NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:503
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 RIP Ama Onderdi Bodol

Waktu merayap begitu cepat, tidak terasa 2 tahun berlalu meninggalkan kenangan

Dan pembelajaran baru di kehidupan Ana.

Tengah malam di awal musim dingin menjadi satu kenangan tak terlupakan untuk Ana.

Malam di mana kepanikan dan ketakutan menjadi satu, ama nya tiba-tiba tidak sadarkan diri. Padahal baru 10 menit yang lalu Ana membantu membersihkan onderdil bodol nya, saat Ana membuang bekas tissu dan perlak sekali pakai tiba-tiba ama nya itu menarik nafas panjang kemudian tak sadarkan diri.

Ana yang panik lekas menelfon sang majikan, untung nya majikan nya itu cepat datang, biasa nya dia sangat susah di telefon kalau tengah malam.

"Apa yang terjadi ?" Tanya majikan nya saat menunggu ambulan tiba.

"Ama tiba-tiba tidak sadarkan diri saat baru selesai saya bersihkan pantat nya," jawab Ana gemetar.

"Apa ama terjatuh ?" Selidik majikan nya kembali.

Ana masih gemetar ketakutan saat majikan nya menberondong nya dengan pertanyaan yang terkesan menyudutkan. "Tii...tidak tuan, bahkan ama tetap di ranjang saat saya membersihkan pantat nya." Jawab Ana yang tidak terasa sudah menitikkan air mata.

Majikan Ana yang menyadari Ana begitu ketakutan pun langsung menenangkan pembantu nya Itu dengan menepuk-nepuk pelan punggung Ana, seraya meminta maaf. "Maaf ... maaf.. jangan takut. Saya hanya panik, maka nya bertanya begitu," ucap nya.

Tak lama ambulan tiba dan dengan cepat membawa ama ke rumah sakit bersama dengan Ana yang turut mendampingi.

Kondisi ama memang memburuk beberapa hari terakhir, teriakan-teriakan kesakitan

Jarang terdengar hanya sesekali rintihan yang ama keluarkan, Ana pikir kondisi itu normal karena efek obat yang di berikan oleh dokter, tapi ternyata itu pertanda memburuk nya kondisi ama.

Untung nya di kamar mereka terpasang 1 CCTV yang menghadap langsung ke ranjang pasien, sehingga majikan nya, tak lagi banyak bertanya.

Kondisi ama yang buruk mengharuskan nya masuk ke ruangan ICU, sebuah kamar dingin dengan beberapa selang terpasang di tubuh nya.

Ana menangis sesak saat pertama kali melihat Ama di ruangan itu, rasa gagal menyeruak bersamaan dengan sesal karena kemarin-kemarin dia sempat emosi pada ama nya itu.

"Jangan khawatir, ama baik-baik saja." Ucap sang majikan saat mereka kembali pulang ke rumah, meninggalkan ama sendiri di ruangan yang tak ayal seperti tempat perebutan hidup dan mati.

Masih dengan sesak Ana menjawab pelan, "ma..maaf saya tidak menjaga ama dengan baik, sampai ama harus seperti ini."

Majikan Ana tersenyum getir, " tidak Ana, kamu sangat baik menjaga ama. Ama memang sudah tua, raga nya sudah tidak begitu kuat untuk menahan sakit pungggung nya." Ucap sang majikan.

Belum sampai mereka di rumah handphone milik majikan berdering kencang, membuat obrolan yang berawal sendu menjadi kepanikan dan tangis yang semakin menderu pilu. Pihak rumah sakit mengabarkan ama kejang sesaat setelah Ana dan sang majikan pergi, berakhir ama henti jantung. Ama meninggal dunia.

Ana menunggu dengan tegang di depan pintu ICU, merapal kan doa untuk sebuah

Pengharapan keajaiban. Sayang nya doa nya di ridhoi, Ama nya keluar dengan tertutup

Kain kuning, pertanda kalah dalam perjuangan melawan sakit nya.

Ana luruh seketika, tangis nya pecah menggema ke setiap sudut pun majikan nya yang coba menenangkan di tengah diri nya yang juga hancur karena di tinggal orang yang tersayang.

"Ma...maaf tuan saya gagal menjaga ama, ma..maaf......" sesal Ana sembari terus-terusan menundukkan kepala nya.

"Ini bukan salah kamu Ana, ini sudah takdir dari tuhan." Ucap sang majikan menenangkan.

Mereka kemudian menuju rumah duka tempat ama di semayamkan, untuk menunggu

Hari kremasi. Rapalan doa-doa dari para biksu menjadi irama pilu saat Ana membakar

kertas Jīnzhi atau uang arwah, atau di sebut juga kertas dupa pun wangi dupa yang menyeruak menjadi parfum alami yang menemani Ama tidur dalam damai.

Ana juga di minta memilih kan pakaian yang akan di kenakan oleh ama untuk terakhir kali nya, baju berwarna merah maron dengan corak bunga menjadi pilihan Ana.

Tangis Ana kembali pecah melihat Ama yang di rawatnya 2 tahun terakhir ini tertidur dalam dinginnya lemari pendingin sebelum di kremasi 2 minggu kemudian. Rasanya semuanya berlalu begitu cepat sampai waktu kremasi tiba. Penghormatan terakhir Ana berikan pada Ama sebelum jasadnya masuk krematorium setelah rangkaian upacara agama yang Ana juga ikut serta didalamnya meski ia hanya diam saja.

Kenangan dengan Ama kembali menari di pelupuk mata saat Ana kembali ke apartemen setelah rentetan upacara pemakaman. Majikannya meminta wanita itu untuk beristirahat setelah sebelumnya bertanya apakah Ana berani tinggal sendiri di apartemen itu sambil menunggu agensinya menjemput yang dia jawab, berani.

Apa yang harus di takutkan terlepas dari bibir mungil yang ama yang suka menguji kesabaran pun onderdil bodol nya amanya itu sebenarnya orang yang baik. Selain itu "bukankah kita juga akan mati jika waktu nya sudah tiba?"

"Rénshēng zìgŭ shuí wú sï, Liú qŭ dān xīn zhào hàn qīng "

(Kematian tidak dapat di hindari , tetapi kebaikan hati akan abadi)

_____Bersambung.

IbuAnna.

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!