NovelToon NovelToon
Who Is He?

Who Is He?

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Contest / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:151.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: ItsMeMar

"Kau takkan bisa lepas dariku, Diana. Sampai kapanpun kau akan tetap bersamaku, selamanya."

Sesosok pria asing datang dan mengatakan hal itu padaku. Tidak hanya itu, dia juga memiliki kekuatan layaknya karakter fantasi. Aku yang hanya manusia biasa hanya bisa apa? Apa yang harus kuperbuat untuk menyingkirkan stalker ini?

.

.

.

Publish: 20 Januari 2021

>Diperkenankan komentar positive
>Yang mau saling dukung dimohon like dari bab akhir, ya. Sekian terima kasih :))

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ItsMeMar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WIH #24

Happy Reading!

"Kalian kenapa?" tanya Diana dengan polos. Namun kepolosan itu lenyap usai benaknya terlintas kejadian semalam mengenai perseteruan mereka. Seketika gadis itu menjadi was-was mendapati langkah Sky yang berjalan mendekat.

Sebagai kewaspadaan, Rico bergegas menempatkan Diana ke belakang tubuhnya tanpa melepas pandangannya pada Sky yang memberhentikan langkahnya. "Woah, ada apa ini? Kau menganggap kami apa sampai menyembunyikan Diana ke punggungmu?" Sky menyeringai usai menyelesaikan kalimatnya.

"Dasar bedebah, seharusnya kita yang melindungi ratu darimu, dan kau malah mengambil alih tugas kami," batin Eve di balik wajah ramahnya.

Diana mengedarkan pandangannya, menatap beberapa pasang mata yang mulai tertuju padanya. Di detik selanjutnya, gadis itu menarik tangannya dari genggaman Rico.

"Diana ..." desis Rico dengan alis tertaut.

"Ah, lihat! Sebentar lagi jam istirahat akan selesai, aku akan kembali ke kelas." Diana melajukan langkahnya menjauh dari tiga lelaki itu yang menatap kepergiannya.

.

.

.

Gadis itu menyelipkan tubuhnya di antara para siswa yang berjalan di koridor, tujuannya kali ini hanya satu, yaitu kembali ke kelas.

Bruk!

Diana terjatuh ketika bahunya menabrak seseorang yang berjalan di arah berlawanan. Spontan Diana menyertakan maaf yang kemudian membatu ketika matanya menangkap wajah siswi yang ia lihat di kelas.

Ya, Jessi.

"Ah kau, maafkan aku ..." ucap Jessi dengan nada dan wajah terkejutnya yang dibuat-buat, "apa kau baik-baik saja?" gadis berambut urai itu mengulurkan tangannya yang hanya ditatap oleh Diana.

"A,aku baik-baik saja," gagap Diana sembari bangkit berdiri tanpa menerima uluran tangan Jessi. Saat gadis itu hendak melangkah pergi, Jessi dengan cekatan meraih dan menarik tangan Diana dengan genggaman kuat.

"Beraninya kau mengabaikanku yang sudah berbaik hati menolongmu," bisik Jessi membuat Diana merasa risih dengan kedekatannya. Namun gadis itu hanya diam menahan rasa sakit yang menjalar di lengannya tanpa menatap atau melirik sedikitpun pada Jessi dan teman-temannya.

"Lepaskan aku," lirih Diana.

"Jessi, akan lebih menyenangkan jika kita melakukannya di tempat yang sepi," bisik salah seorang teman Jessi yang mengundang seringaian di bibir Jessi.

...\=\=\=\=\=❤\=\=\=\=\=...

Tuk!

Eve menyenggol lengan Sky dengan sikunya, "jangan menarik perhatian di sini! Hampir semua siswa melihat ke arah kita. Ingat, jangan sampai mereka curiga dengan keberadaan kita," bisiknya dengan raut serius.

"Menjauhlah sedikit, mulutmu bau!" Sky mendorong pelan lengan Eve dengan jemarinya.

"Aku serius, bodoh!" desis Eve seraya mendaratkan pukulan pelan ke belakang kepala Sky.

Di sisi lain, Rico berbalik, baru menempuh beberapa langkah, kakinya terhenti oleh sebuah suara. Lelaki itu mendengus kasar sebelum akhirnya menoleh dengan malas.

"Kuperingatkan kau untuk tidak mendekati ratu, Rico. Jika aku melihatnya, aku takkan segan menghabisimu sekarang juga."

Rico tertawa ganjil, "ratu? Hahaha ... lelucon apa yang kau buat?"

"Si sialan ini ..." desis Eve seraya bergerak maju yang kemudian ditahan oleh Sky, "dengar, aku tidak tahu sudah seberapa banyak ingatanmu pulih. Tapi suatu saat, kau akan mengetahui siapa Diana dan kami sebenarnya. Maka dari itu, lebih baik kau mundur sebelum hal buruk terjadi padamu."

"Cih, aku sama sekali tidak tertarik dengan semua omong kosongmu, justru akulah yang harus melindungi Diana dari bedebah-bedebah seperti kalian ..." Rico menatap tajam dua orang di depannya, "... dan orang asing yang mengaku sebagai suami Diana." usai menyelesaikan kalimatnya, Rico melenggang pergi, meninggalkan Eve dengan wajah kesalnya yang nyaris mengerahkan kekuatannya.

"Jangan terpancing Eve! Kau tahu, kau baru saja menarik perhatian banyak siswa di sini. Beruntung aku sudah merenggut ingatan mereka tentang ini," ujar Sky, "dasar, kau memperingatiku tapi kau sendiri melakukannya."

Eve bungkam, matanya menatap punggung Rico yang kian mengecil, "huh, dasar manusia ikan, tentu saja dia takkan sanggup melawan kita apalagi dalam masa pemulihan."

Sky memutar bola matanya jengah, "dan sekarang dia mengalihkan topik."

Eve mengusap rambutnya dengan kasar, kemudian mengarahkan matanya pada Sky yang memasang mimik sinis.

"Hey, kenapa mukamu begitu? Ah, aku baru ingat, sejak dulu mukamu memang kusut," ejek Eve kemudian melangkah pergi.

Tiba-tiba perasaan Sky berubah tak enak, pria itu membulatkan matanya mengetahui bahwa 'sesuatu' itu mengarah pada ratunya. Dengan sigap, ia bergegas menyusul Eve yang belum jauh dari keberadaannya dan menepuk pundak Eve dengan raut serius.

"Sesuatu terjadi pada ratu."

...\=\=\=\=\=❤\=\=\=\=\=...

Bel berdering, menggiring para siswa untuk kembali ke kelas masing-masing, namun tidak dengan Rico yang berjalan santai dengan pandangan kosong merenungkan ucapan Eve mengenai identitas Diana. Memang terdengar mustahil, tapi jika digabungkan dengan mimpi aneh tentang seorang gadis yang ia cintai menikah dengan pria yang dibencinya, sepertinya akan masuk akal.

Seiring berjalannya waktu, ungkapan itu rasanya semakin nyata. Sayangnya Rico belum melihat dan mendengarnya sendiri dari Diana, orang terpercayanya.

"Hey, Rico!"

Lelaki yang diserukan namanya itu menoleh, menatap seorang gadis berambut pendek yang berjalan ke arahnya.

"Apa kau lihat Diana?" tanya Leora.

Mendapat pertanyaan itu, Rico mengenyitkan dahinya, "jadi, tadi dia tak kembali ke kelas," batinnya, "mungkin dia di toilet, memangnya ada keperluan apa?"

Leora mengalihkan pandangannya dengan helaan nafas pelan, "bukannya begitu, dia dan dua murid baru itu sama-sama belum kembali. Terakhir kali, aku melihat mereka berbincang di sini, lalu aku dan Clair memutuskan untuk pergi dan tidak mengganggu mereka. Toh, tidak biasanya Diana terlambat masuk kelas."

Deg.

"Benar juga, dua sialan itu juga belum kembali."

"Baiklah kalau begitu, aku akan mencari mereka," ujar Rico namun langkahnya terhenti oleh sebuah panggilan.

"Hey, bro! Kau mau kemana? Bel sudah berbunyi."

"Aku tahu, Key. Tapi aku harus pergi, Diana dan dua siswa pindahan itu belum kembali."

"Apa!?" Mengetahui Leora yang masih di sana menatap keterkejutan Key, Key mendekatkan wajahnya pada Rico, "aku akan ikut denganmu, jika memang sesuatu terjadi pada Diana, kau tidak akan bisa menghadapi mereka berdua sekaligus."

"Okay, ayo kita pergi."

"H-hey, kalian membisikan apa? Apa yang terjadi pada Diana?" lagi-lagi langkah Rico kembali terhenti oleh suara Leora.

"Leora, aku ikut dengan Rico karena aku ingin ke toilet. Untuk apa kau ikut? Kau di sini saja."

Melihat keterdiaman Leora, Rico dan Key bergegas keluar kelas. Sesampainya di ambang pintu, mereka bertepatan dengan guru yang hendak melangkah masuk.

"Kalian mau ke mana? Jam istirahat sudah selesai, cepat duduk!" titah sang guru tanpa membuka jalan sedikitpun bagi Rico dan Key untuk keluar.

"Bu--"

"Tidak ada alasan ke toilet!" potong sang guru tanpa belas kasih, membuat ke dua siswa itu terdiam dengan wajah memelas. Terlintas sebuah ide, tangan Key mulai bergerak mengelus perutnya dengan wajah menahan sakit yang dipadu erangan kecil yang lolos dari bibirnya.

"Kau hamil?" bisik Rico yang dibalas sikuan dari Key.

"Ada apa, Key?" tanya sang guru menyaksikan gerak tubuh Sky yang kian membungkuk.

Berselang detik kemudian, sebelah tangan Key menyisir helaian rambutnya ke belakang seiring dengan tubuhnya yang menegak, menghipnotis sang guru oleh tebaran pesonanya.

"Permisi bu, apa kami boleh keluar kelas? Sebentar saja, kami tidak akan lama," rayu Key dengan nada selembut kapas untuk menetralkan pesonanya.

"B-baik, t,tidak akan lama. Silahkan," balas sang guru tanpa melepas pandangannya dari wajah Key seorang.

"Maaf bu, tapi ibu belum memberi jalan pada kami," Key menyungging senyumnya semanis mungkin. Tersadar, guru tersebut bergegas menyingkir dengan sedikit gagap, bahkan pandangannya terus mengekor pada Key yang berjalan melintasinya.

...WHO IS HE?...

...To be continue ......

Hehe, pasti kalian masih bingung kenapa si Key tiba-tiba jadi sedekat itu ama Rico, nanti di next bab kukasih flashbacknya dan visual Key :D

1
hawari hafiz
hmm mendalami banget aku jadi sean
hawari hafiz
makin penasaran untuk crita selanjutnya.. gass baca lagii🤭
hawari hafiz
karyanya keren.. dari bahasa penulisan.. jadi inspiratif buat seorang penulis
Putudina Nurhayanti
tulisannya bagus rapi
Putudina Nurhayanti
visual keren
Di Elva
kren sih ceritanya.. agak menguras otak 😶
Shue Narti Zulkarnaen
baru mulai baca
Ika Purbaningsih
mantap,,, 👍👍👍
Clara Safitri
kok visual diana tak ada thor?
Win
yuhuuu
Win
hadir kak😁

like dan fav uda mendarat.

salam dari "Pernikahan impian."

makasih😁😁
Nurul nurul
yg jadi pertanyaanku itu apa Diana ngk ada ortu??trs Sean itu sejenis apa sihh...
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, salam dari Terpaksa Menikahi Tuan Pangsit Rebus 🤗🥰
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
hallo kak aq mampir,krna liat kak senja mnyukai novel ini😂
Mei Shin Manalu
Semangat kak
Mei Shin Manalu
2 like untukmu
Mei Shin Manalu
Mampir kak
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ Inka24#BTBM❤️
semangat up nya Thor 😁❤️
saling support yaa 🙏
Mei Shin Manalu
3 like untukmu
Mei Shin Manalu
Likeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!