"Aku membencimu Anggara, aku sangat membencimu! Tapi aku juga sangat mencintaimu." Teriak Nona Vahirra dalam tangisnya.
Dia begitu hancur, ketika tahu Anggara ternyata tidak hanya menabrak Ayahnya, tapi juga menggunakan implantasi jantung Ayahnya untuk bertahan hidup.
Setelah itu pergi meninggalkan dirinya begitu saja, setelah berjanji akan menikah dengannya dan membuat hidupnya akan lebih baik.
>>>Penasaran apa yang akan terjadi di antara Nona dan Anggara? Simak terus kisahnya hanya di "Balas Dendam, Tak Berbalas"<<<
Only Mangatoon & Noveltoon.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 24 > Next
Tok!Tok!
Suara ketukan pintu itu menyadarkan Anggara dari lamunannya.
"Masuk." Imbuhnya, seraya membenarkan posisi duduknya.
"Pak, 5 menit lagi Anda ada janji dengan klien." Sekertarisnya, mengingatkan Anggara dengan pertemuan penting itu.
Anggara melirik ke arah jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Baik." Imbuhnya kemudian. Sedangkan sekertarisnya, kembali meninggalkan ruangan itu.
"Waktunya kau fokus dengan perkerjaanmu Anggara. Tidak perlu terus memikirkan gadis itu!"
*
Anggara bangkit dari balik meja kerjanya, dia harus kembali melanjutkan harinya yang terasa begitu membosankan.
Ia pun melaju ke tempat yang sudah disepakati antara sekertarisnya dan juga sekertaris kliennya itu.
Sepertinya ia datang terlalu cepat. Meja yang sudah dipesan itu masih kosong. Anggara melangkah kesana diiringin pelayan yang sudah menyambut kedatangannya.
Anggara memilih menunggu sambil kembali memeriksa kontrak yang akan di ajukannya pada kliennya itu. Selang beberapa saat.
"Anggara..!" Suara seorang gadis, yang tidak menyangka bisa bertemu dengan Anggara disana. Anggara mendongakkan wajahnya, tatapannya terarahkan kepada seorang gadis yang kini sudah duduk tepat dihapannya.
"Kau..!" Imbuhnya sambil menunjuk ke arah gadis itu.
"Jadi kalian sudah saling kenal?" Imbuh laki-laki paruh baya itu dan ikut duduk bersama Anggara di meja itu. Laki-laki paruh baya itu adalah Ayah dari gadis itu dan klien yang akan bekerja sama dengan Anggara.
"Iya Pa, ini Anggara yang aku ceritain itu loh." Tutur gadis itu dengan semangat.
Sedangkan Ayahnya hanya tersenyum melihat tingkah Anaknya yang sedikit berlebihan itu.
Berbeda hal nya dengan Anggara, dia hanya terdiam. Mendapati gadis yang hampir 100 kali ditolak cintanya oleh Anggara semasa SMA hingga perguruan tinggi.
Gadis yang bernama Sarah itu sudah menggilai Anggara semenjak pertama kali masuk SMA. Anggara yang saat itu menjadi kakak letingnya sungguh menarik perhatiannya, ketampanan dan kepopulerannya membuat Sarah sangat ingin mendapatkan sosok Anggara. Namun, sayangnya Anggara selalu saja menolak gadis yang berbobot hampir 100 kg itu.
Gadis itu terus mengikuti Anggara hingga keperguruan tinggi, ia tidak pernah menyerah untuk menyatakan cintanya pada laki-laki itu.
Namun, yang membuat Anggara terkejut. Gadis yang dulunya sangat gemuk itu, kini berubah drastis. Ia menjadi langsing dan cantik. Seakan itu bukan dirinya, tapi itu dia!
"Jadi kau menetap di paris sekarang?" Tanya gadis itu kemudian.
"Iya."
"Bagus, aku juga."
"Bukankah kau berniat kembali ke swiss hari ini." Imbuh Pak Zainal, Ayahnya Sarah.
"Tidak jadi." Gadis itu terkekeh, tanpa menoleh dari menatap Anggara.
"Apa bisa kita bahas kontraknya sekarang, Pak?" Anggara mengalihkan pembicaraan. Ia ingin dengan cepat terlepas dari pertemuan itu.
"Tentu!"
"Baiklah, ini kontrak dari perusahaan kami. Silahkan di periksa terlebih dahulu. Jika Anda setuju dengan perjanjian didalam kontrak itu, kita bisa langsung mengerjakan projectnya minggu depan."
Pak Zainal, menerima berkas yang disodorkan Anggara di atsa meja itu. Lalu membacanya dengan teliti.
"Apa kau punya pacar?" Tanya Sarah tiba-tiba. Dan membuat Anggara yang sedang meneguk minumannya menjadi tersedak.
"Apa itu penting?" Jawaban jutek itu, langsung mendapatkan kerlingan mata dari Pak Zainal.
"Tentu saja, aku masih menyukaimu hingga sekarang!"
"Apa kau harus membahasnya didepan Ayahmu?" Bisik Anggara sambil menggertakkan giginya.
"Kenapa memangnya, Papa tahu aku menyukaimu sejak SMA."
Mata Anggara terbelalak membulat. Gadis ini bukan main, bisa-bisanya dia berbicara santai didepan Ayahnya. Dan mengakui perasaannya dengan terang-terangan.
^TO BE CONTINUED^