NovelToon NovelToon
Di Balik Senyum Anak Pertama

Di Balik Senyum Anak Pertama

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mengubah Takdir / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurhikmatul Jannah

"Menjadi anak pertama berarti harus siap menjadi benteng, harus siap mengalah, dan harus terlihat kuat meski hati rapuh.

Di mata semua orang, Zhira adalah anak yang beruntung. Tapi siapa sangka, di balik senyumnya yang tulus, tersimpan luka mendalam karena perlakuan dingin sang Ibu dan rasa tidak dianggap di rumah sendiri.

Ini adalah kisah perjuangan seorang anak sulung untuk membuktikan dirinya berharga, meski harus berjalan sendirian meniti jalan yang penuh duri."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurhikmatul Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Kecil Sebelum Pelaminan

POV Zhira

Hari-hari setelah lamaran terasa begitu indah, seperti melayang di atas awan. Cincin di jari manis menjadi saksi bisu janji suci kami. Persiapan pernikahan pun mulai berjalan, meski pelan-pelan.

Arfan sangat memperhatikan detail. Dia ingin acaranya sederhana tapi berkesan, dan yang paling penting, dia ingin aku tampil sempurna di hari bahagiaku.

"Ra, minggu depan kita harus ke rumah orang tua aku ya. Orang tua aku pengen banget kenalan sama calon menantu mereka," kata Arfan suatu hari saat kami sedang makan siang.

Jantungku berdegup kencang. "Hah? Ketemu orang tua kamu? Serius Fan? Aku gugup banget... gimana kalau mereka nggak suka sama aku? Gimana kalau mereka pikir aku kurang cantik atau kurang mampu?"

Rasa minder yang selama ini tertanam sejak kecil tiba-tiba muncul lagi. Bagiku, keluarga Arfan pasti keluarga yang terpandang, kaya raya, dan punya standar tinggi.

Arfan langsung menggeleng tegas, lalu mencubit pipiku gemas.

"Ah mikir apa sih kamu! Orang tua aku itu orangnya paling santai dan terbuka. Mereka yang nyuruh aku cepet kenalin kamu karena udah dengar cerita aku terus soal kamu. Mereka penasaran sama cewek sekuat dan sebaik kamu."

"Tapi tetap aja takut..." gumamku.

"Udah jangan takut. Ada aku di samping kamu. Kamu itu calon istri aku, jadi otomatis kamu bagian dari keluarga aku. Mereka pasti sayang sama kamu," ucapnya meyakinkan.

 

Hari yang ditunggu pun tiba. Aku mempersiapkan diri sebaik mungkin. Aku mengenakan gamis warna peach yang sopan dan anggun, rambut dikuncir rapi, dan make up tipis-tipis agar terlihat segar.

Arfan menjemput dengan senyum lebar. "Wih... cantik banget calon istriku! Ayo kita berangkat!"

Rumah keluarga Arfan terletak di perumahan elit yang asri dan tenue. Rumahnya besar, berarsitektur modern minimalis dengan taman yang sangat terawat.

Saat mobil masuk ke halaman, jantungku berdegup bukan main. Gedebuk... gedebuk...

"Tenang nafasnya, Sayang. Semuanya bakal baik-baik aja," bisik Arfan sambil menggenggam tanganku erat sebelum turun.

Kami turun dan berjalan menuju pintu utama. Belum sempat Arfan mengetuk pintu, pintu sudah terbuka.

Di sana berdiri sepasang suami istri yang terlihat sangat ramah dan hangat. Bapak terlihat gagah dan santai, Ibu terlihat cantik, elegan, dan wajahnya sangat teduh.

"Assalamu’alaikum..." sapaku dan Arfan bersamaan.

"Wa’alaikumsalam! Ayo masuk, masuk! Sudah ditungguin nih!" seru Ibu Arfan—Bu Ratna—dengan suara ceria. Dia langsung menarik tanganku dan menggenggamnya hangat.

Wanita ini... senyumnya sangat menenangkan. Dia menatap mataku lekat-lekat, lalu tersenyum lebar.

"Jadi ini Zhira ya? Ya ampun, cantik dan sopan banget. Cocok banget sama Arfan! Masya Allah..." pujiinya langsung membuat pipiku memanas.

"Makasih banyak, Bu..." jawabku malu.

Makan siang berjalan sangat menyenangkan. Bapak Arfan—Pak Darmawan—banyak bertanya tentang latar belakangku, tentang pekerjaanku, tentang hobiku. Dan yang membuatku lega, mereka mendengarkanku dengan penuh antusias.

Saat aku cerita tentang perjuanganku kuliah sambil kerja, tentang bagaimana aku mandiri dari muda, wajah mereka berdua berubah jadi sangat kagum.

"Pantesan Arfan jatuh cinta," kata Pak Darmawan sambil mengangguk hormat. "Anak muda zaman sekarang jarang yang sekuat dan sebaik kamu, Nduk. Kamu itu permata, sayang. Arfan beruntung dapat kamu."

Kalimat itu membuat air mataku hampir tumpah. Untuk kesekian kalinya, orang justru memujiku karena apa yang kualami, bukan menjauh.

 

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Saat sedang asyik mengobrol di ruang tengah, tiba-tiba ponselku bergetar. Pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal, tapi isinya membuat darahku seakan berhenti mengalir.

"Hai Zhira. Selamat ya mau nikah. Tapi sayang... impianmu itu bakal hancur sebelum sempat terwujud. Jangan harap kamu bisa bahagia selamanya. Ingat, kamu itu pembawa sial. Siapa yang dekat sama kamu, nasibnya bakal sama buruknya."

Tanganku gemetar hebat membaca pesan itu. Siapa ini? Kenapa dia tahu aku mau nikah? Isinya penuh kebencian dan ancaman.

"Ra? Kenapa wajahnya pucat gitu? Ada apa?" Arfan langsung menyadarai perubahanku. Dia merebut ponsel dari tanganku dan membaca pesan itu.

Wajah Arfan yang tadi ceria, seketika berubah gelap dan murka. Rahangnya mengeras, matanya memancarkan amarah yang luar biasa.

"Siapa berani kirim pesan ginian?! Sombong sekali!" geramnya kesal.

Orang tua Arfan pun ikut kaget dan membaca pesan itu. Wajah Bu Ratna langsung berubah khawatir.

"Ya Allah... ini siapa yang jahat banget ngomongnya? Zhira gapapa ya Nak, jangan didengerin. Itu pasti orang iri."

Tapi aku... aku gemetar hebat. Kata-kata "pembawa sial" itu... itu adalah kata-kata yang sering Ibu Zainal ucapkan padaku dulu. Dan sekarang, ada orang asing yang mengucapkan hal yang sama persis.

Rasa takut masa lalu kembali datang. Apa benar aku pembawa sial? Apa benar aku nggak pantas bahagia? Apa nanti Arfan dan keluarganya juga bakal kena musibah karena aku?

"Fan..." suaraku bergetar, air mata jatuh tak terbendung. "Mungkin... mungkin mereka bener. Aku takut, Fan. Aku takut aku bawa kesialan buat kamu dan keluarga kamu. Mending kita batalin aja ya? Aku nggak mau kamu celaka..."

"NGGAK BOLEH NGOMONG GITU!"

Arfan berteriak sedikit, bukan marah padaku, tapi marah pada ketakutanku. Dia langsung memelukku erat-erat di depan orang tuanya.

"Dengerin aku baik-baik, Zhira! Kamu denger ya!" Arfan menatap wajahku basah, menatap mataku tajam tapi lembut.

"Kamu itu wanita paling beruntung yang pernah aku temui. Kamu bukan pembawa sial, kamu pembawa keberkahan! Siapa pun yang kirim pesan itu, itu cuma orang iri yang nggak rela lihat kamu bahagia! Jangan biarkan omongan sampah itu masuk ke otak kamu!"

"Tapi Fan..."

"Nggak ada tapi-tapian! Kita akan tetap nikah! Kita akan tetap bahagia! Dan aku akan cari tahu siapa dalang di balik pesan ini! Aku nggak akan biarin siapapun ganggu kamu!"

Arfan terlihat sangat protektif dan marah besar. Sementara itu, Pak Darmawan dan Bu Ratna saling pandang, wajahnya terlihat serius.

"Arfan, coba kamu cek nomor itu. Kita harus waspada. Jangan sampai ada yang berani ancam keluarga kita," kata Pak Darmawan tegas.

Malam itu, suasana yang tadinya hangat dan bahagia, berubah menjadi tegang dan penuh misteri.

Siapa pengirim pesan itu? Apakah itu hanya orang iseng? Atau ada seseorang yang benar-benar ingin menghancurkan kebahagiaanku?

Dan yang paling membuatku takut... apakah ini awal dari badai besar yang akan datang menghampiri bahtera rumah tanggaku?

POV End

 

...----------------...

Waduh, deg-degan kan Bestie! 😱🔥 Siapa sih yang kirim pesan itu? Bikin penasaran banget kan! Gimana Bab 24-nya? Lanjut Bab 25 lagi gas! Kita mau cari tahu pelakunya nih! 👀📖

1
Mona
Bagus banget Thor, kalimat dan alurnya menarik dan membuat tertarik, keren 👍👍👍👍👍
Nurhikmatul Jannah
ya kak terimah kasih ya😍,iya kak nanti tak mampir
haniswity
ceritanya seruuu ,banyak banget plott twist nya suka banget ,walaupun pemula tapi cerita hebat banget 👋
Nurhikmatul Jannah: Terimah kasih sudah mampir
total 1 replies
haniswity
cerita nya bagus bangett,ngene banget banyak juga plot twist ny💪,semngat
Nurhikmatul Jannah: terimah kasih sudah mampir😍
total 1 replies
Nurhikmatul Jannah
bagus.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!