lanjutan novel Tuan Tiada Tanding
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekuatan Duo Kuli
"Oh berani juga kalian para cacing berusaha melawan?" Tanya bos Hong dengan dingin. Seumpama Bos Hong bukanlah Bos yang terkenal mungkin para satpam dan penjaga akan menertawakan bos Hong.
Beraninya seorang kakek tua cebol mengancam mereka. Namun karena semua orang mengetahui siapa bos Hong membuat mereka gemetar ketakutan..
Bos Hong menoleh ke salah satu anak buah wanitanya, "kamu lawan mereka!" Ucap Bos Hong.
Wanita itu menyeringai, "siap bos, akan aku tunjukan kehebatanku!" Ucap wanita itu kemudian wanita itu mengeluarkan sebuah lonceng kecil, kemudian wanita itu membunyikan lonceng itu seketika itu juga musik mistis kuno langsung menyerang semua satpam dan penjaga yang menghalangi jalan mereka.
"Tidak! Hentikan!!!" Terlihat para penjaga di situ memegangi telinga mereka dengan ekspresi kesakitan dan berharap wanita itu menghentikan apa yang dia lakukan.
"Cukup!" Ucap Bos Hong yang memberikan kode kepada anak buahnya untuk berhenti..
"Apakah kalian fikir kalian bisa menghalangiku untuk bertemu dengan Bianca? Kalian hanya orang-orang lemah yang tidak tahu diri!" Ucap Bos Hong, "ayo semuanya kita mas--" ucapan Bos Hong berhenti kala melihat dua orang yang berdiri di samping, dan mengamati dengan santai.
Bos Hong terkejut dan semuanya juga terkejut. Lonceng kecil itu merupakan pusaka yang bisa mengeluarkan musik mistis yang sangat kuat. Bisa Hong sendiri hampir tidak pernah melihat ada musuh yang tidak terpengaruh dengan lonceng ini.
Bagi musuh yang lemah mereka akan ambruk dan menjerit ketakutan, sedangkan untuk yang kuat mereka akan menegang dan menjadi waspada.
Namun mereka berdua masih berdiri dengan santai.
"Siapa kalian?" Tanya Bos Hong sambil menyipit.
Baik Suwarno dan Momon terdiam.
"Abaikan saja kami, kami hanyalah orang lewat!" Ucap Momon.
"Kalau kamu ingin berbicara dengan Bianca segera lakukan, kami akan mengantre setelahmu." Ucap Suwarno.
Bos Hong menyipit memandangi dua orang ini.
"Bos, sepertinya dua orang ini bukanlah dua orang yang bisa kita remehkan." Ucap Salah satu anak buahnya Bos Hong.
Bos Hong menganggukan kepalanya dengan ekspresi serius. Berdasarkan dari pengalamannya yang sudah sangat panjang dia tahu betul orang yang bisa santai di suasana tegang bukanlah orang biasa.
Dan kedua orang ini tampak sangat tenang, Bos Hong menyeringai, "hmm. Menarik juga kalian bertiga, kalian tidak terpengaruh dengan lonceng sakti itu berarti kekuatan kalian cukup kuat dan cukup besar, aku sepertinya harus memberikan kalian bertiga penawaran." Ucap Bos Hong.
"Penawaran?" Tanya duo kuli dengan ekspresi penasaran.
"Benar, jadilah anak buahku aku akan memberikan apapun yang kalian inginkan. Apakah kalian ingin pusaka hebat? Artefak? Kekayaan? Wanita? Jadilah anak buahku maka aku akan mengabulkan apa pun yang kalian minta!" Ucap Bos Hong sambil menyeringai.
Siapa sangka Momon pada saat ini mengupil kemudian berucap, "kamu seperti khodam pesugihan saja, merayu orang untuk menyembahnya."
Suwarno juga ikut menimpali, "kami tidak tertarik, kalau kamu ingin bertemu dengan Bianca segera lakukan, kami juga harus menemuinya."
Para anak buah Bos Hong terlihat menggerakkan giginya dengan marah ketika mendengar jawaban dari Suwarno dan Momon.
"Beraninya kamu menolak kesempatan besar dari Tuanku!"
"Kalian sombong juga menolak perintah tuan kami!"
Namun tetap saja duo kuli terlihat sangat santai pada saat ini. apa yang tidak di ketahui orang-orang ini Bianca turun dari tangga, memandangi pertikaian kecil yang sepertinya mau meletus di halaman restoran ini.
Salah satu anak buah Bianca langsung menghampiri Bianca dan Berucap, "Nona, Bos Hong tiba perselisihan akan terjadi di depan, ayo cepat pergi dari sini mumpung perhatian bos Hong sedang di alihkan dua pria itu."
Siapa sangka Bianca tersenyum tipis, "mengapa harus aku yang pergi? Bos Hong yang akan di pukul dua orang itu..."
"Hah?" Anak buah Bianca kebingungan dengan apa yang di ucapkan oleh Bianca.
"Dua orang itu akan memukuli Bos Hong?" Kemudian pelayan itu memandangi duo kuli dari kejauhan memandangi betapa lemah dan biasanya duo kuli itu.
"Bagaimana bisa orang selemah mereka bisa?" Tanya pelayan itu dengan bingung.
Bianca tersenyum tipis, "Bahkan aku saja tidak akan bisa mengalahkan duo itu." Ucap Bianca.
Seketika itu juga pelayan itu memandangi Bianca dengan kaget, memastikan apa yang dia dengar tidak salah. Dia yakin sekali Nona Bianca sosok yang dia layani merupakan sosok yang sangat kuat.
"Bagaimana bisa?" Tanya Pelayan itu.
Bianca menjawab dengan singkat, "karena mereka berdua adalah pelayan Tuan Tiada Tanding!"
***
Kembali ke depan.
Bos Hong memberikan kode kepada anak buahnya untuk diam, setelah anak buahnya diam bos Hong kembali berucap, "aku berikan satu kesempatan lagi untuk kalian, pilih menjadi anak buahnya secara sukarela atau aku paksa?"
Suwarno langsung menjawab, "aku juga akan memberikan satu kesempatan lagi untukmu, cepat enyah dari sini atau aku pukul?"
Mata Bos Hong berkedut ketika mendengar hal ini, "sepertinya kalian benar-benar ingin di paksa!" Ucap Bos Hong.
"Kalian berlima, segera tundukan kedua orang ini dengan kekuatan penuh!"
Dengan cepat kelima orang ini mengeluarkan pusaka mistis dan ajian ajian mereka.
Salah satu orang mengeluarkan keris yang sepanjang pedang, salah satu orang mengeluarkan cakar hijau yang tampak mengkilap, salah tu orang lainnya tampak tangannya di selimuti prana hingga membentuk tangan monster.
Mereka berlima secara serentak menghentikan kakinya dan langsung menyerang ke arah dua orang ini.
Wus...
Namun sayang sekali ketika semua serangan itu mendarat di tubuh kedua orang ini, senyuman yang ada di wajah Bos Hong dan Lima anak buahnya menghilang.
Baik pusaka maupun serangan mistis yang mengenai duo kuli semuanya tidak ada yang berefek.
Duo kuli berdiri dengan santai. Suwarno mengambil sebuah keris yang sepanjang pedang.
Seketika itu juga kelima orang itu merasakan mereka dalam jangkauan kematian mereka.
Sontak kelima orang ini membuat jarak aman.
Tiba-tiba Suwarno melangkah, semua mata tertuju padanya. Suasana hening benar-benar hening hanya suara langkah kaki Suwarno yang terdengar.
Semuanya berfikir apa yang akan dia lakukan?
Tiba-tiba bos Hong berteriak, "apa yang kalian lakukan? Cepat kalian habis dia atau pergi dari situ!"
Dua wanita dan satu pria segera melesat menjauh, tinggallah di situ dua pria. Yang satu dengan tangan seperti monster dan yang satu memegangi cakar hijau.
"Sial..!! Mereka telat..!!"
Tiba-tiba Suwarno menunduk siluet matanya berubah menjadi merah nyalang, detik berikutnya Suwarno melesat dengan kecepatan yang tidak masuk akal.
Crash..
Crash...
Dua pria itu tiba-tiba berubah menjadi daging cincang. Tubuh mereka tercincang-cincang dengan cepat bahkan membuat mereka tidak bisa melawan.
Mata tiga anak buah Bos Hong yang tersisa melebar.
Tiba-tiba Momon sudah berada di hadapan tiga orang ini dan hanya berjarak sejengkal. Wajah mereka saling tatap. tampak tiga orang ini pucat mereka hanya bisa menelan ludah dengan pasrah.
Siapa sangka momon berjalan melewati tiga orang itu begitu saja dan kini sudah berada di hadapan Bos Hong.
Ketiga orang ini menoleh kebelakang, "Di.. dia tidak membunuh kita? Apakah dia sedang meremehkan kita? Akan aku bunuh dia!" Batin ketiga orang ini dan mereka hendak melesat. Namun tiba-tiba mulut mereka bertiga mengeluarkan busa.
Ya mereka bertiga terkena racun dari Momon.
Sesaat mereka bertiga masih tersadar, "se.. sejak kapan dia melakukannya?"
Brug!
Brug!
Brug!
tubuh ketiganya ambruk begitu saja.