NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Iblis

Istri Kontrak Sang Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa Fantasi
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: flowy_

Terjebak dalam tubuh karakter figuran yang sakit-sakitan, seorang wanita harus bertahan hidup di dunia novel sebelum maut menjemputnya. Demi mendapatkan obat dan perlindungan dari keluarganya yang manipulatif, ia mengajukan pernikahan kontrak selama satu tahun kepada Axion, pria berjuluk "Iblis" kekaisaran.

Namun, pernikahan ini menjadi rumit karena setiap anggota keluarga menyimpan rahasia besar. Axion ternyata menyimpan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang penuh dendam, sementara putra angkat mereka adalah sosok misterius yang aslinya bukan berasal dari dunia manusia.

Meski awalnya penuh ketegangan dan instruksi untuk hidup saling mengabaikan, sikap sang suami perlahan berubah drastis. Pria yang semula dingin itu kini menjadi sangat protektif dan tidak segan bertindak kasar pada siapa pun yang merendahkan istrinya. Hubungan yang seharusnya berakhir dalam setahun kini berubah menjadi ikatan keluarga yang rumit namun tak terpisahkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flowy_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menunjuk Arah.

"Lulu mau menyelamatkan mereka!"

Luceran akhirnya berhasil menyelesaikan kalimatnya. Bahu dan pinggangnya kini sudah ditahan erat oleh Gabriella dan Axion. Dengan penjagaan seketat itu, tidak mungkin ia bisa terjatuh lagi.

"Kita hentikan keretanya dulu," ujar Axion.

Gabriella mengangguk setuju. Jantungnya serasa mau copot melihat Luceran yang nyaris terjungkal tadi.

"Ibu, aku akan segera pergi!" seru Luceran, ia bersiap melompat keluar begitu kereta berhenti.

Namun, sebelum sempat melesat, Axion lebih dulu menyambar tubuh mungil itu dan menahannya.

"Tidak boleh sendirian," tegas Axion.

"Kalau begitu, Ibu juga harus ikut!" seru Luceran sambil terus bergerak gelisah dalam dekapan Axion.

Axion segera mengangkat Luceran ke dalam gendongannya. Meski anak itu meronta ingin segera turun, usahanya sia-sia. Kakinya hanya bisa menendang-nendang udara dengan antusias karena tak sabar ingin segera sampai ke desa itu.

Melihat tingkah itu, Gabriella berusaha keras menahan tawa. Ia sengaja memasang wajah serius karena tahu betapa keras kepalanya Luceran jika sudah punya keinginan.

"Luceran, di sana berbahaya."

"Tidak bahaya!" seru Luceran yakin.

Dulu saja ia bisa melindungi Nenek. Jadi sekarang, ia pun pasti bisa melindungi Ibu sekaligus menyelamatkan orang lain.

"Luceran benar. Bagimu, tempat itu tidak berbahaya," sahut Axion tiba-tiba.

Anak itu tertegun. Gerakan kakinya yang sedari tadi menendang-nendang udara mendadak berhenti. Ia menatap Axion dengan bingung, heran kenapa pria ini tiba-tiba membela dirinya.

"Lebih tepatnya, tempat itu tidak berbahaya bagi kau dan aku."

"Kalau Ibu?"

"Bahaya."

"Meskipun Lulu yang menjaga?"

"Iya."

Di luar dugaan, percakapan mereka berdua ternyata cukup nyambung.

"Karena itu, hanya kau dan aku yang akan pergi ke sana."

"Duke!"

Gabriella terperanjat. Alih-alih membujuk Luceran agar mengurungkan niatnya, Axion justru menyatakan akan ikut turun tangan.

"Lagi pula, tempat itu..."

Tepat saat kebenaran hampir terucap dari bibir Gabriella, Axion menggeleng pelan.

Pria itu jauh lebih tahu daripada siapa pun bahwa di tempat tersebut sudah tidak ada lagi nyawa yang tersisa. Tak akan ada satu pun orang yang bisa diselamatkan oleh Luceran.

"Memangnya ada apa di sana?" tanya Luceran dengan mata membulat. Ia tampak bingung melihat Gabriella yang mendadak diam, padahal tadi suaranya sempat meninggi.

"Di sana ada monster. Makhluk yang sangat besar dan menakutkan," jawab Gabriella akhirnya.

Itu bukan kebohongan. Di mana pun ada energi iblis, monster pasti akan muncul. Namun, Axion langsung menyanggah ucapan itu dengan tegas.

"Monster di sana baru saja dibasmi, jadi tidak akan ada yang muncul dalam waktu dekat."

Monster memang punya pola kemunculan yang tetap. Jika tempat itu benar-benar berbahaya, Axion pasti sudah melarang mereka sejak awal.

"Jadi, pergilah bersamaku."

Axion bukanlah tipe orang yang bisa menyajikan hidangan lezat untuk anak yang kelaparan layaknya koki profesional. Ia juga tidak punya keahlian untuk membujuk anak kecil yang sedang menangis agar kembali tertawa.

Namun, ada satu hal yang bisa ia lakukan.

Hanya dia yang mampu melindungi orang-orang di tempat seperti itu.

Axion mengira ia bisa langsung membawa anak itu pergi begitu saja. Namun, Luceran justru memicingkan mata dan menatapnya penuh keraguan.

Tatapan itu seolah mengatakan bahwa ia sama sekali tidak memercayai Axion.

"Ibu akan merasa jauh lebih tenang kalau Luceran pergi bersama Paman," bujuk Gabriella.

"Lulu bisa pergi sendiri..."

"Bukankah butuh banyak bantuan untuk menyelamatkan orang? Berdua pasti akan jauh lebih baik daripada sendirian."

'Paman ini? Serius?'

Bahkan bagi Luceran yang biasanya sangat mudah memercayai orang, Axion tetap berada di urutan terbawah dalam daftar kepercayaannya.

"Benar. Aku akan membantumu," sahut Axion.

Meski sudah berkata begitu, tatapan ragu Luceran belum juga hilang.

"Paman bilang dia akan melakukan apa pun sesuai perintah Luceran," tambah Gabriella.

"Baiklah."

Akhirnya, perjalanan itu di putuskan setelah Axion setuju untuk menuruti segala kemauan Luceran.

Saat hendak membawa Luceran keluar dari kereta, Axion menoleh ke arah Gabriella.

"Gabriella, sebaiknya kau langsung saja ke kastil utama dengan kereta ini. Lagi pula, kami tidak bisa satu kereta denganmu saat kembali nanti."

Berada di dalam satu ruangan setelah terpapar energi iblis akan sangat berbahaya bagi Gabriella. Namun, wanita itu menggeleng tegas.

"Meski nanti harus pulang dengan kereta berbeda, aku akan tetap menunggu sampai kalian berdua kembali."

Tidak ada satu pun nyawa yang bisa diselamatkan di sana.

Gabriella tahu betul bahwa Luceran akan sangat terpukul saat menyadari kenyataan pahit itu. Jika ia tidak ada di sana saat hal itu terjadi, ia takut kekecewaan tersebut akan menjadi luka batin yang membekas selamanya bagi anak itu.

"Baiklah kalau begitu."

Melihat raut cemas yang tak bisa disembunyikan dari wajah Gabriella, Axion tidak lagi memaksanya untuk pergi lebih dulu.

Tak lama kemudian, Gabriella menyadari bahwa keputusannya untuk tetap tinggal adalah pilihan yang sangat tepat.

......................

"Tunggulah di sini."

Setelah meninggalkan beberapa pengawal untuk menjaga Gabriella, Axion dengan santai mengangkat Luceran.

Namun, masalahnya adalah....

"Kenapa digendong seperti itu!" seru Gabriella terperanjat.

Axion justru menjepit Luceran di bawah ketiaknya.

Catatan Author : Anggap aja ilustrasi nya gitu ya biar ga bingung hehehe

"Kenapa harus dibawa seperti itu?"

"Ini cara terbaik untuk meminimalkan kontak dengan energi iblis."

"Kalau memang itu tujuannya, lebih baik naikkan dia ke bahumu."

Seumur hidupnya, Axion belum pernah memanggul anak kecil di bahu. Ia sempat ragu sejenak, sebelum akhirnya ia mendudukkan Luceran dengan kaku di atas bahunya.

Luceran meronta sedikit karena terkejut.

"Pegang yang erat agar tidak jatuh."

"I-iya!"

Luceran mengangguk dengan cepat. Ia mencari pegangan yang paling kokoh, lalu mencengkeram rambut Axion kuat-kuat.

"Sudah pegangan!"

Luceran menggenggam erat rambut Axion di kedua tangannya, masing-masing satu kepalan besar. Alhasil, penampilan Axion jadi terlihat lucu, seolah-olah rambut sang Duke sedang di kuncir dua.

Pfft.

Gabriella pun tak tahan lagi hingga akhirnya tertawa lepas.

Tanpa perlu melihat cermin pun, Axion tahu persis betapa konyol penampilannya saat ini.

Namun, mau bagaimana lagi?

Meski tampak memalukan, bagi Axion ini adalah cara yang paling aman agar anak itu tidak terjatuh.

Sebagai pria yang lebih mementingkan efisiensi dibanding penampilan, Axion tidak melayangkan protes sama sekali.

Dengan wajah yang tetap kaku dan dingin, ia bertanya, "Ke mana kau ingin pergi?"

"Ke sana!"

Luceran menjadikan rambut yang ia genggam sebagai setir untuk memberi arahan. Ia menarik kepalan tangan kanannya ke depan dengan semangat, membuat kepala Axion tersentak mengikuti tarikannya.

"Cukup pegang rambutku saat kau merasa akan jatuh. Kalau ingin menunjukkan arah, gunakan saja jarimu."

"Di sana!"

Luceran kembali menarik rambut Axion ke arah kanan dengan penuh semangat.

Anak itu menunjuk ke satu arah dengan jari telunjuknya, namun tetap tidak melepaskan genggaman eratnya pada rambut sang Duke.

Baginya, karena tadi diminta menggunakan jari untuk menunjuk, maka cara seperti ini sudah benar.

Wajah mungilnya tampak begitu bangga dengan pencapaian tersebut.

"Pfft."

"Hmph!"

Hans dan para pengawal yang sedari tadi menonton bersama Gabriella akhirnya gagal menahan tawa. Mereka buru-buru membuang muka agar tidak tertangkap basah sedang menertawakan tuannya.

Axion menyadari jika ia berlama-lama di sana, martabatnya akan semakin hancur. Akhirnya, dengan pasrah ia melangkah mengikuti arah yang di tunjuk Luceran.

-

Langkahnya terasa berat saat menginjak energi iblis yang lengket di bawah kakinya. Axion refleks mengerutkan keningnya.

'Menjijikkan.'

Berbagai teriakan penuh dendam mulai memenuhi isi kepala Axion.

Bagi orang biasa, suara-suara itu mungkin sudah cukup untuk membuat mereka gila seketika. Namun, Axion hanya mendengarkannya dalam diam meski suasana hatinya ikut memburuk.

"Semuanya menjadi hitam."

"Warna hitam itu adalah energi iblis."

Grrr—.

Luceran menggeram pelan, ia sedikit memperlihatkan giginya.

'Aneh.'

Saat menyelamatkan nenek dulu, rasa takut untuk segera lari masih mendominasi pikirannya. Namun sekarang, kegelapan ini tidak lagi terasa menakutkan.

Sebaliknya, ia merasa justru harus melawannya.

"Di mana orang yang terluka?" tanya Luceran sambil celingukan mencari ke sekeliling.

"Tidak ada."

"Kenapa?"

"Karena semuanya sudah di habisi."

Axion menjawab dengan dingin.

Seandainya Gabriella mendengar percakapan mereka, dia pasti sudah membungkam mulut Axion saat itu juga. Sayangnya, sekarang hanya ada mereka berdua di sana.

Setiap kali retakan muncul, wilayah sekitarnya pasti akan tertutup energi iblis. Di mana pun energi itu berada, monster-monster akan bermunculan, membuat tempat tersebut seperti neraka.

"Lulu akan mengeluarkan mereka!"

Luceran menarik rambut Axion sekuat tenaga. Tarikannya begitu kencang sampai kepala Axion tersentak mengikuti arah tangan bocah itu.

"Tunggu dulu."

Melihat Axion tidak bergerak sesuai keinginannya, Luceran tidak bisa lagi diam.

"Tunggu...!"

Bocah itu bahkan berniat turun untuk memeriksa sendiri dan mencoba melompat ke bawah. Axion segera menyambar Luceran yang nyaris jatuh ke dalam kubangan energi iblis, lalu berbicara dengan cepat.

Jika tidak segera dijelaskan, anak itu pasti akan terus meronta dan memaksakan diri untuk turun.

"Dengarkan baik-baik. Siapa pun yang menyentuh kegelapan itu akan lenyap. Nenekmu, ibumu... semuanya. Kegelapan itu tidak peduli seberapa berharga mereka bagimu, semuanya akan ditelan habis."

"Tapi aku tidak apa-apa?"

Axion mempererat cengkeramannya pada Luceran agar anak itu tidak terlepas.

Sekalipun Luceran tidak akan mati jika terjatuh, ia pasti akan mengalami mimpi buruk yang mengerikan. Jika terus-menerus terpapar, ia bisa menderita insomnia seumur hidup.

Masih terlalu dini baginya untuk bersentuhan langsung dengan energi iblis.

1
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪🍊
Mita Paramita
tuh kn keluarga Valencia masuk aja gangguin hidup Gabriela 😈😈😈
Mita Paramita
untung aja topeng kejahatan Grayson ketauan 🤣🤣🤣 rasain tukang bohong ngaku2 jadi ayah nya Gabriela
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
@Biru791
kapan up pagiii
@Biru791
thour kapan upp lagi
lady parasol: author up besok ya, bbrp hari ini lagi drop hihi, makasih udh baca 🤍
total 1 replies
@Biru791
thour semngagt yukk up lagi💪
@Biru791
semngatt truss double upppp💪
@Biru791
cemungutt up
lady parasol: sambil nunggu up, baca novel terbaru berjudul Violetta : Menulis Ulang Akhir Hidupku 😄

di jamin seru
total 1 replies
@Biru791
cepat capatt uppp seruuu abiss
Mita Paramita
keluarga bahagia 🤣🤣🤣tapi sayang Gabriela umur nya pendek 😭
lady parasol: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
lanjut Thor sering update 🔥🔥🔥💪💪💪
@Biru791
gk ada niat lanjut kah
Mita Paramita
axion masih gengsi aja kalo naksir sama Gabriella 🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
@Biru791
semngatt dong kapan upp
Mita Paramita
axion simpati dikit sama Gabriella 🤨 obatin penyakitnya 😭 umur ny gak lama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!