Tulisan di karya ini masih acak-acakan ya kak. ini karya pertama saya masih belum tahu antara puebi dll
kehidupan itu bagaikan impian, semuanya butuh perjuangan, kesedihan, penderitaan, keahagiaan semua sudah ada yg mengatur,
kita hidup harus mempunyai prinsip, jika prinsip sudah tidak ada, kegundahan akan menyelimuti, takdirku tak seberuntung mereka , kebhgiannku, masa masa bermainku,semuanya sudah di ramapas dan menghilang bersama kejadian yang menimpa org tuaku,
jika aku bisa memilih, aku akan memilih agar tidak di lahirkan ke dunia ini, tapi aku lercaya, di setiap penderitaan pasti akan ada kebahagiaan,
aku yakin roda akan berputar pada nasibku, saat ini hanya bersabar dan ikhlas yang aku terapkan
aku akan berusaha dan akan selalu berdoa
agar cahaya itu datang di kehidupanku
kepercayaan, adalah kekuatan yg sebenernya, aku percaya ini cobaan dari Tuhan, ikhlas ku menerima kenyataan
ikhlas ku menerima cobaan,
harapanku hanyalah tuhan berikan aku kesempatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kerinduan
Adnan pun berlalu dr rumah itu seketika hati Nanda terasa hampa, baru saja ia mendapatkan kehangatan dr suaminya skrg tiba-tiba suaminya pergi.
iapun masuk ke dlm dan bertemu dgn bibiknya.
" bibik gak istirahat....????
"bagaimana bibik bisa istirahat, kamu sendiri belum istirahat, suami mu pergi karena hal penting, km yakinlah dia akan baik-baik sja disana,"
"iya bik.... Nanda mengerti itu, sebaiknya bibik istirahat, kesehatan bibik belum stabil kan....."
"baiklah, km jg istirahat ya..."
"baik bibik,"
merekapun menuju ke kamar masing-masing, sedangkan adnan sudah ada di bandara.
"kenapa tuan tidak pakai pesawat pribadi saja,"
"tidak jika itu ketahuan kakek, pasti kakek khawatir, aku tidak ingin kabar itu terdengar oleh kakek, sekarang kesehatan kakek kurang baik, Alex km sudah pastikan cctv dirumah dan penjagaan buat keluargaku"
"sudah tuan, dr sini kita bisa melihat keadaan dirumah,"
"baiklah teruslah pantau jgn sampai terjadi apa-apa pada keluargaku, terutama istriku"
"kenapa tuan begitu khawatir"
"aku rasa kekacauan ini bukan krn saingan pekerjaan saja, ada hal lain yg ingin mrk incar, jika ingin menghancurkan bisnis mrk bisa melakukan langsung tanpa harus memberiku waktu,"
"tuan, jgn khawatir, saya akan lebih siap siaga menjaga tuan,"
akhirnya pesawat mrk pun lepas dan mendarat dgn selamat, selama di perjalanan Adnan tidak menghubungi Nanda krn Adnan fikir akan mengganggu nya istirahat, tp ternyata lain bagi Nanda, ia sll menunggu kabar dr Adnan ia tidak bisa tidur dengan tenang.
kenapa mas belum ngasih kabar, apa masih belum sampai tujuan, tuhan jaga suamiku
saat Nanda masih mondar mandir di tepi ranjang handphone nya berbunyi bertanda ada chat masuk
"sayang mas sudah sampai, kamu istirahat dan jaga diri baik-baik ya,"
dengan senyum Nanda membaca chat itu dan segera membalasnya.
"baik mas, syukurlah kalau mas dah sampai dr tadi Nanda sangat mengkhawatirkan mas, mas jg istirahat ya, jaga kesehatan di sana"
"baiklah love you my baby"
"love you to"
Merekapun sama-sama merebahkan tubuhnya di ranjang Nanda dgn tenang terlelap dlm tidurnya, sedangkan adnan membersihkan tubuhnya sebelum istirahat.
pagi pun tiba Nanda dgn terbiasa bangun pagi ia turun ke bawah dan menemukan bibiknya yg sudah sibuk bersih-bersih ..
"apa yg bibik lakukan ... ."
" sudah bangun..... bibik sedang membantu bik Ijah"
"ini bukan pekerjaan bibik, Nanda bawa bibik kesini bukan krn itu, tp krn Nanda mau bibik menjaga kesehatan bibik dulu,"
"sayang... bibik bukan org pemalas, nanti klo bibik kelelahan bibik pasti istirahat
"tp bik.... ya sudahlah Nanda bantu saja ya...."
Nanda pun ikut membantu bibiknya bersih-bersih,
"dr awal km tinggal hanya berdua sama suami km nan, ...???
"tidak bik, disni ad kakak ipar dan jg kakek, tp kakak ipar sudah menikah dan ikut ke rumah suaminya dan kakek lagi liburan katanya mas adnan,"
"bibik tenang sudah melihat kamu bahagia seperti ini"
"jika bukan karena bibik yang waktu itu nyuruh Nanda kabur, mungkin Nanda tidak seberuntung ini, malam itu Nanda di tolong oleh kakek, yg mana kakek akhirnya menjodohkan Nanda dgn cucunya yaitu mas Adnan,"
"semudah itu kah....????
" di bilang mudah itu terlalu sulit sebenarnya bik, Krn dr awal mas Adnan tidak menyukaiku bahkan masih punya kekasih, aku merasa bersalah sama mas Adnan gara-gara aku hubungan mrk jd kandas, aku sudah menjadi org ke 3 di antara mrk bik, cuma mas Adnan skrg sangatlah menyayangi Nanda, dan katanya sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi sama wanita itu"
"anak bibik bukan org ke 3, karena hubungan suamimu dan wanita itu belum resmi, ya sudah age sana sarapan dulu,"
"bibik jg...."
akhirnya merekapun sarapan bersama, saat selesai sarapan handphone Nanda berbunyi Nanda kira itu adalah suaminya Adnan ..
"iya mas, apakah mas sudah sarapan...???"
"hei.... ini kakak mu loh.... bukan suamimu....."
"ehh kak bela maaf...".(sambil menggigit jari)
"memangnya Adnan kemana...."
"dia ada perjalanan bisnis kak td malam berangkatnya"
"owh..... km sendiri dirumah"
"nggk jg kak, sekarang ada bibiknya Nanda yg nemenin nanda, gmn keadaan kakak disana sehatkah dan kapan balik kesini ..."
"bodoh.... aku sudah punya rumah sendiri dan keluarga sendiri... ok baiklah aku akan kembali kalau km sudah memberiku keponakan yg sehat bagaimana .... Adnan sudah melakukan tugasnya sekarang giliran km okay."
"kakak....."(dengan suara malu-malu)
"baiklah kakak tutup dulu,
merekapun akhirnya mematikan handphone nya tiba-tiba ada suara handphone berdering lagi Nanda langsung mengangkatnya
"kakak ada apalagi....."
"sayang...tidakkah km merindukan suamimu in...."
"mas ....."
Nanda langsung berlari menuju ke kamarnya dan menutup pintu kamarnya
"mas sudah sarapan, mas sehatkan disana..."
"sayang mas baru td malam yg berangkat... km sudah se khawatir itu...mas tidak apa-apa mas sudah sarapan jg..."
"syukurlah kapan mas pulang.."
"sudah sangat merindukan mas ya.."
"rindu bgt mas,.... "(tak terasa air matanya menetes)
"secepatnya syg..... mas jg merindukan km, sangat dan sangat merindukan kamu, km jaga kesehatan dan diri km sendiri jika ad apa-apa langsung kabarin mas"
"baik mas, ..."
"mas kerja dulu ya....love you sayang"
"love you to mas ....."
mrk pun mengakhiri pembicaraan mrk, dada Nanda terasa sakit, apakah ini cinta yg sebenarnya ataukah hanya keegoisan cinta
apakah aku egois, krn aku ingin sll ada di dekatnya mas.... dulu aku tidak seperti ini saat tau mas tidak menyukaiku, tp kali ini knp.... knp... aku tidak ingin berpisah sama sekali sama mas.... aku ingin melihat mas terus....
Nanda terus memegang dada dan kerah bajunya dgn tetesan air mata, ia sangat merindukan suami nya, sedangkan adnan sibuk menemui para klien dgn bergantian tempat dia jg ingin pekerjaan nya segera selsai agar bisa secepatnya pulang.
tiba-tiba ada ketokan pintu dr luar
"non... di bawah ada mas adit,
"baiklah bik.... nanti Nanda turun ....
tak lama kemudian Nanda pun turun dr kamarnya dan melihat Adit yg sedang duduk menikmati minuman yg di suguhkan pembantunya,
"kak Adit...."
"hai nan..... keluar yuk...."
"kemana kak..."
"sudah ayok ikut...."
"tp... kak..."
"tenang ini Adnan yg nyuruh aku kok...."
"baiklah Nanda siap-siap dulu ya kak..."
"okay.... ."
Nanda pun naik ke kamarnya dan berganti pakaian dan segera turun ia terlihat masih seperti gadis berumur 18thunan dlm hati Adit berkata
andai km tdk mencintai adnan dan Adnan masih tdk mencintaimu, aku pasti akan memperjuangkan, tidak akan peduli dgn kedudukan Adnan aku pasti akan merebutmu tp... hatimu sudah km berikan ke adnan sepenuhnya,
"eh kak... lagi ngelamunin apa..."
"kamu...." (senyum)
" memangnya aku kenapa ...."
"sudah ayok jalan"
"kakak mau membawaku kemana??"
"aku akan membawa mu melihat kampus mu"
"benarkah.... tp mas Adnan, apakah dia akan mengizinkan aku kuliah..."
"ya pasti dengan syarat-syarat yg akan ia tulis untuk mu hahahaha"
"kak Adit..... "(cemberut)