Hidupku yang sebelumnya biasa saja, hati ku yang memang sudah tersakiti oleh pengkhianatan sang tunangan, kini aku bertemu dengan pria yang seteleh nya ku ketahui adalah Bos ku di kantor.
Karena seorang bayi membuat kami menjadi dekat hingga aku menjadi kekasih pura-pura nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ceritaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling berbagi cerita
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya Davin dan Sajira tiba di apartemen. Mungkin untuk malam ini Sakira akan menginap di rumah Davin.
"Sebaiknya kamu menginap disini malam ini" pinta Davin setelah membukakan pintu untuk Sakira.
"Hmm baiklah" balas Sakira.
Mereka masuki apartemen dengan Davin yang menggendong Viki. Bocah itu masih tidur dengan nyenyak.
"Apa kau belum ngantuk? " tanya Davin menghampiri Sakira yang duduk di sofa depan TV. Sakira menggeleng, saat ini ia memang belum mengantuk.
"Apa ada yang membenkan pikiran mu? " tanya Davin mengambil posisi duduk di samping Sakira, Gadis itu menggeleng kemudian merebahkan kepalanya di bahu Davin. Pria itu tak menolaknya, ia malah menempelkan kepalanya pada kepala Sakira yang berada di bahunya.
"Apa aku bisa bersama mu? " tanya Sakira lirih.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? " tanya Davin mengangkat kepalanya dan menoleh pada Sakira.
"Sebenarnya aku masih takut, takut jika aku membuka hati ku lagi seseorang akan menyakiti ku seperti sebelumnya" lirih Sakira serak.
"Siapa yang menyakiti mu? "
"Tunangan ku" balas Sakira.
Deg~
Davin terdiam, ia tak pernah berfikir sebelum nya jika Sakira memiliki pasangan. Kenapa aku tak pernah memikirkan hal itu, batin Davin.
"Maaf aku tidak tahu jika kau sudah... " sahut Davin terhenti ketika Sakira menoleh padanya.
"Dia mengkhianati ku, di saat aku benar-benar fokus padanya. Aku takut jika hal itu terjadi lagi. aku sangat takut. " lirih Sakira berkaca-kaca, hatinya mulai terasa perih.
"Syussssst, hal itu tak akan terjadi. Aku berjanji pada mu akan selalu menjaga mu. " ucap Davin mencoba menenangkan Sakira. Pria itu merengkuh tubuh Sakira, lalu membawanya kedalam pelukan nya.
"Tenanglah, aku tak akan pernah melakukan hal itu. percaya padaku" ujar Davin, Sakira mengangguk dalam dekapan Davin.
Aku tak akan menyakiti gadis sebaik kamu Ra, aku akan selalu menjaga mu. Tekad Davin di dalam hatinya.
"Aku punya cerita juga untuk mu" ujar Davin ketika merasa Sakira sudah merasa lebih tenang.
"Apa? " tanya Sakira masih dalam dekapan Davin, pelukan Davin terasa hangat dan nyaman baginya.
"Yuli, adalah wanita yang di jodohkan deny ku. Sejak kecil ia sudah berkeliaran di sekitar ku. Tapi kami tak pernah aku, bahkan ia melempar kebencian padaku. " ucap Davin bercerita panjang lebar.
"Bukankah waktu itu dia bersikap baik pada mu" sangkal Sakira, ia menilai Yuli sangat baik, perhatian, ia terlihat sangat perduli dengan Davin.
"Entah lah aku juga tidak tahu, Dia hanya terobsesi dengan ku, sekarang ia mulai menunjukkan keinginan nya untuk menikah dengan ku" lanjut Davin.
"Bahkan rela melakukan apapun" imbuhnya lagi.
"Maksudnya? "
"Kau tahu? siapa yang mengikuti kita? " tanya Davin sembari mengeluarkan ponselnya dan mencari foto yang di kirimkan oleh Edo padanya.
"Yuli??? dan... " Ucap Sakira tak percaya, mata nya juga menangkap sosok yang tak asing baginya.
"Laki laki ini mengikuti kita dari apartemen, yang sebenarnya sudah mengikuti ku dari kantor. " jelas Davin santai, Sakit masih belum percaya. Ia kembali meneliti foto itu.
"Apa laki laki itu berkerjasama dengan Yuli? " tanya Sakira.
"Ya, mereka bekerja sama, karena itu lah aku mengutus beberapa pengawal untuk menjaga mu" tutur Davin membuat Sakira semakin terkejut. Ia tak pernah melihat ada orang di sekitarnya.
"Jangan berfikir jika tak ada orang yang mengawal mu, kau tak akan mengetahui ke beradaannya" tebak Davin pada pikiran Sakira.
"Jika kau bertemu Mereka, waspadalah, atau lebih baik menghindar saja" ucap Davin.
"Baiklah" sahut Sakit mengangguk.
"Apa sangat nyaman? sehingga kau tak ingin beranjak dari ku? " cibir Davin yang semakin mengeratkan Pelukannya.
Sakira hanya diam saja, ia malu untuk mengakuinya. Ia lebih memilih untuk berpura-pura tidur saja.
"Eh, sudah tidur? " tanya Davin menundukkan kepalanya agar dapat melihat wajah Sakira yang sedang menutup mata.
Senyum Davin mengembang mengetahui Sakira hanya pura-pura tidur.
"Mumpung sudah tidur, kesempatan untuk menciumnya" ucap Davin sengaja untuk memancing Sakira.
Gadis itu deg deg dekan, jantung nya berdetak kencang, cepat cepat ia membuka matanya dan mendorong tubuh Davin.
Melihat reaksi Sakira membuat Davin tertawa keras.
"Hahahaha, rasain" ledek Davin senang berhasil mengerjai Sakira yang kini menjadi Kekasihnya, mereka memutuskan untuk memulai nya dari awal. Perlahan mereka pun saling terbiasa dengan rasa yang tumbuh semakin besar.
"Dasar Bos mesum" teriak Sakira, kemudian bangkit dari duduknya berlalu menuju kamar dan menguncinya.
"Apa apaan ini... bukaa kiraaa" rengej Davin menggedor gedor pintu nya.
"Masa aku tidur luar" gerutunya.
"Sekarang nikmatilah waktu mu bersama putraku, hingga waktunya tiba dan putraku sendiri yang akan mencampakkan mu" ujar Mina menatap foto foto Davin dan Sakira yang tertawa bahagia. Wanita paru baya ini selalu memantau kemana pun putranya pergi.
Mina menyeringai, sebuah rencana telah di persiapkan nya untuk memisahkan keduanya.
"Putra ku tak mungkin menjadi ayah anak mu" dengus Mina yang masih beranggapan jika Viki adalah putra Sakira, bukan hanya dia Yuli pun menganggap hal itu.
Hanya mereka berdua yang tahu soal ini, jika Radit ia berfikir jika Viki adalah anak Davin. Sungguh pemikiran yang berbeda namun memiliki niat yang sama.
Keesokan harinya, Yuli kembali memanggil Radit. Mereka bertemu di sebuah kafe yang berbeda lagi dengan yang kemarin. Ia tak ingin jika orang mengenalinya di tambah lagi dia seorang model. Bertemu dengan lelaki seperti Radit.
"Ada apalgi? aku tidak mau mengikuti rencana bodoh mu lagi! " tolak Radit.
"Kali tak akan kecewa, karena kita akan di bantu oleh seseorang"
"Siapa? " tanya Radit penasaran.
"Nanti aku akan mengajak mu bertemu dengannya" sahut Yuli.
"Kenapa harus nanti, aku tak tahan melihat ke mesraan mereka" Desak Radit.
"Kau harus bersabar karena rencana ini akan di persiapkan dengan mantang" ujar Yuli.
"Baiklah, kita lihat nanti, apa kepercayaan ku ini pantas untuk mu, atau hanya ke gagalan saja" cibir Radit.
"Kita lihat saja nanti" balas Yuli menyeringai.
Sakira terbangun dari tidur nya, mengucek ngucek matanya yang terlihat masih mengantuk.
"Astaga!! " pelik Sakira langsung turun dari ranjang. Ia teringat dengan Davin yang di kurangnya di luar. Awalnya ia hanya ingin mengurung nya sebentar dan tanpa di duga ia malah tertidur.
"Kasihan nya" lirih Sakira menatap Davin yang bergelung di atas sofa yang dapat menampung 2 orang jika berbaring.
Sakira mendekat kemudian menatap wajah tenang Davin. Tanpa di duga, ternyata Davin sudah bangun.
"Akk" pekik Sakira ketika tiba-tiba Davin menariknya hingga ia berbaring bersama nya.
"Apa yang bapak lakukan" tanya Sakira mencoba melepaskan diri.
"Aku ke dinginin, biarkan seperti ini sebentar" lirih Davin mengeratkan dekapannya pada Sakira.
Tak tega, ia pun membiarkan Davin memeluknya. Ia juga merasa bersalah, semua ini terjadi karena dirinya. Membiarkan Davin tidur di luar tanpa memberikan selimut.
"Sepertinya Viki sudah bangun" bisik Sakira mencari alasan agar di lepaskan.
"Aku tak mendengar nya" sahut Davin dengan suara seramnya khas orang baru bangun.
"Makanya aku ingin mengeceknya" ucap Sakira lagi.
"Boleh, but kiss me" ucap Davin memanyunkan bibirnya dengan nata tertutup.
Sakira yang melihat itu menjauhkan tubuhnya dari Davin, meskipun masih dalam dekapan Davin Sakira terus mendorong bosnya.
"Jangan aneh aneh, yah, dasar mesum" ucap Sakira sembari terus menjauhkan wajahnya dari Davin.
...🍀🍀🍀🍀TBC🍀🍀🍀...
idola:sakira,Davin,Viki,Kevin
Daftar!
untung bagus ceritanya..
kenapa Sheila nga terus terang aje
nga faham banget dgn cerita mu ini Thor