NovelToon NovelToon
DEBU ORBIT Sang Bintang

DEBU ORBIT Sang Bintang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Romansa-Teen school / Polos / Tamat
Popularitas:90.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Deputi g rahma

🖐❤JANGAN LUPA UBAH KE FAVORITE KALIAN YA, biar ngga ketinggalan update setiap harinya.

like dan vote biar authorr nya semangat nulis🔥🔥

...

Menceritakan kisah Raya. Gadis flat dengan persahabatannya bersama Alula gadis polos.

Entah apa yang membuat Raya selalu dihantui kisah persahabatannya yang kian mirip dengan cerita Debu dan Bintang. persahabatnnya mulai merenggang, namun Alula tetap lah bintang yang bersinar berbeda dengan Raya yang hanya menetap dalam zonanya.
Semakin dalam, sosok misterius membuka awal kisah romantis remaja SMA.


“Motor sialan !!! apes banget sih. Gerutu Raya dalam hati. Gara-gara motor sport merah yang barusan lewat headsetnya menjadi korban tabrak lari.
Bagaimana persahabatan mereka akan di uji dari sini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deputi g rahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. SMA Filips

...hay... up lagi nih...

...semoga tetap terhibur ya...

...jaangan lupa tinggalkan jejak, saran juga boleh hehe😁😁🥰...

.

.

Satu minggu telah berlalu, ujian tengah semester pun telah usah. Banyak yang merasa bersyukur setelahnya, setidaknya kini untuk satu minggu kedepan mereka akan merasa kelonggaran belajar.

Sudah satu minggu juga Raya tidak memperoleh hasil nyata dalam usahanya berbicara kepada Lula.

Ada saja ulah Lessa menggagalkan rencananya. Mulai dari selalu mengikuti Lula sampai mencoba untuk menghasut sahabatnya itu agar semakin menjauh dari Raya.

Sesekali Raya sebenarnya mempunyai kesempatan bertemu Lula namun kalau bukan Lessa yang mengawasinya pasti ada Tama disana. Dan yaps,, Raya lagi tidak ingin bertemu Tama. Raya mati-matin menghindari laki-laki populer itu, ia benar-benar tidak ingin mendengarkan apapun yang akan keluar dari mulutnya.

Masalahnya ketika Raya sedang berniat menenangkan dirinya, Tama malah lebih gencar mendekati Lula. Ada-ada saja yang namannya laki-laki.

“Okey untuk selanjutnya, tepatnya besok kita udah mulai melakukan beberapa kunjungan dan diharapkan semuanya patuh sama mentor masing-masing, jangan buat malu SMA Dalta. Kalau begitu ada yang ingin ditanyakan?” ucap ketua Ekskul Sastra.

Merasa tidak ada yang menyahutinya, maka dianggap mungkin tidak ada pertanyaan selanjutnya.

Ekskul Sastra akhirnya mulai melakukan kegiatannya sesuai dengan rencana awal. Rencananya besok mereka akan berkumpul terlebih dahulu di dalam sekolah baru lah nanti mereka akan berpencar melakukan kunjungan di SMA lainnya.

“Ih...gue iri deh, kenapa hanya gue yang kepisah sih. Sedangkan kalian berdua sama-sama terus”

Bele terlihat manyun mencurahkan isi hatinya.

“Nasip Lo”

“Nasib Lo”

Tanpa sadar Alisha dan Raya berucap berbarengan. Setelahnya karena situasinya menjadi awkward mereka berdua malah tertawa..

***

Esoknya telah tiba. Raya cukup excited mengenai kegiatan hari ini. Setidaknya ia akan sibuk di dunia luar dan tidak akan capek-capek menghindari Tama.

“Ayah hari ini ngga masuk kantor kan?” tanya Raya.

“Iya emang kenapa?”

“Raya minta dianterin, hehehe”

Raya cengengesan di depan Genta, hal itu membuat Genta ikut tersenyum. Menggerakkan tangannya bergaya seperti siap menghormat kepada sang kapten. Tidak membutuhkan waktu lama untuk Genta bersiap dan mengajak Raya pergi ke sekolah.

“Kakak ada kegiatan apa hari ini?”

“itu loh yah, hmmm Raya udah pernah cerita belum sih sama Ayah soal ekskul Sastranya Raya?”

“Oh iya iya , kegiatannya udah mulai hari ini toh, terus kamu nanti kunjungan dimana?”

Raya mengangguk. “Nanti kunjungannya di SMA Filips sih yah”

Genta ikut mengangguk mengerti.

Setelah mereka sampai, Raya langsung di sambut beberapa temannya dari ekskul sastra. Mereka semua berkumpul di area parkiran dan membagi kelompok dengan mentor masing-masing. Tidak membutuhkan waktu lama, satu per satu kelompok akhirnya berangkat. Tinggal hanya kelompok Raya saja yang terlihat masih menunggu.

Raya menggerutu kecil, pasalnya kelompoknya sampai sekarang belum juga berangkat dan itu semua karena Alisha. Gadis itu tadi pamit sebentar, alasannya sakit perut dan harus pergi ke toilet dulu.

“Aduh maaf lama kak, nih perut tadi tiba-tiba mules aja”

Alisha datang, segerah meminta maaf kepada Bunga. Raya menatap tajam temannya itu belum apa –apa udah sial saja kelompoknya. Namun ia sedikit prihatin juga, namanya mules kan kadang-kadang datang tanpa di panggil.

“Ya udah langsung berangkat aja, tapi Lo yakin kan ngga kenapa-kenapa nantinya?” Alisha yakin dan hanya mengangguk saja.

Alisha dan Raya di buat kagum melihat SMA Filips setelah mereka sampai di halamannya. SMA Filips tidak jauh berbeda dengan SMA Dalta. Sekolah itu juga terkenal dengan siswanya yang elit-elit. Tapi tetap saja SMA Filips seperti lebih modern dari sisi bangunan dan sekolah ini sangatlah luas.

Bunga melihat mereka berdua hanya tersenyum. Ia sudah beberapa kali melihat ekspresi seperti itu. dirinya merupakan mentor yang berkali-kali datang di SMA ini dan tentu sudah sangat akrap.

“Kalian mau sampai kapan berdiri kayak patung disitu?”

Mereka berdua tersadar, seketika langsung mengatur ekspresi agar terlihat biasa saja. Jangan sampai siswa disini tahu bagaimana mereka mengagumi sekolah ini, malu juga. Alisha, Raya, kemudian mengikuti kemana Bunga pergi. Well tentu saja mereka semua pergi keruangan ekskul sastra.

“Selamat datang and wellcome di SMA Filips”

Raya cukup kaget mendengar nada semangat dari seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka, begitu pun dengan Alisha.

“Plis deh Roy jangan ngagetin mereka, masih kelas satu tuh” ucap Bunga.

“ Hehehe ngga apa-apa dong ini kan salam penyambutan. Okey okey kalau gitu tanpa basa-basi sebelum acara intinya, mending kita keliling sekolah ini dulu, gimana?”

Mau tidak mau Raya dan Alisha mengangguk gugup kepada siswa bernama Roy itu. Mereka semua berkeliling sambil mendengar Roy menjelaskan bagaimana kerennya sekolah ini. Roy tiba-tiba menghentikan langkahnya membuat kepala Raya terbentur punggung tegapnya.

Meringis pelan memegang kepalanya, ia penasaran apa yang membuat laki-laki ini berhenti seketika.

Raya melotot terkejut, didepannya kini seorang Angkasa berdiri yang kawali oleh Brian dan Arey. Posturnya sangat cool berdiri dengan tangan yang dimasukkan kedalam saku celana.

“ Yo..yo..yow my sodara kembar gue yang manis”

Raya masih kenal sama siswa yang tengah berbicara itu. dia Arey. Tatapan bingung Raya jelas, matanya bolak balik memperhatikan Arey dan Roy secara bergantian. Mereka saudara kembar?. Batin Raya bingung.

Raya ragu untuk percaya jika mereka kembar. Tidak ada yang mirip sama sekali. Jika Arey terlihat cool dan sedikit pecicilan , berbeda dengan Roy. Roy terlihat lebih kalem, humoris positif, rapi, aaaa apa mungkin perbedaannya karena Roy memakai kacamata. Masuk akal. Yang Raya tangkap dari kesamaan mereka berdua adalah sama-sama ceria.

“Ups lo lagi ada kegiatan ya... sorry-sorry”

Arey baru sadar karena menyadari kehadiran Raya dan kelompoknya disana. Dirinya mundur perlahan memberi ruang namun ia maju lagi setelah melihat Raya.

“ Tunggu Lo bukannya yang nolongin Angkasa ya?”

Kini Raya menjadi pusat perhatian semuanya. Raya tidak menjawab maupun merespon akan hal itu. Roy yang sadar akhirnya cepat-cepat mempersilahkan rombongan Raya untuk melanjutkan acara berkeliling , hal itu ia lakukan untuk memberikan rasa nyaman, karena ia tahu Raya sedang tidak nyaman sekarang.

Sedangkan Angkasa, tanpa semua tahu ia melirik tajam kearah Raya. Ada sesuatu dalam dirinya yang ingin ia curahkan kepada gadis itu. ia cukup tahu diri untuk sekarang, waktunya sangat tidak tepat. Lihat saja sampai kapan hatinya bersabar.

“Maaf ya, mungkin Lo ngga nyaman sama mereka, apa lagi sama sodara gue”

Roy angkat bicara di sela langkah mereka. Raya menjadi tidak enak, ia tersenyum maklum. “Ngga apa-apa kok kak”

Malanjutkan langkah mereka, Tangan kanan Raya kemudian ditahan oleh temannya. Mata Alisha begitu mengintimidasi tajam kearahnya. Alisha mungkin masih bisa diam dari tadi. Dan sekarang ia sudah harus tahu semuanya. Diam-diam ternyata Raya mempunyai kenalan se-cool seperti mereka.

“Raya sayangku cintaku... Lo ada hubungan apa sama mereka?”

.

.

.

.

...sampai disini dulu🖐🖐...

...like ...

...coment...

...vote jika ingin ngga maksa, tapi dalam hati mah hmmm🤣🤣🤣...

1
Nita Sari
kak. knp ceritanya menggantung gini
ChocoMUffin
Haiii aku mampir nih. maaf baru bisa mampir sekarang. Ceritamu bagus. semangat yaaa. bikin karya baru dong
Dhea Sukma
Semangat...
Mampir ya ke Novelku, WITHOUT YOU dan MENGENANG JEJAK MASA LALU
slv
kok tamat sih kk..... upp dong kk
Nona Bucin 18294
hai kak aku mampir salken dari Mama muda 😊💜💜😊
R_armylove ❤❤❤❤
semangat ya
R_armylove ❤❤❤❤
hay.. mampir
RN
5 like datang lagi kk feedback totok pembangkit saling dukung kk
Neti Jalia
nyicil boom like lagi🤗🙏
R_armylove ❤❤❤❤
jejak, nyicil baca
R_armylove ❤❤❤❤
mampir kaka
im_ha
5 like untukmu ya Thor. mampir juga di karyaku DOAKU BERBEDA DENGAN DOAMU 💪
Mikayla
Ayo donk kak d terusin,,,
★Merepotkan~
like like like ~🌳🎉
★Merepotkan~
Semangat terus thor, dah mampir nih ane tuk dukung ente 🌲✌️
Neti Jalia
boom lik dari.
*hujan dibalik punggung
*suamiku cek ganas
Neti Jalia
10 likedm dari
*hujan dibalik punggung
*suamiku ceo ganas
Fira Ummu Arfi
sukaaaaaaa
Fira Ummu Arfi
likeeeee mendarat kakkk
Fira Ummu Arfi
pembaca setiaaa hadirrr 💃💃💃💃

tinggalin jejak jg di Novel ku ya ASIYAH AKHIR ZAMAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!