NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

TRANSMIGRASI JADI IBU TIRI JAHAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Duda / Mengubah Takdir
Popularitas:121.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Viona tidak menyangka jika dirinya akan ber transmigrasi menjadi seorang ibu tiri jahat pada tahun sembilan puluhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MEMANEN KOPI

Vina terpaksa menunda rencananya untuk pergi ke pasar, karena Kakek mengajak semuanya untuk memetik kopi. Ternyata kopi yang ada di kebun sudah banyak yang sudah siap untuk dipanen.

Tanda utama kopi siap panen adalah kulit buah ceri berubah menjadi merah cerah/terang secara menyeluruh, menandakan kematangan sempurna. Ceri kopi yang matang terasa lunak, mudah dipetik, dan memiliki kandungan gula tinggi.

Kakek Darma tidak hanya mengajak Vina dan Jaka. Kedua anak buahnya juga ikut bersama mereka. Siapa lagi kalau bukan Pak De Pahing dan Pak De Jumari.

Kakek Darma dan yang lainnya berangkat terlebih dahulu. Meninggalkan Vina yang harus membawa perbekalan.

Si kembar juga berangkat bersama mereka. Jika di kediaman Jaka ada orang, Jaka berniat menitipkan si kembar. Namun jika tidak ada orang yang ada di rumah, dengan sangat terpaksa si kembar akan mereka bawa ke ladang.

Di Desa para orang tua sudah terbiasa membawa anak-anaknya pergi ke ladang sejak usianya masih dini. Meski tidak ikut membantu, mereka bisa mulai beradaptasi dan membiasakan diri. Agar kelak mereka terbiasa melakukannya.

Biasanya anak kelas tiga SD sudah mulai mencari kayu bakar sendiri. Ada juga yang mencarikan rumput untuk ternak mereka. Tentu saja jumlahnya tidak sebanyak hasil kerja orang dewasa. Semua dikerjakan sesuai dengan kemampuan mereka.

Vina yang tinggal dirumah memasak untuk jumlah yang banyak. Dia memasak dua kilo beras untuk sekali masak. Untuk lauk Kakek Darma pagi-pagi sekali  sudah memotong satu ekor ayam.

Agar tidak repot saat membawanya, Vina memasak ayam itu menjadi ayam kecap pedas dan juga ayam krispi . Tidak hanya dua hidangan itu saja, Vina juga membuat tumis kangkung, dan perkedel talas .

Setelah semuanya matang ia memasukkan kedalam wadah yang ia persiapkan. Kemudian memasukkan wadah itu ke dalam keranjang. Barulah setelah itu ia menyusul ke ladang.

Di ladang Kakek Darma dan yang lainnya bekerja sambil berbincang. Meski berbincang namun tangan mereka tidak berhenti bekerja.

Untuk memetik kopi tidak bisa memanen secara langsung atau menghabiskan semua kopi di pohon dalam satu waktu. Ada tata cara yang perlu diperhatikan.

Pertama pastikan kopi yang hendak di panen sudah matang. Biasanya ditandai dengan warna merah atau kuning kemerahan.

Selanjutnya pemetikan dilakukan berulang kali (setiap 7-14 hari) untuk memastikan hanya buah yang matang sempurna yang dipanen.

Metode terbaik adalah memutar buah merah dengan lembut agar tidak merusak tangkai, dan memisahkannya dari buah hijau/hitam.

Jika terdapat buah hijau/mentah yang tidak sengaja terpetik, buah tersebut harus dipisahkan dan diolah secara terpisah dari buah merah agar tidak menurunkan kualitas.

Saat Vina tiba di ladang, si kembar langsung berhambur ke arahnya dengan gembira.

"Bunda!"

"Hai...capek nggak?" tanya Vina dengan lembut.

"Nggak," jawab keduanya dengan semangat.

"Sudah lapar apa belum?"

"Lapar."

"Ayo Kita ke tempat ayah sama Kakek dulu," kata Vina.

Adin dan Bian dengan semangat menuntun Vina ke tempat Kakek Darma berada. Tentu saja ketiga lelaki lainnya berada disana juga.

"Sarapan dulu yuk," kata Vina setelah tiba di dekat sang Kakek. Jaka agak cemburu karena bukan dia yang disapa untuk pertama kali. Ia segera menghentikan pekerjaanya dan membantu Vina menyiapkan makanan.

"Kek...Pak De...makan dulu yuk! "

"Sebentar lagi," jawab Kakek Darma.

"Mumpung masih hangat loh."

"Tolong ambilin air dong," kata Vina pada Jaka yang sudah duduk di dekatnya.

"Baru tahu ada orang disini," sindir Jaka dengan cemberut. Namun ia segera mengambil air di sumur kecil yang ada ditengah lahan.

"Ha?" Vina bingung sendiri mendengarnya. Mau tanya , tapi Jaka sudah pergi.

"Masak apa Vin? Baunya harum banget,' kata Pak Ramli yang berjalan ke arahnya.

"Tinggal pilih Pak De Ada ayam kecap. Ayam goreng krispi. Tumis kangkung _"

"Aku mau ayam krispi!" seru Adin menghentikan ucapan Vina. Vina terkekeh geli mendengarnya.

"Cuci tangan dulu yang bersih. Baru Bunda ambilkan. "

"Airnya mana? "

"Ayah masih ambil. Duduk manis dulu ya, " pinta Vina yang disambut dengan anggukan kepala.

"Bagus! tadi Adin sama Bian main apa saja? "

"Bantuin Kake sama Ayah, " jawab Bian dengan bangga. Sedari tadi kedua anak kecil itu memang bersama ayahnya memungut biji kopi yang berhamburan di tanah.

"Wah... hebat dong. Karena kalian sudah membantu ayah, maka Bunda akan memberikan hadiah buat kalian berdua. "

"Benarkah? "

"Tentu saja. Tapi tidak sekarang. "

"Kenapa tidak sekarang? ”

"Karena hadiahnya tidak ada disini."

"Yah......" Kedua anak itu nampak kecewa karena tidak langsung mendapatkan hadiah. Namun rasa kecewa itu hanya sebentar. Setelah menikmati makanan yang di siapkan oleh Vina, mereka melupakan hadiah itu..

Selesai makan, Vina ikut memetik kopi. Ini merupakan pengalaman pertamanya. Awalnya agak sulit. Namun lama-lama ia mulai terbiasa. Sesekali ia memasukkan biji kopi yang berwarna merah kedalam mulutnya. Rasanya manis.

"Biar Mas saja yang memetik. Kamu ambil saja kopi yang jatuh ke tanah," kata Jaka yang memang memilik satu pohon bersama Vina.

"Mana boleh begitu. Aku bukan anak kecil lagi."

"Siapa yang bilang Kamu anak kecil. Mas cuman Khawatir tangan Kamu sakit."

"Tenang saja. Aku masih tahu batas kemampuanku kok."

"Baiklah."

Jaka tidak memaksa. Yang penting Vina menikmatinya.

1
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ortu yg egois hhmm lebih senang liat anak menderita 😏 dasarna ga peka ma anak
Osie
aku daftar jd karyawan donk vina..
Osie
bagus vina yg jadi karyawan keluarga semua..jadi terbantu semua kan
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Lanjuut thor /Determined//Determined/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Aku mau lah daftar jadi karyawan keripik 😅
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Karyawan na keluarga semua ini mah 😅
Lina Sofi
msh menunggu update
Memyr 67
tahun 90 masih ada desa di indonesia yg berada di pinggir hutan? dan belom dialiri listrik? othor tau? kapan indonesia mulai membangun jalan tol? tahun 1978. tahun segitu sudah ada jalan tol di indonesia dan othor tulis TAHUN 90 desa desa di indonesia belum dialiri listrik? mail kate, tak patuuut.
Nurul Senggrong: Tapi Terima kasih atas informasinya. 🙏🙏🙏🥰
total 5 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Dasar na emang gatel 😏 udah jadi istri pun ga bisa jaga marwahna, bongkar aja semua, kasih tau aja anakna tuh
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Januar na ini nginep dirumah Vina kan
Lina Sofi
istri y jahat cerai dulu tp anky kasian jgn d terlantarin dia jg butuh kasih sayang orang tua
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kenapa ga dicerai dulu itu istrina
Yuni Anto
ayo next lagi doank Thor 🥰🥰🥰💪💪💪 terus lah pokoke 😍😍😍/Determined//Angry//Determined//Angry/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Ayo jelasin Januu
Osie
/Frown//Frown//Frown/baru mu melotot eh continue..dahlah lembek lagi
Lina Sofi
ok banget ceritanya dan bikin kita terhibur
Lina Sofi
lg seru y terpotong 😄😄 tetap semangat ✊
Yuni Anto
🥰🥰 lanjut lagi donk Thor 💪💪💪😍😍😍
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🤣🤣 Siap2 loh dikerjain mba kun 👻/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhhmmm lemah juga sih kau jadi laki 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!