NovelToon NovelToon
Cincin Brondong Dosen Killer

Cincin Brondong Dosen Killer

Status: tamat
Genre:Dosen / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ddie

Hidup Dewa sudah cukup runyam diputusin Sasha, keuangannya hampir kolaps, dan menjadi bulan-bulanan takdir. Tapi takdir memutuskan untuk bercanda lebih kejam

Paket cincin untuk pacarnya Sasha nyasar ke apartemen Dian, dosen killer yang bikin satu kampus bergidik.

Dian mulai curiga Dewa adalah penguntit rahasia, merekrutnya mejadi asisten pribadi—dengan ancaman nilai. Dewa malah terjebak dalam permainan dekan genit yang suka dengan Dian.

Tapi kenapa ada perasaan aneh yang muncul di antara interogasi dan kopi panas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ddie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Biang Gosip

Pukul 11.00, kantin Dewa duduk bersama Roby melaporkan kejadian tadi pagi

"Lo, Ibu Dian mau melawan pak Dekan?" Roby melongo. "Sendirian?"

"Iya. Gue khawatir, By."

Roby menghela napas. "Bro, Ibu Dian itu bukan cewek sembarangan. Dia bisa menjaga diri sendiri, pa lagi dia sudah berumur."

"Gak ada hubungannya dengan perawan tua, Roby,"Dewa naik darah setiap kali namanya disebut gadis tua.

" Lha ? Emang benar kan, Bu Dian memasuki umur 40 tahun, nah Lo ? pipis aja sering muncrat ke dinding." Roby tertawa ngakak matanya berair.

" Gak lucu, bangke."Dewa manyun menendang pantat nya.

" Ia, sorry sorry, gue becanda, terus apa masalah Lo?"

"Bu Dian menentang atasannya, ini gak lucu, Roby.

"Lo lupa? DR Dian Wulandari udah 15 tahun bertahan di kampus ini pasti dia tahu cara menangkis serangan dari jejaka tua kaya' Pak Hadi."

Dewa diam tapi dia tetap khawatir.

"Pa yang Lo bawa ?" Roby menunjuk kotak merah. "Apa isinya?"

Dewa membuka kotak pelan, di dalamnya kue kering bentuknya agak gosong di pinggir, tidak rapi tapi jelas buatan sendiri.

Roby mengambil satu, matanya membelalak.

"Bro... ini kue?"

"Iya, emangnya mercon."

"Ini... ini enak banget!" Roby mengunyah. "Lo tahu artinya apa? dia masak buat lo! Cewek masak buat cowok itu—"

"By, ini Ibu DR Dian Wulandari, MSi, seorang dosen statistik bukan cewek tukang masak katering, Lo ngada ngada wae."

"Ya, terus? ada yang salah ? tetep aja dia masak buat lo." Roby menatapnya lamat. "Itu sinyal, bro, sinyal bahwa dia emang suka ma lo."

Dewa hanya diam, menatap nya lamat," Otak Lo mesti di sterilkan, gue hanya ingin meminta cincin gue balik."

"Tapi sebenarnya Lo suka kan? Paling gue akan membuat gosip baru, dewa mahasiswa unyu suka dengan dosen Pertu ( perawan tua )

Roby tertawa ngakak berlari menghindar dilempar pakai sendal

 

Pukul 13.00, ruang dekan.

Dian duduk tegap di kursi tamu. Prof Hadi di belakang meja, berusaha terlihat kalem seolah tidak bersalah, tapi tangannya agak gemetar.

"Ada perlu apa, Ibu Dian?"

Dian menatapnya langsung tidak takut.

"Pak Dekan, saya mau bicara soal asisten saya."

Prof Hadi tersenyum. "Oh, Dewa? Anak tengil itu, saya baru saja ngobrol dengannya."

"Saya tahu." Nada bicara Dian dingin sedingin hembusan angin Antartika. "Dan saya tahu apa yang Bapak bicarakan."

Prof Hadi diam senyumnya kaku bak seringai The Joker film Batman.

"Pak Dekan, saya menghargai semua perhatian Bapak kepada saya . Tapi... tetap ada batasannya."

"Batasan apa?"

"Iya, saya mohon asisten saya... jangan diganggu."

Prof Hadi tertawa yang dipaksakan. "Ibu Dian, saya tidak mengganggu. Saya cuma—"

"Saya tahu maksud Bapak." Dian memotong pelan. "Dan saya sudah 15 tahun di kampus ini tahu cara kerja sistem pendidikan tinggi aturan patut apa tidak nya dan ... hak saya."

Prof Hadi diam wajahnya mulai memerah.

"Jadi, sekali lagi dengan hormat... saya minta Bapak tidak melibatkan asisten saya dalam urusan pribadi Bapak. Kalau Bapak ingin bicara dengan saya, bicara langsung. Jangan lewat ancaman ke dia."

Hening. Prof Hadi menatapnya tajam, antara kagum, marah, bercampur aduk.

"Ibu Dian... kamu hebat."

Dian tidak menjawab.

"Tapi justru itu yang bikin aku semakin... suka."

"Selamat siang, Pak Dekan."

Ia pergi meninggalkan Prof Hadi dengan perasaan ulekan gado panas dan pedas

 

Pukul 17.00, parkiran.

Dewa menunggu dengan khawatir. Tapi begitu ia keluar dari dalam ruangannya, wajahnya kembali tenang

"Bu? Gimana?"

Ia naik motor seperti tidak peduli, memasang helmnya "Sudah beres, Dewa."

"Serius, Bu?"

"Pak Dekan... untuk sementara akan diam."

Dewa menarik napas lega, tapi ada sesuatu yang mengganjal.

"Bu... Ibu bilang apa?"

Ia menoleh tersenyum tipis.

"Saya cuma bilang... jangan ganggu asistenku."

Laki laki itu hatinya menghangat, wajahnya tersipu "Terimakasih banyak, ya, Bu."

Ia menepuk helmnya. "Ayo pulang, saya laper."

Motor melaju. Sore Jakarta yang cerah. Tapi di belakang mereka, di jendela lantai 3, Prof Hadi menatap matanya menyipit.

Ponselnya bergetar pesan dari nomor tidak dikenal.

"Saya bisa bantu, Pak."

Prof Hadi membaca tersenyum.

"Siapa ini?"

"Teman yang juga punya urusan dengan Dewa."

---

Hari kedua puluh, pukul 09.00 pagi.

Dewa melangkah masuk ke gedung perkuliahan dengan perasaan biasa—tapi suasana di dalam tidak biasa sama sekali.

Semua orang menatapnya seperti maling jemuran, bukan tatapan biasa tapi campuran antara: penasaran, iri, heran, dan "lo mahasiswa jual bubur ayam kok bisa sih deketin ibu dosen?"

Dewa berjalan menuju ruang kuliah. Setiap langkah diikuti bisik-bisik tetangga.

"Itu dia..."

"Iya, itu asistennya..."

"Gila, lo liat muka dia? Biasa aja tuh...,mirip tukang daging di pasar."

" Emang dia jualan bubur di pasar kok."

" Ha?

" Tapi kata Rina dia baik..."

"Lo mau jadi asisten juga? Sana daftar..."

Dewa mengabaikan biang gosip mencoba fokus ke depan. Tapi di dalam kelas, suasana lebih parah.

----

GRUP WA "EKONOMI 21- TANPA DOSEN"

(20 menit sebelumnya)

Rina: [08.45] Genting, SAS

Budi: [08.45] Lo kenapa, Rin? Kebanyakan minum kopi dingin Lo ?

Rina: [08.46]Gue baru saja melihat pemandangan yang tidak terlaporkan

Joko: [08.46] Apaan sih ?Paling Bu Dian atau Prof Hadi, dua makhluk yang meresahkan di kampus ekonomi.

Rina: [08.47]Lebih dari itu.

Budi: [08.47]Cepet! Jangan bikin penasaran!

Rina: [08.48]Gue liat Ibu Dian turun dari motor, terus ..senyum kearah Dewa

Joko: [08.48 ]...

Budi: [08.48]...

Rina: [08.49]Kalian pada diem kenapa?

Joko: [08.49]Orang senyum aja Lo meriang kenapa sih Lo ?"

Rina: lo tahu nggak? seingat gue Ibu Dian terakhir kali tersenyum pada abad pertengahan Romawi

Budi: [08.50]Wkwkwkw

Rina [08.51]: Ibu Dian terkenal dengan julukan "The Ice Queen" sejak 2010. Sumber Wikipedia.

Ia mengirim foto buram perempuan cantik itu sedang memegang helm. Wajahnya... iya, setengah tersenyum dan di sampingnya Dewa, lagi nyalain motor.

Joko: [08.52] : Photo gitu aja Lo rese'

Budi: [08.52] : Ya biarin aja.

Rina: [08.53] : Asli gue photo di balik pohon sengon!

Sari: [08.54] :Lo ngapain di balik pohon pagi-pagi, Rin, ntar Lo digigit semut.

Rina [08.54] Ini untuk data buletin

Budi: [08.55] : Jangan sembarangan Lo, itu sama dengan menyebar aib

Joko: [08.56] : Hipotesis gue: Ibu Dian udah luluh. Tapi sama siapa? Dewa? Atau... ada faktor X?

Budi: [08.57] Faktor X: Pak Dekan yang tiap pagi kasih mawar.

Sari: [08.58] Oh iya! Si Dekan genit!

Joko: [08.59] : Stress Lo pada.

Budi: [09.00] : Old and New, kriting vs Bald men —

Joko: [09.01] Wkwkwk

1
D_wiwied
makasih buat ceritanya kak, cerita yg ga biasa yg awal2 bikin geregetan pingin getok authornya eh getok Dewa maksudnya 😆🤭
bikin karya baru lg kak yg lbh seru dr DnD, aku tunggu yaaa 🥰
D_wiwied: wkwkwk iyakah, biar tambah semangat menulis kak 🤭😆
total 3 replies
D_wiwied
waah ga terasa sdh 5 tahun saja, dan sdh ada si kecil Nana si bubur sachetmu ya Wa, akhirnya perjuangan kamu ga sia-sia semoga bahagia selamanya ya.. tp mengsedih jg nih kisah Dian n Dewa bakal end 😥 smg authornya bikin sekuelnya 😆
Ddie: udah mba disini aja ...nanti kepanjangan mba wied sewot. hehe
novel baru aja mba ...
total 1 replies
D_wiwied
Rob kamu pelukan sama siapa, kak Ddi aja yaa 🤭
D_wiwied: 🤭🤭🤭🤭😆😆😆
total 2 replies
D_wiwied
aah so sweet,, tumben lancar ngomongnya Wa.. semoga disegerakan deh sama authornya 😆😁
Ddie: hahaha...udah kok mba gak perlu berlama lama...nanti mba sewot 😅
total 1 replies
D_wiwied
wohooo akhirnya dilamar jg bu Di nya 😁
Ddie: hehhe...ya mba cepet di kamar eh di lamar biar gak di gondol maling laki buaya
total 1 replies
D_wiwied
ya Allah kak jahat banget sih jd orang tega2 nya bikin Dian cintaku sayangku kecelakaan.. gak pren ah
D_wiwied: Yups author yg berkuasa atas hidup dan cinta Dian Dewa 😁🤣
total 2 replies
D_wiwied
dan empat kata itu yg akan membawa Dewa kembali pulang ke kamu Di sayang.. 🤭😆
Ddie: mba wied kalau ada yang romantis romantisan senyam senyum ...ya...
gawaat ibu satu nih 😄
total 1 replies
D_wiwied
jangan cuma dijadikan pelarian lho pak, kasian bu Lastri.. btw selamat dulu deh selamat menempuh hidup baru smg berbahagia selalu dan cepat lupakan Dian, dia bukan untukmu dia milik Dewa 😆😁
D_wiwied: waahh 😍
total 4 replies
D_wiwied
ternyata aisyah orang baik 😁
Ddie: ya mba ..baik kaya mba tapi gak cerewet 🤣🤣
kalau Aisyah suka dewa, kacau deh mba ...ntah kemana cerita nya😄
total 2 replies
D_wiwied
yups, bodoh pake bangetttt
D_wiwied: gemes kak gemessss aku tuh

ya ampuuun mlh pake diwarning segala : komen terlalu cepat kata sistem 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
awas lho Wa, kalo sampe kamu main hati sm cewek lain aku blebekin kamu di Ciliwung 😏
D_wiwied: ide yg bagusss 🤭😆
total 2 replies
D_wiwied
harusnya kamu nanya dirimu sendiri Di, apa kamu sanggup?
Ddie: gaya nya Bu dian aja mba, padahal hatinya resah
total 1 replies
D_wiwied
sorry bu, Dewa mau pergi hiling ke luar negri sama aku.. jd gausah ditunggu yaaa 🤭🤭
D_wiwied: moso ke luar negeri bantar gebang, emoh ah
total 2 replies
D_wiwied
mbuhlah Di, sakarepmu
D_wiwied: tau tu bu dosen, ikutan plin plan ky si Dewa
total 2 replies
D_wiwied
ego mengalahkan cinta,, putus ya putus aja mungkin lbh baik saling menjauh dulu agar kalian mengerti arti kehadiran seseorang setelah orang itu tdk ada di sisimu
Ddie: heheh...nyeplos kadang membuat ngakak ya mba, tapi ada ilmu yang terselip ...
total 3 replies
D_wiwied
kapokmu kapan Wa kamu be to the go sih, membiarkan ketidakjujuran smpe berlarut-larut, wes terima nasib aja kalo nanti kamu didepak bu D.. rekor ini belum lama jadian udah di putusin aja 😆😆🤭
berjuang dong Wa, tunjukkan kesungguhan mu smg bisa meluluhkan hati Dian
Ddie: hahahah🤣🤣🤣🤣...aduh tuhan
total 3 replies
D_wiwied
itu bukan cinta tp obsesi, sebenarnya kamu tau kans mendapatkan Dewa kembali sdh tdk ada,, dahlah stop smpe disini aja
Ddie: namanya juga usaha mba..siapa tahu berubah, sifat manusia begitu, penyesalan datang disaat semuanya telah terjadi. Sasha gak akan mengerti, tapi usaha nya tidak akan mempan..Dewa bukan seperti laki laki cengeng...dia pasti berusaha
total 1 replies
D_wiwied
resiko yg hrs kamu tanggung Wa, resiko yg hrs kamu bayar krn kepengecutanmu yg tdk mau terus terang,, rasain kamu klo bu D ntar ngambek 🤣🤣
D_wiwied: wkwkwk pengen ku tampol pake parutan kelapa 🤣🤣
total 2 replies
D_wiwied
cinta ternyata bisa bikin orang jd bodoh ya, mau2 nya kamu diperalat sm si micin masuk ke dlm jebakan yg bisa membuat kamu kehilangan integritas, selamat menikmati kehancuran pakdos 😆😆
D_wiwied: nahh, sok2 an pake acara menyesal segala.. kenapa penyesalannya hrs nunggu smpe 15 tahun? kemarin2 kemana kamuuu, andai istri Arif ga meninggoy pasti ga bakalan ada cerita mengejar cinta lama ya kaaan
total 2 replies
D_wiwied
ngarang banget bocah sstu ini, bukan Dewa yg mengkhianati tp kamu yg ninggalin dia krn kamu mikirnya Dewa adalah mahasiswa kere, dan setelah sekarang kamu tau Dewa anak orkay kamu ngejar dia lagi.. dasar gatau malu
Ddie: 🤣🤣🤣 oke siiip ...gak deh
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!