NovelToon NovelToon
ISTRI PALSU: PENGANTIN PENGGANTI

ISTRI PALSU: PENGANTIN PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengantin Pengganti / Nikah Kontrak / Perjodohan
Popularitas:48.1k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Demi menyelamatkan ayah angkatnya yang sakit keras, Zivanna Mahavira terpaksa menggantikan saudara kembarnya, Zivarra, yang kabur sebelum pernikahannya dengan anak sulung keluarga Sadewantara, Keenan Sadewantara.

Tanpa sepengetahuan Zivanna, Keenan ternyata sudah mengetahui sejak awal bahwa wanita yang menikah dengannya bukanlah Zivarra.

Mereka akan menjalani pernikahan selama enam bulan, sesuai kontrak yang diberikan Keenan di awal pernikahan. Selama itu, Zivanna harus mempertahankan kebohongannya demi keluarga dan ayah angkatnya.

Semakin lama hidup bersama, keduanya justru saling jatuh hati.

Sampai pada bulan kelima, semuanya berubah ketika Zivanna menolak hubungan suami istri dan akhirnya meminta maaf atas kebohongannya.

“Kamu pikir aku baru tahu siapa kamu? Aku sudah tahu sejak awal, Zivanna,” ucap Keenan dengan senyum miring.

Mata Zivanna langsung membesar. “A-apa?”

Keenan mengangkat dagu Zivanna. “Kalau kamu ingin aku maafkan, lakukanlah dengan tubuhmu.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merasa iri

Walaupun Keenan sudah membelikannya makanan dari restoran, Zivanna tetap memasak. Ia merasa sayang jika bahan-bahan yang sudah dipotong dibiarkan begitu saja hingga busuk dan akhirnya terbuang sia-sia.

“Mau saya bantu, Nyonya?” tawar Victoria.

“Kakak bantu aku lanjut potong tempe dan sayurannya, ya. Kita buat tempe orek sama capcay yang gampang saja,” ujar Zivanna.

Victoria hanya mengangguk dan melakukan apa yang diperintahkan Zivanna.

Di tengah kesibukannya menumis bumbu, ponsel Zivanna tiba-tiba berdering. Ia segera menyeka tangannya dengan celemek, lalu mengambil ponselnya. Di layar tertera nama Keenan.

“Halo, Mas,” ucap Zivanna.

“Hmm... Makanannya udah sampai?” tanya Keenan. Nada suaranya terdengar datar.

“Sudah, Mas. Kenapa Mas pesan makanan? Kan aku yang akan masak,” ujar Zivanna.

“Biarkan saja. Biar kamu nggak capek, karena aku tahu semalam kamu capek banget,” balas Keenan.

Wajah Zivanna langsung memanas. Seketika bayangan semalam kembali terlintas di benaknya.

“Tapi aku udah janji sama Mama mau masakin mereka,” ucap Zivanna.

“Kan udah aku bilang, kamu nggak usah ikutin kata Mama. Nggak akan ada yang marah,” balas Keenan.

“Kamu mau pulang jam berapa nanti?” tanya Zivanna mengalihkan topik pembicaraan.

“Entahlah, aku malas ke sana.”

“Mas jangan seperti itu! Kamu itu tokoh utamanya di sana!” protes Zivanna.

Keenan berdecak. “Hmm... Mungkin jam enam sore nanti.”

“Ya sudah kalau gitu aku mau lanjut masak,” sahut Zivanna.

“Kamu masak?! Bukannya aku sudah memesan makanan itu agar kamu tidak memasak lagi!” seru Keenan kesal.

“Iya, soalnya sayang aja kalau bahan-bahannya jadi terbuang sia-sia. Lagian cuma tempe orek sama capcay, kok. Nggak lama,” ujar Zivanna.

“Tapi—”

Tut!

Sambungan telepon itu langsung diputus oleh Zivanna. Terserahlah kalau Keenan mau marah atau bagaimana.

Menjelang pukul setengah enam sore, Zivanna akhirnya tiba di rumah mertuanya. Di tangannya terdapat beberapa tote bag berisi kotak-kotak makanan yang turut dibawakan oleh Victoria.

“Sore, Mama. Sore, Tante,” sapa Zivanna begitu memasuki ruang tamu dan melihat Angelina serta Belinda sedang mengobrol.

Kedua wanita paruh baya itu langsung menoleh dan tersenyum hangat melihat kedatangannya.

“Ayo sini duduk, Nak,” ujar Belinda sambil menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.

Angelina segera memanggil dua pelayan untuk mengambil tote bag berisi kotak-kotak makanan dari tangan Zivanna dan Victoria.

“Taruh dulu di dapur. Nanti kalian tata di meja saat yang lainnya datang,” perintah Angelina kepada para pelayan.

“Baik, Nyonya,” jawab mereka serempak.

Setelah itu, Zivanna duduk di sebelah Belinda, sementara Victoria pamit undur diri.

Belinda mulai menanyakan keadaan Zivanna, sementara Angelina sesekali ikut menimpali obrolan mereka.

Suasana ruang tamu pun terasa hangat sambil menunggu anggota keluarga lainnya berdatangan.

Tak lama kemudian, Rafael datang.

“Sore semuanya,” sapanya sambil tersenyum, lalu duduk di sofa tunggal.

“Maaf baru datang. Soalnya pulang dari kantor aku sempat mampir ke rumah dulu buat ganti baju, baru ke sini,” ucap Rafael.

Sejak beberapa satu tahun terakhir Rafael memilih tinggal di rumah pribadinya daripada tinggal bersama kedua orang tuanya, sama seperti Keenan.

Rafael berdiri meninggalkan ruang tamu. Zivanna yang penasaran pun ikut menyusulnya. Ternyata pria itu menuju ke dapur.

“Rafael, kamu sedang butuh sesuatu?” tanya Zivanna.

Rafael menoleh. “Ah, nggak. Aku cuma mau ambil air putih.”

“Kenapa kamu nggak menyuruh pelayan saja yang mengambilkannya?” tanya Zivanna heran. Setahunya, di keluarga ini hampir tidak ada yang melakukan pekerjaan kecil sendiri dan lebih sering meminta bantuan para pelayan.

“Hanya mengambil air putih saja. Aku bisa melakukannya sendiri,” ujar Rafael.

Saat hendak mengambil gelas, matanya tak sengaja menangkap deretan kotak makanan yang tertata rapi di atas meja pantry.

“Ini semua masakan buat nanti malam? Kata Mama, kamu yang masak, ya?” tanyanya sambil mendekati meja tersebut.

“Oh, nggak semuanya. Ada yang beli juga,” jawab Zivanna.

Rafael menoleh penasaran. “Yang mana masakan buatan kamu?”

Zivanna menunjuk beberapa kotak makanan. “Yang ini tempe orek, capcay, sama ayam bumbu lengkuas. Aku cuma sempat masak yang itu. Soalnya waktunya mepet, jadi sebagian lagi Mas Keenan yang beli,” jelasnya.

“Wah... kelihatannya enak. Boleh aku coba sedikit?” Rafael membuka salah satu kotak berisi capcay, lalu menghirup aromanya.

Zivanna mengangguk sambil tersenyum. “Iya, coba saja.”

Rafael mengambil sendok, mencicipi sedikit capcay itu, lalu mengangguk pelan. Matanya bahkan sedikit membulat karena di luar dugaan, rasanya jauh lebih enak daripada yang ia bayangkan.

“Wah, Zivarra. Ini enak sekali. Bumbunya pas,” puji Rafael.

“Benarkah? Mau aku bungkusin buat dibawa pulang?” ujar Zivanna. Wajahnya tampak berbinar. Ia memang selalu merasa senang setiap kali ada yang memuji hasil masakannya.

“Nggak usah. Nanti aku akan makan yang banyak saat makan malam,” balas Rafael sambil tersenyum.

“Ah, baiklah...”

“Kenapa kamu nggak buka restoran saja? Hah... Kak Keenan benar-benar beruntung memilikimu,” celetuk Rafael sambil kembali melirik kotak-kotak makanan di atas meja.

“Mana mungkin masakanku yang masih biasa saja ini dijadikan menu restoran. Apalagi ini pertama kalinya aku masak buat kalian. Selama ini cuma Mas Keenan yang pernah mencobanya,” sahut Zivanna.

Rafael berdecak pelan. “Aku malah jadi semakin iri...”

“Aku nggak bermaksud seperti itu, Raf,” ucap Zivanna merasa tidak enak hati.

Melihat ekspresi panik Zivanna, Rafael langsung tertawa kecil.

“Aku cuma bercanda. Nggak nyangka ternyata Zivarra punya sisi yang begitu mengagumkan,” ujarnya sambil menatap Zivanna lekat. Dalam hati, ia merasa kesal. Kenapa justru Kak Keenan yang mendapatkan perempuan sebaik ini?

“Maksudnya?”

“Capcay ini boleh buatku semua? Aku juga mau membaginya ke orang-orang yang bekerja di rumahku kalau masakanmu memang seenak ini,” ucap Rafael, sengaja mengalihkan pembicaraan.

“Apa?! Ah, jangan... maksudku, masakanku belum layak buat dicoba. Takutnya mereka malah nggak suka,” tolak Zivanna gugup.

Rafael terkekeh pelan. “Aku cuma bercanda. Tenang saja, aku yang akan menghabiskan semuanya.”

Sambil tersenyum, Rafael perlahan menggeser tangannya di atas meja, berniat menyentuh jemari Zivanna yang bertumpu di tepi meja.

Namun, sebelum ujung jarinya sempat menyentuh kulit wanita itu, suara seseorang tiba-tiba terdengar dari arah pintu dapur.

“Apa yang sedang kalian lakukan?!”

1
Erna Riyanto
klu cinta ya pertahankan...ngapain km pergi...yg penting Kenan jg cinta ke kamu...kecuali klu suamimu jajat baru km pergi...lawan aja si zivarra sm orang yg GK suka ke kamu.
Mutia Kim🍑: Iya kak, tapi Zivanna bakalan tertekan karena ancaman Richard sama Zivarra😭
total 1 replies
Erna Riyanto
Kenan pergi keluar negeri trus Zivanna pergi juga...hahhhh...tau lahhh....klu kyk gitu,ceritanya jdi sama kyk cerita" yg lain..
Erna Riyanto
awas aja kenan klu kalah sm rencana zivarra...nnti gantiin Zivanna jdi istrinya ...trus Zivanna pergi...lgi hamil ..susah sendiri...berjuang ngebesarin anknya...klu sampai kyk gitu awas ya kenan....semoga nggk kyk gitu...kenan bertindak sebelum terlambat!!(km kan pasang alat ditas Zivanna,,,
Erna Riyanto
jngn bikin kyk kisah yg udah"...,nnti pergi trus ngilang...ketemu anak udah gede..ibunya berjuang sendirian..hihhh....paling kesel klu ceritanya bgtu...
Rarik Srihastuty
akankah berhasil pelarian Zivanna, aduh aku nggk rela klu mereka berpisah 😭😭😭
Mutia Kim🍑: Tapi kasihan juga kalau Zivanna diancam terus sama Richard dan Zivarra😭
total 1 replies
Alfatia🌷
Setuju banget sama Keenan, Arthur Chen. Itu bagusss, sama-sama anak holang kayaaa😗
Alfatia🌷
Miskom banget kalian. Padahal bilang di awal biar bisa cari solusi🤧
Alfatia🌷
Ihh, kenapa pesawat lo kagak jatuh ajaaa. Ngapain balik, ganggu aja, bikin suasana makin panas🔥
Its me
Rafael memanfaatkan segala sisi.
sakit jiwa nih orang. padahal emaknya baik.
Its me
Hajar terus si Rafael itu!
azzura faradiva
semoga janin yg di kandung Zivanna baby twins or triplets klo bisa🤲🏻😊
Mutia Kim🍑: Kita buat twins kali ya😗
total 1 replies
Its me
aduh ngapain dia di situ
Its me
kayak nama cowok
Its me
susah ya punya suami posesif
Its me
hmm... jangan-jangan zivarra mau di bawa pulang buat misahin Anna dan Keenan
Its me
mulai Omes nya 😄
azzura faradiva
konflik dan intrik yg tak berkesudahan, kapan hidup tenang dan damai 🤔
Mutia Kim🍑: Sepertinya masih panjang kak, apalagi Zivarra udah kembali😌
total 1 replies
Alfatia🌷
Nggak rela sumpah kalau mereka bener-bener dipisahin😭
Addb_Rh
kalo soal cemburu, keenan gak bisa pura-pura🤣🤣🤣
ketahuan deh
Alfatia🌷
Miskom banget sih kalian. Kenapa nggak jujur aja kalau udah dari dokter😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!