NovelToon NovelToon
Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Gaji Untuk Suami Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​"Saat Setya membuang Arumi demi wanita muda yang lebih cantik, ia lupa bahwa rezekinya tertitip pada doa sang istri sah. Kini, setelah jatuh miskin dan dipecat, Setya terpaksa kembali bersimpuh hanya untuk mengemis pekerjaan di gudang milik Arumi—wanita yang kini menjadi bosnya sendiri."

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Topeng di Balik Sapu Lidi

Langkah kaki Setya terasa sedikit lebih ringan saat ia melangkah memasuki gerbang Gudang Berkah Arumi sore itu. Bayangan tumpukan uang di dalam tas Raya dan kemewahan apartemen penthouse tempat istrinya tinggal seolah memberi energi baru bagi jiwa pecundangnya yang sempat mati. Setya merasa, kali ini dia tidak lagi berjalan di dalam kegelapan tanpa ujung. Di balik seragam biru kusam staf kebersihan yang melekat di tubuhnya, kini tersembunyi sebuah misi rahasia.

​Setya tahu dia terlambat hampir dua jam dari jam istirahat yang ditentukan. Jika biasanya ia akan datang dengan wajah ketakutan sambil memelas ampun, kali ini Setya menarik napas dalam-dalam, mengatur ekspresi wajahnya agar terlihat sepasrah dan selugu mungkin. Ia memakai topeng kepatuhan yang disarankan Raya.

​"Dari mana saja kamu, Setya?"

​Suara dingin dan tegas itu langsung menyambut Setya begitu ia melewati ruko administrasi. Arumi berdiri di dekat pintu masuk gudang utama, didampingi Kak Nia yang membawa papan dada berisi catatan manifes barang. Kedua wanita itu menatap Setya dengan dahi berkerut.

​Setya segera membungkukkan badannya dalam-dalam, memasang wajah paling melas yang bisa ia buat. "Maaf, Bu Arumi... Maaf sekali. Tadi perut saya mendadak sakit sekali di warung tegal depan gang. Saya sampai harus menumpang di toilet umum pasar agak lama karena diare. Tolong jangan potong gaji saya lagi, Bu... Saya janji akan mengganti waktu yang hilang dengan bekerja lembur sampai malam tanpa dibayar."

​Kak Nia mendengus sinis, mencatat sesuatu di papannya. "Alasan klasik. Tiap kali menghilang pasti urusannya kalau tidak sakit ya diare. Arumi, potong saja gajinya sesuai peraturan!"

​Arumi tidak langsung menjawab. Sepasang matanya yang tajam menatap Setya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sebagai wanita yang pernah hidup bertahun-tahun dengan Setya, Arumi merasakan ada sesuatu yang janggal. Bau karbol yang biasanya dominan di tubuh Setya kini samar-samar bercampur dengan wangi parfum ruangan yang mewah—sisa aroma dari apartemen Raya yang sempat menempel di bajunya, meskipun Setya sudah berusaha mengibas-ngibaskannya di jalan tadi.

​Namun, Arumi memilih untuk menyimpan kecurigaannya. Ia ingin melihat sejauh mana mantan suaminya ini akan bermain peran.

​"Baik, kali ini kuterima alasanmu, Setya," ujar Arumi tenang, nadanya datar tanpa emosi. "Tapi karena kamu sudah berjanji untuk lembur, bersihkan seluruh area penyimpanan bumbu mentah di gudang belakang. Pastikan semua karung lada, ketumbar, dan bawang kering tertata rapi sesuai zonanya. Jangan berani pulang sebelum semuanya selesai."

​"Baik, Bu Arumi. Terima kasih atas kebaikan hatinya," ucap Setya dengan nada yang sengaja dibuat bergetar penuh syukur. Ia mengambil sapu lidi dan kain pelnya, bergegas menuju gudang belakang.

​Di dalam gudang penyimpanan yang remang-remang dan berbau tajam rempah-rempah, Setya mulai menyapu dengan sangat giat. Setiap kali ada staf gudang atau supir truk yang lewat, Setya sengaja menyapa mereka dengan ramah, menunduk sopan, dan menunjukkan sikap sebagai pekerja yang sangat berdedikasi. Semua orang di gudang sampai berbisik-bisik, mengira Setya sudah benar-benar bertobat setelah ditegur oleh Nyonya Ratih waktu itu.

​Namun, begitu suasana gudang mulai sepi karena para buruh angkut mulai pulang jam lima sore, mata Setya mulai bergerak jelalatan.

​Ia berjalan mengendap-endap mendekati meja pengawas gudang yang sudah kosong. Di atas meja itu, terdapat sebuah papan klip yang menjepit lembaran lembar kendali operasional—berisi daftar nama klien besar, volume pengiriman bumbu instan untuk minggu depan, serta rute truk distributor utama milik Arumi.

​Setya mengeluarkan ponsel jadulnya yang layarnya sudah retak-retak dari dalam saku. Dengan tangan gemetar karena tegang, ia membuka fitur kamera. Cekrek. Cekrek. Ia mengambil foto lembaran dokumen tersebut satu per satu dengan cepat. Jantungnya berdegup kencang hingga ia bisa mendengar detaknya sendiri di dalam keheningan gudang.

​"Foto-foto ini... kalau kuberikan pada Raya, orang besar di belakangnya pasti bisa menggunakannya untuk menyabotase pengiriman Arumi," bisik Setya dalam hati, sebuah seringai licik muncul di bibirnya. Ia merasa sangat cerdas karena berhasil melakukan aksi mata-mata ini tepat di bawah hidung mantan istrinya.

​Setelah memastikan foto-fotonya jelas, Setya buru-buru menyimpan kembali ponselnya dan melanjutkan menyapu dengan gerakan seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

​Pukul tujuh malam, area gudang sudah benar-benar sepi dan gelap, hanya menyisakan beberapa lampu neon yang menerangi halaman parkir. Arumi berjalan keluar dari kantor rukonya, hendak mengunci gerbang utama sebelum pulang. Ia melihat Setya masih sibuk mengepel lantai selasar luar dengan sisa-sisa tenaga yang tampak dipaksakan.

​Arumi menghentikan langkahnya beberapa meter di belakang Setya, memperhatikannya dalam diam.

​Setya yang menyadari kehadiran Arumi langsung memeras kain pelnya dengan semangat. "Bu Arumi... lihat, seluruh area belakang dan selasar sudah bersih total. Semua karung bumbu juga sudah saya rapikan sesuai perintah."

​Arumi berjalan mendekat, langkah sepatunya yang anggun bergema di keheningan malam. Ia berdiri di depan Setya, menatap lurus ke dalam sepasang mata pria yang pernah sangat ia cintai, tapi kini hanya menyisakan rasa waspada.

​"Kamu mendadak jadi sangat rajin, Setya," ujar Arumi, suaranya pelan tapi terdengar mengintimidasi di tengah malam yang sunyi. "Pria yang dulu malas, selalu ingin dilayani, dan menganggap pekerjaan kasar sebagai hinaan... sekarang rela lembur malam-malam tanpa mengeluh satu patah kata pun. Apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?"

​Setya menelan ludah dengan susah payah, bulu kuduknya meremang melihat ketajaman mata Arumi. Topeng keluguannya hampir saja retak.

​"S-saya tidak merencanakan apa-apa, Bu Arumi," jawab Setya gagap, buru-buru menundukkan kepalanya agar Arumi tidak membaca kebohongannya. "Saya cuma... saya cuma sadar diri. Gaji saya bulan ini sudah habis dipotong. Saya tidak punya pilihan selain bekerja sebaik mungkin agar bulan depan saya masih bisa menerima gaji penuh demi biaya hidup saya dan obat Ibu..."

​Arumi tersenyum tipis—sebuah senyuman yang tidak mencapai matanya. Sifat logisnya sebagai pengusaha sukses membuatnya tidak mudah percaya pada perubahan instan. Seseorang yang berubah menjadi terlalu sempurna dalam satu hari biasanya sedang menyembunyikan bangkai yang sangat besar.

​"Bagus kalau kamu memang berpikir begitu," kata Arumi dingin. "Tetaplah berada di posisimu sebagai staf kebersihan, Setya. Jangan pernah mencoba melompat pagar atau menyentuh hal-hal yang bukan menjadi urusanmu di gudang ini. Karena jika aku menemukan sebutir saja kesalahan atau kejanggalan pada bisnisku yang melibatkan namamu... aku tidak akan sekadar memotong gajimu sampai habis. Aku akan pastikan kamu berakhir di sel yang sama dengan tempat istrimu mendekam."

​Kata-kata 'sel yang sama dengan tempat istrimu mendekam' membuat jantung Setya serasa berhenti berdetak. Arumi mengucapkan kalimat itu murni sebagai peringatan bisnis, tanpa tahu bahwa Raya sebenarnya sudah bebas berkat Valerie. Namun bagi Setya yang tahu kenyataan yang sebenarnya, ancaman Arumi terasa seribu kali lebih menyeramkan.

​"I-iya, Bu Arumi. Saya mengerti," jawab Setya dengan suara yang bergetar asli karena ketakutan.

​"Sana pulang. Kunci gerbang samping setelah kamu keluar," perintah Arumi. Ia membalikkan badannya, berjalan menuju mobil SUV-nya yang terparkir di halaman, kemudian melesat pergi meninggalkan gudang.

​Setya menyandarkan tubuhnya pada gagang pel, napasnya terengah-engah seolah baru saja lolos dari kejaran binatang buas. Ia meraba ponsel di sakunya. Informasi pertama sudah berhasil ia dapatkan, tapi ia sadar, bermain api di bawah pengawasan Arumi yang sekarang adalah tindakan yang bertaruh nyawa.

​Di dalam mobilnya yang melaju membelah malam, Arumi mengambil ponselnya dan menekan tombol panggilan cepat ke nomor kepala keamanan gudangnya.

​"Halo, Pak Joko? Mulai besok pagi, periksa kembali semua rekaman CCTV di area gudang belakang dan meja pengawas. Laporkan padaku jika kamu melihat staf kebersihan bernama Setya mendekati dokumen atau komputer kantor saat jam sepi. Lakukan diam-diam tanpa ada yang tahu."

1
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
kalian jadi biang masalah😭
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
setya kamu tuh bikin masalah ajaa iya🤣
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
raya mulai pengaruhi setya
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
raya kamu kasian sekali dimanfaatkan sama valerie🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
valerie bodoh, itu kan kesalahan setya sndri dikerjaan makana dipecat
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
bos pelabuhan kalau dia kerja bner pst ga akan dipecat, knp harus nyalain arumi🤭🤭 kan slaah dia sndri, dasar betina
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
makanya jangan macem" dan bikin ulah biar ga dikeluarin
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
iya itu lah hubungan bos dan karyawan kan bukan merendahkan🤣🤣🤣
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
setya demi raya bikin ibumu masuk rumah sakit😭😭😭
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
setya ga ada harga diri sma sekali
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
salah kamu sndri iya buang keluarga
𝐀⃝🥀🧡⃟уαͫηᷰυͫαᷰя⒋ⷨ͢⚤
kalau kata aku biarin ajaa raya disiksa🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
yang bikin onar itu musuh bebuyutan kamu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
setya pengkhianat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘмυмυ⁷
kanapa harus bebas sih
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
orang " jahat silahkan senang" dulu tunggu pembalasan
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
Setya kamu nekat iya
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
Valeri bodoh
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
janga senang dulu kalian iya
𑇛ʜᴇ ʏᴇ ǫɪᴀɴ
Setya kamu bikin masalah baru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!