NovelToon NovelToon
Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:133.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.

apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Kekacauan di Kota Jing

Setelah selesai memantapkan kekuatan baru mereka dan beristirahat sejenak untuk memulihkan kondisi fisik, Long Yue dan Jing Xu segera bergegas meninggalkan kawasan Pegunungan Sepuluh Ribu Binatang. Kini, dengan kekuatan yang jauh melampaui sebelumnya—Long Yue di Pembentukan Energi Tingkat 7 dan Jing Xu di Pembentukan Energi Tingkat 5—perjalanan pulang terasa jauh lebih ringan, lebih cepat, dan jauh lebih aman. Binatang-binatang buas yang mereka temui di sepanjang jalan bahkan tidak berani mendekat, ketakutan merasakan hawa kekuatan yang menekan dari kedua pemuda itu.

Hanya dalam waktu tiga hari saja, mereka sudah sampai kembali di gerbang utama Kota Jing, tempat di mana petualangan besar mereka dimulai. Namun, begitu melihat pemandangan di depan mata, keduanya langsung mengerutkan kening dan berhenti melangkah.

Suasana kota yang dulu ramai, hidup, dan penuh semangat, kini berubah drastis. Gerbang kota yang biasanya terbuka lebar dan penuh orang keluar-masuk, kini tertutup rapat dan dijaga ketat oleh puluhan pengawal berpakaian seragam Klan Jing dengan senjata terhunus. Wajah-wajah para pengawal itu tampak tegang, waspada, dan penuh kekhawatiran. Di sepanjang tembok kota, terlihat banyak ahli kultivasi lain berpatroli dengan tergesa-gesa. Dari dalam kota, samar-samar terdengar suara teriakan, pertengkaran, dan suasana yang kacau balau, sangat berbeda jauh dari ketenangan yang biasa ada di sana.

"Ada apa ini?" gumam Jing Xu dengan nada cemas, wajahnya berubah pucat. Ia mengenali gaya penjagaan itu. Itu adalah formasi pertahanan tingkat tinggi yang hanya diaktifkan saat ada bahaya besar atau perang mendekat. "Baru sepuluh hari kita pergi, kenapa Kota Jing jadi seperti ini? Apakah ada musuh besar yang menyerang?"

Long Yue menatap tajam ke arah gerbang, matanya menangkap setiap detail perubahan energi dan suasana. "Ada hawa pertempuran, dan energi yang kacau di dalam sana. Klan Jing sedang dalam masalah besar. Ayo kita masuk. Dengan pakaian dan lencanamu, mereka pasti akan membukakan jalan."

Jing Xu mengangguk setuju, lalu keduanya berjalan mendekati gerbang besar itu. Saat para penjaga melihat lencana keluarga utama yang terpasang di dada Jing Xu, mereka langsung terkejut dan buru-buru membuka sedikit celah pintu untuk membiarkan mereka masuk, sambil memberi penghormatan cepat namun tetap waspada.

Begitu melangkah masuk ke dalam kota, keduanya semakin terkejut. Jalan-jalan utama yang biasanya padat pedagang dan warga, kini sepi dan kosong. Banyak toko yang ditutup paksa, barang-barang berserakan di jalanan, dan di sudut-sudut terlihat bekas-bekas hantaman senjata serta noda darah yang belum sepenuhnya hilang. Kelompok-kelompok ahli kultivasi bergerak beriringan dengan langkah cepat, wajah mereka penuh amarah atau ketakutan.

"Ayo langsung ke kediaman utama klan," kata Jing Xu dengan suara tegas namun cemas. "Pusat masalah pasti ada di sana."

Mereka berdua berlari cepat menuju pusat kota, ke kawasan megah tempat kediaman Klan Jing berada. Semakin mendekati pusat, semakin terasa ketegangan yang memuncak. Di sekeliling gedung utama klan, berkumpul ratusan anggota klan dari berbagai cabang, sebagian bersenjata lengkap, sebagian lagi terluka dan dirawat. Suara teriakan dan perdebatan keras terdengar jelas dari halaman utama kediaman kepala klan.

Saat Long Yue dan Jing Xu menerobos masuk ke halaman utama, pemandangan di depan mata membuat Jing Xu hampir tidak percaya.

Di sana, di tangga utama gedung, berdiri sosok ayahnya — Kepala Klan Jing, Jing Zhan — wajahnya yang biasanya tegas dan berwibawa kini tampak lelah, muram, dan penuh kekhawatiran. Di sebelahnya berdiri kakak-kakak Jing Xu: Jing Feng, Jing Ming, dan Jing Lei, serta para tetua klan yang berwajah serius dan marah. Namun, di hadapan mereka, berdiri sekelompok orang asing yang berpakaian seragam berwarna hijau tua dengan sulaman gambar ular beracun di dada mereka. Ada sekitar dua puluh orang, dan hawa kekuatan yang memancar dari tubuh mereka sangat kuat, jauh melebihi rata-rata anggota Klan Jing.

Di depan kelompok orang asing itu, berdiri seorang pria paruh baya berwajah licik dan dingin, memegang kipas lipat di tangan, dan memandang seluruh anggota Klan Jing seolah memandangi sekumpulan semut. Kekuatannya berada di tingkat Penyatuan Energi Tingkat 1, sama kuatnya dengan Kepala Klan Jing sendiri.

"Itu... itu orang dari Klan Ular Hijau!" seru Jing Xu dengan suara bergetar penuh amarah. Matanya membelalak marah. "Mereka adalah musuh bebuyutan klan kami, tinggal di wilayah sebelah. Sudah bertahun-tahun mereka mengincar kekayaan dan wilayah kami, tapi dulu mereka tidak berani bertindak sembarangan karena kekuatan kami seimbang. Kenapa mereka berani masuk ke sini dan bertindak arogan begini?!"

Pria paruh baya dari Klan Ular Hijau itu tertawa dingin, suaranya menggema ke seluruh halaman. "Jing Zhan, jangan berlagak sulit. Sekarang seluruh wilayah selatan sudah tahu bahwa Klan jing runtuh karena serangan kekuatan asing. Dan tinggal menyisakan keluarga cabang Tanpa klan inti terbesarmu itu, keluarga Jing hanyalah harimau tanpa taring. Kami datang di sini bukan untuk berperang, tapi untuk memberi tawaran yang menguntungkan: serahkan separuh kekayaanmu, separuh wilayahmu, dan tunduk di bawah perintah kami. Maka kami akan membiarkan kalian tetap hidup dan menjadi cabang kecil kami. Kalau tidak... hari ini Keluarga Jing akan lenyap dari peta wilayah selatan!"

Kata-kata itu membuat seluruh anggota keluarga Jing di sana bergemuruh marah. Jing Feng, kakak tertua Jing Xu, melangkah maju dengan pedang terhunus, matanya menyala marah. "Pengecut! Baru berani datang saat sekutu kami sedang bermasalah! Jangan bermimpi kami akan tunduk pada kalian! Meski kami bertempur sampai titik darah penghabisan, kami tidak akan menyerahkan kehormatan keluarga kami!"

Pria paruh baya itu, yang bernama Kepala Klan Ular Hijau — Gu Chang, tersenyum sinis. "Berdebar saja tidak berguna. Kau kira kami datang tanpa persiapan?"

Ia memberi isyarat dengan kipasnya. Dari belakang rombongannya, keluar dua orang lagi yang aura kekuatannya jauh lebih dahsyat dibandingkan yang lain. Keduanya adalah tetua Klan Ular Hijau, keduanya berada di tingkat Penyatuan Energi Tingkat 2.

"Dua orang ahli Penyatuan Energi Tingkat 2..." gumam Jing Zhan dengan wajah pucat pasi, napasnya tersengal berat. Ia sendiri hanya Tingkat 1, dan tetua tertinggi klannya pun hanya Tingkat 1 juga. Perbedaan kekuatan ini adalah jurang maut. "Kalian... kalian berani mengerahkan kekuatan sebesar ini hanya untuk menaklukkan kami? Apakah kalian tidak takut hukuman dari aliansi wilayah?"

1
Solardy Lardy
lanjutkan
Solardy Lardy
mantap
Ihya Ilmi
Thor, jing Zhan rasanya baru penyatuan energi tingkat 1 kan kmaren itu? Berarti dia naik 2 tingkat ya
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ayoo dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift.
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Si Othor ternyata main Rahasia, bikin penasaran pembacanya 😃😃
Sis Wandi
sudah gak ada panggilan kakak nih
Iman Enterprises
top
Ihya Ilmi
Kata2 "ini baru permulaan" terasa familiar ku baca😁
Samadi Kelana
kitab rahasia kok dengan mudahnya dikasihkan orang
Ihya Ilmi
Thor, revisi lg dengan memperhatikan TANDA BACA nya, klo tanda baca nya gak ada atau gak sesuai terasa ibarat sayur tanpa garam
Didi h Suawa
terlalu panjang jln ceritanya,,
Didi h Suawa
lanjut,
Didi h Suawa
dunia kultifasi sampai tamat,,,😛😛😛
Didi h Suawa
di persingkat saja thor,,
Didi h Suawa
awal yg bagus,
Bucek John
harta menang perqng sia siq gak diambil adahal kultivator masih kere...
Mohd Muhaini
bukankah nangong sama lin si adalah cewek. kapan bertukar jd cowok.
mengejar cahaya: sudah saya revisi ulang mohon maaf atas ke salahan nya🙏🙏🙏
total 2 replies
Devourer_2021
Thor, aku kasih saran yah, maaf.

Author ketiknya di laptop atau apa ya? Memang sih kita kalau ngetik di layar laptop tuh kelihatan 1 paragraf yg berisi 2 baris kalimat itu sedikit banget.

Nah!

Tapi, pas kita upload ke NT, itu malah jadi "WALL TEKS". Ini sesuatu yang bisa saya blng sangat dibenci sama para pembaca karena cepat "lelah".

Selain menggunakan word di laptop, word di hp juga kadang terlihat 'menipu', pas di word kelihatannya kayak paragraf nya masih pendek, eh pas upload malah panjang banget.

Saran saya sih, setiap selesai upload, usahakan dibaca ulang (bukan yg di draft tapi di sini), bakal kelihatan perbedaannya.

Itu saja Thor, tetap semangat /Scowl//Ok/
Zamo: gitu ya? waduh.. jangan2 punya ku juga begitu. makasih kak ilmunya🙏
total 3 replies
༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Ayoo dukung Novel ini dengan cara: Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift. Semangat Thor 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!