanku?” gerutu Gabby dengan nafas yang enggos-enggosan. Diikuti dengan George yang berjalan biasa saja di belakangnya.

Diora nampak kaget dengan kedatangan Gabby karena sejak siuman, ia tak tahu jika sahabatnya itu menyusul. “Kau, kenapa bisa disini?”

“Aku diculik olehnya.” Menunjuk George yang diam saja dengan sorot matanya.

“Kau, satu-satunya pria yang berani dengannya.” Diora terkekeh membayangkan aksi penculikan yang dilakukan oleh George.

George yang dipuji nampak acuh tak perduli. Ia langsung naik ke motor vespa kuning yang ia kendarai kemarin.

“Apa kalian tak menyewakanku motor juga?” Gabby nampak mencari-cari satu motor lagi untuk dia pakai.

“Kau, tanya saja dengan George,” jawab Davis acuh.

Davis tak memperdulikan Gabby yang menggerutu. Ia langsung melajukan motornya.

“Motorku mana?” tanya Gabby setelah ia berjalan mendekati George yang sudah siap dengan helm di kepala.

“Tak ada.”

“What? Terus? Aku naik apa? Jalan kaki? Naik onta? Naik gajah?”

George menunjuk motor yang ia tumpangi. Memberikan pertanda bahwa ini kendaraan yang akan dinaiki oleh Gabby.

Gabby paham. “Oke, kau turun, aku akan mengendari sendiri,” usirnya mendorong tubuh George agar menyingkir.

“Enak saja, kau di belakang.”

“Maksudmu? Kita berboncengan?” Gabby memastikan.

George hanya menaikkan kedua alisnya sebagai jawaban.

“Cepat! Jika tak mau ya sudah, kau membuang waktuku.”

Mau tak mau, suka tak suka, Gabby pun naik membonceng George.

1
imoe nawar
👍
Ririn Setiyawati
thor kalo cerita yg punya anak kembar dan miskin trus ketemu lagi sama ayah kandungnya judulnya apa ya lua
juhaina R💫💫
andai tak kau ikat pasti akan sebanding😂
juhaina R💫💫
lahhh seperti nya takdir berkata lain, sabar y Gebby 🤣
juhaina R💫💫
kangan jdi baca ulang 😂 tapi didetik terakhir sesak bgt
Wahyunni Winarto
sakitt bnggtt😭😭😭😭
Wahyunni Winarto
kasihan gabyy
mending mati aja klo kyk gtu
huhuhu😭😭😭
Wahyunni Winarto
😭😭😭😭
Wahyunni Winarto
hati orng kok pd buat mainan
sakit bngt jd gabby
Wahyunni Winarto
sedihhh jd gabbyy
Wahyunni Winarto
dia dah mati rasa yg ada sesakit apapun dah g dirasa
SLina
skt bgt jd gabby
SLina
skip deh, g kuat sama bpknya, sgt egois. ganti judul aja
SLina
thor, kok anda kejam sekali sama gabby
SLina
pengen ku kasih racun ke lord
Shifa Burhan
coba kalian (author dan reader2) bayangkan kalian diposisi George jangan hanya melihat dari posisi pemeran utama wanita saja

*aku kalau diposisi George mana mau menunggu gabi, ditolak, melihat gabi bermesraan dengan pria lain, melihat gabi bercumbu dengan pria lain, dan hanya dibuat kayak boneka yang pasrah dan megiti gabi selesai dia harus ada

thor aku tanya pribadi padamu, apakah kau diposisi George dan dilakukan kayak gitu kau mau menerima begitu saja

thor jadi novelis netral, lihat lah semua disitu pandang jangan hanya melihat sudut pandang wanita saja
*sudut pandang gabi enak menolak Georg menikah dan bercumbu dengan pria lain didepan Georg setelah dia selesai dengan pria itu, Georgia harus ada untuknya, enak benar hidupnya
*yang kasian geoge, ditolak, harus pasah melihat gabi bermesraan dan bercumbu dengan pria lain, setelah gabi selesai dengan pria itu, George harus menerima begitu saja

thor pakai hati berkarya, kalau kau adil buat gabi berjuang juga untuk George, karena faktanya gabi telah melukai hati George, jangan semudah itu, kalian buat George kayak boneka yang tidak punya hati yang bisa terluka juga

pakai hati thor
mars
sedih bgt pas scene marvel' paadahal aku berharap marvel mati tpi pura2 dan kabur gitu
mars
adik george ya
mars
bosen kesel sendiri batu bgt sih
Riki Amteme
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!