Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Ayu menatap putrinya dengan lekat,gea pun berusaha untuk tidak terus menangis walaupun ia tahu dan sangat ingin menangis.
"Entah alasan apapun yang kalian berikan aku tidak perduli lagi untuk saat ini,aku sudah terbiasa hidup tanpa kehadiran kalian,aku sudah terbiasa sendiri melakukan apapun sendiri"ucap gea lagi
Tring!
Baru saja ingin menyahut ucapan gea,ponsel milik reo berdering. Reo melihat ponselnya dan menatap ayu,suami istri kini saling pandang. Gea terkekeh saat tahu siapa yang sudah menghubungi mereka.
"Angkat saja itukan penting"ucap gea
Reo pun pamit untuk mengangkat telponnya,sedangkan ayu sudah menatap gea dengan sendu.
"Mama bawakan kamu makanan kesukaan kamu,semoga kamu masih mau makan masakan mama ya"ucap ayu mendorong paper bag yang ia bawa
Gea menggigit bibirnya menahan tangis,entah sudah berapa lama ia tak pernah merasakan masakan ayu dan hari ini ia dibawakan ayu makanan hasil masakannya sendiri.
"Terima kasih nanti akan aku makan"ucap gea serak
Bara mengelus punggung gea dan tersenyum kepada istrinya,ia tahu saat ini istrinya begitu rapuh.Bara semakin merasa bersalah karena telah membuat hati istrinya kecewa.
"Ma kita harus pulang ada pekerjaan yang sudah menunggu kita"ucap reo
"Tapi pa"sahut ayu melirik gea
Reo mengikuti arah pandang istrinya,ia tersadar dan tak tahu harus berbicara apa lagi.
"Tidak masalah pergilah jika memang ada pekerjaan,terima kasih sudah mau datang kemari dan membawakan aku makanan. Jika beberapa hari kedepan tidak sibuk tolong kabarin aku,aku dan mas bara akan berkunjung kerumah"ucap gea
"Nak maafkan kami,sebenarnya kami sudah mengatakan jika hari ini ingin izin namun sepertinya pekerjaan ini begitu penting"sahut reo
"Ya aku paham aku tidak masalah"ucap gea
Ayu dan reo berdiri diikuti yang lainnya,ayu berpamitan dengan sekar. Ayu memeluk putrinya begitu juga reo. Gea dengan cepat menghapus air matanya agar tak terlihat dimata ayu dan reo.
Setelah kepergian ayu dan reo gea berbalik dan memeluk bara,tangisnya pecah seketika. Sekar ikut meneteskan air matanya melihat menantunya menangis.
"Aku senang namun aku juag sedih,aku juga merasa marah dan sakit"ucap gea menangis
Bara membawa istrinya untuk duduk,ia mengelus punggung gea. Bara tak melarang gea menangis,ia membiarkan istrinya nya menangis agar merasa lega.
"Kamu ingin makan? Makanlah masakan mama ayu hmm"ucap bara lembut
Gea mengurai pelukannya,ia menutup wajahnya malu pasti saat ini matanya sudah membengkak.
"Aku akan cuci muka dulu"ucap gea lalu berlari ketoilet
Bara dan sekar terkekeh melihat tingkah gea,sekar membawa makanannya kemeja makan,ia akan menyiapkan makanan untuk menantunya itu.
"Ma jangan repot-repot aku bisa sendiri"ucap gea tak enak
"Gapapa sayang,mama tidak masalah. Ayo sekarang kamu makan,pasti kamu rindu kan sama masakan mama kamu"sahut sekar tersenyum
"Mama juga makan ya,dimana mas bara?'tanya gea
"Aku disini sayang"jawab gea
"Ayo kita makan bersama"ucap gea
Bara dan sekar pun menganggukan kepalanya tak ingin membuat suasana hati gea memburuk. Gea tersenyum menatap masakan didepan matanya saat ini,ia begitu merindukan masakan ayu.
\~
Kini disebuah restoran yang cukup terkenal elsa dan fandi sedang makan siang bersama. Pekerjaan mereka cukup banyak hari ini,maka dari itu mereka ingin mengisi tenaga terlebih dahulu.
"Bara dan gea sudah lama menikah?"tanya fandi
"Mungkin sekitar 1 bulan"jawab elsa
"Masih baru"ucap fandi
"Bukankah kau menyukai bara?"tanya fandi
"Iya tapi aku sudah sadar jika bara hanya menganggap ku teman dan tidak lebih,kemarin aku sempat berpikir untuk merusak rumah tangga mereka haha namun aku urungkan itu semua saat melihat betapa cintanya bara kepada gea"jawab elsa tertawa
"Niatmu begitu buruk"ucap fandi
"Namanya juga cinta,tapi aku sudah tak ingin mengejar bara. Gea dan bara begitu cocok,aku sangat mendukung hubungan mereka"sahut elsa
"Ya benar cinta sejati itu tidak harus memiliki nya,cinta yang sebenarnya adalah mengikhlaskan orang yang kita cintai bahagia dengan pilihan nya sendiri"ucap fandi
"iya kau benar"sahut elsa
Tak mereksa sadari jika sejak tadi ada seorang gadis yang sedang menguping pembicaraan mereka,gadis tersebut adalah vania.
"Jadi dia juga menyukai bara namun dia mundur dan membiarkan bara dan gea bahagia"ucap vania
"Cih lemah ia sudah menyerah sebelum berperang,aku tak akan mundur hingga keinginan ku tercapai"sambung vania tersenyum miring
Vania masih tak henti-henti untuk terus mendekati bara,namun ada yang sedikit berbeda dengan wanita itu. Beberapa hari ini vania selalu keluar rumah dengan hoodie yang menutupi seluruh tubuhnya ditambah dengan masker yang pernah lepas.
Fandi menatap sekitar ia melihat beberapa pria berpakaian serba hitam sedang berlalu lalang.
"Apa kita ketinggalan info penting?"tanya fandi kepada elsa
"Info apaa?"tanya elsa
"Kau tak lihat sejak tadi beberapa pria berpakaian serba hitam ini sedang berkeliling seperti mencari sesuatu"jawab fandi
Elsa menoleh ek aarh tunjuk fandi dan benar saja jika ada banyak pria yang sedang berlari kesana kemari.
"Mungkin sedang mencari buronan"ucap elsa mengendikkan bahunya acuh
Fandi tak menghiraukannya,ia lanjut makan. Vania yang juga mendengar ucapan fandi dan elsa langsung berdiri dengan tergesa-gesa.
Prang!
Semua mata menatap ke arah vania yang menunduk membenarkan hoodienya.
"Mbak kalo jalan yang benar dong lihatkan pesanan orang jadi tumpah begini"ucap pelayan tersebut kesal
"maaf,maaf saya tidak sengaja"sahut vania lalu berlari keluar
"Hei tanggung jawab dulu jangan main kabur aja"teriak pelayan tersebut
Hal itu tentu saja semakin membuat vania menjadi pusat perhatian,ia berdecak kesal. Ia merasa hidupnya sudah tak aman lagi setelah mendapatkan pesan dari nomor asing yang menghubungi beberapa hari yang lalu.
Vania juga sudah beberapa hari tidak masuk kampus,ia merasa sedang diawasi oleh seseorang. Vania masuk kemobilnya dan langsung membuka masker dan hoodienya.
"Gue ngerasa hidup gue seperti dikejar-kejar,ini gak bisa gue biarin gue harus cari tempat aman dulu untuk saat ini sampai semuanya kembali normal"ucap vania
Vania melajukan mobil untuk pulang,ia tadi berniat untuk bertemu seseorang namun ia justru melihat gea dan bara sedang makan siang hingga ia pun memutar niatnya dan mengikuti gea dan bara.
"Bara gak akan gue biarin lo bahagia sama gea,lo cuman milik gue bara! Hanya milik gue vaniaaa dan gak akan gue biarin satu orang pun ngambil lo dari gue"batin vania