bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
"Gak seperti biasanya tingkah mereka" Ujar Lisa di dalam hati nya dan terus mengawasi kedua insan disana.
"Gu..gua minta maaf,tolong kembali menjadi Roy nya,gua,kenapa lo jadi kayak gini,salah kalau gua sayang sama lo" Tanya Desi dengan berlinang air mata.
"Salah,des,lo egois,lo maksain gua buat balas perasaan lo. Mulai hari ini jangan pernah temui gua,kalau sikap lo masih seperti ini"
Setelah mendengar jawaban Roy yang dingin,Desi memutuskan untuk pergi.
Sedangkan Lisa yang dari tadi menguping pembicaraan mereka berdua,mulai penasaran tentang hubungan kedua insan tersebut. Lama memikirkan hal tersebut,Lisa mulai sadar bahwa kedua insan tersebut telah pergi dari tempatnya.
"Kebiasaan gua,suka tiba tiba menghayal" Ujar Lisa seraya memukul kepala nya sendiri.
Tapi saat dia akan pergi dari tempat itu,untuk kembali ke kelasnya,tiba tiba saja
Bukkk
Lisa menabrak dada seseorang,ketika dia mengembalikan badannya.
"Nguping lo ya"
Terdengar suara bariton seseorang yang barusan dia tabrak.
Deeegggg
Jantung Lisa tiba tiba berpacu kencang,suara seseorang yang akan menjadi calon suaminya. Lisa berfikir kalau Roy sudah dari tadi tahu kalau dia sedang menguping,entah ditaruh dimana muka Lisa kali ini.
Lisa mendongkrakkan wajahnya ke atas dan melihat wajah Roy.
"Hemmm" Pria itu tampak menunggu jawaban dari Lisa.
Gleeekk
Lisa menelan salivanya dengan susah payah.
Sedangkan Roy masih setia menunggu jawaban dan menatap wajah wanita yang ada dihadapan nya sekarang.
"Nguping kan"
Lisa yang ditatap seperti itu mulai mundur perlahan,sedangkan Roy maju perlahan mengikuti langkah Lisa.
"Gu..gua gak nguping kok"
Roy masih berjalan mendekati Lisa
"Makin kesini lo semakin berani ikut campur urusan gua,kenapa tertarik sama gua,hemm"
Tanya Roy sambil memainkan kedua alisnya.
"PD banget lo,gua akan pernah su...aawww" Ucapan Lisa terpotong ketika dia menabrak dinding.
"Gak akan apa,hemmm" Roy kini telah mengukung tubuh Lisa,sedangkan Lisa meringis akibat yang sedikit runcing dipunggung nya.
Roy yang melihat Lisa meringis,langsung menarik tangan Lisa kedalam pelukannya.
Deeeggg
Lisa sangat kaget,bahkan dia tidak percaya apa yang barusan terjadi,apalagi ini adalah pertama kalinya Lisa dan Roy berpelukan dalam posisi seperti ini.
Lisa bahkan bisa mencium bau parfum yang menyeruak di rongga hidung nya.
Namun semua tiba tiba sirna begitu saja,saat laki laki itu membisikkan sesuatu di telinganya.
"Lo gak usah ikut campur urusan gua,lo hanya berhasil mengambil status gua,bukan hati gua" Ujar Roy datar lalu melepaskan pelukan nyanya dan meninju dadanya sendiri yang dimana hatinya berada.
Melihat perubahan yang dilakukan Roy, membuat lisa sempat tertegun.
Roy menatap sinis kearah Lisa dan setelah itu pergi begitu saja.
"Dasar orang gila,siapa juga yang merebut hati lo,PD amat jadi orang" Kesal Lisa sambil memanyunkan bibirnya.
"Ternyata itu sifat aslinya,ha..ha...ha..belum tahu saja siapa penggagumnya"
Setelah mengatakan itu Lisa pergi dari tempat itu dan berjalan menuju kelasnya.
*****
Sedangkan Roy sekarang sedang berada di rooftop sekolah sendirian. Sekarang pikiran nya sangat kacau. Semua itu hanya satu orang teman masa kecilnya.
Roy sedang melamun sambil menutup kedua matanya dengan tangan nya,namun lamunan nya buyar ketika ada seseorang yang memanggil namanya.
"Kak Roy"
"Ya" Jawabnya sambil membalikkan badannya.
"Nih,aku bawain kakak susu dan roti" Ujarnya sambil menyerahkan bingkisan yang dia bawa.
Roy tidak langsung menerima pemberian Hani,tapi dia hanya mengernyit kan matanya,Hani yang seakan tahu arti tatapan Roy,gadis itu langsung membuka suara.
"Dari tadi aku gak lihat kakak dikantin,makanya aku bawain ini buat kakak,siapa tahu kakak belum makan"
Roy tidak menjawab dia hanya menganggukkan kepala nya.
Tak lama Arya datang menemui Roy.
"Kutu kupret,dari tadi gua cariin kemana mana,nyata nya malah berduaan disini"
Hani hanya tersenyum sedangkan Roy tetap dingin seperti biasanya.
"Sembarangan" Jawab Roy kemudian dengan nada penuh penekanan.
"Ayo buruan keruang rapat,sebentar lagi dimulai noh"
Roy hanya mengangguk.
"Kak jangan lupa dimakan ya" Ujar hani kepada Roy,tapi laki laki itu malah memberikan kantong bingkisan itu kepada Arya.
"Buat lo"
"Sorry,gua alergi coklat"sambung Roy.
Hani tidak percaya kalau Roy menolak pemberiannya.
" Kak tunggu "
"Ya kenapa"
"Kak bisa kan ajarin aku nanti sore,ada tugas matematika dari pak sam tadi"
"Gua sibuk dan untuk seminggu kedepan aku tidak bisa ngajarin lo" Ujar Roy sambil melangkahkan kakinya meninggalkan rooftop.
"Hissss"umpat hani kesal.
" Makanya gak usah kepedean ya bocil,dia itu hanya ngajari lo belajar doang,gak usah baperan deh"jelas Arya terlihat mengejek hani.
Hani jadi sangat kesal dengan dua laki laki tersebut.
"Cuma gua yang boleh mikirin kak Roy,gua rela pura pura bodoh asal bisa deket deket kak Roy"
******
Saat jam pulang sekolah,kedua sahabat Lisa sudah pulang duluan,sedangkan Lisa memutuskan untuk pergi ke kantin hanya sekedar membeli minuman.
Lisa yang sedang duduk dipaling sudut kantin, tanpa sengaja dia mendengar pembicaraan para adik kelasnya yang tidak jauh dari tempat nya.
"Sumpah Demi apapun kak Roy itu sempurna banget"
"Dan gua gak akan nyerah membuat kak Roy suka sama gua"
"Gak usah mimpilah kalian,kalau gua lihat lihat kak Roy itu tidak pernah punya pacar di sekolahan ini,apa kalian sanggup "
Begitulah pembicaraan mereka yang membuat Lisa yang mendengar nya menjadi muak sendiri,setelah menghabiskan minumnya dia mulai beranjak meninggalkan kantin. Dari pada mendengarkan ucapan yang tidak bermutu dari adik kelasnya.
Dalam perjalanan menuju parkiran,pomselnya berbunyi petanda ada pesan masuk.
Lisa merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya,setelah melihat dan membaca pesan itu seketika matanya melototmelotot tidak percaya.
Lututnya seakan lemas dan air mata nya keluar begitu saja,dia memutuskan untuk berlari sekenceng mungkin agar sampai di parkiran.
Lisa yang berlari dengan penglihatan buram akibat dari air matanya,tak sengaja menabrak Roy,namun dengan cepat dia kembali berlari tanpa memperdulikan Roy.
Roy yang melihat itu menjadi heranheran dan khawatir dengan keadaan Lisa,pasalnya tidak seperti biasanya gadis itu bertingkah seperti ini,walaupun saat melakukan kesalahan gadis itu tidak pernah kabur,apalagi dari penglihatan nya Lisa sedang menangis.
Roy memutuskan untuk berlari mengejar Lisa.
Saat sampai diparkiran,Lisa segera membuka pintu mobil dan masuk,tapi dengan cepat Roy menarik tangan gadis itu.
"Lo kenapa" Terlihat dari nada bicara nya Roy sangat khawatir.
Sedangkan Lisa menangis sesugukan.
"Jawab gua"
Lisa tak menjawab dia memilih memberikan ponselnya kepada laki laki itu.