NovelToon NovelToon
Cinta Ditikungan Terakhir=

Cinta Ditikungan Terakhir=

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:330.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Anis Abibich

Ketika cinta sudah berada ditikungan terakhir dan selangkah lagi menuju finish, namun ternyata semua harus terhenti ditengah jalan.
Tiga hari sebelum hari pernikahannya Ana membatalkan rencana pernikahan nya tersebut.
Apakah alasan Ana mengakhiri semuanya?
Mungkinkah tidak ada hati yang terluka?

Jangan pernah hadir ditengah tangan yang sedang menggenggam tangan lainnya sampai salah satu tangan melepaskannya

Jika Tuhan mengambil apa yang kamu genggam bukan berarti Dia menghukummu, Dia hanya mengosongkan tanganmu untuk menerima yang lebih baik

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anis Abibich, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Ana menutup telpon dari Tyo, dia senyum senyum membayangkan Tyo yang ketakutan, telpon dari Tyo membuat Ana terhibur. Mata Ana mulai ingin dipejamkan, dan akhirnya dia benar benar tertidur.

Seperti ada alarm otomatis di diri Ana, hampir setiap pukul dua tengah malam Ana terbangun, dia mengambil wudhu untuk sholat tahajud dan dilanjutkan dengan istiqarah. Jika biasanya dia melanjutkan dengan membaca Al Quran, malam ini rasanya tubuh Ana masih belum sepenuhnya fit dan mungkin pengaruh obat rasanya pengen tidur terus, dia putuskan untuk tidur kembali.

Baru beberapa saat matanya terpejam, pikiran Ana sudah menuju alam mimpi, dalam tidurnya Ana bermimpi diajak seorang laki laki masuk kesebuah rumah, nampak rumah itu minimalis namun asri, didalam rumah itu banyak sekali lukisan lukisan, laki laki itu berjalan di depan Ana, Ana hanya bisa melihat jelas punggung laki laki itu, Ana terdiam di ruang tamu rumah itu, hatinya merasa tentram, diamati satu persatu lukisan yang tergantung, indah sekali lukisan lukisan ini batin Ana, Ana berjalan semakin masuk ke dalam rumah tersebut, dia tidak menemukan laki laki itu, ketika dia berbalik hendak kembali ke ruang tamu, Ana sangat kaget dia menabrak tubuh seseorang, Ana perlahan mengangkat wajahnya untuk melihat wajah orang didepannya, Ana menatap bahu, leher dan.... "Allahu akbar.. Allahu akbar...."

Adzan subuh membangunkan Ana dari mimpinya. Ana duduk ditepi ranjangnya, nyawanya belum sepenuhnya terkumpul, masih jelas diingatannya tentang mimpinya tadi yang seperti nyata.

Ana bergegas untuk mandi dan mengambil wudhu. Setelah sholat subuh dia bersiap untuk berangkat mengajar mengaji.

"kamu sudah sehat Ana?" tanya ibu sambil menyiapkan teh hangat.

"Alhamdulillah sudah bu, tenggorokan Ana sudah tidak sakit lagi dan badan sudah tidak demam"

"Alhamdulillah, kamu sarapan dulu sebelum berangkat, ini ibu bikin nasi kuning"

"kok banyak bu bikin nasi kuningnya?"

"ini hari jumat, dimasjid biasanya ibu-ibu ngumpulin nasi bungkus buat disedekahkan"

Setelah sarapan Ana menyiapkan tas dan laptopnya.

"bu, Ana berangkat dulu ya, assalamualaikum" pamit Ana pada ibu yang sedang sibuk menggoreng ayam

"waalaikumsalam, hati-hati ya"

Ana berangkat menggunakan motornya. Sampai di masjid Ana memarkirkan motornya, parkiran masih nampak lengang hanya ada beberapa motor, rupanya Ana datang terlalu pagi. Dia naik ke lantai dua tempat dia mengajar mengaji, lantai dua masih nampak sepi.

"Assalamualaikum ustazah Ana" sapa ustazah Nurul yang sudah ada di lantai dua

"waalaikumsalam ustazah Nurul" Ana mengambil tangan ustazah Nurul dan menciumnya. Ustazah Nurul adalah ustazah senior.

"masih sepi, kita datang kepagian sepertinya" ucap ustazah Nurul sambil duduk dibawah dan menyandarkan tubuhnya pada tembok.

Ana ikut duduk disamping ustazah Nurul.

"ustazah Nurul, maaf apakah boleh saya bertanya?" Ana duduk lebih mendekat

"silakan, selama saya bisa menjawab insyaallah akan saya jawab"

"ustazah Nurul, apakah kalau sholat istiqarah jawabannya selalu lewat mimpi?"

"sholat istiqarah itu intinya doa agar kita dimudahkan dalam menentukan pilihan, tidak ada hadist yang menyatakan bahwa jawaban istiqarah harus selalu lewat mimpi, mungkin mimpi bisa menjadi media petunjuk dari Allah tapi tidak selalu"

"lalu apa yang harus kita lakukan setelah melakukan sholat istiqarah?" tanya Ana kembali

"Jadi yang seharus dilakukan setelah kita melaksanakan sholat istikharah adalah kita pilih mana yang terbaik dengan cara ber'azam dan menyerahkan segala urusannya pada Allah.

Indikatornya, bila pilihan tersebut adalah pilihan yang terbaik, maka Allah akan memudahkannya bagi orang tersebut dan akan memberkahinya. Tetapi jika hal tersebut adalah sebaliknya maka Allah akan memalingkannya"

"terima kasih ustazah rasanya saya sudah bisa mengerti, maaf ustazah murid murid saya sudah datang, saya mohon ijin dulu ustazah" Ana berdiri dari duduknya kemudian mengucapkan salam.

****

Ana sampai dikantor pukul setengah delapan, pak Bara telah ada diruangannya.

"assalamualaikum pak, selamat pagi" sapa Ana sambil membuka pintu ruangan pak Bara

"waalaikumsalam Ana, sudah sembuh kamu?"

"Alhamdulillah sudah pak"

Lalu Ana kembali ke meja kerjanya, dinyalakan komputernya. Pak Bara keluar dari ruangannya dan duduk didepan meja Ana. "untuk masalah renovasi kantor pak Danu sudah dikerjakan sama anak anak devisi interior, cuma mereka minta kita memastikan furniture, aquarium, lukisan yang dikendaki pak Danu seperti apa, karena takutnya salah lagi"

"waktu saya bicara dengan pak Rizal putranya pak Danu katanya pak Danu suka nuansa clasic, untuk furniture minta full dari kayu"

"kamu nanti koordinasi sama anak devisi interior ya"

"baik pak"

Hari ini Ana meminta devisi interior untuk mengirimkan design dengan konsep yang diminta oleh Pak Rizal, Ana berkomunikasi dengan pak Rizal via email untuk design interior yang diajukan oleh teamnya. Dan akhirnya disepakati design yang disetujui oleh pak Rizal yang tentu saja setelah diajukan ke pak Danu.

Tinggal masalah lukisan, belum disepakati lukisan yang akan dipajang diruangan pak Danu, Ana mencoba googling beberapa referensi galary lukisan, dia menemukan event pameran lukisan yang akan diadakan besok sabtu, Ana putuskan untuk mendatangi pameran tersebut siapa tau ada lukisan yang sesuai dengan keinginan pak Danu.

*****

Terdengar suara ketawa dari ruang Rania, tiga karyawan perempuan di kantor berkumpul di meja Rania, mereka mendengarkan cerita kejadian semalam dimana Rania dan pak Tyo sama sama lari keluar kantor karena salah paham.

Flash Back

Tyo menjerit ketika melihat Rania yang masih menggunakan mukena setelah usai sholat diruangannya, karena Tyo menjerit membuat Rania ikut menjerit ketakutan dia pikir Tyo melihat hantu. Sehingga ketika Tyo lari menuju arah keluar kantor Rania ikut berlari mengejar Tyo dengan masih menggunakan mukenanya.

Karena ruang loby yang gelap Tyo menabrak kursi di loby akibatnya dia terjatuh, Rania yang berlari dibelakang Tyo ikut terjatuh dan badannya menimpa Tyo

Karena mendengar keributan security masuk ke loby kantor dan ketika menyalakan lampu loby security terkejut melihat Tyo yang jatuh di lantai dengan Rania diatasnya.

Flash Back off

"gimana rasanya bisa ngerjain pak bos mbak?" tanya Fitri sambil tertawa

"saya ga bermaksud ngerjain ya, saya juga ketakutan kok" ucap Rania membela diri

"ehm ehm... Lagi gosipin apa seru amat" Tyo berdiri di pintu ruangan Rania

Keempat karyawan perempuan itu kaget dan menoleh kearah Tyo. "pagi pak" sapa mereka secara bersamaan.

Tyo melangkah masuk ruangannya, sedangkan ketiga karyawan perempuan yang tadinya ngumpul diruangan Rania ketakutan dan kembali keruangannya masing masing.

Sejak peristiwa semalam membuat hati Rania berdebar debar, "kenapa aku jadi berdebar gini kalau melihat pak Tyo"

"Rania, tolong kamu kirim file kontrak ini ke kantor pusat" Tyo menyerahkan file kontrak pada Rania

"baik pak" Rania mengambil file kontrak tanpa melihat Tyo

"kamu kenapa Rania, sakit? Kok kayak pucat gitu"

"enggak kok pak"

"ya sudah, jangan lupa kirim file itu segera karena sudah ditunggu" ucap Tyo sambil melangkah keluar dari ruangan Rania.

"pak, saya minta maaf soal semalam" ucap Rania dengan suara takut.

Tyo menghentikan langkahnya dan menoleh ke Rania, "maaf untuk apa? bukannya kamu juga ketakutan karena saya" ucap Tyo sambil tersenyum

"maaf karena sudah jatuh menimpah bapak"

"saya beneran merasa kayak sudah jatuh tertimpa tangga" Tyo mengatakan dengan tertawa kecil

"masak saya disamakan ama tangga" ucap Rania tersenyum, hatinya lega karena ternyata Tyo tidak marah padanya

"ternyata kamu berat juga ya, kayaknya tubuhnya kecil tapi lumayan bikin badan saya linu semua" ucap Tyo tersenyum sambil meninggalkan ruang Rania

"

"

"

Cinta datang tanpa permisi, padahal hati ini telah terisi....

Bersambung

1
Dinda Gusti
duh nyesek,mas tyo🥺
Dinda Gusti
Angga krg sat set🙄
Anonim
Luar biasa
Anonim
closing nya selalu bijak...#self reminder
Anonim
another quote that i agree
Anonim
agree ma quote ny... intinya ikhtiar n tawakal
Anonim
setuju ma quote ny...
Anonim
setuju ama quote nya...
RithaMartinE
bagus ceritanya
😍
Lia Kiftia Usman
paksu di rmh... dari sumatra walau tdk marah tapi suaranya tinggi ... awal2 pernikahan selalu kaget2an ...sampai skrg masih suka kaget sih.. itu aja rasanya "nyes" dihati, apalagi beneran dibentak .. 🤦‍♀️ lumayan aq nya latihan jantung terus selama ini, memang harus kuat2 ingat dan bersandar kpd Allah swt... jadi hati, jantung, tetap aman😊😊
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
na'ubillahindzalik,,jangan sampai terjadi kepadaku,,, sekarang saya lagi hamil trimester akhir,,,,mohon do'a kelancaran nya y Thor,,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
bagus ceritanya,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
betul Thor,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
baguuus banget ceritanya
sayang q terlambat menemukan nya,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
bener Thor,,,,,,
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
kata mutiara nya bagus Thor
🪴🍓🌟💫sangdewi💫🌠💐🏵️
alurnya santai
tapi seruuuu
maaf thor baru like storynya
ALDI
siip
ALDI
2
Vie ab
sekg coyyyy
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!