NovelToon NovelToon
Pendekar Kaisar Naga

Pendekar Kaisar Naga

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:261.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Taufik Ichsan Aditya

Dengan misteri yang ada didalam diriku, aku kini berkelana agar dapat mengetahui apa yang ada di dalam diriku, sekaligus mencari pengalaman dan juga bertambah kuat demi melindungi apa yang seharusnya aku lindungi.

Hingga disaat aku telah mengetahui rahasia besar didalam tubuhku, aku menjadi jauh lebih kuat dan jauh lebih kuat. Melebihi ekspektasi semua orang, dan menjadi seorang yang menegakkan keadilan dengan caraku sendiri.

Maafkan author yang udah lama ga up, sebenernya author udah ada keinginan buat up lagi karya ini. Tapi bingung mau lanjutin gimana, semua data-data alur cerita ilang dan harus mikir lagi kedepannya gimana. Tapi mungkin, author bakal up kalo udah normal lagi. Maafin author yang ngecewain kalian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taufik Ichsan Aditya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.23 Metode Matahari

Semua berjalan secara lancar, sekarang Xi Ryu sudah resmi menjadi murid Sekte Phoenix yang 'tidak terikat aturan sekte'. Dan juga sekarang Xi Ryu sekarang sudah memakai Pakaian seragam Sekte Phoenix.

Seragam itu berwarna hitam kecoklatan dan di belakang seragamya terdapat logo Burung Phoenix yang membulat.

Sekarang Xi Ryu sedang berjalan-jalan bersama Fu Xiang.

Xi Ryu yang sedang berjalan-jalan bersama Fu Xiang tiba-tiba dikejutkan dengan pedang kayu yang tiba-tiba melayang kearah Xi Ryu.

Xi Ryu yang menjadi sasaran hanya menghindar dengan cara mundur kebelakang. Pedang kayu yang terus melaju itu lalu mengenai tembok dan terjatuh.

Xi Ryu melihat kearah pedang kayu tadi, lalu dia mengambilnya.

Dari arah pedang kayu itu dilempar, seorang wanita yang tak lain Mei Ying datang kearah Xi Ryu. Saat jarak antara Mei Ying dan Xi Ryu sudah dekat, Mei Ying berkata, "Kembalikan pedangku." ucapnya.

Xi Ryu melihat kearah sumber suara dan dia melihat Mei Ying, Xi Ryu berkata, "Jadi Nona yang melempar pedang kayu ini?." Xi Ryu sambil menggoyang goyang pedang milik Mei Ying.

"Jangan melempar pedang sembarangan Nona, nanti bagaimana jika hatiku yang tertusuk. Bisa-bisa aku tergila-gila pada Nona." goda Xi Ryu sambil tersenyum lebar.

Entah kenapa dengan dirinya, tetapi tiba-tiba dari dalam diri Mei Ying perasaan aneh yang membuat hatinya berdegub kencang muncul. Dalam hatinya Mei Ying berkata, 'Kenapa dengan perasaanku ini?'

Fu Xiang yang melihat Xi Ryu hanya diam tak berkata. Lalu tak lama kemudian dia meninggalkan Xi Ryu, dalam hati Fu Xiang berkata, 'Aku sepertinya kalah oleh anak kecil berumur 15 tahun.'

Kembali ke sisi Mei Ying dan Xi Ryu. Mei Ying hanya menepis jauh-jauh perasaan itu, dia hanya mengira kalau dirinya hanya sedang 'sedikit' sakit. Mei Ying menghela nafas panjang lalu berkata pada Xi Ryu, "Aku ingin kita berduel kembali, tetapi sekarang kita bebas memakai tenaga dalam."

"Berduel? Sekarang? Kalau sekarang aku masih merasa malas. Tetapi kalau besok aku bisa saja menerima permintaan duel darimu." ucap Xi Ryu sambil menimbang-nimbang.

"Baiklah besok pagi kita bertemu diarena, ingat jangan terlambat." ucap Mei Ying, lalu dia pergi meninggalkan Xi Ryu.

Xi Ryu yang masih ada di tempat hanya menghela nafas, Xi Ryu berkata, "Pedangnya malah ketinggalan lagi." Xi Ryu sambil melihat kearah pedang kayu milik Mei Ying.

Xi Ryu lalu berjalan menjauh dari tempatnya tadi, mencari tempat yang sepi. Sesudah menemukan tempat yang sepi dan tidak ada orang, Xi Ryu dengan cepat memasukan pedang milik Mei Ying kedalam Cincin Naga.

"Sepertinya Paman Xiang sudah pulang, aku pergi ke Aula Latihan saja. Sekalian mencoba berlatih disana." Ucap Xi Ryu lalu dia berjalan santai menuju ke Aula Latihan.

Beberapa Menit berlalu, Xi Ryu sekarang sudah berada di Aula Latihan, tapi saat dia berada di Aula Latihan rasa bosan datang entah dari mana.

Saat melihat latihan di Aula Latihan. Semangar Xi Ryu hilang, menurut Xi Ryu latihannya terlalu mudah dan jika dia melakukan latihan Seperti itu, Xi Ryu rasa dia akan membutuhkan waktu yang sangat agak lama untuk menjadi kuat.

Xi Ryu lalu memutuskan untuk pergi kehutan, dia lebih memilih untuk berlatih dihutan sendirian dari pada berlatih di Aula Latihan.

Sekarang Xi Ryu sudah sampai di hutan yang jaraknya sedikit jauh dari sekte.

Saat sampai di tempat ini yang pertama kali Xi Ryu lakukan adalah pemanasan dari mulai kepala sampai ke kaki. Sesudah melakukan pemanasan, Xi Ryu lalu melakukan Push-Up 500 kali, Sit-Up 500 kali, Squat 500 kali, dan terakhir dia berlari dengan memakai pemberat seperti biasa. 

Entah karena jarangnya Xi Ryu dalam membaca buku, Xi Ryu baru mengetahui Push-up, Sit-up dan Squat saat dirinya mendatangi Perpustakaan Sekte. Dia menemukan buku yang berjudul 'Latihan Fisik'. Karena merasa tertarik, Xi Ryu lalu membaca buku itu dan menemukan latihan Push-up, Squat dan Sit-up yang ternyata sangat gampang untuk di praktekan.

Xi Ryu melakukan 500 kali Push-up, 500 kali Sit-up, dan 500 kali Squat dalam waktu dua jam, dan dapat berlari selama satu jam. Saat latihan selesai, latihan itu agak membuat lengannya dan kakinya lumayan pegal, Setelah itu Xi Ryu mengambil pedang kayu dari Cincin Naganya, dan mempraktekan Tarian Pedang Burung Elang.

Sesudah memperaktekan jurus itu Xi Ryu bergumam, "Kenapa Aku merasa ada yang kurang ya…" ucap Xi Ryu sambil melihat pada pedang kayunya.

Xi Ryu lalu mencoba mempraktekan kembali Jurus itu, "Ternyata memang ada yang kurang." Ucap Xi Ryu sambil mempraktekan jurus itu dengan pelan, Lalu Xi Ryu bergumam kembali, "Aku akan mencoba menambah gerakan yang kurang, mungkin dengan ditambahkannya gerakan dalam jurus itu, jurusnya akan sedikit lebih baik."

Xi Ryu lalu mencoba Jurus Pedang Burung Elang dengan tambahan gerakan darinya. "Nah, seperti ini kan bagus." ucap Xi Ryu yang telah menambah gerakan pada jurus pedangnya.

"Sekarang latihan apa yang harus kulakukan?" ucap Xi Ryu tak tahu latihan apa yang harus dilakukanya.

XI Ryu terlihat berpikir, kemudian Xi Ryu terpikirkan latihan yang harus dijalaninya.

Xi Ryu mengaliri tenaga dalamnya pada pedang kayu miliknya. Lalu Xi Ryu menebaskan pedangnya kearah pohon, pohon yang seukuran 3 tubuh manusia dewasa didepannya. Hingga pohon itu tertebang dengan rapi.

Sesudah tertebang, Xi Ryu memotong bagian atas pohon yang memiliki cabang dan memotong batang pohon menjadi 2 bagian. Xi Ryu lalu mengangkat batang pohon itu di tangan kanan dan tangan kiri.

Xi Ryu mengangkat batang pohon itu sambil melakukan squat.

Xi Ryu melakukan itu selama 1 jam, sesudah itu Xi Ryu bersemedi di atas batu besar yang ada di dekatnya, Xi Ryu mencoba menambah jumlah tenaga dalamnya.

Hingga 2 jam berlalu, sekarang hari sudah mulai gelap. Di hutan Xi Ryu masih bersemedi diatas batu. Saat bersemedi entah kenapa tubuh Xi Ryu diselimuti Aura Panas dan juga raut muka Xi Ryu terlihat sedang kesakitan. hingga…

'DUAR… '

Dari dalam tubuh Xi Ryu ledakan kecil terjadi, Xi Ryu membuka matanya dan bernafas dengan tak beraturan. Tetapi dibibirnya tergambar senyuman.

Dalam hati Xi Ryu berkata, 'Ternyata meningkatkan tingkatan dan tenaga dalam menggunakan metode Matahari saat berada di tingkat Fana-Awal lumayan sulit, tapi untungnya aku berhasil dan sekarang diriku sudah memiliki empat puluh tenaga dalam dan tingkatanku sekarang sudah berada di tingkat Fana-Akhir." Xi Ryu sambil terukir senyum lebar dibibirnya.

"Sepertinya ini waktuku untuk kembali, hari sepertinya sudah mulai gelap." Gumam Xi Ryu sambil melihat kearah langit.

Tidak lama kemudian Xi Ryu dengan Ilmu Meringankan Tubuh miliknya, melesat dengan cepat meninggalkan tempat bersemedinya tadi dan menuju ke Sekte Phoenix.

Akhirnya Xi Ryu sampai di depan gerbang kota, saat didepan gerbang kota, tanpa harus memperlihatkan kartu identitasnya Xi Ryu masuk dengan mudah.

Xi Ryu hanya tersenyum pada para penjaga dan dibalas balik oleh para penjaga gerbang dengan tersenyum. Xi Ryu dapat masuk dengan mudah.

Mungkin karena para penjaga menganggap dirinya orang penting, sebab saat pertama kali dirinya masuk, Xi Ryu masuk bersama Fu Chen, Patriak Sekte Phoenix.

"Hmmm, aku lapar sekali, belum makan dari tadi pagi…" ucap Xi Ryu sambil mengelus perutnya.

"Sepertinya aku akan berjalan-jalan dulu dikota ini sambil mencari restoran. Hitung-hitung aku menghapal jalan kota ini." ucap Xi Ryu sambil berjalan.

Saat Xi Ryu sedang berjalan santai mencari restoran, tiba-tiba Xi Ryu merasakan energi yang tidak asing. Dan Xi Ryu merasakan sumber energi itu dari penjual batu-batuan hias.

Karena penasaran Xi Ryu mendatangi penjual batu-batuan itu.

1
Daryus Effendi
jadi males bacanya karna mc nya penah mati jadi kecewa
Daryus Effendi
novel apa jagoanya kok mati
budi mulyana
ok Author
budi mulyana
oke dimaafkan heheee
Jade Meamoure
bagus
Rahman Padaka
Kwek kwekkkk ,tidurlah pendekar,nasimu akan basi Krn pesananmu kau lupa
Rahman Padaka
hebat riu
Rahman Padaka
mantaaaaaap x riu
Rahman Padaka
ia kakek aq orgx
Rahman Padaka
wow apakah dia akan mkn buaya
Rahman Padaka
tenang paman jika itu demi kebaikan aq mau gabung,HH lanjut thour
Rahman Padaka
hebat thour lanjut ,
Rahman Padaka
woou riu benar benar hebat ,lanjut tour cerita sampai habis
Rahman Padaka
yg penting ceritax jgn putus tour d tancap Ampe blong
semoga Ji Yong dan Xi Riu tidak ditemukan
Rencana Ji Yong amat bagus
taruhan ... 🤔
Salah paham .... bisa jadi ke pelaminan 🤔
Semangat dan lanjutkan
Maaaantaaaap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!