Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lagi
Sore itu, Aretha mengikuti mobilnya James ke rumah keluarganya. Kata hatinya menghantarkan dia ke rumah kediaman Meier, rumah pengusaha coklat terbesar di negara ini.
Semua keluarga besar Meier sedang berkumpul di ruang keluarga. Andreas begitu kaget melihat Aretha begitu juga sebaliknya.
"Dokter Aretha perkenalkan ini oma, opa dan tanteku. Dan yang itu adikku Andreas???"
"Sayang......." Aretha hanya bisa menatap Andreas dengan berlinang air mata. Karena rasa kangen dan juga bersalah yang besar."
"Maafkan saya, dokter Aretha. Andreas ini adekku, dia adik kandungku. Kami satu papa berbeda ibu."
Andreas sudah berlari memeluk Aretha. Memeluk sangat erat.
"Dia ini ibu dari anakku. Dia cinta pertamaku. Dia ini sosok perempuan yang aku ceritakan buat oma, opa dan tante."
Akhirnya malam itu, mereka makan malam bersama. Aretha masih belum bisa mencerna apa yang terjadi. Pikirannya menjadi buntu, akibat peristiwa ini. Satu sisi dia sangat merindukan laki - laki ini. Satu sisi dia merasa dirinya sebagai wanita berdosa. Karena perna bercinta dengan kakak dari Andreas.
"Kamu sakit sayang??"
"Tidak Ndre."
"Oke."
Malam itu, Andreas memohon maaf kepada Aretha mantan istrinya. Lalu dia menceritakan tentang almarhum anak mereka. Terlihat air mata Aretha menetes lagi.
"Aku ibu yang tidak baik Ndre."
"Tidak sayang, kamu ibu yang hebat. Aku yakin Tuhan sayang kepada Abigail. Tuhan mengambilnya karena dia tahu bahwa Abigail bisa menjadi pendoa bagi kita di surga sayang."
Kembali Aretha berada dalam pelukan Andreas, mereka berdua meluapkan rasa rindu juga penyesalan atas apa yang telah mereka perbuat. James yang melihat itu merasa bersalah, atas apa yang terjadi antara dia dan Aretha. Hampir saja dia menjadi penghalang bagi adiknya sendiri.
"Ndre, kamu tahu papa kan??"
"Iya sayang. Apa pun hukuman yang papa berikan akan aku terima, tetapi tidak berpisah denganmu sayang."
"Aku takut papa akan memisahkan kita lagi."
"Sayang.... Lihat aku I love you. Aku sangat mencintaimu."
"I love you too."
"Cinta kita berdua yang akan menyatukan kita berdua. Tidak ada yang dapat memisahkan cinta sayang."
Pertemuan Aretha dan Andreas saat inj, membuat cinta mereka kembali bersemi. Malam ini, Aretha menghabiskan malamnya bersama dengan Andreas, dia bermalam di kediaman keluarga Meier.
Sebagai mantan suami istri tentu mereka merindukan sentuhan - sentuhan indah dan mesra saat mereka masih bersama. Malam itu tidak bisa terhindar, mereka yang terpisah hampir empat tahun menimbulkan benih - benih cinta untuk saling menyentuh. Dan itu pun terjadi.
Dua ronde babak yang mereka perlukan untuk menyalurkan hasrat birahi mereka. Berkali - kali Aretha mengalami pelepasan dan selalu berakhir indah ketika mereka berdua berada dalam puncak kenikmatan bersama.
Aretha sedang berada dalam pelukan Andreas. Dia masih merasa bersalah atas apa yang perna dilakukan bersama dokter James kakaknya Andreas.
"Ndre, apa selama kita berpisah kamu mencintai wanita lain?"
"Sayang,.... Demi Tuhan mencintai atau melakukan kesalahan yang membuat orangtuamu marah, tidak aku lakukan."
"Ndre, ........" Andreas menatap perempuan yang dia cintai. Dia tahu ada sesuatu hal yang di sembunyikan. Dia membawa tubuh tak berkain itu kedalam pelukannya. Mengusap kepala cinta pertamanya.
"Ada apa sayang."
"Aku mau mengaku kesalahanku."
"Katakan sayang, aku memaafkanmu sama seperti yang kamu lakukan."
"Aku perna berhubungan intim dengan laki - laki lain disini. Karena aku sangat merindukanmu. Seharusnya aku tidak melakukannya sebagai perempuan Indonesia." Andreas semakin erat memeluk Aretha.
"Apakah kamu masih mempunyai rasa padanya atau hubungan dengannya??"
"Tidak Ndre. Aku lakukan itu saat itu karena merindukan kamu. Aku tersiksa tanpa kamu."
"Aku akan menghapus setiap jejak yang dia tinggalkan."
Kembali lagi penyatuan terjadi. Sebagai laki - laki Andreas pasti cemburu, namun dia tidak mau emosi. Sekarang dia harus mengambil hati Aretha. Dia tahu masih ada cinta di hati Aretha. Penyatuan dengan rasa sedikit cemburu, namun Andreas tidak kasar. Dia bermain sangat lembut dan mesra membuat Aretha dan dia kembali pada puncak kenikmatan bersama.
"Sayang.... Aku mau keluar."
"Sama - sama sayang." Dan mereka pun mengeluarkan suara desahan bersama -sama. Aretha sudah lemas berada di samping Andreas. Andreas menatapnya, memberi ciuman di bibir dan di kening Aretha.
"I love you Ndre."
"I love you more sayang."
Andreas dan Aretha menghubungi Yuda dan Sisca. Di Indonesia sudah pukul tujuh malam. Mereka akan vidio call. Yuda dab Siska begitu kaget melihat kedua sahabatnya tidur bersama.
"Hai sadar, kalian bukan suami istri."
"Bro, kami di eropa." Siska sudah menangis bahagia.
"Aku mau mendengar kabar bahagia kalian."
"Aku tetap membutuhkan doa kalian."