" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tersebar
" Apa-apaan ini." teriak Sela syok.
Prang..
Baru saja Sela berniat untuk pamer di sosial media nya tentang ponsel keluaran terbaru yang sudah berhasil ia dapat kan dari hasil menjual tas ibu nya secara diam-diam.mata nya langsung membulat melihat wajah nya yang sudah viral bahkan beberapa ada yang memposting ulang video tersebut.
Wajah nya memerah menahan emosi bercampur rasa malu.
Ponsel yang masih menyala di lempar hingga membentur tembok dan tidak terselamatkan lagi.
" Siapa yang sudah melakukan ini semua? Aku tidak punya musuh kecuali?"
Aaaaa...Sela berteriak penuh emosi.keberanian nya menemui Yura kemarin, membuat Arjuna bertindak keras.tidak tanggung-tanggung Arjuna bahkan tega menyebarkan sepuluh video sekaligus dengan wajah Sela yang terpampang nyata begitu pun dengan lawan main nya.rekaman suara mereka bahkan terdengar jelas termasuk suara kenikmatan yang mereka keluarkan tanpa henti.
" Arjuna? Nggak mungkin dia tega melakukan ini sama Aku?"
Hiks...Hiks..
Sela menangis memeluk tubuh nya sendiri.
ingin berbagi cerita kepada sang Ibu seperti yang biasa ia lakukan selama ini sudah tidak bisa lagi.percuma saja karena ibu nya masih belum bisa berbicara dengan jelas.sedangkan sang Ayah sudah dua hari ini tidak pulang ke rumah.
Sela sendiri tidak tahu di mana Ayah nya berada saat ini.
" Kenapa secepat itu dia melupakan Aku dan berpaling kepada Yura."
" Pasti Yura lah yang sudah menghasut Arjuna untuk membenci ku...Aku tidak terima."
Prang...Prang...
Seluruh barang-barang yang ada di dalam kamar ini sudah berserakan pecah tidak berbentuk lagi.
" Bagaimana cara menghentikan nya?" tanya nya pada diri sendiri dengan nada frustasi.
Sela memutar otak dengan keras untuk menemukan cara agar video panas nya tidak semakin tersebar luas.meskipun video nya sudah banyak di tonton namun Sela masih tetap ingin menghapus video tersebut.
" Aku harus minta tolong sama siapa?" tanya nya lagi.
Beberapa teman nya mulai menjauh semenjak mendengar kabar bangkrut nya perusahaan milik orang tua nya.selama ini Sela tidak pernah punya teman yang benar-benar ikhlas berteman dengan nya kecuali jika mereka ada mau nya dan Sela pada waktu itu terlalu royal mengeluarkan uang demi ingin terlihat kaya.
" Aku harus ke rumah Om Raharja sekarang juga?"
" Semoga saja Om Raharja bisa membantu Aku." gumam nya berlari masuk ke walk in closed untuk mengambil jacket dan topi.
Sementara di tempat lain.Bambang yang sedang duduk santai menikmati kopi hitam langsung tersentak mendengar kabar yang di sampaikan oleh seseorang kepada nya.
" Tidak mungkin! Anak ku tak pernah melakukan itu.dia anak baik-baik dan sangat patuh kepada orang tua." ujar Bambang berusaha membela putri nya.
Bambang yang sengaja menepi untuk menjauh dari kejaran rentenir.akhir nya harus pasrah kembali ke kota dengan berita buruk tentang putri nya yang sudah tersebar luas.
" Apa yang sudah Sela lakukan sehingga Arjuna menyebar bukti ini?" tanya nya dalam hati sambil menatap tajam kopi hitam yang masih mengeluarkan asap .
" Kenapa dia sangat gegabah sekali! Kalau sudah seperti ini.hancur sudah reputasi yang sudah aku bangun."
" Seharusnya dia bisa menggunakan cara aman untuk tetap berada di samping Arjuna!"
" Dasar bodoh." umpat Bambang tanpa sadar menendang meja bulat yang ia tempati hingga membuat kopi nya tumpah mengotori meja kayu.
Semua penghuni warung sontak saja menatap tidak suka ke arah Bambang.pasal nya di kampung ini tidak ada yang mengenal siapa sebenarnya Bambang.
" Hey... Jangan membuat keributan di sini." teriak seorang pemuda yang paling di segani di kampung ini.
" Siapa dia?" tanya yang lain nya penasaran.
" Tidak tahu! Seperti nya orang baru." jawab pemilik warung karena ia memang baru pertama kali melihat sosok Bambang.
Tak terima di jadikan bahan pembicaraan,Bambang yang sudah terlanjur kesal dan emosi pun membalikkan meja dengan kasar bahkan meja yang ada di samping nya pun menjadi korban kekesalan Bambang.
" Berani sekali kalian membicarakan Aku! kalian belum tahu siapa Aku? Hah?" teriak Bambang sambil membusungkan dada.
" Aku datang dari kota,Aku ini seorang pengusaha sukses dengan banyak aset di mana-mana." ujar nya membanggakan diri.
Bukan nya percaya,yang ada para warga malah mencibir ucapan Bambang.hingga membuat amarah Bambang semakin meledak tak terbendung kan lagi.
" Tidak ada orang kota yang norak seperti anda." ucap pemuda itu.
" Kamu ...Berani sekali Kamu..." Bambang hendak melayangkan gumpalan tangan nya ke wajah pemuda tadi.
Namun belum sempat gumpalan tangan itu menyentuh lawan nya,para warga sudah terlebih dahulu mengepung Bambang.
Buk...Buk...
" Di sini tidak ada yang paling jago selain warga kampung ini sendiri."
" Ngaku kaya tapi penampilan mirip gelandangan."
Dan detik berikutnya Bambang pingsan lemah tak berdaya dengan banyak luka lebam di sekujur tubuh nya.
Setelah berhasil membuat istri nya kelelahan.Arjuna tersenyum puas melihat banyak tanda yang ia ciptakan pada tubuh Yura.
" Aku nggak akan pernah lepaskan Kamu,love you Yura Adzania Laksmi." bisik Arjuna sambil membelai wajah Yura penuh cinta.
" Capek banget ya?" tanya nya lirih lalu tertawa kecil sambil mengingat kembali bagaimana mulut Yura mendes4h di bawah gempuran nya.
Cup...
" Mas! Jangan cium- cium lagi.Aku sudah capek banget ini." Yura terbangun karena tingkah Arjuna
" Ih...Geli Mas...." kata Yura lalu menutupi seluruh wajah nya karena merasa geli dengan bulu halus yang tumbuh di dagu suami nya.
" Maaf sayang..." balas Arjuna dan berjanji tidak akan mengganggu waktu istirahat istri nya lagi.
Setelah memastikan Yura sudah kembali tertidur lelap.Arjuna perlahan bangkit dari tempat tidur untuk menerima panggilan masuk yang datang dari Bimo.
" Lanjut kan penyelidikan mu lagi.dalam waktu dekat Aku akan mengatakan semua nya kepada Istri ku." kata nya lagi.
" Jangan sampai bocor ke telinga Bambang,kalau perlu kasih mereka uang tutup mulut. "
" Iya...Tulis secara detail aset-aset milik istri ku tanpa terkecuali."
Klik sambungan telpon terputus.kini ponsel Arjuna kembali berdering dengan nama Arya yang tertulis di layar ponsel nya.
" Wanita itu sedang dalam perjalanan menuju kediaman utama." ucap Arya melaporkan sesuai dengan informasi yang di kirim oleh anak buah mereka.
" Hm...Tutup gerbangnya jangan sampai dia berhasil masuk mengganggu jam istirahat Papa." titah Arjuna tidak akan membiarkan Sela memanfaatkan kelemahan ayah nya bila sudah melihat tangis seorang wanita.
" Siap tuan,mengenai Bambang! Pria itu sedang menjadi sasaran empuk pemuda kampung Telaga karena sikap angkuh nya."
" Hm...Pokok nya begitu dia pulang ke rumah, segera usir mereka dari sana.Aku ingin melihat sejauh mana Bambang bisa mempertahankan wajah angkuh nya."
Setelah memastikan rencana besar nya berjalan dengan matang.Arjuna berbalik naik ke atas tempat tidur.
Namun Arjuna masih belum bisa memejamkan mata nya.pikiran nya melayang jauh apa lagi yang harus ia lakukan untuk membuat Bambang sadar diri dan tidak lagi menekan ketenangan istri nya.
" Aku janji! Dalam waktu dekat Aku akan membawa Kamu menemui mereka."
"Aku harap Kamu siap menerima kenyataan ini."
Bersambung