NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14 MENCARI INFO

Dinar melajukan mobilnya cukup kencang karena sebelum kekampus Dinar sempat mengirim pesan kepada Dina, bahwa dia akan singgah kerumahnya untuk menanyakan sesuatu. Dina yang akan berangkat kekampus akan bareng dengan Dinar.

"Hai Dina... "

'Haiii Dinar, apa kabar kamu, sudah lama ngak ketemu"

"Ayo masuk dulu'

Dinar membuka pintu mobil dan Dina duduk disebelahnya.

" Aku baik Din... Alhamdulillah "

"Gimana skripsimu "

"*Sudah mulai Bab akhir mudahan aku bisa wisuda semester ini"

"Alhamdulillah aku juga berharap gitu"

"Tapi masih ada saja yang perlu diperbaiki"

"Oh ya Dina, Meta gimana kabarnya apakah berat kali Skripsinya sampai berulang-ulang survei"

"Maksud kamu"

"Meta katanya pergi keluar daerah untuk penelitian ulang"

"Ah aku ngak tahu, bukannya Meta ambil cuti kuliah"

"Cuti..?

" Memangnya kamu ngak tahu bahwa Meta cuti sudah beberapa bulan ini"

"Aku ngak tahu karena sejak Mama meninggal aku belum focus pada apapun, kami tahu sakitnya kehilangan seorang Mama."

"Iya aku tahu"

"Jadi aku ngak focus sampai aku rasakan Meta ngak pernah datang lagi kerumahku.

" Jadi darimana kamu tahu Din, Meta cuti"

"Aku bantu Meta yang ngantar surat cutinya ke direktorat."

"Kabarnya aku dengar Meta ada yang mau melamar dan dia akan menikah"

"Tapi sampai sekarang aku ngak tahu kabarnya dan nggak pernah dapat undangan"

"Telponnya mati semua akses mati"

"Hmmm, Meta mau nikah"

Pikiran Meta berputar, Meta nikah sama siapa bukankah Meta belum punya pacar"

"Segitunya Meta berahasia kepadanya sampai dia pergi, Dinar pun ngak tahu padahal mereka sahabat"

"Kapan Meta chat kamu Dina"

"Terakhir dia chat, katanya dia dirumah sakit untuk kontrol"

"Oh.. " Dinar ingat kata Bobby bahwa dia bertemu dengan Meta dan neneknya di rumah di rumah sakit.

"Apa sebenarnya terjadi seakan menjadi rahasia besar"

Pikiran Dinar seakan berperang dengan hatinya. apakah Meta sakit. Kenapa Meta mendadak hilang dalam kehidupannya. Dari kecil mereka bersama tak pernah ada rahasia di antara mereka. Kecuali pesan Mamanya yang menjadi beban pikiran di hatinya.

Dinar dan Dina sampai kekampus, Dinar mengantarkan Dina ke kampusnya yang sama dengan Meta.

"Makasih Ya Dinar, semoga lancar ya urusannya"

'Makasih Dina Youuu too"

Dinar merasakan hal aneh setelah mendengar informasi dari Dina dan Nenek Aini jelas berbohong kepadanya.

"Aku akan cari info aku baiknya telpon Bobby sekarang"

"Bobby boleh kita ketemu"

Dinar mengirim pesan singkat kepada Bobby sahabat atau kekasihnya pesan langsung di balas oleh Bobby.

"Ok sayang, nanti aku akan pergi kekampus kamu setelah dari Jurusan"

"Baik Bobby makasih"

"yoi sayang"

setelah beberapa kegiatan diikuti oleh Bobby selesai, pria tampan tersebut pergi ke kampus Dinar yang pada saat itu sedang ada diruang baca jurusan nya.

"Hai Di"

"Bobby udah kesini"

"Iya, untuk sang pujaan hati harus cepat bertemu"

"Ah ngak gitu juga kali"

"Hmmm Ada apa ini kayak banyak masalah ini kalau sudah mumet gini pasti panggil Bobby sang penjaga hati"

"Hahahha kamu ada saja Bobby"

"Masalah Meta Bobby"

Dinar menceritakan semua kejadian dan kecurigaannya kepada Meta dan Neneknya.

"Jadi kamu sudah bertemu Dina tadi"

"Sudah, Dina menceritakan bahwa dia Cuti sedangkan nenek mengatakan dia survey untuk skripsinya, Dina juga mengatakan Meta cuti karena ada yang melamarnya"

"Ada yang Melamarnya?"

"Iya Bob, sedangkan beberapa hari ini aku melihat Papa bersama Nenek Aini beberapa kali mengantar Nenek Aini pulang"

"Papa kamu bersama Nenek Aini? "

"Hmmm ada apa ini sebenarnya, kita harus cari tahu ini Dinar"

"Iya Bob"

"semua dapat kita selidiki dari Nenek Meta, Dinar"

"Iya, tapi caranya bagaimana"

"Bagaimana kalau kita pergi kerumah Nenek Aini nanti malam. seakan kita kangen sama Meta dan bertanya keadaan Meta"

"Boleh"

"Nanti aku jemput kamu ya"

"Ok"

**

Menjelang Isya Dinar dijemput oleh Bobby, untuk pergi kerumah Meta. Saat Meta memasuki Mobil Bobby, Pak Rudiansyah datang dengan mobil sedang hitamnya. Mobil Bobby melaju pelan melewati mobil Pak Rudiansyah.

"Mobil Papa aku Bob"

"Gimana kita turun"

"Jangan kita lanjut dulu, tadi aku sudah izin dengan Bik Aini"

"Baiklah"

Bobby dan Dinar akhir nya tiba kerumah Nenek Aini yang keliatan baru datang, karena baru. mereka parkir mobil Nenek Aini baru menghidupkan lampu terasnya. Dinar dan Bobby turun dari Mobil.

"Assalamu'alaikum Nenek"

"Dinar mengetuk pintu Nenek tersebut"

"Waalaikum salam"

Seseorang keluar dari rumah itu, tapi wanita yang lebih muda dari Nenek Aini.

"Permisi Buk"

"Iya.. "

"Nenek Aini dan Meta ada"

"Nenek Aini ngak ada , dia dirumah Meta"

"Maksudnya Buk"

"Iya Meta lagi Sakit jadi Aini nginap disana"

Bobby dan Dinar saling berpandangan"

"Ooh... Memangnya Meta tinggal dimana Buk"

"Wah ibu kurang tahu Neng"

Karena ibu diminta tolong jagain rumah sama Nenek Aini beberapa hari"

"Jadi sekarang Meta sakit, Buk" Bobby. mencoba mencari info"

"Iya tapi ibu ngak tahu sakit apa"

"Hmmm Gitu"

"Oh Ya adek-adek siapa Ya"

"Kami teman -teman dari kampus Buk, ingin melihat Meta yang katanya sudah lama ngak masuk kuliah"

"oh gitu"

"Kalau gitu kami izin pulang dulu Ya Buk"

"Baik.. baik. nanti saya sampaikan kepada Nenek Aini jika dia pulang"

"Baik Buk terimakasih"

Bobby menarik tangan Dinar yang sebenarnya semakin penasaran akan informasi ini.

"Aduh.. kok Dinar ditarik"

"Biar ngak curiga ibuknya yang penting kita sudah tahu bahwa Nenek Meta berbohong, mungkin Meta sakit sebab itu Meta dititip ketempat saudaranya kali."

"Iya benar juga kasihan Meta ya sakit apalah anak itu kok ngak. kasih tahu kita"

"Semoga Cepat sembuh Meta"

"Udah ayo aku antar kamu pulang"

Dinar diantar oleh Bobby untuk. kembali ke rumahnya sesampai di rumah dia tidak melihat mobil Papanya di bagasi depan rumah, hanya satu mobil milik Dinar.

"Kok mobil Papaku ngak ada ya Bob"

"Ngak tahu"

"Kemana pula Papaku"

"Baiknya kamu tanya sama Iqbal atau Pak Sukri"

"Iya, kalau begitu aku turun dulu ya Bob"

"Iya sayangku"

"Ahhh gombal "

"Serious aku sayang kamu. Dinar"

"Hahahha", Dinar tertawa sambil. membuka pintu dan turun dari mobil Bobby.

" Assalamu'alaikum " Dinar masuk ke dalam rumah,

"Waalaikum salam" Nampak Bibi Ani sedang membereskan Meja makan.

"Udah pulang Dinar"

"Udah Bik"

"Kok mobil Papa ngak ada Bik"

"Oh ya kata Papa, PaPa pergi tugas mendadak malam ini, karena besok pagi dia harus tiba dikantor untuk moni... moni apa ya"

"Monitoring"

"Berapa Hari Bik,"

"Sekitar seminggu"

"Oh ya Nanar, ini Papa ninggalin ATM katanya mulai sekarang Nanar yang kontrol keuangan rumah yang biasa dikerjakan oleh Mama Non. nanti gaji Papa masuk kesana"

"Oh gitu ok. Bik"

Kok Papanya tiba-tiba saja pergi mendadak sejak Mama meninggal Papa ngak pernah dinas luar lagi, sekarang kok pergi.

Dinar sedikit bertanya didalam hatinya bahwa Papanya akan sibuk kembali sama ketika Mamanya masih hidup sampai tak ada waktu untuk keluarga.

"

1
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!